Mataram, MEDIA – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muzihir, keluar menemui massa aksi pada demonstrasi aliansi mahasiswa dan masyarakat NTB menggugat, Kamis, 22/10/2026.
Dalam penyampaian tersebut, Muzihir merespon dan menyampaikan bahwa anggota DPRD sedang sosialisasi peraturan daerah di masing masing Dapilnya.
“Ketua DPRD dan anggota yang lain sedang sosialisasi peraturan daerah di masing masing dapilnya,” tuturnya Muzihir.
Muzihir mengungkapkan DPRD NTB tidak memiliki kewenangan untuk menuntaskan seluruh tuntutan massa aksi. Muzihir juga menyampaikan bahwa akan meneruskan seluruh tuntutan masa aksi ke pemerintah pusat.
“DPRD NTB tidak bisa menuntaskan seluruh tuntutan massa aksi, kalo bisa saya selesaikan secara pribadi maka langsung saya tanda tangan hari ini, tapi saya mewakili DPRD NTB”
Karna Muzihir tidak bisa mengambil keputusan langsung, massa aksi menuntut supaya dipertemukan dengan ketua dan semua struktur DPRD NTB dalam tenggat waktu satu jam.
“Jika bapak tidak bisa mengambil keputusan sebagai wakil DPRD, maka kami desak untuk segera memanggil anggota DPRD lainnya untuk datang sekarang, dalam watu satu jam, Kami tunggu” ucap salah satu mahasiswa.
merespon tuntutan tersebut, Muzihir menyuruh mahasiswa memakai otak, dikarenakan tuntutan dari masa aksi untuk memanggil semua jajaran dalam waktu satu jam.
“memanggil anggota DPRD yang 65 orang dalam waktu satu jam, mikir pake otak, ini bukan isra’ mi’raj”, Ucap Muzihir.
(Nxl, Iwn)


