Mataram, MEDIA — Kebakaran Kapal Motor Penyebarangan (KMP) Putri Yasmin di perairan Sekotong, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026) pukul 04.00 WITA menewaskan IDS (19) mahasiswi Universitas Mataram (Unram).
IDS merupakan mahasiswi Program Studi Sosiologi, Fakultas Hukum, Universitas Mataram (Unram), angkatan 2025.
Dari wawancara tim redaksi MEDIA UNRAM bersama salah satu kerabat korban, IDS hendak pulang ke Lombok setelah pergi liburan ke Bali bersama kedua temanya yakni SS dan ND.
Kapal berangkat dari Pelabuhan Padangbai, Bali pukul 02.00 WITA membawa sekitar 173 penumpang. Berdasarkan keterangan kerabat korban kepada MEDIA UNRAM, kondisi kapal sebenarnya bagus. Namun api diduga berasal dari sebuah mobil box di dalam lambung kapal.
“Kondisi kapalnya bagus, tapi ada mobil box yang terbakar,” ungkap kerabat korban.
Dalam kepanikan, Indah bersama SS dan ND berencana terjun ke laut sambil bergandengan tangan. Namun di tengah kepanikan, genggaman IDS lepas.
Kemudian, Ia terjun lebih dulu dan kepalanya terbentur benda keras hingga mengalami luka sobek. Hal itu disampaikan dua sahabat korban kepada kerabat IDS.
Sebelum terjun, Indah menitipkan ponselnya yang mati kepada SS. Jasadnya ditemukan mengapung pukul 08.00 WITA, sekitar 4 jam setelah insiden dan 4 mil dari titik awal kebakaran.
GM ASDP Lembar Handoyo Priyatno membenarkan 1 korban meninggal dunia. “Meninggal dunia, iya satu orang,” dikutip dari detikBali. Seluruh penumpang lain berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar.
Jenazah IDS diantarkan ke RSUP NTB, lalu dimakamkan di TPU Gatep, Ampenan, Rabu pukul 16.30 WITA. Pemakaman berlangsung haru dihadiri puluhan keluarga, teman dan sahabat korban.
Unram, MEDIA — Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mataram (UNRAM) 2026 diwarnai sejumlah insiden.
PKKMB Raden Unram berlangsung selama dua hari di Auditorium M. Yusuf Abubakar. Hari pertama (10/8) untuk mahasiswa baru jalur SNBP dan Mandiri, sedangkan hari kedua (11/8) untuk jalur SNBT. Sejumlah kejadian tersebut memunculkan pertanyaan terkait kesiapan panitia dan koordinasi antarlembaga.
Kaca Auditorium Pecah, Penyebab Masih Simpang Siur
Insiden terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, saat peserta atau maba keluar untuk istirahat kedua. Salah satu kaca di area auditorium pecah.
Penyebab pasti pecahnya kaca belum diketahui. Ada dua versi informasi yang beredar. Versi pertama menyebut kaca pecah karena tersenggol salah satu alat musik marching band. Sementara versi kedua menyebutkan kaca pecah akibat tidak sengaja tersenggol tumbler milik mahasiswa baru.
Namun sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi dari panitia PKKMB UNRAM maupun pihak terkait terkait kronologi pasti kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.
Keluhan Tempat Duduk Tidak Merata
Sejumlah mahasiswa baru mengeluhkan penataan tempat duduk. Peserta di lantai dasar auditorium harus duduk bersila dalam kondisi berdesakan, sementara sebagian peserta di lantai atas mendapat kursi.
“Kami duduk di bawah capek, desak-desakan. Sementara yang di atas dapat kursi. Kenapa tidak dibagi rata atau digilir?” ujar salah satu mahasiswa baru yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan ini disampaikan langsung ke redaksi MEDIA UNRAM dan memicu diskusi mengenai standar kenyamanan dalam kegiatan berskala besar.
Kericuhan Penjemputan Maba Oleh Ormawa Fakultas
Insiden paling mencolok terjadi pada istirahat kedua, sekitar pukul 17.00 WITA. Sejumlah ormawa fakultas masuk ke area PKKMB untuk menjemput maba. Padahal dalam kesepakatan sebelumnya, penjemputan baru diperbolehkan pukul 18.00 WITA.
Akibatnya, agenda penampilan ormawa tingkat universitas terganggu. Seorang perwakilan ormawa universitas menyampaikan kekecewaanya saat kericuhan berlangsung.
“Kalian mengganggu jalannya PKKMB universitas, yang mana itu waktunya ormawa universitas untuk unjuk diri. Sedangkan kalian mempunyai hari sendiri untuk PKKMB fakultas. Memangnya mau PKKMB kalian kami ganggu juga?” ujarnya.
Kericuhan tersebut membuat ormawa universitas dan panitia turun tangan menenangkan situasi. Sejumlah penampilan akhirnya ditiadakan karena kegiatan sudah tidak kondusif.
Berita ini disusun berdasarkan keterangan sejumlah mahasiswa baru dan pengurus ormawa yang enggan disebutkan namanya. MEDIA UNRAM berkomitmen menyajikan pemberitaan secara berimbang dan membuka ruang hak jawab bagi panitia PKKMB UNRAM untuk memberikan klarifikasi resmi.
Mahasiswa Baru Kecewa Minimnya Konsumsi
Keluhan lain muncul terkait tidak tersedianya konsumsi selama kegiatan berlangsung seharian. Beberapa mahasiswa baru mengaku kecewa terhadap Unram yang merupakan kampus ternama.
“Sekelas salah satu universitas terbaik, tidak bisa memberikan konsumsi. Minimal air putih. Semiskin itukah UNRAM?” ujar salah satu peserta dengan nada kecewa.
Unram, MEDIA — Ketegangan terjadi di lingkungan Universitas Mataram pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 17.00 WITA, sesaat setelah rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Mataram (UNRAM) selesai.
Berdasarkan pantauan tim MEDIA UNRAM di lokasi, perdebatan terjadi antara sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tingkat universitas. Persoalannya terkait kegiatan penjemputan mahasiswa baru (maba) yang dilanjutkan dengan arak-arakan setelah PKKMB berakhir.
Pihak Ormawa menilai kegiatan tersebut merupakan ranah mereka dalam memperkenalkan organisasi kepada maba. Sementara itu, BEM Fakultas tetap melaksanakan kegiatan penyambutan dengan jumlah peserta yang cukup banyak.
Sebelumnya, perwakilan Ormawa universitas dan ketua BEM fakultas sempat menggelar pertemuan pada malam hari sebelum PKKMB hari kedua. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati bahwa penjemputan maba hanya boleh dilakukan pada pukul 18.00 WITA. Namun di lapangan, kesepakatan tersebut tidak dijalankan sesuai waktu yang telah disepakati.
Perbedaan pandangan mengenai batas kewenangan dan peran masing-masing organisasi dalam penyambutan maba membuat situasi sempat memanas. Sejumlah mahasiswa terlihat berkumpul dan terlibat diskusi dengan nada tinggi di area kampus setelah kegiatan PKKMB selesai.
Akibatnya, agenda penampilan ormawa tingkat universitas terganggu. Seorang perwakilan ormawa universitas menyampaikan kekecewaanya saat kericuhan berlangsung.
“Kalian mengganggu jalannya PKKMB universitas, yang mana itu waktunya ormawa universitas untuk unjuk diri. Sedangkan kalian mempunyai hari sendiri untuk PKKMB fakultas. Memangnya mau PKKMB kalian kami ganggu juga?” ujarnya.
Berdasarkan pantauan tim MEDIA UNRAM, pihak birokrasi kampus tampak lebih mendukung pandangan Ormawa terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam upaya meredam situasi, kepala birokrasi yang berada di lokasi mengarahkan agar kegiatan penyambutan maba oleh BEM Fakultas dilakukan pada agenda PKKMB tingkat fakultas.
“Besok saja kalian saat PKKMB fakultas, karena pada PKKMB fakultas kan sudah ada wilayah nya” ujar Dwi Siswanto selaku kepala birokrasi bidang akademik dan kemahasiswaan
Unram, MEDIA – Rektor Universitas Mataram (Unram), Sukardi membatalkan kenaikan biaya tes University of Mataram English Proficiency Test (UMEPT) atau Test of English as a Foreign Language (TOEFL).
“Tidak ada, saya pastikan tidak ada kenaikan biaya tes,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Ia menegaskan, kebijakan menaikkan biaya tes UMEPT di Unram tidak bisa diberlakukan sampai dirinya menyetujui hal tersebut.
“Tidak akan ada, sebelum saya tanda tangan tidak akan ada kenaikan,” kata mantan Wakil Rektor II Unram tersebut.
Diberitakan sebelumnya pihak Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa mencanangkan menaikan biaya tes UMEPT sebanyak 3 (tiga) kali lipat yaitu dari Rp. 25.000 per-tes menjadi Rp. 75.000 per-tes
Rencana tersebut sosialisasikan telah di sosialisasikan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas yang ada di Unram.
Kepala UPA Bahasa mengatakan rencana kenaikan biaya tes ini, untuk mendukung program UMEPT New Generation dalam upaya pengembangan proses tes yang berbasis komputer.
“Kami menyampaikan program UMEPT New Generation kepada BEM Fakultas, dimana tes UMEPT akan berbasis komputer” Ucapnya
Unram,Media- Kenyamanan mahasiswa di Perpustakaan Universitas Mataram (Unram) saat ini sedang ramai disorot mahasiswa. Sejumlah mahasiswa mengeluhkan kondisi perpustakaan yang dinilai belum sepenuhnya mampu memberikan ruang belajar yang nyaman, mulai dari fasilitas hingga suasana yang dianggap mengganggu aktivitas belajar.
Sejauh pantauan tim Media Unram beberapa mahasiswa melontarkan beberapa keluhan saat belajar di perpustakaan Universitas Mataram, salah satu mahasiswa menyayangkan Perpustakaan yang seharusnya dipakai buat belajar dengan tenang justru di alihpungsikan sebagai tempat menjalin hubungan asmara, Terlebih lagi dilakukan di tempat umum.
“Pacaran mah gapapa, nggak ada yang melarang. Tapi mungkin caranya juga yang bisa dikondisikan, karena kita sama-sama tahu mana yang masih wajar dan mana yang sebaliknya nggak dilakukan di tempat umum, apalagi ini di perpustakaan kampus.” Tuturnya melalui postingan akun (@curhatanunram 05/08/26).
Salah satu mahasiswa juga ikut angkat suara terkait hal tersebut, Menurutnya tindakan tindakan yang seperti ini harus di tindaklanjuti oleh pihak kampus. “Yang kayak gini perlu ada tindakan dari kampus,” Ujar mahasiswa lainnya lewat kolom komentar.
Selain itu, terdapat pula beberapa mahasiswa yang mengeluhkan tentang kebisingan di beberapa ruangan yang ada di perpustakaan, ia mengingatkan mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan untuk menjaga kenyamanan perpustakaan.
“Buat teman-teman yang sering ngobrol keras di perpustakaan, tolong peka ya, Perpustakaan bukan tempat buat nongkrong atau ngobrol panjang lebar dengan suara yg bisa didengar satu ruangan.” Ungkapnya melalui postingan akun yang sama (15/07/26).
Ia juga menambahkan bahwasanya masih banyak tempat yang lebih sesuai di gunakan untuk sekedar bercerita dan bercanda dengan suara keras.
“Kalau memang ingin bercerita atau bercanda, masih banyak tempat lain yang lebih sesuai”. Tambahnya
Sementara itu beberapa mahasiswa juga membenarkan keluhan yang di alami oleh mahasiswa, Mahasiswa mengungkapkan bahwa hal tersebut memang sering terjadi di perpustakaan Universitas, Dan beberapa mahasiswa sudah merasa terwakili melalui cuitan mahasiswa yang di pos oleh akun @curhatanunram tersebut.
Unram, MEDIA — Mahasiswa Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Mataram (Unram) mengeluhkan fasilitas belajar yang dinilai kurang memadai, mulai dari ruang kelas yang sesak hingga pendingin ruangan (AC) rusak.
Mahasiswa berinisial JL, mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, sejumlah AC di ruang kuliah kerap tidak berfungsi, bahkan ada yang mati total.
“Pendingin ruanhan sering tidak berfungsi, kadang mati total,” kata mahasiswa D3 Peternakan tersebut, Jumat (7/8/2026).
Tak hanya itu, JL juga mengeluhkan kebijakan penggabungan kelas yang membuat ruang kuliah menjadi penuh. Padahal, kata dia, ruangan yang semestinya hanya menampung sekitar 32 mahasiswa dipakai hingga 64 orang.
“Ruangan jadi pengap, apalagi kalau kelas digabung,” tuturnya.
Ia menilai kondisi tersebut mengganggu proses belajar mengajar. Suasana kelas yang panas dan penuh membuat mahasiswa sulit berkonsentrasi mengikuti materi yang disampaikan dosen.
“Fokus belajar langsung buyar,” ucapnya.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan, Amran Nur Ramadhani mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi keluhan tahunan mahasiswa.
Menurut Amran, pihak fakultas beberapa kali berjanji akan memperbaiki kondisi tersebut. Namun, hingga kini perbaikan yang dijanjikan belum sepenuhnya terealisasi.
“Besar harapan kami, pihak fakultas tidak hanya mengucap janji manis, tetapi benar-benar merealisasikan perbaikan yang dijanjikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Dekan II Fakultas Peternakan mengatakan setiap ruang kelas sebenarnya telah dilengkapi fasilitas penunjang kenyamanan belajar. Namun, menurutnya, sebagian fasilitas mengalami kerusakan karena ulah mahasiswa sendiri.
“Mahasiswa sendiri tidak menjaga sarana prasarana yang tersedia di ruang kelas, seperti microphone yang diputar-putar seperti penggembala,” ujarnya.
Terkait penggabungan kelas, ia mengaku pihak fakultas telah mengeluarkan surat edaran kepada para dosen agar tidak menerapkan kebijakan tersebut. Namun, menurutnya, masih ada dosen yang tetap menggabungkan kelas.
“Fakultas sudah bersurat ke dosen-dosen, agar tidak melakukan penggabungan kelas,” tandasnya.
Unram, MEDIA — Memasuki dunia perkuliahan adalah langkah penting dalam perjalanan pendidikan seseorang. Namun, tak sedikit mahasiswa baru (maba) merasa bingung dan takut untuk menghadapi dunia perkuliahan yang akan datang.
Sebagai mahasiswa baru (maba), kamu mungkin sudah menyiapkan segalanya: tas baru, sepatu baru, bahkan outfit pertama yang udah di-styling sedemikian rupa. Tapi tunggu dulu. Ada hal-hal yang jauh lebih penting daripada sekadar penampilan fisik.
Berbekal pengalaman para senior dan realita kampus yang kadang nggak seindah ekspektasi, berikut 10 hal yang wajib kamu “set up” sebelum benar-benar terjun ke dunia perkuliahan.
Tentukan Rencana Kuliahmu dari Sekarang
Perkuliahan adalah saat yang tepat untuk melakukan eksplorasi. Namun, jika eksplorasi dilakukan tanpa tujuan, kamu bisa tersesat. Mau lulus dalam 3,5 tahun? Magang di tempat impian? menjadi mahasiswa berprestasi? Atau fokus pada perkembangan portofolio?
Tentukan dari sekarang. Percayalah, empat tahun terasa lama ketika kamu masih menjadi maba. Namun, saat sudah berjalan, tiba-tiba kamu sudah mendapatkan revisi skripsi. Tanpa adanya arah yang jelas, kamu hanya akan menjadi penonton dalam perjalanan kuliahmu sendiri.
2. Pilih Circle Pertemanan yang Positif
Dunia kuliah adalah tempat yang bebas. Begitu bebasnya, kebebasan ini bisa membawa dampak yang baik atau buruk. Pilihlah teman dan lingkungan yang positif. Jangan terpengaruh oleh mereka yang sering nongkrong, ngafe, atau melakukan kegiatan hedonis lain jika itu tidak sesuai dengan tujuanmu. Ingat, kamu tidak harus punya banyak teman. Cukup punya teman yang tepat.
3. kenali Karakter Dosen
Kenali karakter dosenmu. Bisa mencari informasi dari mahasiswa senior. Jangan terlalu polos. Dunia perkuliah itu waktunya bebas, tapi bukan berarti tanpa konsekuensi. Jangan takut dengan dosen “killer” atau tampangnya galak. Namun, tetap waspada terhadap dosen yang terkesan genit atau manipulatif. Jaga diri dan jangan mudah terpengaruh dengan stigma tentang dosen tertentu.
4. Stop FOMO: Kuliah Bukan Ajang Mengumpulkan Sertifikat
Akan ada banyak organisasi, panitia, kompetisi, dan volunteer yang terus-menerus menawarkan diri. Menarik? Pastinya. Masalahnya, banyak maba yang mendaftar ke semuanya hanya karena takut ketinggalan trend ataumengikuti teman. Akibatnya? IPK menurun, kesehatan terpuruk, dan tidak ada skill yang benar-benar mendalam. Pilihlah yang memang mendukung tujuanmu. sisanya let it go aja. Ingatlah, perkuliahan bukan lomba untuk mengumpulkan sertifikat.
5. Fokus Mengejar IPK di Semester Awal
Semester awal adalah fondasi awal. IPK semester 1 dan 2 akan menentukan seberapa mudahny kamu mengambil mata kuliah di semester berikutnya. Jangan terlalu banyak terlibat dalam organisasi di awal. Pahami ritme perkuliahan, gaya mengajar dosen, dan cara belajar yang paling cocok untukmu. Mulai semester 3, baru perbanyak pengalaman dan asah softskill
6. Cari Senior yang “Friendly“
Kenalan dengan kakak tingkat adalah hal yang penting. Mereka bisa memberimu informasi berharga, contohnya cara menguasai mata kuliah tertentu, menghadapi dosen, hingga rekomendasi kosan terjangkau.
7. Hindari Ketergantungan Dengan Orang Lain
Di SMA, kamu mungkin terbiasa belajar kelompok dan saling berbagi jawaban. Di perkuliahan? Jangan biasakan menyontek atau copy-paste hasil kerja milik orang lain.
Kerjakan tugasmu sendiri. Jika ada tugas atau ujian, usahakan untuk menyelesaikannya sendiri. Ketergantungan pada orang lain hanya akan membuatmu lemah. Suatu saat, kamu akan menyadari bahwa tidak ada yang dapat menyelamatkanmu kecuali dirimu sendiri.
8. Manfaatin Privilege Sebagai Mahasiswa
Banyak yang tidak menyadari bahwa biaya UKT sudah mencakup fasilitas gratis yang jika dibayar sendiri, bisa sangat mahal. Daripada terus-menerus menghabiskan uang nongkrong di kafe, manfaatkan saja perpustakaan kampus.
Dapatkan akses ke jurnal internasional secara gratis (Scopus, ScienceDirect, dll), kuota Turnitin tanpa biaya, pelatihan sertifikasi, hingga informasi beasiswa. Jangan malas mencari informasi. Ini adalah hak istimewa yang tidak akan kamu dapatkan setelah lulus. Gunakan sampai tetes terakhir status mahasiswa.
9. Jangan Bolos dan Menumpuk Tugas
Meskipun terdengar biasa, ini adalah hal yang sangat penting. Begitu kamu menunda tugas, biasanya akan terbawa kebiasaan. Dan jika kamu absen, kamu akan kehilangan informasi penting seperti ujian, pembagian kelompok, atau tugas yang mendadak.
Pilihlah kegiatan di luar kelas yang tidak bentrok dengan jadwal kuliahmu. Jika memungkinkan, lebih baik memasak sendiri daripada terus-menerus makan di luar. Ini akan menghemat uang dan waktu.
10. Rajin Ibadah dan Jaga Kesehatan Mental
Ini yang seringkali terabaikan. Di tengah semua target akademis dan ambisi organisasi, jangan lupakan hal yang lebih tinggi. Rajinlah beribadah. Selain itu, penting untuk menjaga kesehatan mentalmu. Kuliah itu seperti maraton, bukan sprint. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti semua tren. Tidak perlu merasa harus membuktikan diri kepada semua orang. Fokuslah pada tujuanmu, jaga hubunganmu dengan Tuhan, dan ingatlah meskipun IPK tinggi itu baik, kesehatan mental dan fisik jauh lebih utama.
Kuliah bukan tentang menjadi sempurna. Tapi tentang belajar menjadi lebih baik dari diri kamu yang kemarin. Tidak ada yang salah dengan mencoba, mengalami kegagalan, dan mencoba lagi. Yang terpenting, jangan berhenti bergerak maju.
Sedari momen itu terajut Ingatan tentang dirimu terus berlanjut Tertinggal menjadi penghuni Memaksa abadi hingga kini Kuharap kaupun menyimpan yang sama
Jika rumah itu tidak retak? Mungkin ragamu siaga mendekap Mengawal tubuh ringkihku
Tanpa dibalut alasan Ingin senantiasa terhubung denganmu Tanpa harus meminta Ingin siluetku, terekam memenuhi ingatanmu
Kala hadirnya datang Semoga ia berkenan, menyambut tanpa henti
Barangkali ikatan itu akan terikat erat Sebagai balasan atas tebusan kala itu Menggantung harap kau senantiasa mengingatku cuma-cuma Namun tak apa, jika kubayar sekalipun
Menitip kabar pada angin Jika ia bertiup, bisik-bisik rindu Akan tersampaikan padamu
Unram, MEDIA – Maulana adalah Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Mataram (UNRAM) terpilih periode 2026 – 2027. Namun, terpilihnya sebagai ketua Lembaga legislatif mahasiswa itu justru menuai sorotan.
Musababnya, Maulana hanya terpilih berdasarkan sidang paripurna Komisi Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) 2026, tanpa melalui pemilihan langsung oleh mahasiswa secara demokratis.
Menurut Peraturan Mahasiswa Universitas Mataram Nomor 01 Tahun 2026 Tentang Perubahan Atas Peraturan Mahasiswa Universitas Mataram Nomor 01 Tahun 2026 Tentang Pemilihan Umum Raya Mahasiswa, mekanisme pemilihan Ketua DPM Unram harus dipilih secara langsung oleh mahasiswa.
“Pemilihan anggota DPM Univeritas dan calon anggota DPM Fakultas dilakukan secara langsung,” bunyi Pasal 5 ayat 1 dalam aturan tersebut.
Bahkan, jika mahasiswa berhalangan hadir secara langsung, aturan tersebut meminta agar dilakukan pemilihan secara daring.
“Sebagaimana dimaksud ayat 1 dan 2, khusus mahasiswa yang melakukan program MBKM di luar daerah melakukan pemilihan secara online,” bunyi ayat 3 pada pasal yang sama.
Karena tak dipilih secara langsung, lantas Maulana mewakili mahasiswa mana? apakah pemilihan dia sebagai Ketua DPM Unram 2026 cacat hukum? Apakah ada cawe-cawe politik yang dilakukan penyelenggara dan pengawas Pemira sehingga Maulana terpilih?
Ketua KPRM Unram 2026 Adiyaksa bungkam terkait hal tersebut. Hingga berita ini terbit, ia tidak memberikan respon apapun kepada MEDIAUnram.
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya Mahasiswa (BAWASRA) 2026, Rahmat mengaku hanya mengikuti mekanisme pemilihan dari KPRM tanpa mempermasalahkan mekanisme seharusnya yang tertuang dalam aturan Pemira 2026.
“Kami ikut mekanisme dari KPRM,” ujar mahasiswa Fakultas Teknik tersebut saat dihubungi MEDIAUnram.
Sementara itu, Ketua DPM Unram 2026, Maulana mengisyaratkan tidak mengetahui bagaimana mekanisme pemilihan calon anggota DPM sesuai ketentuan Pemira yang berlaku. Menurutnya, prosedur pemilihan dirinya sebagai Ketua DPM 2026 sah sesuai aturan.
“Mekanisme pemilihan ketua DPM sudah sesuai dengan mekanisme yang telah di tetapkan panitia pelaksana pemilihan,” katanya saat dihubungi.
Oleh : Mahasiswa KKN Prodi Matematika Unram penempatan Dusun Madak Belek
MEDIA – Tiga mahasiswa dari program studi Matematika Universitas Mataram telah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Madak Belek, Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Dengan membawa program pendidikan yang bertajuk Mathematics in English dan Literasi Keuangan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari 12 april hingga 31 Mei 2026,yang bertujuan sebagai upaya mendukung penguatan kemampuan numerasi, keterampilan berbahasa Inggris, serta literasi keuangan peserta didik di lingkungan Dusun Madak Belek.
Melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, mahasiswa berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep, tetapi juga mendorong kepercayaan diri peserta didik dalam mengaplikasikan materi yang dipelajari.
Pada program Mathematics in English, peserta didik diperkenalkan dengan kosakata matematika dalam Bahasa Inggris sebagai bekal dalam menghadapi pembelajaran yang semakin berorientasi pada kompetensi global. Materi yang diberikan meliputi self-introduction, penyebutan angka (numbers), operasi hitung dasar seperti penjumlahan (addition), pengurangan (subtraction), perkalian (multiplication), dan pembagian (division). Selain itu, peserta juga mempelajari berbagai bangun datar dua dimensi (two-dimensional shapes), seperti persegi (square), segitiga (triangle), lingkaran (circle), dan persegi panjang (rectangle).
Sementara itu, melalui program Literasi Keuangan, peserta didik dikenalkan pada konsep dasar pengelolaan keuangan sejak dini. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai pecahan mata uang rupiah, cara menghitung nilai uang, hingga praktik transaksi sederhana melalui kegiatan Market Day Mini. Dalam simulasi tersebut, peserta berperan sebagai penjual maupun pembeli sehingga dapat memahami proses jual beli, menghitung pembayaran, serta menentukan uang kembalian secara tepat.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta didik menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Metode pembelajaran yang dipadukan dengan permainan edukatif, diskusi, dan praktik langsung mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Salah satu mahasiswa KKN Program Studi Matematika Universitas Mataram menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat desa, khususnya pada aspek numerasi, kemampuan berbahasa Inggris, dan literasi keuangan.
“Melalui program ini kami berharap peserta didik tidak hanya semakin terampil dalam berhitung, tetapi juga lebih percaya diri menggunakan istilah-istilah matematika dalam Bahasa Inggris serta memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” Ujarnya.
Melalui pelaksanaan program Mathematics in English dan Literasi Keuangan, mahasiswa KKN Program Studi Matematika Universitas Mataram berharap dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta didik di Dusun Madak Belek. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, melalui pemberdayaan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.