Unram, MEDIA — Memasuki dunia perkuliahan adalah langkah penting dalam perjalanan pendidikan seseorang. Namun, tak sedikit mahasiswa baru (maba) merasa bingung dan takut untuk menghadapi dunia perkuliahan yang akan datang.
Sebagai mahasiswa baru (maba), kamu mungkin sudah menyiapkan segalanya: tas baru, sepatu baru, bahkan outfit pertama yang udah di-styling sedemikian rupa. Tapi tunggu dulu. Ada hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekadar penampilan fisik.
Berbekal pengalaman para senior dan realita kampus yang kadang nggak seindah ekspektasi, berikut 10 hal yang wajib kamu “set up” sebelum benar-benar terjun ke dunia perkuliahan.
- Tentukan Rencana Kuliahmu dari Sekarang
Perkuliahan adalah saat yang tepat untuk melakukan eksplorasi. Namun, jika eksplorasi dilakukan tanpa tujuan, kamu bisa tersesat. Mau lulus dalam 3,5 tahun? Magang di tempat impian? menjadi mahasiswa berprestasi? Atau fokus pada perkembangan portofolio?
Tentukan dari sekarang. Percayalah, empat tahun terasa lama ketika kamu masih menjadi maba. Namun, saat sudah berjalan, tiba-tiba kamu sudah mendapatkan revisi skripsi. Tanpa adanya arah yang jelas, kamu hanya akan menjadi penonton dalam perjalanan kuliahmu sendiri.
2. Pilih Circle Pertemanan yang Positif
Dunia kuliah adalah tempat yang bebas. Begitu bebasnya, kebebasan ini bisa membawa dampak yang baik atau buruk. Pilihlah teman dan lingkungan yang positif. Jangan terpengaruh oleh mereka yang sering nongkrong, ngafe, atau melakukan kegiatan hedonis lain jika itu tidak sesuai dengan tujuanmu. Ingat, kamu tidak harus punya banyak teman. Cukup punya teman yang tepat.
3. kenali Karakter Dosen
Kenali karakter dosenmu. Bisa mencari informasi dari mahasiswa senior. Jangan terlalu polos. Dunia perkuliah itu waktunya bebas, tapi bukan berarti tanpa konsekuensi. Jangan takut dengan dosen “killer” atau tampangnya galak. Namun, tetap waspada terhadap dosen yang terkesan genit atau manipulatif. Jaga diri dan jangan mudah terpengaruh dengan stigma tentang dosen tertentu.
4. Stop FOMO: Kuliah Bukan Ajang Mengumpulkan Sertifikat
Akan ada banyak organisasi, panitia, kompetisi, dan volunteer yang terus-menerus menawarkan diri. Menarik? Pastinya. Masalahnya, banyak maba yang mendaftar ke semuanya hanya karena takut ketinggalan trend ataumengikuti teman. Akibatnya? IPK menurun, kesehatan terpuruk, dan tidak ada skill yang benar-benar mendalam. Pilihlah yang memang mendukung tujuanmu. sisanya let it go aja. Ingatlah, perkuliahan bukan lomba untuk mengumpulkan sertifikat.
5. Fokus Mengejar IPK di Semester Awal
Semester awal adalah fondasi awal. IPK semester 1 dan 2 akan menentukan seberapa mudahny kamu mengambil mata kuliah di semester berikutnya. Jangan terlalu banyak terlibat dalam organisasi di awal. Pahami ritme perkuliahan, gaya mengajar dosen, dan cara belajar yang paling cocok untukmu. Mulai semester 3, baru perbanyak pengalaman dan asah softskill
6. Cari Senior yang “Friendly“
Kenalan dengan kakak tingkat adalah hal yang penting. Mereka bisa memberimu informasi berharga, contohnya cara menguasai mata kuliah tertentu, menghadapi dosen, hingga rekomendasi kosan terjangkau.
7. Hindari Ketergantungan Dengan Orang Lain
Di SMA, kamu mungkin terbiasa belajar kelompok dan saling berbagi jawaban. Di perkuliahan? Jangan biasakan menyontek atau copy-paste hasil kerja milik orang lain.
Kerjakan tugasmu sendiri. Jika ada tugas atau ujian, usahakan untuk menyelesaikannya sendiri. Ketergantungan pada orang lain hanya akan membuatmu lemah. Suatu saat, kamu akan menyadari bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkanmu kecuali dirimu sendiri.
8. Manfaatin Privilege Sebagai Mahasiswa
Banyak yang tidak menyadari bahwa biaya UKT sudah mencakup fasilitas gratis yang jika dibayar sendiri, bisa sangat mahal. Daripada terus-menerus menghabiskan uang nongkrong di kafe, manfaatkan saja perpustakaan kampus.
Dapatkan akses ke jurnal internasional secara gratis (Scopus, ScienceDirect, dll), kuota Turnitin tanpa biaya, pelatihan sertifikasi, hingga informasi beasiswa. Jangan malas mencari informasi. Ini adalah hak istimewa yang tidak akan kamu dapatkan setelah lulus. Gunakan sampai tetes terakhir status mahasiswa.
9. Jangan Bolos dan Menumpuk Tugas
Meskipun terdengar biasa, ini adalah hal yang sangat penting. Begitu kamu menunda tugas, biasanya akan terbawa kebiasaan. Dan jika kamu absen, kamu akan kehilangan informasi penting seperti ujian, pembagian kelompok, atau tugas yang mendadak.
Pilihlah kegiatan di luar kelas yang tidak bentrok dengan jadwal kuliahmu. Jika memungkinkan, lebih baik memasak sendiri daripada terus-menerus makan di luar. Ini akan menghemat uang dan waktu.
10. Rajin Ibadah dan Jaga Kesehatan Mental
Ini yang seringkali terabaikan. Di tengah semua target akademis dan ambisi organisasi, jangan lupakan hal yang lebih tinggi. Rajinlah beribadah. Selain itu, penting untuk menjaga kesehatan mentalmu. Kuliah itu seperti maraton, bukan sprint. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti semua tren. Tidak perlu merasa harus membuktikan diri kepada semua orang. Fokuslah pada tujuanmu, jaga hubunganmu dengan Tuhan, dan ingatlah meskipun IPK tinggi itu baik, kesehatan mental dan fisik jauh lebih utama.
Kuliah bukan tentang menjadi sempurna. Tapi tentang belajar menjadi lebih baik dari diri kamu yang kemarin. Tidak ada yang salah dengan mencoba, mengalami kegagalan, dan mencoba lagi. Yang terpenting, jangan berhenti bergerak maju.
Selamat datang di kampus.
Semangat, Maba!
(Redaksi MEDIA Unram)
