Unram, MEDIA — Afifah Nayratus Sofia, mahasiswi semester 2 Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram (UNRAM) asal Praya Tengah lolos seleksi Class of Champions (CoC) Season 3 yang diselenggarakan Ruangguru.
Sebelumnya, pada semester pertama Afifah meraih IPK 3,73 dan mendapat undangan langsung dari pihak Ruangguru untuk mengikuti seleksi kompetisi berbasis pengetahuan umum, logika, dan kecepatan berpikir tersebut.
“Saya mendapat undangan dari Ruangguru untuk ikut seleksi. Awalnya, jujur saya hanya ingin mencoba, mumpung ada kesempatan,” ujar Afifah saat diwawancarai MEDIA UNRAM (23/6/2026).
Afifah mengaku tidak melakukan persiapan khusus menjelang seleksi CoC. Ia mengandalkan pemahamannya terhadap pola soal yang diperoleh dari mengikuti perkembangan kompetisi tersebut sejak season pertama.
‘Saya memang mengikuti CoC sejak season 1, jadi cukup memahami model tesnya,’ jelasnya.
Sebelum lolos CoC, Afifah telah meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat bidang Matematika tahun 2024. Prestasi ini memperkuat rekam jejak akademiknya di bidang sains dan logika.
Afifah mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari universitas, khususnya dosen Prodi Statistika UNRAM. ‘Dari dosen prodi, saya sangat mendapat dukungan dan apresiasi,’ ungkapnya.
Pencapaian Afifah juga mendapat sorotan dari mahasiswa UNRAM lainnya. Salah satu mahasiswa yang enggan disebut namanya mengaku tak menyangka Afifah masih semester 2 sudah lolos ajang bergengsi ini. “Keren banget sih, baru semester 2 udah main di CoC. Kita support terus buat Afifah,” ujarnya.
Afifah mendaftar CoC secara mandiri dan hanya menginformasikan keikutsertaannya kepada pihak program studi setelah lolos.
Kepada mahasiswa UNRAM yang tertarik mengikuti kompetisi serupa, Afifah menyarankan agar tidak ragu mendaftar.
‘Kalau menurut saya, coba saja, ikuti saja, siapa tahu rezeki,’ pesannya.
Afifah juga menambahkan bahwa pengalaman mengikuti seleksi, terlepas dari hasil akhir, memberikan nilai tambah bagi pengembangan kompetensi mahasiswa. ‘Kalaupun gagal nantinya, setidaknya sudah mendapat pengalaman dan pelajaran yang dapat membantu kita untuk berkembang lebih baik,’ ujarnya.
(Red)
