26.5 C
Mataram
Tuesday, March 5, 2024
spot_img

Bahaya Laten Ketimpangan Relasi Kuasa

Oleh: pipit kusniati

Organisasi adalah Kata yang kerap kali kita dengar yaitu sebagai wadah suatu kesatuan sekumpulan orang bekerjasama secara rasional serta sistematis yang memiliki struktur kepemimpinan dan memiliki tujuan bersama. Pengembangan wawasan intelektual dan pemberdayaan generasi adalah yang utama dalam kehidupan berorganisasi. Menurut James D. Mooney: “Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia, untuk mencapai tujuan bersama”.

Tokoh-tokoh nasional bahkan internasional lahir dari organisasi. Organisasi adalah investasi yang akan membawa pengaruh positif. Berorganisasi menjadi media berproses yang banyak memberikan pembelajaran yaitu retorika, literasi, dan relasi. Menurut pengalaman penulis organisasi tidak jauh dari kepentingan individu maupun kelompok tertentu. Sisi terang organisasi telah menjadi rahasia umum, namun siapa yang menyangka organisasi juga  memiliki sisi gelap yang melahirkan dinamika baik persoalan individu yang dilibatkan dalam berorganisasi maupun sebaliknya, sehingga berdampak negatif terhadap pemberdayaan generasi yang menjadi tujuan organisasi yang seharusnya.

Problematika yang terjadi di organisasi Mahasiswa yaitu melibatkan persoalan individu yang menguntungkan bagi orang tertentu saja. Banyak ditemukan problematika tersebut salah satu yang menjadi perhatian bersama adalah ketimpangan relasi kuasa.  Ketimpangan relasi kuasa adalah suatu keadaan yang dimana satu pihak maupun banyak pihak memanfaatkan kekuasaannya maupun posisinya untuk mengendalikan seseorang sebagaimana yang dia inginkan.

Kekuasaan memberikan seseorang hak keistimewaan yaitu nama dan wahyu, sehingga yang mendapatkannya akan tenggelam dalam jurang kenikmatan. Maka tidak jarang banyak yang menyalahgunakan nya, baik dalam lingkup kenegaraan bahkan sekelas organisasi mahasiswa pun yang penulis anggap murni sebagai tempat berproses dan pembelajaran generasi.

Hal tersebut diatas menunjukan bahwa kekuasaan di organisasi mahasiswa berpengaruh besar mengendalikan siapapun yang ada di bawahnya dengan tujuan untuk kesenangan diri sendiri. Dalam hal ini oknum tersebut tidak pernah merasa bersalah bahkan tidak peduli dengan korban yang menghadapinya.

Target paling gampang sebagai mangsa dari pelaku ketimpangan kuasa adalah perempuan. Untuk melakukan praktik tersebut pelaku  akan memberikan iming-iming yang menggiurkan dengan alasan memberdayakan generasi. Memanfaatkan generasi (perempuan) untuk kepuasan sendiri dengan mengatasnamakan organisasi.

Cara yang paling umum adalah melakukan pendekatan melalui perasaan sebagaimana sepasang kekasih pada umumnya. Kejinya hingga melakukan hubungan seksual, alih-alih diberdayakan justru akan memberikan dampak yang sangat besar. Akibatnya korban (perempuan) menjadi bual-bualan yang membuat aktivitasnya untuk berproses terganggu. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan menjadikan organisasi sebagai wadah perempuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya.

Kasus seperti diatas didominasi oleh laki-laki hal ini terjadi dan yang terjadi tidak hanya sekali akan tetapi marak terjadi. Sehingga memberikan dampak psikologi yang sangat buruk terhadap korban, seperti merasa ketakutan dan kehilangan kepercayaan diri. Selain itu, rasa tidak aman karena diancam agar tetap bungkam. Tidak kehabisan akal, pelaku membungkam secara halus dengan diberikan janji untuk dinikahi. Yang lebih menakutkan lagi adalah terjadinya kehamilan diluar nikah dan adanya kasus aborsi yang diakibatkan oleh ketimpangan relasi kuasa, sehingga nantinya perempuan harus rela menyiksa dirinya meminum obat-obatan. Bukan tanpa alasan, itu dilakukan karena pelaku tidak bertanggungjawab atas perbuatannya. Akibatnya korban (perempuan) terpaksa dan akan berdampak pada si korban untuk memilih untuk mengundurkan diri dari wadah yang membuatnya merasa tidak aman karena tekanan, stress yang berlebihan, dan tidak tau harus cerita kepada siapa.

Pemberdayaan generasi tidak seharusnya dilakukan dengan menghalalkan segala cara, masih banyak cara-cara manusiawi yang sepatutnya dilakukan oleh orang berpendidikan. Hal ini akan terpikir sederhana tapi memiliki dampak yang besar terhadap keberlangsungan generasi sebagai harapan bangsa. Jika dibiarkan maka hal tersebut akan membias sampai generasi selanjutnya, sehingga akan menjadi problematika seperti parasit yang terjangkit ditubuh organisasi. Fenomena ini akan menjadi bahan pembicaraan, sehingga akan timbul stigma bahwa organisasi adalah tempat yang menyeramkan. Jika demikian, maka generasi seperti apa yang akan dicetak oleh organisasi mahasiswa. Bagaimanapun, pelaku tersebut seharusnya di boikot dari jabatan apapun, karena itu bukan tempat yang pantas untuknya. Kehormatan adalah bonus dari kekuasaan. Esensi dari kekuasaan dalam organisasi mahasiswa adalah menderita untuk yang berhak mendapatkan itu, yaitu generasi.

 

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles