Unram, MEDIA (14/5/26) — Sejumlah mahasiswi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram (Unram) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum dosen. Kasus tersebut kini ditangani Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unram.
Ketua BEM FHISIP Unram, Nanang mengungkapkan jumlah korban diduga cukup banyak. Namun, hanya sebagian yang berani melapor dan memberikan keterangan ke Satgas PPKS.
“Jumlahnya cukup banyak, tapi yang berani speak up cuma beberapa di Satgas,” katanya saat dihubungi MEDIA Unram Rabu (13/5).
Nanang mengatakan, pihak BEM FHISIP terus mendampingi para korban selama menjalani proses pemeriksaan di Satgas PPKS.
“Selalu kami dampingi, termasuk waktu pemeriksaan di Satgas,” ujarnya.
Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut.
Menurutnya, Satgas saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap korban, saksi, hingga pengumpulan alat bukti.
“Jumlah korban yang melapor sekarang ada di atas tiga orang. Satgas sudah mulai proses pemeriksaan korban dan saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti lain seperti CCTV dan obrolan chat,” ungkapnya.
Joko menjelaskan, dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen tersebut didominasi pelecehan verbal. Bahkan, beberapa kejadian disebut terjadi di dalam ruang kelas.
“Bentuk pelecehannya pelecehan seksual verbal. Salah satunya dilakukan di dalam kelas yang mungkin banyak orang menganggap itu candaan, tapi masuk dalam pelecehan seksual,” jelasnya.
Selain ucapan bernuansa seksual, korban juga mengaku mengalami kontak fisik yang tidak pantas.
“Ada yang pegang tangan bahkan sampai ke bahu,” kata Joko.


