25 C
Mataram
Thursday, June 13, 2024
spot_img

Peduli Masalah Sampah, Mahasiswa UNRAM Gagas LERI Berbahan Styrofoam Bekas

Media Unram – Melalui Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan, tiga orang mahasiswa Universitas Mataram (Unram) menggagas Lampu Estetik Romantis (LERI) sebagai salah satu cara untuk menekan jumlah sampah tak terurai styrofoam menjadi produk estetik yang indah dan cantik.

Ketua PKM, Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta mengatakan, styrofoam merupakan bahan yang tidak dapat didaur ulang dan tidak dapat membusuk.

Oleh karena itu, dia dengan kedua temannya, Nida Atun Nisa dan Dony Firmansyah, mengolah limbah styrofoam menjadi produk yang bermanfaat.

“Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan styrofoam sebagai lampu estetik,” katanya ke Media Unram, Senin (28/9).

Ni Putu Virgi Eka Ayu Rasta. (MD/Ist)

Kemudian, lanjut Virgi, lampu estetik ini bisa menjadi alternatif ketika mati lampu. Karena bahan bakarnya terbuat dari minyak goreng. Sumbu yang digunakan, mirip orang pada zaman dulu, sebelum adanya lampu listrik.

“Lampu ini memiliki keunggulan, karena hemat listrik, harganya terjangkau, tahan lama dan memiliki rancang bangun yang indah,” lanjut mahasiswa semester lima, jurusan pendidikan matematika ini.

Rencananya, mereka akan memasarkan lampu estetik ini sebagai lampu hias diberbagai wilayah pariwisata. Seperti kawasan Kuta Mandalika.

Sementara itu, Nida menjelaskan, ini juga sebagai usaha untuk merealisasikan program pemerintah terkait jumlah sampah tak terurai.

“Karena produk ini akan membantu mengurangi sampah tak terurai, yang tentu akan berdampak sangat baik terhadap lingkungan,” katanya.

Nida Atun Nisa (kiri),Dony Firmansyah (kanan). (MD/ist)

Kemudian, lanjutnya, styrofoam juga termasuk salah satu bahan limbah berbahaya. Banyak digunakan sebagai bahan market bangunan, dekorasi dan wadah makanan. Sehingga jumlahnya sangat banyak.

Menurutnya, hingga saat ini, penanganan limbah styrofoam dilakukan dengan penggunaan kembali tanpa modifikasi, pembakaran, dan ditimbun dalam tanah.

“Cara-cara tersebut merupakan metode konvensional yang tidak ramah lingkungan,” ungkapnya.

Sampah merupakan masalah terbesar saat ini di belahan dunia manapun. Pada tahun 2010 terhitung ada 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan dari seluruh dunia.

Ada 3,22 juta ton sampah plastik yang dihasilkan oleh pesisir Indonesia tiap tahunnya. Dari berbagai jenis sampah yang saat ini menjadi perhatian terbesar adalah sampah styrofoam.

Virgi berharap, melalui PKM-K dapat menumbuhkan semangat kewirausahaa dikalangan mahasiswa.

“Karena semangat kewirausahaan ini dapat membuat kita ingin terus berinovasi dan berkreativitas untuk melihat permasalahan lingkungan sekitar serta mencari solusi dari permasalahan tersebut,” tutupnya. (Lnf)

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles