29.5 C
Mataram
Monday, February 26, 2024
spot_img

Terakhir

Dingin mulai menghadirkan gigil, diwaktu senja mulai berpendar jatuh pada sendunya kalam-kalam. Masih dengan seragam lusuh aku berlari mengejar waktu. Kata Ibu, aku harus kembali lebih dulu. Sepertinya ada hal yang penting sekali, sebab tak pernah aku mendengar beliau sekhawatir itu kala meneleponku.

“Nak, kau sudah kembali,” Sambutnya lega.

Di antara raut kelegaannya, aku memandangi wajah keriput itu seksama. Ada kekhawatiran di sana. Entah itu karena apa.

“Mengapa sekhawatir itu Bu?” ujarku memeluk wanita renta yang telah melahirkan aku ke dunia ini.

Dadanya kembang kempis, seperti dikejar setan. Matanya sembab dan ia sesenggukan ketika menjelaskan keadaan yang baru saja terjadi.

“Ayahmu butuh oksigen, tapi rumah sakit sudah tidak bisa memfasilitasi. Kosong katanya,” jelasnya terbata.

Aku memandang lurus ruangan di balik tubuh Ibu, seorang lelaki yang sering kusapa Ayah tengah terbaring lesu di atas brankar rumah sakit. Aku menghela nafas pelan.

“Tenang Bu, aku masih ada pegangan uang. Aku akan belikan di luar, ” paparku menenangkan kegelisahan Ibu.

Setelahnya, aku berlalu dan keluar dari rumah sakit itu. Mencoba mencari peruntungan, mencari oksigen untuk Ayah. Pun setelah tiba di tempat pengisian oksigen, aku harus mengantre bersama ratusan orang yang nasibnya sama denganku. Lama mengantre, kucoba menghubungi Ibu agar ia tak gusar menunggu.

“Halo, bagaimana keadaan Ayah, Bu?” tanyaku pelan.

Beberapa waktu kulewati menguatkan keduanya, meminta mereka sabar untuk menungguku kembali padanya. Setelah itu, kututup panggilan teleponku dengannya, karena giliranku telah tiba. Aku harus cepat.

Lama menunggu tabung oksigen diisi, sms masuk dari ibu. Apakah dia masih gusar? Kubaca cepat, ia menanyakan lokasiku. Sms lainnya datang berturut-turut. Katanya, “Nak, kembalilah. Kau tak perlu mengantre lagi. Ayahmu sudah pergi,” Tanganku bergetar, semestaku hancur.

Hari kelam, 2021

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles