29.5 C
Mataram
Monday, February 26, 2024
spot_img

Iblis Dilindungi Iblis

Fulan merupakan salah satu pelaku pelecehan seksual di Fakultas Uciha, Universitas Konoha. Banyak tubuh sudah disentuhnya. Aksinya sudah banyak diketahui orang. Namun anehnya, dia tak pernah sekalipun ditegur, apalagi dihukum. Baik lembaga mahasiswa maupun birokrasi.

“Lah, gimana caranya orang itu , ya? kok bisa dia ndak dihukum?” kata Dole sembari menikmati secangkir kopinya.

“Iya. Kok bisa? Ke mana aja lembaga mahasiswa yang ada di sana. Padahal korbannya sesama mahasiswa,” sahut Hamle dengan kesal.

“Eh, asal kalian tau. Fulan selamat dan menjalankan aksinya dengan aman karena ada yang melindungi,” tegas Arman.

Pernyataan itu membuat Dole dan Hamle terkejut. Makhluk apa kira-kira yang menyembunyikan kelakukan iblis seperti itu.

“Yang pasti, hanya iblis yang menyembunyikan kelakukan iblis,” lanjut Arman sambil menghisap rokok di tangannya.

Usut punya usut, kelakukan bejat Fulan ternyata dilindungi oleh orang-orang penting di fakultas tersebut; lembaga mahasiswa dan birokrasi. Mulanya itu merupakan analisa Arman. Namun analisa Arman menjadi fakta berdasarkan penyampaian Galang, salah satu kawan Arman dari fakultas uciha.

“Sebenarnya kelakuan pelaku bukan lagi rahasia di Fakultas ini, Arman. Ndak sedikit yang sudah jadi korbannya. Tapi, entah kenapa dia dilindungi sama teman-teman di sana,” Galang bercerita.

“Kurang ajar! Lembaga mahasiswa macam apa yang begitu?!” kata Hamle memotong cerita Galang.

“Terus, sekarang gimana nasib korban dan pelaku?” tanya Dole.

“Kalau korban, jelas trauma. Kalo pelaku sih, masih begitu. Selo. Hidupnya kaya ndak punya dosa,” jawab Galang.

“Tapi, mau gimana lagi. Beberapa pelaku pelecehan seksual yang kemarin belum jelas. Belum ada kepastian. Masih ngambang.”

Mereka berempat sepakat, besok akan menuju ke Fakultas Uciha untuk melihat langsung wajah pelaku.

**

Keesokan harinya, mereka mendatangi Fakultas Uciha. Di sana, mereka diberi tahu Galang wajah pelaku. “Cuih!! Ndak rupanya bersalah orang tu,” kata Dole sembari meludah.

“Kok bisa lembaga birokrasi pelihara makhluk begitu. Apalagi lembaga mahasiswa ni eee. Kalau bahas politik, kepentingan jabatan kalah-kalah pilitisi. Tapi yang begini diem kaya patung,” kata Hamle.

“Yah.. Namanya Iblis. Iblis dilindungi Iblis.”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles