Unram, MEDIA – Indah Dwi Septiani (19), mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang menjadi korban tewas dalam peristiwa terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin, sempat menyampaikan pesan terakhir kepada ibunya dan sejumlah teman sebelum berangkat.
Salah seorang kerabat Indah menuturkan, pada malam sebelum keberangkatan, Indah sempat menelepon sang ibu. Dalam percakapan tersebut, Indah mengungkapkan rencananya untuk merayakan ulang tahun bersama ibunya di Bali.
“Nanti kita rayain ulang tahun di Bali ya maaa,” kata korban kepada sang ibu, sebagaimana disampaikan salah satu kerabat korban kepada MEDIA Unram (12/08/26)
Selain kepada ibunya, Indah juga sempat menghubungi temannya dan mengajak bermain setelah dirinya tiba di Mataram.
Salah seorang teman Indah mengatakan, korban sebelumnya berencana menghabiskan waktu bersama teman-temannya setelah pulang dari liburan.
“Indah katanya mau main bareng pas dia pulang berlibur” ucap salah seorang teman IDS (12/08/26)
Namun, rencana tersebut tak pernah terwujud. Indah menjadi salah satu korban dalam peristiwa terbakarnya KMP Putri Yasmin saat dalam perjalanan dari Bali menuju Lombok.
Pesan sederhana yang disampaikan Indah kepada sang ibu kini menjadi kenangan terakhir bagi keluarga. Rencana merayakan ulang tahun bersama pun harus pupus setelah Indah meninggal dalam musibah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Indah sendiri hendak pulang ke Mataram setelah berlibur di Bali bersama 2 (dua) orang sahabatnya menggunakan KMP Putri Yasmin dengan rute penyeberangan pelabuhan Padangbai ke Pelabuhan Lembar.
KMP Putri Yasmin berangkat dari pelabuhan Padang Bai sekitar pukul 02.00 WITA, dengan 173 penumpang, namun pada sekitar pukul 04.00 mengalami kebakaran. Diduga api sendiri berasal dari sebuah mobil box yang berada di lambung kapal.
“Kondisi kapalnya bagus, tapi ada mobil box yang terbakar,” ungkap kerabat korban.
Jenazah korban dimakamkan di TPU Lingkungan Gatep, Ampenan, Kota Mataram pada pukul 16.30 WITA, suasana haru menyelimuti proses pemakaman korban yang di hadiri oleh keluarga, kerabat, teman, dan sahabat korban.
(Afrl, Iwn, Mln)


