Home Berita Massa Aksi Beri Iqbal Dinda Kartu Merah Saat Aksi Hardiknas. Massa Aksi:...

Massa Aksi Beri Iqbal Dinda Kartu Merah Saat Aksi Hardiknas. Massa Aksi: “Pengecut!”

0

Mataram, MEDIA — Puluhan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan kartu merah dan label “pengecut” kepada Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri karena tak kunjung menemui massa meski aksi sudah digelar berturut-turut. (5/5/2026).

Aksi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diwarnai penyerahan “kado istimewa” berupa kartu merah yang ditujukan kepada pimpinan tertinggi daerah. Massa menilai sikap Gubernur yang terus menghindar dari dialog publik sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap aspirasi rakyat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gubernur NTB diketahui sedang berada di luar daerah saat demonstrasi berlangsung. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat kekecewaan massa yang berharap dapat berdialog secara langsung.

Koordinator Umum Aksi, Nanang, menegaskan bahwa pemberian kartu merah ini bukan sekadar simbol, melainkan pesan tegas bahwa rakyat sudah kehilangan kepercayaan.

“Berhubung Gubernur tidak ada di sini, kami memberikan kado berupa kartu merah kepada pimpinan tertinggi karena tidak ingin menemui kami. Kami sudah melakukan aksi secara berturut-turut: pertama hari jumat ia tidak menemui kami, hari senin kawan-kawan melakukan aksi namun tidak menemui kami juga, dan hari ini ia tidak datang menemui kami lagi,” ujar Nanang 

Nanang juga menyoroti tagline “NTB Makmur Mendunia” yang diusung pemerintahan Iqbal-Dinda. Menurutnya, visi besar tersebut tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.

“Kami merasa kecewa terhadap kata NTB makmur mendunia karna pemerintahan sendiri tidak peduli pada rakyatnya khususnya rakyat Nusa Tenggara Barat”. tutupnya.

Ketidakhadiran Gubernur Lalu Muhammad Iqbal dalam aksi ini semakin memperkuat label “pengecut” yang disematkan massa. Mereka menilai pemimpin daerah seharusnya hadir mendengar langsung keluhan rakyat, bukan berlindung di balik perwakilan yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan.

“Sikap Gubernur NTB yang tidak hadir menimbulkan kekecewaan bagi kami mahasiswa dan pemuda. Kami datang membawa aspirasi dan harapan, tetapi Gubernur tidak berada di NTB dan tidak menemui massa aksi,” ujarnya Udin selaku perwakilan BEM Unram 2025

(Mld, Nxl, Iwn)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version