Lombok Utara, MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat (KKN PMD) Universitas Mataram Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, melaksanakan pelatihan pembuatan sabun alami berbahan madu trigona sebagai upaya pengembangan produk lokal desa, pada (10-11/01).
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan dua kelompok budidaya madu trigona setempat, yaitu Kelompok Madu Trigona Cahaya Asri dan Kelompok Madu Trigona Mekar Bersama. Pelibatan kedua kelompok tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara mahasiswa KKN dengan pelaku usaha lokal dalam mengembangkan produk turunan madu trigona.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan pengolahan potensi lokal. Madu trigona yang selama ini dikenal sebagai produk unggulan desa diolah menjadi sabun alami bernilai tambah yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga maupun UMKM desa.
Ketua KKN Universitas Mataram Desa Sigar Penjalin, Rendy Fahmi Azzuhri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, madu trigona memiliki potensi besar apabila dikembangkan menjadi produk inovatif seperti sabun alami yang memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan usaha.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat, khususnya kelompok madu trigona, dapat mengembangkan produk lokal yang bernilai jual serta mampu bersaing di pasar,” ujarnya.
Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya dibekali dengan praktik langsung pembuatan sabun alami, tetapi juga mendapatkan materi mengenai manfaat madu trigona bagi kesehatan kulit, penggunaan bahan yang aman, serta teknik pengemasan produk sederhana agar memiliki daya tarik jual. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mencoba setiap tahapan pembuatan sabun secara langsung agar dapat diterapkan secara mandiri.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para anggota kelompok madu trigona berharap inovasi pembuatan sabun madu trigona ini dapat terus dikembangkan dan menjadi produk unggulan Desa Sigar Penjalin.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung pengembangan potensi lokal desa menuju peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(adv)
