Home Puisi Ruang Tamu Negeri

Ruang Tamu Negeri

0

 

Kepedihan ialah kala hati dalam raga mulai terkutuk

Terlihat namun tak dapat diketuk

Menjadi batu-batu yang tak lagi dapat terpatri

 

Terjangkau namun terkunci

Pada kerasnya hati yang terkunci

Rintihan ini meringis

Sakit ini mengemis

Tak adakah batu itu dapat terkikis?

 

Kibaran putih yang mulai menyapa lorong-lorong itu

Beribu peluh yang lirih dihinggapi debu-debu

Kini hanya terdiam

Menyerah, lelah, pasrah

 

Tentang pemilik yang menjadi tamu di negerinya sendiri

Tak lagi bergantung terlalu tinggi

Hanya mengharap sesuap nasi

Untuk terus hidup di ruang tamu negeri tercinta ini

 

Lombok Tengah, 8 Agustus 2021

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version