Lombok Tengah, MEDIA — Himpunan Mahasiswa Peneliti dan Pengkaji Kemasyarakatan Universitas Mataram (HMP2K Universitas Mataram) melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pengabdian Berdampak: AgroEduFarm HMP2K Action” di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukeliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, pada 22–28 Desember 2025.
Program ini dirancang sebagai pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat dengan fokus pada peningkatan literasi anak, penguatan ketahanan pangan, pengelolaan limbah ternak, serta kesehatan hewan ternak. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi lintas organisasi mahasiswa dan mitra eksternal, termasuk HMP3IP Universitas Mataram dan beberapa Komunitas sosial.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelaksanaan Teras Baca yang dilaksanakan pada Selasa (23/12). Program ini menyasar anak-anak di Dusun Karang Sidemen Bawah dengan melibatkan peran aktif orang tua, khususnya ibu-ibu. Kegiatan literasi ini dikolaborasikan bersama Langit Cerah Project (LCP) melalui metode read aloud atau membaca nyaring yang bertujuan menumbuhkan minat baca sejak dini.
Teras baca tersebut dipusatkan di rumah Ketua RT setempat yang juga difungsikan sebagai sekretariat kelompok tani dan tempat mengaji anak-anak. Program ini direncanakan berlanjut secara mandiri oleh masyarakat dusun dengan dukungan perangkat desa dan donasi buku dari komunitas Donasi Buku Kita.

Selanjutnya, lada Rabu (24/12), kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan praktik pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran sapi. Kegiatan ini difasilitasi oleh Himpunan Mahasiswa Peternakan dan Ilmu Produksi (HMP3IP Universitas Mataram) sebagai mitra pengabdian. Masyarakat, khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Karang Sidemen Atas, dibekali pengetahuan praktis mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik sebagai alternatif pengganti pupuk kimia.
Pupuk organik yang dihasilkan direncanakan untuk mendukung Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang telah berjalan di desa tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah edukatif untuk mendorong pertanian ramah lingkungan dan memperbaiki kualitas unsur hara tanah yang selama ini terdampak penggunaan pupuk kimia berlebihan.
Penguatan ketahanan pangan juga menjadi fokus utama pada Kamis (25/12) melalui sosialisasi ketahanan dan keamanan pangan yang bekerja sama dengan UPTD Balai Mutu dan Keamanan Pangan (BMKP) Provinsi NTB. Sosialisasi ini menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap konsep ketahanan pangan serta optimalisasi program P2L sebagai solusi pemenuhan pangan keluarga berbasis pekarangan rumah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota KWT, kelompok KKN, serta masyarakat setempat. Narasumber dari UPTD BMKP menyampaikan materi mengenai pengertian pangan, ketahanan pangan, serta peran masyarakat desa dalam menjaga keberlanjutan pangan lokal.
Sebagai penutup rangkaian pengabdian, pada Jumat (26/12), dilaksanakan penyuntikan vitamin pada ternak sapi dan kambing milik warga Karang Sidemen. Penyuntikan vitamin B12 dan B kompleks dilakukan dalam dua sesi di wilayah Karang Sidemen Bawah dan Karang Sidemen Atas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan, daya tahan tubuh, dan produktivitas ternak masyarakat.
Ketua Umum HMP2K, Dermawan Alawi, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, pengabdian mahasiswa tidak cukup berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan riil warga desa, khususnya di sektor pendidikan, pangan, dan pertanian.
Melalui program AgroEduFarm ini, HMP2K berharap sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan mitra dapat terus terbangun guna mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
(adv)


