oleh: Jwnalstri
IDENTITAS BUKU
Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Tahun terbit : 2016
Penertbit : Republik Penerbit
Jumlah Halaman : 524
Genre : Fiksi Romatis
Novel tentang kamu merupakan salah satu karya Tere Liye atau Darwis penulis terkenal berasal dari Indonesia. Novel ini termasuk best seller. ‘’Tentang Kamu’’ berhasil memikat hati para pembaca dengan alur cerita yang begitu unik. Sri Ningsih si tokoh utama yang dihadapkan pada fase lika-liku hidup. Dimulai dan Diakhiri dengan 5 juz. Juz tentang kesabaran, juz tentang keteguhahan hati, juz tentang. persahabatan, keteguhan hati,juz tentang juz tentang memeluk semua rasa sakit juz tentang cinta
Kisah ini bermula dari Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara muda berasal dari Indonesia. Yang bekerja pada firma hukum Thompson & Co. Zaman mendapat panggilan dari Sir Thompson untuk menangani kasus persoalan harta warisan yang ditinggalkan kliennya yang belum lama meninggal dunia.
Harta warisan yang dimaksud adalah milik Sri Ningsih, seorang wanita asal Indonesia yang meninggal dunia di panti jompo di Paris. Sri Ningsih meninggalkan harta warisan dengan nilai fantastis. Zaman pun memulai petualangan dengan memulai pencariannya, menelusuri kehidupan Sri Ningsih .
Perjalanannya dimulai dari Pulau Bungin, yang merupakan tempat kelahiran Sri Ningsih. Di pulau tersebut, disana zaman berhasil mendapatkan informasi tentang kehidupan masa kecil Sri Ningsih. Menurut informasi Sri Ningsih telah ditinggal mati oleh ibunya ketika melahirkan dirinya. Sang ayah yang bernama Nugroho, memutuskan untuk menikah lagi, dan memiliki seorang anak bernama Tilamuta.
Suatu waktu, sang ayah pergi melaut dan tak pernah kembali, hal ini menjadi awal permulaan dari semua penderitaan yang di dapatkan dari ibu tiri yang menyebut dirinya ” anak pembawa sial “. Mengapa ia di sebut anak pembawa sial ?.
Sri Ningsih seolah ingin menghapus kenangan buruk. Sehingga ia memutuskan meninggalkan kampung halaman dan pergi bersama adiknya. Pergi ke kota Surakarta untuk bersekolah di sebuah pesantren dan memulai lembar kehidulan yang baru.
Zaman pun terus melanjutkan pencarian dan menelusuri jejak dengan berkekal buku diary Sri Ningsih yang menjadi kompas untuknya. Akankah zaman dapat memecahkan teka-teki warisan itu ?
Kelebihan novel “Tentang kamu” adalah dimana novel ini sangat menginspirasi dari alur ceritanya yang sangat unik. “Tentang kamu” yang terdengar seperti cinta seromantis apa yang akan di sajikan dalam novel ? Namun di dalam novel ini terjalin cinta yang sesederhana itu ,tetapi sangat berkesan. Bahasanya juga sederhana namun mampu membuat para pembaca merasakan emosi. Seperti Sosok Sri Ningsih yang penyabar, pemaaf, tangguh, ikhlas, serta sabar . Sri Ningsih sosok penyebar saat ia di perlakukan kasar, di bentak bahkan tidak di beri makan oleh ibu tirinya , dia tidak melakukan perlawanan sekalipun. ia pemaaf saat sahabatnya mengkhianati Bahkan menyekap adiknya selama bertahun – tahun dia tidak membenci sama sekali. Sri Ningsih sosok yang tangguh ketika di masa mudanya ia mencoba berbagai usaha, sampai mempunyai pabrik sabun , namun ia meninggalkan semuanya tanpa sebab, Seolah di ancam. Sri Ningsih sosok yang ikhlas , pada saat usaha rental mobilnya terbakar tanpa sebab, namun hal itu tak membuat semangatnya padam . dan Sri Ningsih sosok yang sabar , di saat banyak cobaan yang menghapirinya dia tidak pernah membenci keadaan justru memberikan dirinya ruang , setelah itu bangkit kembali.Dalam menghadapi fase kehidupan tersebut Sri Ningsih selalu tabah . Ia selalu mengandalkan dirinya dalam hal apapun tidak pernah mau merepotkan orang lain. Bahkan ketika sudah menikah ia tetap menjadi pribadi yang tangguh menghadapi berbagai permasalahan yang menimpanya. Sri Ningsih selalu memeluk semua rasa sakitnya sendiri. selalu berusaha terlihat kuat agar orang terdekatnya tidak mengkhawatirkannya.
Kekurangan Novel karya Tere Liye ini adalah novel ini merupakan cerita fantasi dan mungkin tidaknya terjadi di dunia nyata. Dimana Sri Ningsih yang meninggalkan begitu banyak harta warisan namun tanpa pemilik. Dan Zaman pengacara muda yang harus memecahkan teka-teki warisan Sri Ningsih yang hanya berbekal buku diary sebagai kompas. Alur novel ini terasa sangat realistis namun , sangat mendramatisasi karena sosok tokoh Sri Ningsih yang selalu tangguh dan bangkit setelah menghadapi cobaan yang menimpanya sulit untuk di tiru dalam dunia nyata.
Perbandingan Novel Ini dengan Novel Tere Liye lain, “Hujan”.
Novel “Kamu” dan “Hujan” memiliki gaya penulisan dan tema yang berbeda meskipun keduanya menyentuh aspek emosional yang mendalam.
“Kamu” lebih berfokus pada hubungan interpesonal dan perasaan yang mendalam antara karakter-karakternya. Narasi dalam novel ini cenderung intim dan personal, menggambarkan perjuangan batin dan kerentanan manusia. Pembaca diajak untuk merasakan perjalanan emosional karakter utama, sehingga menciptakan ikatan yang kuat antara pembaca dan cerita.
Sementara itu, “Hujan” sering kali mengeksplorasi tema perjalanan dan pencarian diri. Di dalamnya, terdapat elemen petualangan yang membawa karakter ke dalam situasi yang menantang, di mana mereka harus menghadapi berbagai rintangan. Novel ini mungkin memberikan lebih banyak konteks mengenai pertumbuhan karakter melalui pengalaman eksternal yang dialami.
Ketika membandingkan tema keberanian dan pengorbanan, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. Dalam “Kamu,” pengorbanan lebih tampak dalam konteks hubungan dan komitmen, sedangkan dalam “Hujan,” keberanian dan pengorbanan lebih terfokus pada tantangan fisik dan emosional yang harus dihadapi oleh karakter.
Secara keseluruhan, baik “Kamu” maupun “Hujan” menawarkan perspektif yang unik tentang bagaimana karakter berkembang dan beradaptasi dengan situasi hidup yang mereka hadapi. Masing-masing novel memberikan dalil yang kaya tentang emosi manusia, meskipun dari sudut pandang yang berbeda.
Penutup
Novel ini memberikan sebuah pengajaran kepada kita agar terus bersabar dalam menghadapi segala cobaan, tulus untuk melakukan segala hal, dan juga tidak pantang menyerah untuk menggapai impian. Novel ini juga mengajarkan kita agar tidak menjadi seorang yang dengki, karena dengki akan memakan segalanya, dan juga mengenai cinta, cinta akan datang pada waktunya.


