25 C
Mataram
Thursday, June 13, 2024
spot_img

Mahasiswa KKN Tematik Unram Gelar Sosialisasi Guna Meningkatkan Kesadaran Akan Potensi Wisata dan Pentingnya Pengelolaan Sampah

Lombok Timur, MEDIA – Mahasiswa KKN Tematik Unram menggelar sosialisasi, dengan Tema “Sadar Potensi Wisata dan Pengelolaan Sampah di Desa Jurit Baru”. Sosialisasi tersebut menghadirkan Dinas Pariwisata Lombok Timur, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kelestarian (LHK), serta dihadiri Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pemuda Desa Jurit Baru (20/01).

Masyarakat Desa Jurit Baru masih awam mengenai desa wisata, bahkan beberapa generasi tua menolak untuk dibukanya destinasi wisata di Desa Jurit Baru karena takut timbul dampak negatif pariwisata seperti budaya asing. Kesadaran generasi muda dengan potensi wisata dan pengelolaan sampah juga masih rendah, hanya sedikit dari mereka yang antusias terhadap pengembangan desa wisata.

Hal tersebut menjadi alasan mahasiswa KKN Tematik Unram menyelenggarakan sosialisasi sadar potensi wisata dan pengelolaan sampah. Target utama dari sosialisasi ini adalah kesadaran masyarakat serta pemuda terhadap potensi-potensi wisata di desa dan perlunya pengelolaan sampah.

Dalam penyampaiannya, Dinas Pariwisata menyatakan bahwa sebagai salah satu dari 91 desa wisata di Lombok Timur, Desa wisata Jurit Baru memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan.

“Desa Jurit Baru tidak hanya memiliki potensi wisata visual, melainkan juga banyak potensi wisata audio-visual seperti gemerisik air terjun, hembusan angin, pertunjukkan gendang belek, dan lain-lain,” lanjut Widayat, Sekertaris Dinas Pariwisata Lombok Timur.

Hal yang sama diungkapkan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Faisal selaku pembicara, mengungkapkan ada banyak potensi-potensi wisata yang ada di desa Jurit Baru yaitu, gunung Kukus, air terjun, terasering persawahan, dan lain-lain.

“Desa Jurit Baru juga memiliki potensi wisata budaya seperti rumah adat, gendang belek, dan gasing tradisional. Serta potensi agrowisata perkebunan nanas dan pengolahan aren (air manis). Bila dikelola dan dikembangkan Desa Jurit Baru dapat menjadi desa wisata yang sukses,” tambahnya.

Dalam sosialisasi ini juga membahas mengenai pengelolaan sampah. Salah satu permasalahan Desa Jurit Baru adalah pengelolaan sampah, tidak ada tempat pembuangan akhir dan mengakibatkan sampah numpuk di beberapa titik.

Hal inilah yang menginisiasi mahasiswa KKN Tematik Unram untuk mengundang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kelestarian (LHK) untuk mengedukasi masyarakat cara pengelolaan sampah organik dan non organik. Pihak LHK menyampaikan bahwa sampah-sampah organik seperti sampah dapur atau kotoran ternak, dapat diubah menjadi pupuk dan gas. Sedangkan sampah non organik seperti plastik dapat diolah sebagai bahan campuran paving blok. (EYS/ADV)

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles