Home Berita Waspada! Penipuan Berkedok Kakak Tingkat Masih Marak di UNRAM

Waspada! Penipuan Berkedok Kakak Tingkat Masih Marak di UNRAM

0
https://www.halosultra.com/sultra-raya/wakatobi/35211/dugaan-penipuan-jual-beli-motor-oleh-oknum-polisi-di-wakatobi-kembali-mencuat/attachment/penipuan-ilustrasi/

Unram, MEDIA — Penipuan digital kembali menyasar mahasiswa Universitas Mataram. Modusnya tidak asing: pelaku mengaku sebagai kakak tingkat, menggunakan nomor tak dikenal, dan meminta bantuan isi pulsa melalui m-banking. Satu mahasiswa dilaporkan telah menjadi korban dengan kerugian sebesar Rp300.000.

Salah satu mahasiswa yang sempat dihubungi mengungkapkan bahwa nomor pelaku muncul setelah kontaknya dicantumkan di pamflet kegiatan kampus. “Kalau ada oknum yang sengaja manfaatin itu buat nipu, bahaya banget,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa pelaku mengatasnamakan teman yang dikenal, sehingga sulit membedakan mana yang asli dan mana yang penipu.

Yang membuat kasus ini mengkhawatirkan bukan hanya kerugiannya, tapi cara pelaku membangun kepercayaan. Dengan mencatut nama mahasiswa lain dan berpura-pura akrab, pelaku berhasil membuat korban merasa tidak enak hati untuk menolak. Bahkan sebelum meminta pulsa, pelaku sempat menanyakan kontak penjual ponsel, seolah-olah sedang mencari bantuan biasa.

Nomor yang digunakan pelaku telah beredar luas di kalangan mahasiswa, dan beberapa tangkapan layar menunjukkan pola percakapan yang serupa. Meski belum ada tanggapan resmi dari pihak kampus, kasus ini menambah daftar panjang penipuan yang kerap muncul setiap tahun, terutama menjelang masa penerimaan mahasiswa baru.

Organisasi kampus menjadi salah satu target utama. Mahasiswa yang aktif di kepanitiaan atau media kampus sering kali lebih rentan karena terbiasa berkomunikasi lintas angkatan. Ketika pelaku mengaku sebagai senior atau menyebut nama yang dikenal, banyak yang langsung percaya tanpa verifikasi lebih lanjut.

Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi digital dan kewaspadaan masih menjadi tantangan di lingkungan kampus. Di tengah kesibukan akademik dan organisasi, mahasiswa perlu lebih kritis terhadap pesan yang masuk, terutama jika berkaitan dengan permintaan finansial.

Langkah sederhana seperti memverifikasi identitas, menanyakan langsung ke teman yang disebut, atau menolak dengan tegas bisa mencegah kerugian lebih besar. Jangan merasa bersalah karena tidak membantu jika ada keraguan. Justru, sikap hati-hati adalah bentuk perlindungan diri dan solidaritas terhadap sesama mahasiswa.

Jika menerima pesan mencurigakan, segera laporkan ke pihak kampus atau organisasi terkait. Jangan biarkan penipuan seperti ini terus berulang dan memakan korban baru.

(nxl)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version