26.5 C
Mataram
Tuesday, March 5, 2024
spot_img

Tanjung Ringgit: Peninggalan Sejarah dan Keindahan Alam Tersembunyi

MEDIA – Pantai Tanjung Ringgit, tempat yang pesonanya tidak hanya bersumber dari pantainya yang eksotis. Tetapi juga, kawasan pantainya terlihat dan banyak ditemukan peninggalan-peninggalan sejarah penjajahan Belanda dan Jepang sehingga terasa kembali ke abad 18.

Lombok dikenal sebagai pulau yang memiliki eksotisme dan keindahan alam yang berlimpah. Mulai dari pantai dengan air jernihnya, pasir putih halus, terumbu karang yang mempesona, barisan pegunungan yang kokoh yang membentang dari ujung timur sampai barat dan berbagai air terjun dengan mutiara-mutiara yang cantik.

Salah satu keindahan pulau ini adalah Tanjung Ringgit yang terletak di Lombok Timur, tepatnya di Kecamatan Jerowaru. Jika ditempuh dengan kendaraan bermotor dari Kota Mataram akan memakan waktu kurang lebih 3 jam. Wilayah ini masih jarang penduduknya, se-hingga tidak heran jika ada rasa takut yang menyelimuti perjalanan.

Garis pantai berpasir putih dan menghadap laut lepas berair bening. Tanjung Ringgit bagaikan mutiara terpendam, air lautnya berwarna-warni de-ngan gradasi yang indah. Di sekelilingnya terdapat tebing-tebing batu kokoh yang memanjakan mata. Seolah mata enggan berkedip untuk melewatkan keelokan alamnya yang menakjubkan. Yang menarik, tempat ini masih sangat sepi, nyaris se-perti pantai pribadi.

Di balik tebing dan batu karang putih yang terhampar indah sehingga menciptakan lukisan alam nan mempesona, Tanjung Ringgit memiliki sesuatu yang khas, salah satunya adalah daerah perbukitan batu karang yang pernah dijadikan benteng pertahanan Jepang pada masa penjajahan. Sampai saat ini masih dapat ditemukan dua buah meriam dan peninggalan lainnya.

Dua benda (meriam) peninggalan Jepang tersebut merupakan alat yang digunakan untuk berpe-rang pada masa itu. Meriam itu menghadap laut lepas dengan tujuan untuk menyerang musuh-musuh yang datang dari selatan.

Di sudut timur bukit tersebut, tepatnya di pinggir tebing, terdapat gua besar yang sering disebut gua raksasa dan konon katanya, gua raksasa itu merupakan tempat persembunyian raksasa setelah menculik putri raja yang berkuasa pada masa itu yakni Dewi Anjani.

Dari atas gua terlihat Pulau Sumbawa yang di-selimuti kabut-kabut tipis yang merabunkan panda-ngan. Sedangkan di sudut selatan tebing, kita bisa memandang laut lepas yang berair biru pekat, menandakan laut itu sa-ngat dalam.

Sekitar 400 meter dari tempat meriam dan gua raksasa, terdapat pula lubang-lubang gua yang pernah dibuat oleh peme-rintahan Jepang pada masa itu dan sekarang disebut Gua Jepang.

Salah seorang penduduk setempat menunjukkan di samping gua itu ada bekas-bekas bangunan yang berlokasi di pinggir bukit, bangunan itu digunakan sebagai tempat pemerintahan Jepang mengadakan pertemuan dan rapat. Sekarang, ba-ngunan itu hanya menyisakan jejaknya berupa batu-batu tak berbentuk.

Di samping bangunan juga terlihat sebuah sumur yang ditutup kain putih, serta sebuah lapangan yang dulunya dimanfaatkan sebagai lokasi apel pemerintah jepang.

Menurut cerita yang dihimpun, gua jepang de-ngan meriam itu merupakan satu kesatuan. Gua jepang menjadi lokasi apel,rapat, maupun pertemuan-pertemuan lainnya. Kemudian meriam itu merupakan pusat perta-hanan mereka.

Meskipun lokasi ini masih sepi penduduk de-ngan batu-batu kecil mewarnai jalan menuju tempat itu. Namun, banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang yang tertarik untuk datang menikmati keindahan pantainya dan melihat peninggalan-peninggalan sejarah disana. (jel)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles