31.5 C
Mataram
Sunday, June 23, 2024
spot_img

Sosialisasi dan Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik dan Agenda Penghijauan

Lombok Tengah, MEDIA- Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik Universitas Mataram (KKN-T Unram) Desa Marong, Praya Timur, Lombok Tengah, melaksanakan agenda penyuluhan dan agenda praktik langsung mengenai pembuatan pupuk organik dan agenda penghijauan, dengan mengundang narasumber dari Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Praya Timur, pada Jumat (8/7).

Mintanum sebagai narasumber memaparkan metode pembuatan melalui praksis langsung untuk membuat pupuk kandang dari kotoran hewan ternak serta pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah organik rumah tangga seperti sampah sisa makanan. Agenda milik KKN-T UNRAM Tahun 2021 delegasi Desa Marong kali ini memiliki sasaran utama massa luas Desa Marong yang memiliki status matapencaharian petani murni, buruh tani, serta ibu rumah tangga.

Lebih lanjut, kegiatan ini menjelaskan bagaimana eksistensi sampah organik dan non-organik dapat dilihat sebagai entitas yang bukan merupakan materi akhir, alih-alih masyarakat yang masih melihat berbagai macam jenis sampah merupakan sampah layaknya sampah yang tidak akan digunakan kembali, tim KKN-T Unram Desa Marong berupaya untuk memberikan penyuluhan secara visual mengenai upaya pemanfaatan sampah baik sampah organik maupun non-organik.

Mintanum meminta para peserta sosialisasi agar dapat berkontribusi menjadi partisipan praktik langsung dan membagi dua tim untuk pembuatan pupuk terkait, Mintanum memberikan panduan deskriptif atau panduan tertulis yang kemudian diberikan kepada tiap-tiap kelompok sebagai entitas penyokong untuk melaksanakan praktik langsung pembuaatan pupuk terkait. Selanjutnya, beliau memandu tiap-tiap kelompok untuk dapat langsung mempresentasikan hasil pekerjaannya secara bergiliran.

Petani murni dan buruh tani dimungkinkan untuk kemudian dapat mengolah kotoran hewan ternak seperti kotoran sapi, kotoran kambing, kotoran kerbau, kotoran ayam, hingga hewan ternak sedang-besar lainnya agar paling tidak dapat menyelesaikan permasalahan ketersediaan subsidi pupuk agar dapat menjadi pupuk alternatif yang kemudian memilii kelebihan dapat menyuburkan lahan serta memiliki nilai ekonomis, dalam hal inimisalnya dapat menjadi salah satu entitas yang dijadikan pertimbangan materi ekonomi mandiri desa atau ekonomi produksi secara individu. Lebih-lebih dalam hal untuk memberikan pertimbangan teknis ekonomi produksi, harga rata-rata pupuk organik baik dari kotoran hewan maupun sampah sisa makanan memiliki kisaran harga dari Rp 15.000/kg-nya., sedangkan para ibu rumah tangga dimungkinkan untuk dapat melihat dan menggunakan pupuk kandang dan POC sebagai pengganti pupuk kimia yang akan menjadi ‘bahan konsumsi’ tanaman hias.

Agenda dilanjutkan dengan sesi penghijauan bersama dengan menanam 4 bibit tanaman mahoni dan 4 bibit tanaman sentul di halaman belakang kantor Desa Marong. Pupuk kandang yang sempat dibuat untuk percobaan milik KKNT UNRAM 2021 (genap) Desa Marong kemudian digunakan sebagai mediator 8 bibit tanaman terkait.

KKN-T berharap kedepannya pemanfaatan kotoran hewan ternak serta limbah rumah tangga, serta sampah bekas makanan dapat diolah agar dapat membuktikan bahwa permasalahan sampah bukanlah permasalahan yang membuat buntu gagasan revolusioner terhadap kualitas sumber daya manusia, melainkan merupakan permasalahan yang dapat memancing kreatifitas masyarakat desa Marong untuk dapat menembus tembok reaksioneritas dan keterbelengguan kebebasan eksperimen berpikir agar dapat memiliki basis infrastruktur masyarakat yang maju. (dik/adv)

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles