26.5 C
Mataram
Thursday, February 22, 2024
spot_img

KKN Desa Padamara Adakan Sosialisasi Stunting

Lotim, MEDIA- Mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (Unram) mengadakan kegiatan sosialisasi stunting guna penyadarkan masyarakat pentingnya perilaku  sadar gizi sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, pada Sabtu (2/7).

Kegiatan ini mengusung tema Pentingnya perilaku sadar gizi seimbang dalam Meningkatkan Kesadaran Pencegahan Stunting Di Desa Padamara Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Dengan Pemateri Nikmatul Laili, M.K.G  dari Puskesmas Dasan Lekong.

Bertempat di Aula kantor desa Padamara, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Lalu Mukti Ali S.Pd., Kepala Dusun, Ibu-ibu  Kader, dan mayarakat  yang ada di Desa Padamara.

Pada sambutannya, Ketua Kelompok KKN Tematik Unram di Desa Padamara, M. SAHRIL HAMDU menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu program utama yang direncanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan utama, yaitu terkait pencegahan stunting di Desa Padamara.

Kepala Desa Padamara, Lalu Mukti Ali S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN ini. Mengingat, Desa Padamara memiliki banyak sekali Penderita stunting di setiap dusunnya. Kendati tinggal di desa. Mukti Ali menegaskan, ke depannya para ibu kader harus lebih tanggap terhadap masyarakat yang terkena stunting sehingga semaksimal mungkin dapat meminimalisir adanya penderita stunting ini.

“Masyarakat desa,  khususnya ibu-ibu kader tidak boleh lalai dalam hal membantu masyarakat  yang terjangkit Stunting. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap masyarakat Desa Padamara khususnya ibu-ibu kader memiliki wawasan lebih dalam pencegahan stunting ini sehingga angka penderita stunting berkurang,” harapnya.

Nikmatul Laili, M. K. G juga mengharapkan kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan stunting pada saat  awal kehamilan sampai bayi umur 2  tahun.

“Ibu hamil harus mendapatkan makanan yang cukup gizi, suplemen zat gizi (Tablet Fe)  dan terpantau kesehatannya dengan minimal konsumsi tablet Fe 90 tablet selama kehamilan. Kemudian saat bayi lahir persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu bayi lahir dilakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) dg Asi Eksklusif sampai 6 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian MPP-ASI setelah umur 6 bulan-24 bulan,” ucapnya.

“Dengan diadakannya sosialisasi stunting ini, kami sy lebih paham dan tahu bagaimana cara dalam mencegah serta bagaimana penanganan dari stunting itu sendiri,” tambah Evi, salah satu warga Padamara

“Dari penjelasan yang diberikan pihak puskesmas, sy menjadi paham cara memberi anak balita jenis makanan yang sesuai dg umurnya serta takaran gizinya,” lanjutnya. (zhr/adv)

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles