Home Opini Opini Berkaca kembali, menjadi mahasiswa itu untuk apa?

Berkaca kembali, menjadi mahasiswa itu untuk apa?

0

Oleh : Riza Zulfa

Mahasiswa… bukan sekadar nama yang disematkan pada masa, tetapi perjalanan sunyi yang penuh makna tentang mencari, memahami, lalu menemukan diri di tengah riuhnya dunia. Ia adalah fase di mana langkah-langkah kecil diam-diam menentukan arah masa depan.

Di antara tugas yang menumpuk dan hiruk-pikuk ambisi, pernahkah kita benar-benar berhenti sejenak, lalu bertanya dengan jujur: saya ini mahasiswa seperti apa, dan untuk apa saya berada di jalan ini?

Atau jangan-jangan, kita hanya sibuk bangga terlihat sebagai “mahasiswa”,datang, duduk, pulang, lalu merasa cukup dengan hal itu?
Atau kita hanya mengejar nilai, tanpa pernah benar-benar memahami?
Atau lebih jauh lagi, apakah kita hanya bangga dengan titel, tetapi kosong dalam makna?

Sering kita menggaungkan istilah agent of change, namun tak jarang ia hanya berhenti sebagai gema… indah terdengar, tapi hampa terasa. Lalu, perubahan seperti apa yang sebenarnya sudah kita lakukan? Ataukah kita hanya pandai mengkritik, tetapi enggan berbuat?

Tan Malaka pernah berucap
“Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”

Namun, masihkah idealisme itu kita jaga? Atau diam-diam kita tukar dengan kenyamanan?
Masihkah kita berani berbeda, atau justru larut dalam arus tanpa arah?

Maka, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang gelar yang kelak kita genggam, tetapi tentang jejak yang kita tinggalkan. Tentang seberapa jauh kita berani berpikir, dan seberapa tulus kita memberi arti.

Karena pada akhirnya, mahasiswa bukan hanya mereka yang belajar di ruang kelas….melainkan mereka yang berani belajar dari kehidupan, atau… hanya sekadar melewatinya tanpa pernah benar-benar hidup?, jawabannya ada pada diri anda..

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version