24.5 C
Mataram
Sunday, July 14, 2024
spot_img

Dorong Kemajuan Desa, Mahasiswa KKN Unram Ciptakan Rumah Pangan Lestari

Madu trigona memiliki banyak keunggulan, diantaranya, memiliki asam organik, zat fitokimia dan asam glukonat. Kandungan pada madu yang dihasilkan lebah trigona tersebut lebih banyak dibandingkan madu lebah apis pada umumnya. Sehingga dipercaya lebih berkhasiat.

Selain itu, lebah jenis ini menghasilkan propolis dan pollen dengan jumlah jauh lebih besar. Lebah trigona adalah sejenis lebah yang tidak memiliki sengat, sehingga aman jika dibudidayakan di pekarangan.

Budidaya madu trigona tidak memerlukan lahan luas, bisa juga memanfaatkan lahan pekarangan. Budidaya trigona bisa dilakukan dengan menggantung stup (kotak sarang lebah buatan) trigona di sekitar atap rumah.

Salah satu daerah yang menghasilkan dan budidaya madu trigona adalah Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Namun, sebagian besar masyarakat belum memahami manfaat madu trigona untuk menambah nutrisi tubuh.

Berangkat dari itu, mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Pendua bersama karang taruna dan himpunan mahasiswa Desa Pendua, mengadakan sosialisasi manfaat madu trigona kepada masyarakat sekitar.

“Tujuan dilakukannya KKN Rumah Pangan Lestari ini adalah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi rumah pangan lestari,” ungkap Ketua KKN Tematik Desa Pendua, Lalu Muh Handri Kusmara.

Kemudian, lanjut Handri, dengan melakukan budidaya trigona, masyarakat sekitar mampu membuka peluang usaha. “Dapat menjadi penambahan pendapatan bagi masyarakat,” katanya.

Produk madu pendua ini merupakan kerjasama antara petani lebah trigona desa pendua dengan mahasiswa KKN desa pendua. “Kemasan yang dibuat berukuran 100 ml dengan harga jual 50.000 per botol,” ungkapnya.

Madu Pendua (Foto: ist.)

Pemasaran produk madu pendua ini dilakukan dengan menyebarkan brosur.

Handri menjelaskan, Kegiatan Rumah Pangan Lestari (RPL) merupakan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan. Selain trigona, RPL bisa memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat melalui penyediaan bermacam sayuran dan buah dengan membuat rumah bibit.

Lebih jauh Handri mengatakan, sebelum mengadakan sosialisasi, dia dan kelompoknya mengamati Desa Pendua, ternyata daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah. Mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, serta terdapat pula usaha budidaya trigona. (ans)

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles