Unram, MEDIA – Menindaklanjuti kasus kehilangan tas yang dialami oleh Mayla Firda, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mataram, pihak pengelola Perpustakaan FKIP akhirnya angkat bicara. Dalam wawancara langsung dengan tim mediaunram pada selasa (3/6), penanggung jawab perpustakaan menyatakan bahwa kejadian tersebut di luar tanggung jawab mereka, dengan alasan telah memberikan himbauan tertulis sebelumnya.
“Sudah ada himbauan yang kami tempel, kehilangan bukan tanggung jawab perpustakaan,” ujar pihak pengelola perpustakaan.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa seharusnya tidak meninggalkan barang-barang berharga di tempat penitipan.
“Udah sering kami ingatkan juga untuk mahasiswa, supaya Handphone, Laptop, atau barang berhargalah, itu dibawa masuk, kecuali mungkin tas nya saja ditaruh,” tambahnya.
Ketika ditanya soal kondisi CCTV yang sebelumnya dilaporkan rusak, pihak perpustakaan menyebut hal itu merupakan wewenang satuan pengamanan kampus (satpam), namun menyampaikan bahwa penggantian kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Untuk masalah CCTV saya kurang tau, karena itu wewenangnya satpam, tapi setelah ini sepertinya akan diganti,” ujarnya menanggapi masalah CCTV rusak.
Menariknya, loker penitipan baru mengalami pembaruan pada Selasa (3/6), setelah insiden kehilangan menuai sorotan. “Baru, baru diubah hari ini” Ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mayla kehilangan tas berisi dokumen penting seperti KTP, SIM, STNK, dan ATM saat dititipkan di tempat penyimpanan Perpustakaan FKIP pada Senin sore (2/6). Kejadian tersebut kembali memunculkan sorotan dari mahasiswa terkait lemahnya sistem keamanan di ruang-ruang publik kampus.
(Rfi)


