Unram, MEDIA – WR 3 bidang kemahasiswaan dan alumni Universitas Mataram (Unram) memimpin langsung aksi pembubaran Nonton Bareng (Nobar) film dokumenter Pesta Babi di Halaman pusat kegiatan mahasiswa (PKM) Unram, Kamis (7/5/2026). Pembubaran dilakukan sebelum film sempat ditayangkan.
Pantauan MEDIAUnram di lokasi, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan Unram, Sujita didampingi sekitar tiga puluh satpam datang ke lokasi nobar saat film belum sempat ditayangkan, sekitar pukul 18.55 Wita.
Puluhan satpam tersebut datang membawa senjata berupa pentungan. Mereka meminta pemutaran film dibatalkan tanpa alasan yang jelas.
“Film ini saya kira kurang baik untuk ditonton,” katanya di lokasi.
Sujita mengatakan pembubaran dilakukan atas perintah Rektor Unram, Sukardi dengan alasan menjaga kondusifitas kampus.
“Saya menolak demi menjaga kondusifitas dan supaya tidak ada ketersinggungan antara kita,” ujar Dosen Fakultas Teknik tersebut.
Sujita malah menyarankan penyelenggara menayangkan pertandingan sepak bola atau film lainnya yang menurutnya lebih enak ditonton.
“Mending kita nonton film lain atau sepak bola,” ucapnya.
Pemimpin Umum (Pemum) MEDIAUnram 2026, Haerul Ikhwan Ali merasa kecewa sekaligus bingung dengan sikap Birokrasi Unram. Menurutnya, sikap tersebut tidak sesuai prinsip kebebasan berekspresi terlebih di lingkungan kampus.
“Unram menolak pemutaran film Pesta Babi tanpa ada alasan dan landasan hukum yang jelas,” ujarnya di lokasi.
Akibatnya, aktivitas Nobar Pesta Babi terpaksa dipindahkan ke luar kampus demi melangsungkan rencana awal.
“Ini kan ratusan orang sudah datang ingin menonton, demi keamanan ya terpaksa kami pindah saja ke luar kampus,” tandas mahasiswa Fakultas Hukum tersebut.
(Emw, Nxl)


