24.5 C
Mataram
Monday, June 17, 2024
spot_img

Mahasiswa Korban Bogem Satpam Mengaku Diintimidasi Birokrasi

Unram, Media – Kasus pemukulan yang dilakukan satpam Unram terhadap sejumlah mahasiswa pada saat melakukan demonstrasi 20 Juni lalu, kini memunculkan perkembangan yang mengejutkan.

Pasalnya satu diantara dua korban yang melapor diduga mendapat intimidasi dan diminta mencabut laporannya.

Menurut pengakuannya, korban atas nama Nanang Sofiyan Maulana pernah diminta untuk menandatangani surat perjanjian perdamaian dari pihak birokrasi Unram.

“Terhitung tiga kali,” bebernya singkat.

Nanang juga mengakui bahwa ia pernah beberapa kali diajak untuk bertemu membahas keberlanjutan dari proses perdamaian yang disodorkan birokrasi kepadanya.

“Diajak ketemu di luar gitu pertama kali, bahasanya buat bahas gimana kelanjutan itu, tapi kecurigaannya mengarah ke penandatanganan,” katanya.

Tidak hanya itu, bahkan menurut pengakuan Nanang, Intimidasi juga telah sampai di Orang tuanya.

“Bahasanya dari birokrasi, bahwa ada berupa ancaman untuk tidak bisa melanjutkan studi,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai siapa yang menghubungi orang tuanya tersebut, Nanang menyebutkan Ir. H. Abdul Faruq selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Rektorat Unram.

“H. Faruq nelpon orang tua terus orang tua ngasih tau saya,” ungkapnya.

Bahkan Nanang mengaku bahwa orang tuanya sempat sakit, yang diduga karena hal tersebut.

“Saya nggak berani jamin itu karena telepon, tapi memang sempat sakit,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Nanang yang sekaligus menjadi Menteri Koordinator Pergerakan dan Kelembagaan BEM Unram juga mengaku mendapat hambatan-hambatan dalam menjalankan program kerjanya.

Buntut dari banyaknya tekanan tersebut, Nanang mengaku bahwa ia hampir mau menandatangani surat perjanjian perdamaian yang dilayangkan birokrasi terhadapnya.

“Saya kan mau ke ruangan pak Faruq kemahasiswaan, tapi kayak ditekan dipaksalah istilahnya, sampai hampir saya tanda tangan, tapi untung ada teman juga disana,” tuturnya.

“Bahasanya kalau mau aman tempat kalian, tanda tangan dulu ini. Saya udah gak bisa ngomong apa-apa itu,” sambung Mahasiswa semester 9 tersebut.

Sementara itu, tim mediaunram.com sempat mengkonfirmasi hal tersebut ke H. Faruq selaku Kabag Kemahasiswaan Unram. Namun dalam konfirmasinya, Faruq membantah pernah melakukan intimidasi.

Ndak mungkin lah, kan Nanang semester 9, masa mau DO semester 9, kuliah kan sampai semester 14,” jelasnya.

“Siapa yang mau intimidasi orang anak sendiri,” lanjutnya.

Ia juga mengaku sempat pernah menelpon orang tua Nanang, namun menurut penuturannya, hal tersebut ia lakukan karena tanggung jawabnya sebagai ayah terhadap anak.

“Saya yang nelpon ibunya, suruh dia konsentrasi Nanang itu kuliah, kan saya anggap Nanang sebagai anak saya,” ujarnya.(Zhr)

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles