Home Artikel Goa Lawah: Ikon Menawan Dari Desa Lembah Sempage

Goa Lawah: Ikon Menawan Dari Desa Lembah Sempage

0

oleh: Mahasiswa PKL Prodi Sosiologi Unram Penempatan Dinas Pariwisata Provinsi NTB

Sebagai bagian dari program Praktik Kerja Lapangan (PKL), mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Mataram mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan pemerintahan, khususnya di sektor pariwisata. Penempatan dilakukan di Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menjadi wadah mahasiswa untuk memahami lebih dalam tentang bagaimana sektor pariwisata dikelola, dipromosikan, dan dikembangkan secara berkelanjutan. Tujuan dari pelaksanaan PKL ini tidak hanya untuk mengaplikasikan teori-teori yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata dalam bentuk kegiatan lapangan dan pelaporan yang bermanfaat bagi instansi terkait.

Dinas Pariwisata Provinsi NTB sendiri memiliki struktur kerja yang terdiri atas empat bidang utama, yaitu Bidang Kelembagaan, Bidang Pemasaran, Bidang Ekonomi Kreatif, dan Bidang Pengembangan Destinasi. Masing-masing bidang memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Bidang Kelembagaan bertanggung jawab dalam penguatan kelembagaan pariwisata serta koordinasi antar pelaku industri pariwisata. Bidang Pemasaran berperan dalam menyusun strategi promosi dan branding destinasi wisata NTB ke tingkat nasional maupun internasional. Bidang Ekonomi Kreatif mendukung pengembangan usaha kreatif masyarakat yang mendukung sektor pariwisata, sedangkan Bidang Pengembangan Destinasi fokus pada pengelolaan dan peningkatan kualitas destinasi wisata, termasuk infrastruktur dan daya tarik wisata itu sendiri. Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa Sosiologi ditempatkan di beberapa bidang sesuai dengan kebutuhan dan fokus masing-masing program kerja. Beberapa mahasiswa bergabung di Bidang Pemasaran untuk membantu kegiatan promosi dan peliputan event, sementara yang lain ditempatkan di Bidang Ekonomi Kreatif serta Bidang Pengembangan Destinasi untuk mendukung kegiatan survei, pemetaan potensi, serta perencanaan pengembangan wilayah wisata.

Salah satu rencana kerja yang dilakukan bersama dengan Bidang Pengembangan Destinasi adalah pelaksanaan survei kepuasan pengunjung di salah satu desa wisata yang menjadi pilihan dari Dinas Pariwisata, yaitu Desa Goa Lawah. Kegiatan ini diawali dengan diskusi bersama pihak dinas, yang kemudian mengarahkan mahasiswa untuk fokus pada destinasi tersebut karena potensinya yang terus berkembang. Sebagai bagian dari program Praktik Kerja Lapangan (PKL), mahasiswa Sosiologi pun menyusun rencana kerja yang akan dilaksanakan selama masa PKL dan menjadi output yang diserahkan kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

Salah satu fokus utama dari rencana kerja ini adalah melakukan survei kepuasan terhadap destinasi wisata yang berada di Desa Wisata Lembah Sempage, kawasan Goa Lawah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Desa Wisata Lembah Sempage merupakan salah satu destinasi yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelanjutan. Dengan keindahan alam yang masih asri serta keunikan lingkungan yang khas, desa ini mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu ikon utama desa ini adalah Goa Lawah, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata unggulan. Keindahan alam Goa Lawah yang memadukan panorama goa, sungai, dan air terjun menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta alam. Ditambah lagi dengan adanya jalur pendakian gunung Layur yang baru saja diresmikan, destinasi ini menjadi semakin menarik, baik bagi wisatawan umum maupun para pendaki. Selain itu, wisata edukasi menanam hingga memanen jamur tiram juga merupakan salah satu daya tarik wisata yang dapat dimanfaatkan baik untuk anak-anak hingga orang dewasa. Suasana sejuk dan asri yang ditawarkan objek wisata ini juga menjadi nilai tambah, mengingat lokasinya berada di tengah kawasan pedesaan.

Wisata Goa Lawah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian masyarakat setempat, terutama bagi pemuda dan masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan. Berbagai kegiatan ekonomi mulai tumbuh, seperti penjualan makanan ringan, penyewaan tenda, serta penyewaan alat grill bagi wisatawan yang ingin berkemah di area camping ground. Selain itu, pengelolaan destinasi ini juga menciptakan peluang kerja baru melalui keterlibatan langsung kelompok sadar wisata (POKDARWIS). Hal ini dijelaskan oleh salah satu pengelola Goa Lawah, Bapak Gun. Dalam pelaksanaan program kerja, mahasiswa PKL melakukan observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat setempat serta pengelola destinasi, dan mendokumentasikan kondisi fisik serta potensi wisata yang ada. Selain itu, mahasiswa juga mengidentifikasi berbagai kendala dalam pengelolaan wisata, yang nantinya akan disampaikan dalam laporan kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTB sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut terhadap pengembangan destinasi ini.

Hasil observasi menunjukkan bahwa mahasiswa PKL merasa takjub dengan pesatnya perkembangan destinasi Goa Lawah, meskipun desa wisata ini masih tergolong rintisan. Pada tahun 2025, usia destinasi ini baru menginjak dua tahun, namun dari segi fasilitas, kebersihan, serta paket-paket wisata yang ditawarkan oleh pengelola, telah mampu menyamai destinasi- destinasi yang sudah lebih lama berkembang. Meski demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, antara lain penerangan dan kondisi jalan menuju lokasi wisata yang di beberapa titik masih berbatu dan kurang nyaman dilalui, hingga harapan pengelola kepada masyarakat, pemerintah, dan beberapa lembaga untuk bekerja sama dalam membangun wisata ini, dengan beberapa wisata bermain atau wahana salah satunya adalah flying fox yang masih direncanakan untuk dibangun, serta rencana untuk menyediakan paket wisata menuju wisata Danau Biru dengan melalui jalur hutan. Meskipun sudah beberapa wisatawan sudah pernah melakukan perjalanan ke Danau Biru ini melalui hutan Goa Lawah, namun paket wisata ini belum berjalan sepenuhnya dikarenakan kurangnya biaya dan juga alat yang dibutuhkan masih belum terbukti.

Selain melakukan survei dan wawancara kepuasan pengunjung serta sistem pengelolaan wisata Goa Lawah, mahasiswa PKL membuat vidio promosi untuk destinasi tersebut melalui salah satu media sosial yakni Tiktok dengan nama akun @tapzannn. Melalui konten tersebut jumblah pengunjung wisatawan Goa Lawah bertambah dan hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya jumblah viewers dan juga komen dari pengguna Tiktok. Kemudian seluruh data dan temuan ini akan dihimpun dalam laporan resmi yang diserahkan kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTB, dan selanjutnya akan diteruskan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat untuk mendapat tindak lanjut dalam upaya pengembangan destinasi Goa Lawah.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version