Home Berita Mahasiswa Peternakan Unram Keluhkan Ruang Kelas Sesak hingga AC Rusak

Mahasiswa Peternakan Unram Keluhkan Ruang Kelas Sesak hingga AC Rusak

0

Unram, MEDIA — Mahasiswa Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Mataram (Unram) mengeluhkan fasilitas belajar yang dinilai kurang memadai, mulai dari ruang kelas yang sesak hingga pendingin ruangan (AC) rusak.

Mahasiswa berinisial JL, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, sejumlah AC di ruang kuliah kerap tidak berfungsi, bahkan ada yang mati total.

“Pendingin ruanhan sering tidak berfungsi, kadang mati total,” kata mahasiswa D3 Peternakan tersebut, Jumat (7/8/2026).

Tak hanya itu, JL juga mengeluhkan kebijakan penggabungan kelas yang membuat ruang kuliah menjadi penuh. Padahal, kata dia, ruangan yang semestinya hanya menampung sekitar 32 mahasiswa dipakai hingga 64 orang.

“Ruangan jadi pengap, apalagi kalau kelas digabung,” tuturnya.

Ia menilai kondisi tersebut mengganggu proses belajar mengajar. Suasana kelas yang panas dan penuh membuat mahasiswa sulit berkonsentrasi mengikuti materi yang disampaikan dosen.

“Fokus belajar langsung buyar,” ucapnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan, Amran Nur Ramadhani mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi keluhan tahunan mahasiswa.

Menurut Amran, pihak fakultas beberapa kali berjanji akan memperbaiki kondisi tersebut. Namun, hingga kini perbaikan yang dijanjikan belum sepenuhnya terealisasi.

“Besar harapan kami, pihak fakultas tidak hanya mengucap janji manis, tetapi benar-benar merealisasikan perbaikan yang dijanjikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Peternakan mengatakan setiap ruang kelas sebenarnya telah dilengkapi fasilitas penunjang kenyamanan belajar. Namun, menurutnya, sebagian fasilitas mengalami kerusakan karena ulah mahasiswa sendiri.

“Mahasiswa sendiri tidak menjaga sarana prasarana yang tersedia di ruang kelas, seperti microphone yang diputar-putar seperti penggembala,” ujarnya.

Terkait penggabungan kelas, ia mengaku pihak fakultas telah mengeluarkan surat edaran kepada para dosen agar tidak menerapkan kebijakan tersebut. Namun, menurutnya, masih ada dosen yang tetap menggabungkan kelas.

“Fakultas sudah bersurat ke dosen-dosen, agar tidak melakukan penggabungan kelas,” tandasnya.

(Rull/Nda/Mln)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version