Mataram, MEDIA – Suasana aksi Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB di depan Gedung DPRD NTB memanas. Setelah berjam-jam menyuarakan aspirasi tanpa kunjungan perwakilan dewan, massa akhirnya merobohkan gerbang selatan gedung DPRD pada Rabu (27/8).
Massa aksi yang sejak pagi berkumpul menuntut sejumlah persoalan rakyat mencoba mendesak masuk lebih dekat ke halaman. Dorongan massa membuat gerbang selatan roboh dan situasi semakin tegang.
Tak hanya itu, massa aksi juga melakukan aksi pembakaran ban dan spanduk.

Dalam orasinya, salah satu orator kembali menyoroti ketimpangan antara rakyat dan wakil rakyat.
“Evaluasi kembali insentif DPR, jangan mereka semakin kaya sedangkan kita semua kesusahan mencari kerja,” tegasnya.
Selain sorotan pada DPR, massa aksi juga menuntut penghentian proyek MBG, penolakan swastanisasi pendidikan, hingga desakan agar DPRD NTB menghentikan operasi tambang ilegal dan eksploitasi gunung Rinjani di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Aksi yang diwarnai perobohan gerbang ini menjadi puncak kekecewaan massa karena tak kunjung ditemui langsung oleh anggota dewan. Hingga pada akhirnya ketua DPRD NTB menemui massa aksi pada sekitar pukul 02.10 Wita.
(rfi)


