26.5 C
Mataram
Monday, September 14, 2026
spot_img
Home Blog

Bem Unram Disebut Ormawa Event organizer (EO)

0

Unram, MEDIA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (Unram) dianggap sebagai ormawa Event Organizer (EO) karena program yang dilaksanakan tak pernah berdampak langsung bagi mahasiswa Unram. (7/9/26)

Sejak dilantiknya pada 09 Juli 2026 lalu hingga saat ini, BEM disebut tak pernah muncul dalam berbagai persoalan yang ada di Unram.

Hal ini bisa di lihat dari beberapa postingan yang ada dalam sosial media BEM Unram yang hanya terlihat sebatas event event saja, Karna hal itu, bukan hal yang aneh jika BEM hari ini di sebut sebagai EO oleh mahasiswa.

Tidak hanya itu, Terkait gerakan BEM juga ikut di sorot mahasiswa, Pasalnya kurang lebih dua tahun tidak pernah adanya aksi di Rektorat. Mavi selaku ketua BEM Unram 2026 buka suara terkait gerakan BEM hari ini, Ia menyebut bahwasanya BEM hari ini sedang melakukan pengkajian dan fokus untuk pencerdasan politik.

“BEM hari ini sedang melakukan pengkajian terhadap beberapa isu, Untuk arah gerakan masih belum ada, masih fokus ke pencerdasan politik dulu”, Tuturnya

Terlihat jelass dari respon ketua BEM, bahwasanya ketua BEM hari ini lebih fokus pada isu isu di luar kampus, tanpa melihat permasalahan di Universitas sendiri.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Peneliti dan pengkaji kemasyarakatan (HMP2K) Via Maolida sangat menyayangkan BEM Universitas yang hari ini lebih berfokus pada isu di luar kampus, ia menyebut bahwa masih banyak permasalahan yang seharusnya diselesaikan oleh BEM itu sendiri.

“Sangat disayangkan BEM hari ini terlihat tidak mau dan enggan untuk memperjuangkan permasalahan temen temen yang ada di Universitas baik dari segi mahasiswa, Ormawa bahkan permasalahan permasalahan di Fakultas,” Tuturnya dengan nada kecewa

Ia juga menambahkan bahwasanya BEM hari ini tidak memiliki arah yang jelas dan kedekatannya dengan birokrasi seakan akan BEM terlihat hanya sebagai perpanjangan tangan birokrasi dalam menjalankan proyek-proyeknya.

“Kalau kita lihat BEM hari ini semacam tidak ada arahnya atau tidak jelas, kedekatannya dengan birokrasi saat ini tak menutup kemungkinan hanya untuk mengamankan proyek proyeknya baik di kampus maupun di luar kampus”, tambahnya.

Ketua Umum Wahana Mahasiswa Pengabdi Masyarakat (WMPM) Urbanus Bapa Ara, juga ikut merespon terkait tidak adanya gerakan BEM hari ini, Menurutnya keberadaan BEM di Universitas sama saja dengan kita tidak memiliki BEM.

“Hal hal seperti ini udah biasa kita lihat dari tahun ke tahun, BEM memang begini dan lebih berfokus pada isu di luar, makanya kita bilang tidak ada bedanya ada atau tidak adanya BEM sama aja nggk ada kerjaannya”, Ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwasanya tugas BEM tidak hanya sekedar membuat event-event saja tapi jauh dari sekedar itu.

“Seperti yang kita ketahui tugas dan fungsi BEM tidak hanya sekedar membuat event event saja tapii jauhh dari itu”, tambahnya

Aliansi Unram Melawan siap geruduk gedung Bumi Gora

0

Mataram_Media. Aliansi mahasiswa Universitas Mataram (Unram) melawan akan menggelar aksi pada hari jumat 28 September 2026 di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat pada pukul 07.00 WITA

Aksi ini di targetkan akan di hadiri oleh kurang lebih 200 masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Unram Melawan, dan membawa sebanyak enam poin tuntutan yang terdiri dari isu Nasional dan isu Regional.

Juanda selaku koordinator umum aksi menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan untuk menyikapi dan menyampaikan keresahan terhadap sistem atau kebijakan yang carut marut dari pemerintahan saat ini.

“Aksi ini kita lakukan untuk menyikapi dan menyampaikan keresahan kami terhadap sistem dan kebijakan yang bobrok dari rezim saat ini, sehingga kami merasa RUU perampasan aset patut kita kawal”, tuturnya

Aliansi Unram melawan juga menyoroti terkait isu isu daerah mulai dari insfrastruktur hingga tingginya angka anak yang tidak sekolah.

“Kami juga membawa isu daerah seperti insfrastruktur seperti jalan masih banyak rusak, dan tingginya angka anak yang tidak sekolah atau putus sekolah”, tambah juanda.

Point point tuntutan aksi.
1. Sahkan RUU Perampasan aset secepat cepatnya
2. Perbaiki tata kelola dan pengawasan MBG kalau memang tidak bisa di hapus saja
3. Dipercepat terkait dana pendidikan yang ada di mbg
4. Transparansi anggaran terkait apapun yang pemerintah anggarkan
5. Usut tuntas kebakaran kalimantan
6. Rekontruksi kembali terkait food estate.



Kerap Jadi Tempat Kencan, Perpustakaan Unram Diawasi Ketat

0

Unram, MEDIA – Perpustakaan Universitas Mataram (Unram) perketat pengawasan di lingkungan perpustakaan, pasalnya perpustakaan tersebut diberitakan kerap dijadikan tempat kencan.

Pada berita tersebut, salah satu akun instagram @curhatanunram mengunggah postingan tentang perpustakaan yang dijadikan tempat kencan oleh beberapa pengunjung.

Postingan tersebut menyoroti gaya berpacaran kedua sejoli tersebut yang tidak seharusnya dilakukan di lingkungan perpustakaan.

Beberapa mahasiswa juga membenarkan keluhan tersebut, mahasiswa lainya mengungkapkan bahwa hal tersebut memang sering terjadi di Perpustakaan Universitas.

Menanggapi persoalan itu, pihak Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Unram melakukan evaluasi dan meningkatkan pelayanan di lingkungan perpustakaan.

Kepala UPA Perpustakaan Muslimin, mengatakan pihaknya melakukan evaluasi dan membagi jadwal tim supervisor untuk meningkatkan pelayanan serta mengawasi lingkungan perpustakaan agar tetap nyaman.

“Kami, telah membagi jadwal teman-teman supervisor untuk menjaga kenyamanan,” ucapnya kepada tim Media Unram pada jum’at, 21/08/26.

Tempat supervisor sendiri terbagi menjadi dua pos yaitu di lantai satu dan lantai dua gedung Perpustakaan, dan sudah dilakukan sejak rabu, 19 Agustus 2026 .

Muslimin mengatakan setelah adanya jadwal tersebut, tim supervisor berjalan mobile memantau situasi dan untuk mempermudah pengaduan pihaknya akan menempelkan selebaran di beberapa dinding gedung perpustakaan.

“Ada dua pos, satu di sini (lantai satu) dan di lantai dua, nanti kami juga akan print selebaran dan ditempel untuk mempermudah pengaduan,” ungkapnya.

Selain itu, untuk menambah dan mempermudah pengawasan, Ia menjelaskan pihak UPA Perpustakaan sedang mengusulkan pengadaan CCTV ke Rektorat.

“Kami mengusulkan pemasangan CCTV ke Pak Rektor,” Ungkap nya

(Redaksi)

Mahasiswa KKNT Unram Beri Edukasi Keamanan Pangan dan Cuci Tangan di SMPN 5 Batukliang

0

Batukliang, MEDIA  — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Mataram (Unram) Desa Barabali menggelar edukasi keamanan pangan dan praktik cuci tangan pakai sabun bagi siswa SMPN 5 Batukliang, Rabu (20/7/2026). 

Kegiatan ini menyasar siswa, pengelola kantin, dan tenaga pengajar untuk menanamkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga standar higiene di institusi pendidikan, khususnya terkait kebersihan jajanan dan rutinitas cuci tangan.

Tim KKNT menilai pendidikan karakter hidup sehat harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang diterapkan secara konsisten.

Materi disampaikan secara interaktif dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta. Siswa mendapat panduan memilih jajanan aman serta simulasi enam langkah cuci tangan sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Pengelola kantin sekolah diberi arahan teknis mengenai penanganan bahan baku, proses pengolahan higienis, dan penyajian makanan layak konsumsi. Sementara itu, guru didorong menjadi pengawas dan teladan penerapan protokol kebersihan di lingkungan sekolah.

Agar materi lebih mudah diserap, tim KKNT mengemas sesi edukasi dengan metode learning by playing. Siswa diajak berpartisipasi dalam kuis interaktif dan permainan edukatif yang memancing konsentrasi serta kompetisi sehat. Sebagai bentuk implementasi langsung, hadiah yang dibagikan berupa susu segar dan roti gandum, menggantikan camilan tinggi gula dan pengawet.

Kepala SMPN 5 Batukliang mengapresiasi inisiatif mahasiswa Unram. Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter hidup sehat yang akan dibawa siswa hingga dewasa.

 “Kehadiran mahasiswa KKNT memberikan motivasi ekstra bagi kami dalam menumbuhkan kesadaran higiene di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian mahasiswa sebagai agent of change yang menjembatani ilmu pengetahuan kampus dengan kebutuhan masyarakat. Tim KKNT Desa Barabali berharap SMPN 5 Batukliang dapat menjadi contohan sekolah sehat di Kecamatan Batukliang, dengan program yang dapat dilanjutkan secara mandiri oleh pihak sekolah.

KKN PMD Unram Revitalisasi Perpustakaan Desa Montong Beter Dukung SDG 4

0

MATARAM, MEDIA – Tim KKN PMD Universitas Mataram Desa Montong Beter melakukan revitalisasi Perpustakaan Desa “Desa Montong Beter” sebagai upaya memperkuat akses dan budaya literasi masyarakat setempat.

Perpustakaan yang berada di belakang Kantor Desa Montong Beter tersebut diresmikan bersamaan dengan pelepasan Tim KKN pada Jumat, 14 Agustus 2026. Ruangan yang kini menjadi perpustakaan awalnya merupakan gudang di belakang Kantor Desa Montong Beter.

Tim KKN kemudian melakukan pembenahan untuk mengubah ruangan tersebut menjadi ruang baca yang lebih layak dan ramah bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Pembenahan ini dilakukan sebagai upaya kontribusi Tim KKN pada Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Proses revitalisasi yang dilakukan meliputi pembersihan serta perbaikan ruangan, pengecatan, pemasangan vinil lantai, dan penambahan rak buku.

Tidak sebatas pembenahan fisik, revitalisasi juga dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital. Tim KKN membuat e-library yang memuat data koleksi buku secara digital sehingga pengelolaan dan pendataan bahan bacaan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur. Hal ini meliputi penataan koleksi buku dengan memberikan label berdasarkan kategori buku dan memasang barcode e-library untuk mendukung pendataan koleksi buku.

Perpustakaan juga dilengkapi dengan dengan puzzle alas duduk untuk pojok baca anak, poster pembelajaran, serta berbagai stiker yang ditempatkan di dalam ruangan untuk menciptakan ruang yang lebih menarik bagi anak-anak.

Hingga saat ini, Perpustakaan “Desa Montong Beter” memiliki 368 buku yang berasal dari koleksi milik desa, sumbangan masyarakat melalui open donasi yang dibuka oleh tim KKN sebelum pelaksanaan KKN, serta sumbangan dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Lombok Timur.

Ratusan koleksi tersebut mencakup berbagai kategori, mulai dari biografi, agama, buku anak-anak, ilmu pengetahuan, kamus bahasa, keterampilan, novel, sajak dan puisi, sejarah, hingga self improvement. Keberagaman koleksi tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bacaan masyarakat dari berbagai kelompok usia dan minat.

Peresmian perpustakaan yang turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tim KKN PMD Universitas Mataram ini sekaligus menjadi rangkaian akhir pelaksanaan program kerja KKN yang berfokus pada penguatan gerakan literasi di Desa Montong Beter.

Selain melakukan revitalisasi perpustakaan, Tim KKN juga telah melaksanakan kegiatan read aloud secara bergilir di 10 dusun serta menggelar sosialisasi mengenai revitalisasi gerakan literasi desa dengan melibatkan perangkat desa, tenaga pendidik, dan pemuda sebagai bagian dari rangkaian program literasi yang telah dijalankan Tim KKN selama berada di Desa Montong Beter.

Setelah program KKN berakhir, pengelolaan Perpustakaan Desa “Desa Montong Beter” akan dilanjutkan oleh pihak perangkat desa. Dengan adanya pembenahan ruang, penambahan koleksi, menyediakan pojok baca yang ramah anak, serta sistem pengelolaan berbasis digital. Perpustakaan tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan pusat kegiatan literasi masyarakat Desa Montong Beter.

Sempat Janji Rayakan Ultah Bareng Ibu di Bali, Mahasiswa Unram Jadi Korban KMP Putri Yasmin

0

Unram, MEDIA – Indah Dwi Septiani (19), mahasiswa Universitas Mataram (Unram) yang menjadi korban tewas dalam peristiwa terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin, sempat menyampaikan pesan terakhir kepada ibunya dan sejumlah teman sebelum berangkat.

Salah seorang kerabat Indah menuturkan, pada malam sebelum keberangkatan, Indah sempat menelepon sang ibu. Dalam percakapan tersebut, Indah mengungkapkan rencananya untuk merayakan ulang tahun bersama ibunya di Bali.

“Nanti kita rayain ulang tahun di Bali ya maaa,” kata korban kepada sang ibu, sebagaimana disampaikan salah satu kerabat korban kepada MEDIA Unram (12/08/26)

Selain kepada ibunya, Indah juga sempat menghubungi temannya dan mengajak bermain setelah dirinya tiba di Mataram.

Salah seorang teman Indah mengatakan, korban sebelumnya berencana menghabiskan waktu bersama teman-temannya setelah pulang dari liburan.

“Indah katanya mau main bareng pas dia pulang berlibur” ucap salah seorang teman IDS (12/08/26)

Namun, rencana tersebut tak pernah terwujud. Indah menjadi salah satu korban dalam peristiwa terbakarnya KMP Putri Yasmin saat dalam perjalanan dari Bali menuju Lombok.

Pesan sederhana yang disampaikan Indah kepada sang ibu kini menjadi kenangan terakhir bagi keluarga. Rencana merayakan ulang tahun bersama pun harus pupus setelah Indah meninggal dalam musibah tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Indah sendiri hendak pulang ke Mataram setelah berlibur di Bali bersama 2 (dua) orang sahabatnya menggunakan KMP Putri Yasmin dengan rute penyeberangan pelabuhan Padangbai ke Pelabuhan Lembar.

KMP Putri Yasmin berangkat dari pelabuhan Padang Bai sekitar pukul 02.00 WITA, dengan 173 penumpang, namun pada sekitar pukul 04.00 mengalami kebakaran. Diduga api sendiri berasal dari sebuah mobil box yang berada di lambung kapal.

“Kondisi kapalnya bagus, tapi ada mobil box yang terbakar,” ungkap kerabat korban.

Jenazah korban dimakamkan di TPU Lingkungan Gatep, Ampenan, Kota Mataram pada pukul 16.30 WITA, suasana haru menyelimuti proses pemakaman korban yang di hadiri oleh keluarga, kerabat, teman, dan sahabat korban.

(Afrl, Iwn, Mln)

Mahasiswi Sosiologi UNRAM Menjadi Korban Dalam Kebakaran KMP Putri Yasmin

0

Mataram, MEDIA — Kebakaran Kapal Motor Penyebarangan (KMP) Putri Yasmin di perairan Sekotong, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) pukul 04.00 WITA menewaskan IDS (19) mahasiswi Universitas Mataram (Unram).

IDS merupakan mahasiswi Program Studi Sosiologi, Fakultas Hukum, Universitas Mataram (Unram), angkatan 2025.

Dari wawancara tim redaksi MEDIA UNRAM bersama salah satu kerabat korban, IDS hendak pulang ke Lombok setelah pergi liburan ke Bali bersama kedua temanya yakni SS dan ND.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Bali pukul 02.00 WITA membawa sekitar 173 penumpang. Berdasarkan keterangan kerabat korban kepada MEDIA UNRAM, kondisi kapal sebenarnya bagus. Namun api diduga berasal dari sebuah mobil box di dalam lambung kapal.

“Kondisi kapalnya bagus, tapi ada mobil box yang terbakar,” ungkap kerabat korban.

Dalam kepanikan, Indah bersama SS dan ND berencana terjun ke laut sambil bergandengan tangan. Namun di tengah kepanikan, genggaman IDS lepas.

Kemudian, Ia terjun lebih dulu dan kepalanya terbentur benda keras hingga mengalami luka sobek. Hal itu disampaikan dua sahabat korban kepada kerabat IDS.

Sebelum terjun, Indah menitipkan ponselnya yang mati kepada SS. Jasadnya ditemukan mengapung pukul 08.00 WITA, sekitar 4 jam setelah insiden dan 4 mil dari titik awal kebakaran.

GM ASDP Lembar Handoyo Priyatno membenarkan 1 korban meninggal dunia. “Meninggal dunia, iya satu orang,” dikutip dari detikBali. Seluruh penumpang lain berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar.

Jenazah IDS diantarkan ke RSUP NTB, lalu dimakamkan di TPU Gatep, Ampenan, Rabu pukul 16.30 WITA. Pemakaman berlangsung haru dihadiri puluhan keluarga, teman dan sahabat korban.

(Nxl), (Emw)

PKKMB Unram 2026 Diwarnai Kaca Pecah, Keluhan Fasilitas hingga Kericuhan Ormawa

0

Unram, MEDIA — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mataram (UNRAM) 2026 diwarnai sejumlah insiden.

PKKMB Raden Unram berlangsung selama dua hari di Auditorium M. Yusuf Abubakar. Hari pertama (10/8) untuk mahasiswa baru jalur SNBP dan Mandiri, sedangkan hari kedua (11/8) untuk jalur SNBT. Sejumlah kejadian tersebut memunculkan pertanyaan terkait kesiapan panitia dan koordinasi antarlembaga.

  1. Kaca Auditorium Pecah, Penyebab Masih Simpang Siur

Insiden terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, saat peserta atau maba keluar untuk istirahat kedua. Salah satu kaca di area auditorium pecah.

Penyebab pasti pecahnya kaca belum diketahui. Ada dua versi informasi yang beredar. Versi pertama menyebut kaca pecah karena tersenggol salah satu alat musik marching band. Sementara versi kedua menyebutkan kaca pecah akibat tidak sengaja tersenggol tumbler milik mahasiswa baru.

Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari panitia PKKMB UNRAM maupun pihak terkait terkait kronologi pasti kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.

  1. Keluhan Tempat Duduk Tidak Merata

Sejumlah mahasiswa baru mengeluhkan penataan tempat duduk. Peserta di lantai dasar auditorium harus duduk bersila dalam kondisi berdesakan, sementara sebagian peserta di lantai atas mendapat kursi.

“Kami duduk di bawah capek, desak-desakan. Sementara yang di atas dapat kursi. Kenapa tidak dibagi rata atau digilir?” ujar salah satu mahasiswa baru yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan ini disampaikan langsung ke redaksi MEDIA UNRAM dan memicu diskusi mengenai standar kenyamanan dalam kegiatan berskala besar.

  1. Kericuhan Penjemputan Maba Oleh Ormawa Fakultas

Insiden paling mencolok terjadi pada istirahat kedua, sekitar pukul 17.00 WITA. Sejumlah ormawa fakultas masuk ke area PKKMB untuk menjemput maba. Padahal dalam kesepakatan sebelumnya, penjemputan baru diperbolehkan pukul 18.00 WITA.

Akibatnya, agenda penampilan ormawa tingkat universitas terganggu. Seorang perwakilan ormawa universitas menyampaikan kekecewaanya saat kericuhan berlangsung.

“Kalian mengganggu jalannya PKKMB universitas, yang mana itu waktunya ormawa universitas untuk unjuk diri. Sedangkan kalian mempunyai hari sendiri untuk PKKMB fakultas. Memangnya mau PKKMB kalian kami ganggu juga?” ujarnya.

Kericuhan tersebut membuat ormawa universitas dan panitia turun tangan menenangkan situasi. Sejumlah penampilan akhirnya ditiadakan karena kegiatan sudah tidak kondusif.

Berita ini disusun berdasarkan keterangan sejumlah mahasiswa baru dan pengurus ormawa yang enggan disebutkan namanya. MEDIA UNRAM berkomitmen menyajikan pemberitaan secara berimbang dan membuka ruang hak jawab bagi panitia PKKMB UNRAM untuk memberikan klarifikasi resmi.

Mahasiswa Baru Kecewa Minimnya Konsumsi

Keluhan lain muncul terkait tidak tersedianya konsumsi selama kegiatan berlangsung seharian. Beberapa mahasiswa baru mengaku kecewa terhadap Unram yang merupakan kampus ternama.

“Sekelas salah satu universitas terbaik, tidak bisa memberikan konsumsi. Minimal air putih. Semiskin itukah UNRAM?” ujar salah satu peserta dengan nada kecewa.

(Nxl)

Ricuh Antara BEM Fakultas dan Ormawa Universitas Saat PKKMB 2026

0

Unram, MEDIA — Ketegangan terjadi di lingkungan Universitas Mataram pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA, sesaat setelah rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mataram (UNRAM) selesai.

Berdasarkan pantauan tim MEDIA UNRAM di lokasi, perdebatan terjadi antara sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat universitas. Persoalannya terkait kegiatan penjemputan mahasiswa baru (maba) yang dilanjutkan dengan arak-arakan setelah PKKMB berakhir.

Pihak Ormawa menilai kegiatan tersebut merupakan ranah mereka dalam memperkenalkan organisasi kepada maba. Sementara itu, BEM Fakultas tetap melaksanakan kegiatan penyambutan dengan jumlah peserta yang cukup banyak.

Sebelumnya, perwakilan Ormawa universitas dan ketua BEM fakultas sempat menggelar pertemuan pada malam hari sebelum PKKMB hari kedua. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati bahwa penjemputan maba hanya boleh dilakukan pada pukul 18.00 WITA. Namun di lapangan, kesepakatan tersebut tidak dijalankan sesuai waktu yang telah disepakati.

Perbedaan pandangan mengenai batas kewenangan dan peran masing-masing organisasi dalam penyambutan maba membuat situasi sempat memanas. Sejumlah mahasiswa terlihat berkumpul dan terlibat diskusi dengan nada tinggi di area kampus setelah kegiatan PKKMB selesai.

Akibatnya, agenda penampilan ormawa tingkat universitas terganggu. Seorang perwakilan ormawa universitas menyampaikan kekecewaanya saat kericuhan berlangsung.

“Kalian mengganggu jalannya PKKMB universitas, yang mana itu waktunya ormawa universitas untuk unjuk diri. Sedangkan kalian mempunyai hari sendiri untuk PKKMB fakultas. Memangnya mau PKKMB kalian kami ganggu juga?” ujarnya.

Berdasarkan pantauan tim MEDIA UNRAM, pihak birokrasi kampus tampak lebih mendukung pandangan Ormawa terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam upaya meredam situasi, kepala birokrasi yang berada di lokasi mengarahkan agar kegiatan penyambutan maba oleh BEM Fakultas dilakukan pada agenda PKKMB tingkat fakultas.

“Besok saja kalian saat PKKMB fakultas, karena pada PKKMB fakultas kan sudah ada wilayah nya” ujar Dwi Siswanto selaku kepala birokrasi bidang akademik dan kemahasiswaan 

(Emw)

Biaya Tes TOEFL Unram Batal Dinaikkan

0

Unram, MEDIA – Rektor Universitas Mataram (Unram), Sukardi membatalkan kenaikan biaya tes University of Mataram English Proficiency Test (UMEPT) atau Test of English as a Foreign Language (TOEFL).

“Tidak ada, saya pastikan tidak ada kenaikan biaya tes,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).

Ia menegaskan, kebijakan menaikkan biaya tes UMEPT di Unram tidak bisa diberlakukan sampai dirinya menyetujui hal tersebut.

“Tidak akan ada, sebelum saya tanda tangan tidak akan ada kenaikan,” kata mantan Wakil Rektor II Unram tersebut.

Diberitakan sebelumnya pihak Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa mencanangkan menaikan biaya tes UMEPT sebanyak 3 (tiga) kali lipat yaitu dari Rp. 25.000 per-tes menjadi Rp. 75.000 per-tes

Rencana tersebut sosialisasikan telah di sosialisasikan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas yang ada di Unram.

Kepala UPA Bahasa mengatakan rencana kenaikan biaya tes ini, untuk mendukung program UMEPT New Generation dalam upaya pengembangan proses tes yang berbasis komputer.

“Kami menyampaikan program UMEPT New Generation kepada BEM Fakultas, dimana tes UMEPT akan berbasis komputer” Ucapnya

(Mln)