Unram, MEDIA – Keterlambatan pelantikan organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan Universitas Mataram (Unram) menuai kekecewaan dari berbagai pihak, terutama para pengurus UKM dan BEM. Hingga pertengahan Mei 2025, pelantikan pengurus UKM tingkat universitas belum juga dilaksanakan, sehingga memicu respons keras dari mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Sujita, S.T., M.T., mengatakan bahwa pelantikan belum dapat dilaksanakan karena Surat Keputusan (SK) untuk BEM dan DPM belum ditandatangani oleh Rektor. “Sebenarnya sudah oke, tapi mungkin belum jadi saja,” ujar WR III.
Ketua BEM Unram, Lalu Nazir Huda, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil mediasi dengan Wakil Rektor III, alasan utama keterlambatan pelantikan adalah sikap Rektor yang enggan menandatangani SK selama masih ada konflik internal mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan Pemira.
“Bukan belum berani, lebih ke nggak mau kalau masih ada konflik. Kemarin kita sudah mediasi dengan WR III,” jelas Nazir. Ia juga menambahkan bahwa ada pertimbangan jangka panjang dari rektor yang turut memengaruhi keputusan tersebut.
Di sisi lain, keterlambatan pelantikan ini turut berdampak pada kinerja organisasi mahasiswa. Ketua UKM Grahapala Rinjani, Wahyu Habibullah, menyatakan bahwa tidak ada lagi alasan untuk menahan-nahan pelantikan, karena seluruh berkas kepengurusan telah diserahkan sejak Januari.
“Program kerja kami sudah cukup padat dan disusun dari jauh hari. Tapi sekarang semua terhambat karena tidak ada anggaran awal yang bisa digunakan untuk bergerak,” ujarnya.
Mahasiswa yang akrab disapa Wardan itu juga menilai adanya kontradiksi dalam sikap kampus. Di satu sisi, mahasiswa didorong untuk aktif berkegiatan, bahkan dengan skala minimal nasional. Namun di sisi lain, hak organisasi terkait dana justru dibatasi.
“Kita dituntut menunaikan kewajiban, berkontribusi pada IKU (Indikator Kinerja Utama), tapi hak kita tidak dipenuhi. Ini yang membuat kegiatan Ormawa terkesan mendadak dan asal-asalan,” tegasnya.
(Kontributor: Rifki)
