31.5 C
Mataram
Saturday, January 17, 2026
spot_img

Masyarakat Sasambo Gelar Aksi Damai Tolak Proyek Glamping dan Seaplane di TN Gunung Rinjani

Mataram, MEDIA — Masyarakat Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo) menggelar aksi damai pada Minggu (3/8) pagi di Jalan Udayana, Kota Mataram. Aksi yang bertepatan dengan momen Car Free Day ini merupakan bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan proyek glamping dan seaplane di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Proyek tersebut dinilai dapat merusak ekosistem serta mengancam ruang hidup dan kearifan lokal masyarakat sekitar. Dalam orasinya, koordinator aksi menyampaikan bahwa gerakan ini selaras dengan berbagai aliansi masyarakat sipil yang sebelumnya telah menyuarakan penolakan.
“Tuntutan kami sama dengan aliansi-aliansi lainnya. Tidak ada yang membedakan gerakan ini dengan gerakan-gerakan lain. Kami bersama-sama menolak pembangunan glamping dan seaplane yang akan mengganggu aktivitas ekologi, sosial, dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Aksi ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat umum.
“Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya rencana pembangunan ini. Maka dari itu, kami turun ke ruang publik untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat turut peduli,” lanjutnya.

Berbagai penampilan seni turut mengisi jalannya aksi. Grup musik Sanga Boemi membawakan lagu bertema perlawanan yang menyuarakan semangat untuk menjaga alam dan menolak eksploitasi kawasan konservasi.

Penyair Nita Febrianti, yang datang khusus dari Bali sebagai bentuk solidaritas, membacakan puisi berjudul Untukmu Ibu Bumi Kami Rinjani.
“Rinjani bukan sekadar gunung, ia adalah ruang hidup yang sakral,” ucapnya.

Dalam orasi lainnya, Imam Firmansyah menyampaikan bahwa pembangunan glamping dan seaplane menunjukkan bentuk penolakan dari alam terhadap intervensi manusia.
“Ketika glamping dan seaplane dibangun, maka kiamatlah kita semua. Rinjani bahkan menolak dengan sendirinya segala gangguan yang terjadi. Ini adalah warisan sakral yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Salah seorang pengunjung Car Free Day, Wisnu Harhaf, menyampaikan apresiasinya terhadap aksi yang digelar.
“Aksi ini sangat edukatif. Kami sebagai masyarakat umum jadi tahu apa yang sebenarnya terjadi di Rinjani. Harapannya, aksi seperti ini terus dilakukan karena banyak doa baik yang lahir dari dan untuk Rinjani,” ujarnya.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa Rinjani bukan semata objek wisata, melainkan ruang hidup, ruang spiritual, dan warisan alam yang patut dijaga oleh seluruh anak negeri.

(rfi)

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles