26.5 C
Mataram
Tuesday, March 5, 2024
spot_img

Predator Seksual Masih Berkeliaran di Unram, Satgas PPKS Kerja Apa?

 

Unram, MEDIA – Predator seksual yang masih bebas berkeliaran di Universitas Mataram (Unram). Penelusuran mediaunram.com, kasus terakhir terjadi dengan korban Bunga (bukan nama asli).

Dia diketahui menjadi korban oleh rekannya sendiri, RM.

Bunga mengaku dilecehkan RM pada beberapa bulan lalu. Setelah mendapatkan kejadian tak menyenangkan itu, dirinya langsung melapor ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram.

Namun hingga saat ini terduga pelaku, masih berkeliaran dan belum ditindak tegas. Tak heran muncul pertanyaan publik, bagaimana kinerja Satgas PPKS Unram pasca dibentuk selama satu tahun.

Fathul Khairul Anam selaku pendamping hukum Bunga mengatakan, hal demikian terjadi sebab Satgas PPKS Unram belum memiliki payung hukum yang jelas.

“Berkaitan dengan satgas di Unram ini kan baru ada Permendikbudnya saja, akan tetapi belum ada peraturan rektor untuk bisa menjalankan peraturan menteri pendidikan tersebut. Sehingga putusan-putusan yang terkait dengan sidang khususnya berkaitan dengan kasus kekerasan seksual di Unram ini tidak bisa dieksekusi,” terang Anam.

Diakuinya, RM pernah mendapatkan sidang karena tindakan beratnya. Namun dalam sanksi berupa skors yang diberikan tidak diawasi dengan baik oleh Satgas PPKS Unram.

“Sudah ada keputusan dari hasil rapat sidang satgas Skorsingnya 30 hari. Kami tidak terima sebenarnya karena hukuman itu sedikit sekali,” tegas Anam.

Sementara itu, Ketua Satgas PPKS Unram sekaligus Dosen FH Unram, Joko Jumadi, SH., MH., membenarkan pihaknua sudah menberikan sanksi kepada RM.

“Itu kan baru sanksi saja, karena si korban ini kan dia merasa terintimidasi di kampus, akhirnya kita berikan sanksi ke pelaku untuk satu bulan untuk memulihkan keadaan si korban,” terang Joko.

Joko mengaku akan memproses terduga pelaku setelah menjalani sanksi.

Melihat RM yang masih bebas berkeliaran di Unram, memberikan kesan tidak nyaman terhadap Bunga. Menurut Bunga sendiri, ia sebelum kejadian tersebut selalu aktif di Kampus, tapi setelah kejadian tersebut ia bahkan selalu trauma ketika mau pergi ke kampus.

“Saya entah mengapa selalu merasa enggak nyaman ketika dilihat oleh orang lain, seolah-olah saya dilihat dalam keadaan telanjang saja,” beber Bunga.

“Dia (RM/pelaku) juga sampai saat ini bahkan enggak ada niatan untuk minta maaf ke saya, saya lihat dia selalu senyum-senyum sini dan tertawa melihat saya, bahkan sempat di parkiran fakultas dia ngegas motornya keras sekali ketika lihat saya,” lanjut Bunga.

Bukan hanya itu, Bunga juga menegaskan bahwa ia hanya diminta bertemu dua kali oleh satgas PPKS Unram, itu pun tanpa ada pendampingan psikologis. (Zhr)

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles