Unram, MEDIA – Pelaksanaan debat calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Mataram yang dijadwalkan pada hari libur menuai kritik dari mahasiswa. Keputusan tersebut dinilai menunjukkan lemahnya perencanaan serta minimnya kepekaan terhadap partisipasi mahasiswa, hingga memunculkan anggapan bahwa belum ada kandidat yang benar-benar layak memimpin BEM FHISIP. (14/12)
Sejumlah mahasiswa FHISIP Universitas Mataram menyayangkan kebijakan panitia pelaksana yang menetapkan debat kandidat di luar hari aktif perkuliahan. Menurut mereka, momentum debat seharusnya menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menilai gagasan, visi, dan kapasitas kepemimpinan para calon, bukan justru dilaksanakan pada waktu yang berpotensi mengurangi kehadiran audiens.
“Debat itu seharusnya jadi forum utama mahasiswa untuk menguji gagasan dan menilai kelayakan calon ketua BEM. Kalau dilaksanakan di hari libur, partisipasi pasti berkurang dan kesannya hannnya formalitas saja dan tidak memikirkan partisipasi mahasiswa umum seperti kita kita ini ”ujar salah satu mahasiswa FHISIP Universitas Mataram
Mahasiswa lainnya juga menilai penjadwalan tersebut mencerminkan tidak dianggapnya mahasiswa dalam proses demokrasi kampus yang sebagai pemilih.
“Panitia seharusnya memikirkan partisipasi mahasiswa dalam pelaksanaan pesta demokrasi. Ini justru membuat mahasiswa merasa tidak dianggap dalam proses demokrasi kampus,” ungkap mahasiswa FHISIP lainnya.
Kritik senada disampaikan oleh mahasiswa FHISIP yang menilai bahwa keputusan ini berdampak pada kualitas demokrasi mahasiswa. “Kalau sejak debat saja sudah tidak berpihak pada partisipasi mahasiswa, bagaimana nanti ketika kandidat terpilih menjalankan fungsi advokasi dan representasi?” katanya.
Sementara itu, ketua Penyelenggara Pemilihan Raya Mahasiswa (KPRM) FHISIP menyampaikan bahwa penjadwalan debat pada hari libur di lakukan karna beberapa kekhawatiran dan menganggap partisipasi mahasiswa umum tidak ada bedanya pada saat hari masuk dan hari libur.
“Kita semua ini lagi uas, kita tidak mau uas ini terganggu gara gara debat ini, dan Terkait hari libur dan tidak hari libur saya rasa tidak ada bedanya cuma beda partisipasi dari mahasiswa umumnya saja, dan alhamdulillah yang menghadiri debat tadi lumayan rame dan full,” ujar Abror selaku ketua KPRM.
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sempat tidak membiarkan pelaksanaan debat pada hari libur dan sempat mempertanyakan alasan kenapa mengadakan debat pada hari libur.
“Sebenarnya kalo di bilang membiarkan tidak juga, karna pada saat saya mengetahui debatnya hari minggu saya pertanyakan alasannya apa, dan pertimbangan KPRM ini yaitu dengan alasan Ujian Akhir Semester, apalagi kandidat kandidat ini kebanyakan yang semester 5 dan banyak yang mengambil praktek sidang dan banyak yang praktek pada hari senin,” ucap Gilang, selaku ketua DPM FHISIP Unram.
(iwn)
