29.5 C
Mataram
Monday, February 26, 2024
spot_img

Sosialisasi Budikdumber dan Inovasi Pupuk Organik Untuk Ketahanan Pangan di Desa Menggala

Lombok Utara, MEDIA – Persoalan pandemi yang masih dirasakan oleh hampir seluruh Negara tak terkecuali Indonesia menyebabkan terganggunya kegiatan perekonomian. Salah satu dampak hadirnya Covid-19 yaitu  ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat selama pandemi. Baru-baru ini menteri pertanian memperkenalkan program GKP yaitu  Gerakan Ketahanan Pangan merupakan sebuah program untuk mengatasi masalah pangan selama covid-19. Di tengah ancaman virus ini program tersebut harus didukung oleh semua pihak.

Desa Menggala merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara. Desa menggala mendukung program GKP tersebut. Sebagai langkah nyata, hampir disetiap dusun desa Menggala terdapat kelompok wanita tani (KWT) yang dibentuk oleh pemerintah dalam melakukan percepatan tanam untuk mendukung ketahanan pangan secara nasional.

Tahun ini team KKN-T UNRAM desa Menggala 2021/2022 yang  memfokuskan programnya pada Rumah Pangan Lestari (RPL) mengadakan sosialisasi tentang BUDIKDAMBER dan melakukan pelatihan cara pembuatan pupuk organik.

Budikdamber merupakan singkatan dari budidaya ikan dan tanaman dalam ember, Sebuah teknik budidaya ikan ramah lingkungan yang memadukan antara budidaya ikan dan sayuran dengan menggunakan sarana ember sebagai wadah budidaya serta memanfaatkan air dan tanah untuk tumbuh kembang tanaman sayuran.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk yang digelar pada hari Rabu 2 Februari 2022 mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari sekretaris desa dan masyarakat desa Menggala.

”Program-program atau kegiatan yang dilakukan oleh Adik-adik KKN sangat bagus dan berhubungan dengan program yang sudah ada di desa Menggala”, tutur sekretaris desa, Rabu (02/02/2022)

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut warga desa Menggala, khususnya ibu-ibu KWT disajikan sejumlah materi  mengenai tata cara menanam sayur dan sekaligus bisa berternak ikan dalam ember. Teknik budikdamber ini  terkenal mudah, murah, serta tidak memakan banyak tempat/lahan untuk melakukannya.

Kegiatan budikdamber sangat cocok dilakukan oleh semua lapisan masyarakat khususnya bagi masyarakat yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangannya selama pandemi Covid-19. Selain sebagai inovasi ketahanan pangan, budikdamber juga dapat menjadi solusi dalam hal ekonomi, karena hasil dari budidaya ikan dan sayuran bisa dijadikan peluang usaha baru.

Jenis ikan yang biasa digunakan dalam pembuatan budikdamber biasanya menggunakan ikan lele tetapi dilansir dari Kompas.com jenis ikan yang cocok diternakkan dengan budikdamber yaitu ikan patin, ikan sepat, ikan gabus, dan ikan gurame. Sedangkan jenis tanaman yang bisa ditanaman sayur yang bisa dibudidayakan diantaranya kangkung, bayam, selada, pakcoy dan lain-lain.

Pembuatan budikdamber dinilai cukup mudah karena hanya memerlukan alat dan bahan seperti ember 80 Liter, gelas plastik,benih ikan, benih tanaman dan tanah sebagai media tanam. Benih ikan dapat dipanen dalam kurun waktu sekitar 3 bulan masa pemeliharaan dan tanaman sayuran dapat dipanen 4-5 minggu masa pemeliharaan.

Selain memperkenalkan budikdamber, dalam sosialisasi tersebut mahasiswa KKN-T UNRAM  juga mengedukasi masyarakat tentang pembuatan pupuk organik untuk menunjang salah satu kebutuhan dalam melakukan pertanian dan agar petani mampu memanfaatkan kotoran ternak yang ada disekitar untuk digunakan sebagai pupuk organik sehingga dapat meminimalisir biaya dalam bertani. Pupuk organik juga berperan penting dalam merawat dan menjaga tingkat kesuburan tanah. Penggunaan pupuk organik  secara terus menerus akan menjaga keseimbangan hara, dan sangat berdampak positif terhadap kesehatan tanah dan lingkungan.

Pada acara sosialisasi tersebut proses pembuatan pupuk organik langsung dipraktekan oleh pemateri dan dibantu oleh rekan-rekan KKN  sehingga peserta sosialisasi dapat menyaksikan secara langsung proses pembuatan pupuk organik.

Akhir acara sosialisasi, mahasiswa KKN-T UNRAM membagikan 5 jenis bibit sayuran yang terdiri dari 13 bungkus bibit cabai,  13  bungkus bibit sayur caisim, 13 bungkus bibit seledri, 13  bungkus bibit tomat, dan 13 bungkus bibit terong dibagikan secara merata kepada peserta yang turut hadir dalam acara sosialisasi.

Dengan dilaksanakan sosialisasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat desa Menggala dalam melakukan kegiatan pertanian dan budikdamber  dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi yang ingin melakukan usaha dengan mendapatkan hasil panen dengan cara yang efisien.

Media
Mediahttps://mediaunram.com
MEDIA merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Mataram yang bergerak di bidang jurnalistik dan penalaran.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

20,000FansLike
1,930FollowersFollow
35,000FollowersFollow

Latest Articles