Mataram, MEDIA – Setelah sempat diwarnai perobohan gerbang, massa aksi Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB akhirnya berhasil masuk ke area Gedung DPRD NTB. Situasi yang sempat memanas akhirnya berujung pada pertemuan antara massa aksi dengan Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda.
Di hadapan massa aksi, Ketua DPRD menyampaikan jaminan penuh bahwa tidak ada peserta aksi yang akan ditangkap setelah melakukan demonstrasi dan orasi di gedung dewan.
“Tidak ada massa aksi yang akan ditahan setelah melakukan aksi dan orasi hari ini, saya jaminkan diri saya,” tegasnya di depan peserta aksi, Rabu (27/8).
Lebih lanjut, Ketua DPRD NTB menegaskan bahwa pihaknya siap berkomitmen menindaklanjuti sejumlah persoalan yang telah disuarakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Saya memberikan komitmen saya, kita bersepakat terhadap beberapa persoalan tadi baik tingkat pusat maupun daerah,” ujarnya melalui pernyataan sikap.
Pertemuan tersebut menjadi puncak dari rangkaian aksi yang sejak pagi berlangsung di depan DPRD NTB. Massa sebelumnya membawa sepuluh tuntutan, mulai dari evaluasi MBG, penolakan swastanisasi pendidikan, desakan penghentian tambang ilegal di NTB, tolak RKUHAP, hingga mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
Setelah mendengarkan pernyataan sikap Ketua DPRD, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib pada sore hari. Aksi pun berakhir dalam kondisi kondusif.
(rfi)


