Home Artikel Mahasiswa Sosiologi UNRAM Dalami Perencanaan Program hingga Verifikasi Bantuan Sosial Lewat PKL...

Mahasiswa Sosiologi UNRAM Dalami Perencanaan Program hingga Verifikasi Bantuan Sosial Lewat PKL di Dinas P3A NTB

0

Oleh: Mahasiswa PKL Dinas P3A Prodi Sosiologi UNRAM

UNRAM, Media — Alih-alih hanya mengamati, mahasiswa Program Studi Sosiologi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram (UNRAM) menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 5 Januari hingga 9 Februari 2026.

Dinas P3A NTB adalah instansi yang menangani jaring pengaman sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak di tingkat provinsi. Bagi mahasiswa sosiologi, memahami kerja dinas ini sangat relevan karena isu seperti kemiskinan dan ketimpangan gender adalah persoalan nyata, bukan sekedar bahan diskusi di kelas.

Dalam pelaksanaanya, mereka ditempatkan di tiga bidang utama: Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Perencanaan Program, serta Penanganan Fakir Miskin. Penempatan PKL ini tidak hanya bertujuan mengasah kemampuan pelayanan publik, tetapi juga melihat bagaimana teori sosiologi diterapkan dalam praktik birokrasi masyarakat sehari‑hari.

Di bidang PPID, mahasiswa terlibat langsung dalam pengelolaan informasi publik. Mereka memantau media sosial resmi dinas, mengunggah dokumentasi kegiatan, mengelola arsip surat, dan membantu menjaga agar layanan informasi berjalan transparan.

Di bidang Perencanaan Program, mahasiswa ikut menyusun dan mengevaluasi program kerja dinas. Mereka mengolah data penerima manfaat, menganalisis efektivitas kebijakan, dan mempelajari proses perencanaan yang berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Sedangkan Bidang Penanganan Fakir Miskin, mahasiswa turun ke lapangan untuk memverifikasi data calon penerima bantuan sosial dan mengamati kondisi sosial ekonomi warga. Kegiatan ini memberi mereka pemahaman langsung tentang tantangan penanggulangan kemiskinan dan pentingnya intervensi yang tepat, empatik, dan berbasis data.

“PKL ini jadi jembatan antara teori yang kami pelajari dan realitas di lapangan. Kami tidak hanya belajar tentang sistem birokrasi, tetapi juga mengembangkan empati dan kemampuan beradaptasi yang sangat penting sebelum memasuki dunia kerja.” ujar Ni Nyoman Derina Budhiarti Putri, salah satu peserta PKL.

PKL ini menjadi bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan pembelajaran di kelas dengan kondisi masyarakat. Bagi mahasiswa Sosiologi UNRAM, pengalaman ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun empati, kemampuan analisis kebijakan, dan komunikasi publik sebagai bekal menghadapi persoalan sosial yang semakin beragam.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version