20.5 C
Mataram
Friday, June 21, 2024
spot_img

Mempertahankan Eksistensi Budaya Lokal, Dosen Sosiologi Unram Lakukan Kegiatan Pengabdian Masyarakat

Media Unram – 29 Agustus lalu, Program Studi (Prodi) Sosiologi Universitas Mataram (Unram) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Aula Balai Desa Kuta, Pujut, Lombok Tengah (Loteng).

Dosen prodi sosiologi sekaligus ketua kegiatan Solikatun S.Pd, M.Si mengatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai wadah untuk memfasilitasi serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai budaya sebagai identitas mereka.

Bersama rekan-rekan dosen sosiologi lainnya, ia melakukan sosialisasi mengenai fortifikasi budaya lokal dalam mempertahankan jati diri pariwisata Lombok.

“Kegiatan pengabdian ini dilakukan berdasarkan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Derasnya arus globalisasi yang semakin pesat membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat,” ungkap orang yang biasa disapa Soli ini kepada Media Unram.

Dengan perbuahan serta masuknya unsur-unsur budaya baru tersebut, lanjut Soli, kini nilai budaya yang bersumber pada kearifan lokal mulai luntur.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai budaya lokal semakin menurun, penggiat budaya makin terbatas, dan kurangnya dukungan pemerintah untuk mempertahankan keaslian budaya lokal. Sementara gempuran arus globalisasi dan kapitalisme makin meningkat. Budaya lokal sebagai identitas atau jati diri masyarakat perlu dipertahankan mengingat banyaknya budaya luar yang masuk ke masyarakat.

“Desa Kuta sebagai destinasi wisata memiliki modal alam dan budaya yang dapat meningkatkan sektor pariwisata Lombok. Solusi yang diberikan dalam pengabdian ini adalah mempertahankan budaya lokal sebagai jati diri pariwisata Lombok,” bebernya.

Lebih jauh Soli menjelaskan, kegiatan tersebut membuahkan hasil, yaitu meningkatnya pengetahuan masyarakat khususnya remaja dan pemuda desa Kuta mengenai budaya lokal.

Perkembangan pariwisata mulai mengancam eksistensi budaya lokal dan memunculkan budaya-budaya baru dikalangan masyarakat seperti life style dikalangan anak muda. Selain itu, terjadinya dinamika budaya di dalam masyarakat. Penguatan modal sosial sebagai salah satu strategi dalam menjaga budaya dan pengembangan pariwisata.

Selain penguatan modal sosial, menyusun strategi dalam menjaga budaya lokal juga perlu dilakukan.

“Seperti menanamkan pengetahuan budaya pada anak sejak dini, membentuk komunitas penggiat budaya lokal, membuat awik-awik yang tegas,” ungkapnya.

Kemudian, lanjutnya, pemerintah juga perlu melibatkan masyarakat dalam musyawarah, serta meningkatkan promosi budaya lokal.

“Dengan meningkatkan sektor pariwisata, dan pemanfaatan teknologi dengan bijak juga merupakan strategi yang digunakan untuk menjaga budaya lokal dan pengembangan pariwisata,” pungkasnya. (khn)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles