30.5 C
Mataram
Tuesday, May 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 16

KKN PMD Unram Sukses Melaksanakan Kegiatan Seminar Pengembangan Desa Wisata Melalui Sosialisasi Paket Wisata Desa Kembang kuning

0

Lotim, MEDIA—Mahasiswa Kuliah kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram), adakan sosialisasi Paket wisata untuk mengembangkan Desa wisata di Desa Kembang Kuning, Kecamatan sikur, Lombok Timur, NTB.

Kegiatan sosialisasi paket wisata ini merupakan program utama dari kelompok KKN PMD Unram dalam meningkatkan potensi wisata di Desa Kembang Kuning.

Dalam sosialisasi ini KKN PMD Unram menghadirkan Rahman SE.M.Par. Dosen D3 Parawisata Universitas Mataram sebagai pemateri dalam sosialisasi pengembangan desa wisata.

Dalam sosialisasi yang dilakukan pemateri juga memberikan pemahaman bagaimana cara penghitungan pembuatan paket wisata, dengan tujuan supaya nanti para pelaku wisata ketika mebuat paket wisata bisa membuatnya dengan terperinci.

Sepertinya yang diketahui desa Kembang Kuning memeliki banyak objek wisata yang bisa di tawarkan seperti Air terjun Sarang Walet, Peroses pembuatan minyak kelapa, pengolahan Kopi.

Kepala Desa Kembang Kuning H.L sujian S.H sangat antusias dan mendukung kegiatan sosialisasi ini.

“Sosialisasi seperti ini sangat bagus untuk mendukung para pelaku wisata di desa kami, saya sangat mengapresiasi program dari KKN Unram” Ucapnya.

Menurut ketua KKN PMD Desa Kembang Kuning Ahnaf Kafi Rahman kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung wisata yang ada di Desa Kembang Kuning.

“Kegiatan ini kami adakan untuk membantu pengembangan desa wisata dan sebagai bentuk melaksanakan program kerja utama tentang pengembangan desa wisata.” Ungkapnya

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis 23 Januari 2025, Sebagai bentuk mendukung pengembangan wisata yang ada di Desa Kembang Kuning, dengan mengundang pelaku wisata, tokoh masyarakat dan jajaran pemerintah Desa Kembang Kuning.(albn/adventorial).

KKN PMD Unram Adakan Penebaran Bibit Ikan dan Penanaman Pohon di Desa Jelantik

0

Loteng, MEDIA-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Unram mengadakan penebaran bibit ikan dan penanaman bibit Pohon di Telaga Ijo Desa Jelantik Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah pada(18/01).  

Adapun kegiatan penebaran bibit ikan dan penanaman bibit pohon melibatkan  partisipasi dari sekretaris desa jelantik, 15 kadus, perwakilan BWS, kepala BKD dan P2M selaku perwakilan dari pemuda pemudi jelantik. Sebanyak 5ribu bibit ikan dan 100 pohon berhasil disebar dan ditanam di Telaga Ijo.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga ekosistem lautan (Life Below Water) dan menjaga ekosistem daratan (Life of Land). Penebaran bibit ikan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan populasi ikan, tetapi juga sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem air tawar dan mendukung mata pencaharian masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan. Sementara itu, penanaman bibit pohon memiliki multifungsi.

Kegiatan ini sejalan dengan tujuan dari pembangunan berkelanjutan (SDGs) nomor 14 dan 15. SDGs nomor 14 atau Life Below Water menekankan  pentingnya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut dan samudra.  Sedangkan SDGs nomor 15 Life Of Land berfokus pada perlindungan dan pemulihan ekosistem daratan.

Ali Imran selaku Sekretaris desa Jelantik mengatakan Program KKN Unram kali ini sudah mewakili kami sebagai pemerintah desa guna menghidupkan kembali desa wisata. Pemerintah desa berterimakasih kepada adik-adik KKN yang bisa memahami kebutuhan masyrakat desa.

“Adik-adik sudah pandai dalam memetakkan  dan memecahkan permasalahan di desa. Harapan kami dengan adanya penebaran bibit ikan dan penanaman bibit pohon menjadi tonggak awal dalam bangkitnya Telaga Ijo sebagai icon dari Desa Jelantik. Selain itu, kami sangat berharap program yang dijalani berhasil dimanfaatkan oleh masyaraka,” Katanya.

Terlepas dari itu Alimudin selaku perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BWS) Kabupaten Lombok Tengah mengatakan bahwa Antusiasme dari warga terlihat jelas, program ini sangat di apresiasi oleh banyak pihak dan kegiatan ini akan memberikan banyak manfaat bagi warga desa.

“program ini sangat bagus. Kepala UPB berterimakasih kepada anak-anak KKN karna bisa memberikan manfaat kedepannya bagi masyarakat Desa Jelantik khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar Telaga Ijo,” Katanya.

Dalam kegiatan ini Arya Selaku ketua KKN Desa Jelantik memberikan tanggapan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung lingkungan masyarakat.

“kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung lingkungan masyarakat,” Katanya.

Dengan semangat yang ditanamkan oleh KKN PMD Unram, diharapkan kegiatan ini menjadi awal dari program keberlanjutan pelestarian lingkungan di Desa Jelantik dan memiliki dampak yang positif terhadap warga desa. (Advertorial)

KKN PMD Unram adakan sosialisasi Sadar Wisata Berbasis “Digital Marketing” di Desa Obel-obel

0

Lotim, MEDIA— Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) adakan Sosialisasi Sadar Wisata Berbasis Digital Marketing di Desa Obel-obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, NTB.

Untuk mewujudkan wisata yang berkelanjutan diperlukan peran aktif pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Selain itu, harus diterapkan juga sapta pesona sebagai kampanye dan slogan untuk mendongkrak industri pariwisata Indonesia. Adapun unsur-unsur sapta pesona meliputi aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan. Penerapan sapta pesona melibatkan peran dari masyarakat terutama dari pihak pengelola wisata seperti pokdarwis dan pemuda karang taruna.

Dalam kegiatan ini mahasiswa KKN PMD Unram bertindak sebagai pemateri dalam memberikan sosialisasi Sadar Wisata Berbasis Digital Marketing.

Menurut M. Sayyid Rahmatullah Ramadhan selaku Ketua Kelompok KKN Desa Obel-obel bahwa desa Obel-Obel memiliki potensi wisata yang luar biasa, tinggal dikembangkan bagaimana menyebabkan informasi tentang wisata tersebut.

“sebenarnya di desa obel-obel ini banyak sekali potensi wisata, seperti Danau Gumbang Ganang dan Pantai Aik Seran. Namun, pengunjung wisata lebih banyak berasal dari penduduk setempat dan daerah sekitar. Mungkin hal ini dikarenakan minimnya informasi mengenai wisata di Desa Obel-obel. Oleh karena itu kami merasa sosialisasi ini perlu dilakukan”. Ucapnya.

Dalam sesi diskusi, salah satu partisipan yaitu Mawardi selaku Kepala Dusun Obel-obel menekankan bahwa pengembangan wisata tidak boleh sampai melunturkan adat istiadat dan budaya setempat.

” Perlu diketahui bahwa adat istiadat dan budaya di Desa Obel-obel masih sangat kental sehingga perlu dijaga dan dilestarikan dan dalam mempromosikan wisata harus menyertakan kearifan lokal Desa Obel-obel.” Ucapnya

Hal ini juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya pada aspek pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi ini, masyarakat berharap mahasiswa KKN dapat membantu mempromosikan wisata yang ada di Desa Obel-obel, serta mengusahakan semua informasi tersampaikan dengan jelas dan lengkap sehingga jangkauannya menjadi lebih luas.

Kegiatan berlangsung pada tanggal 14 Januari 2024, Kelompok KKN Unram menyampaikan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan serta meningkatkan partisipasi mereka. Kegiatan ini berlangsung di aula kantor desa Obel-obel dan dihadiri oleh staf desa, POKDARWIS, karang taruna dan tokoh masyarakat.(albn/adventorial)

KKN PMD Universitas Mataram Adakan Sosialisasi dan Pelatihan PMT di Desa Jerowaru

0

Lotim, MEDIA—Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pemberian Makanan Tambah (PMT), di Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB.

Kegiatan ini secara langsung mendukung dua tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs): SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pemanfaatan bahan lokal seperti kelor dan tempe membantu meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, sekaligus memastikan anak-anak menerima asupan nutrisi yang cukup. Pelatihan PMT dan sosialisasi pencegahan stunting juga mendukung kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas layanan kesehatan masyarakat.

Mahasiswa KKN Unram disini sebagai pemateri dan memberikan penjelasan tentang peran PMT dalam memenuhi kebutuhan gizi anak guna mencegah stunting.

Setelah Mahasiswa KKN Unram Memaparkan Mataram selajutnya mereka memberikan pelatih dalam membuat PMT. Dalam pelatih ini menggunakan bahan utama daun kelor dan telur yang di olah menjadi menu sehat yang menarik dan mudah dibuat, yaitu Nugget Tempe-Kelor dan Puding Daun Kelor.

Ibu Jannah yang merupakan salah satu kader posyandu mengapresiasi program yang dilakukan oleh KKN PMD Unram yang memberikan ide baru dalam mengolah bahan makanan yang keliatan biasa-biasa saja.

“Dari Pelatihan PMT ini kami mendapatkan tambahan ilmu terkait cara pengolahan nugget yang bahannya murah dan mudah didapatkan. Nantinya olahan mejadi kesukaan anak-anak” Ucapnya.

Wildan Jauhari, Sekertaris Desa Jerowaru memberikan apresiasi terhadap program yang di adakan oleh mahasiswa KKN Unram dalam mengolah makanan bergizi.

“Kami sangat mendukung program mahasiswa KKN yang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang. Masyarakat juga diberikan ilmu untuk memanfaatkan potensi pangan lokal” Ucapnya.

M. Rifqi Adilfays, Ketua KKN PMD Unram menyatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk membantu masyarakat dalam pemenuhan gizi dengan bahan yang mudah didapatkan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang untuk anak-anak.” Ucapnya

Kelompok KKN PMD Unram berharap Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di rumah masing-masing serta mendukung kegiatan Posyandu di desa.

Acara ini berlangsung pada Senin, 30 Desember 2024, di aula kantor desa, dihadiri oleh ibu-ibu kader Posyandu setempat dan dimulai pukul 09.00 WITA. (albn/adventorial)

Program Rehabilitasi Lahan Kritis: Mahasiswa KKN PMD UNRAM Desa Dara Kunci Tanam 1.000 Bibit Pohon

0

Artikel Oleh : Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Dara Kunci 2024-2025.

Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, menjadi lokasi pelaksanaan program tambahan Mahasiswa KKN PMD UNRAM 2024-2025 berupa rehabilitasi lahan kritis. Dalam kegiatan ini, sebanyak 1.000 bibit pohon yang terdiri dari mangga, nangka, petai cina, dan rajumas ditanam di area strategis desa. Program ini bertujuan melestarikan lingkungan sekaligus mendukung peningkatan perekonomian desa melalui hasil kebun di masa depan.

Kegiatan penanaman bibit pohon ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Dara Kunci, Bapak Suprianto, yang mewakili Kepala Desa, Kepala Resort Wilayah Sambelia, para kepala dusun, tokoh masyarakat, serta siswa SDN 1 Dara Kunci yang turut memeriahkan acara.

Dalam sambutannya, Bapak Suprianto menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN atas inisiatif tersebut. “Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa KKN dalam program rehabilitasi ini. Penanaman pohon tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Dara Kunci, baik secara ekologis maupun ekonomis,” ungkapnya.

Ketua KKN PMD Desa Dara Kunci, Khozinul Asror, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atas kontribusi berupa bibit pohon yang mendukung keberhasilan program ini. “Partisipasi BPD sangat berarti dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga pohon-pohon yang ditanam hari ini menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih hijau dan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ujarnya.

Kepala Resort Wilayah Sambelia, Bapak Haeruman, juga menyampaikan pentingnya pohon bagi kehidupan. “Menanam pohon adalah langkah nyata untuk menjaga keseimbangan alam dan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Pohon tidak hanya memberikan manfaat lingkungan seperti penyediaan udara bersih dan penyerapan karbon, tetapi juga berperan penting dalam mendukung kehidupan manusia secara keseluruhan,” jelasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:

SDGs 2: Mengakhiri Kelaparan

Penanaman bibit pohon buah diharapkan mendukung keberlanjutan pangan dengan menyediakan sumber makanan yang bernutrisi bagi masyarakat di masa mendatang, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan produk berbasis hasil kebun.

SDGs 13: Aksi Menghadapi Perubahan Iklim

Penanaman pohon berkontribusi pada mitigasi dampak perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida dan mengurangi emisi gas rumah kaca, sehingga membantu menjaga keseimbangan iklim global.

SDGs 15: Melindungi Ekosistem Darat

Program ini mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan merehabilitasi lahan kritis, menjaga keanekaragaman hayati, dan mencegah degradasi lahan melalui penghijauan yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif masyarakat, terutama para siswa SDN 1 Dara Kunci, menjadi salah satu sorotan utama dalam kegiatan penanaman bibit pohon ini. Dengan antusias, para siswa turut membantu proses penanaman, sebuah langkah yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta menanamkan rasa cinta terhadap alam.

Kegiatan rehabilitasi lahan kritis ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi Desa Dara Kunci. Selain menjaga keberlanjutan ekosistem yang sehat, program ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui hasil panen pohon buah di masa mendatang. Kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, perangkat desa, hingga siswa sekolah, menjadi kunci utama keberhasilan program ini sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan lestari. (adventorial)

KKN PMD Unram adakan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Generasi Bebas “Stunting” di SMK 1 Tanjung

0

Lotara, MEDIA—Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram), adakan sosialisasi pencegahan Pernikahan Dini dan Generasi Bebas Stunting di SMK 1 Tanjung, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, NTB.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh KKN PMD Unram berkolaborasi dengan Lembaga Perlindungan Anak ( LPA), sebagai pemateri dalam kegiatan sosialisasi ini. Dalam sosialisasi ini menghadirkan Wulan Astiningrum S.H dan Nurhayati dari (LPA).

Dalam pemaparan pemateri menyampaikan bahwa memperingati untuk para siswa bawah pernikahan dini itu tidak baik dan melanggar undangan.


” Pernikahan Dini adalah pernikahan yang dilakukan dibawah 19 tahun dan melanggar Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 tetangga perkawinan menyatakan perkawinan hanya di izinkan jika pria dan wanita berumur 19 tahun.” Ucapnya

Sabri M.Pd. Kepala sekolah mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan oleh kelompok KKN PMD Unram untuk melawan pernikahan dini dan stunting.


” Terimakasih kepada para Mahasiswa dan Pendamping dari Lembaga Perlindungan Anak Lombok Utara, karena peduli pada Pencegahan Pernikahan Dini yang mana Program ini adalah sebuah Gerakan dalam rangka Nol Pernikahan Dini.” Ucapannya

seftian Nurafiat, Ketua KKN Desa sokong, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahaya pernikahan dini dan bahaya stunting.


“kegiatan sosialisasi pernikahan dini dan stunting yang telah dilaksanakan ini diharapkan memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran siswa siswi SMKN 1 Tanjung akan bahaya pernikahan anak, sebab kasus pernikahan anak di Lombok terutama di kabupaten lombok utara masih tergolong tinggi.” Ungkapnya.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2025, yang dihadiri oleh 85 siswa-siswi dari SMKN 1 Tanjung. (albn/adventorial)

KKN PMD Unram Adakan Sosialisasi Pencegahan “Stunting” dan Tingkatkan Kesadaran Gizi Masyarakat di Desa Aik Darek

0

Loteng, MEDIA— Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) Desa Aik Darek dengan apt. Candra Eka Puspitasari, S. Farm., M.Sc, adakan sosialisasi pencegahan Stunting dan tingkatkan kesadaran gizi masyarakat di Desa Aik Darek, kecamatan Batu Kliang, Lombok Tengah, NTB.

Sosialisasi ini menghadirkan pembicara ahli gizi, Julia Zaskia, yang memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Dalam kegiatan ini, pembicara memaparkan berbagai faktor utama penyebab stunting, seperti kurangnya asupan gizi seimbang, rendahnya kesadaran akan pentingnya konsumsi tablet penambah darah, dan minimnya pengetahuan tentang makanan bergizi.

Julia Zaskia, selaku ahli gizi, menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa remaja melalui edukasi dan kebiasaan pola makan sehat.

“Edukasi mengenai konsumsi tablet penambah darah sangat penting. Tablet ini sebaiknya dikonsumsi satu tablet per minggu bagi remaja putri yang tidak sedang menstruasi, dan satu tablet per hari selama masa menstruasi. Untuk mengurangi risiko efek samping seperti konstipasi, konsumsi tablet ini harus diimbangi dengan asupan serat yang cukup,” jelasnya.

Setelah penyampaian materi, menumbuhkan banyak pertanyaan dari para peserta sosialisasi, mulai dari pengalaman mereka selama masa kehamilan sampai mitos atau pantangan yang beredar di masyarakat.

“Saya diberi tahu oleh mertua untuk tidak mengonsumsi udang, karena katanya dapat menyebabkan komplikasi saat melahirkan, seperti bayi sulit keluar saat proses persalinan,” ujar salah satu ibu hamil.

Ketua KKN Desa Aik Darek, Wahyu Maulana Risckye, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.


“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat untuk mencegah stunting. Kami juga akan terus mendampingi masyarakat dalam program-program kesehatan lainnya selama masa pengabdian kami,” ujarnya.

Kegiatan ini di adakan pada 10 Januari 2025, di Posyandu Desa Sengkol 1. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi, sekaligus pengingat kebersamaan dalam upaya melawan stunting. Mahasiswa KKN berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat Desa Aik Darek, khususnya dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan. (albn/adventorial)

KKN PMD Unram Adakan Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Pembuatan Bata Ramah Lingkungan SD di Desa Pemepek

0


Loteng, MEDIA—Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram), adakan Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Pembuatan Bata Ramah Lingkungan SD di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, NTB.

Dalam kegiatan ini, Kelompok KKN PMD Unram langsung ke lokasi dan memberikan pelatihan langsung. Siswa diajarkan semua langkah pembuatan ecobrick, dari mengisi botol plastik dengan bahan limbah hingga memastikan kepadatan ecobrick sehingga dapat digunakan secara efektif. Melalui pendekatan interaktif kami, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga dapat mempraktikkannya langsung di bawah bimbingan tim kami.

para guru dan siswa sangat antusias dalam kegiatan pembelajaran sosialisasi pemilahan sampah dan pembuatan bata ramah lingkungan yang diprogramkan. Beberapa sekolah telah berkomitmen untuk memasukkan program ini ke dalam kegiatan sehari-hari mereka untuk mendukung kegiatan lingkungan.

Magistra Sayyidina A.K. Ketua kelompok KKN PMD Unram menyampaikan Tujuan dari program ini untuk memberikan edukasi kepada siswa sejak dini.

” Tujuan kegiatan kami adalah untuk mengajarkan siswa sekolah dasar sejak dini tentang pentingnya memisahkan sampah organik, anorganik, residu dan B3. Selain itu, kami akan memperkenalkan konsep Ecobricks, cara kreatif dan sederhana untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan yang dapat digunakan kembali sebagai bahan bangunan ramah lingkungan.”

Dari pihak sekolah sekolah sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh kelompok KKN PMD Unram, Kepala sekolah SDN 1 Pemepek sampai.meminta untuk KKN PMD Unram Untuk mengajar disana.

“Kegiatan dari KKN PMD Unram Desa Pemepek ini sangat luar biasa dan sangat bermanfaat untuk siswa kami, saya harap dari adek-adek KKN bisa mengajar di SD sini selama masa KKN” Ujarnya.

Kelompok KKN PMD Unram berharap program ini menjadi langkah awal yang baik dalam meningkatkan kesadaran lingkungan generasi muda. Dengan memulai dari hal kecil, seperti memilah sampah dan memproduksi batu bata ramah lingkungan, kita dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk masa depan.

Kegiatan ini dilaksanakan dari 3 Januari – 11 Januari 2025, di sembilan sekolah SD/MI yang diantaranya Sekolah, SDN Pemepek Barat, SDN Pemepek, SDN Sedau Timur, SDN Rarung, SDN Cerorong, SDN Repukpidadengan , SD IT Nurul Jihat Taman Baru , MI Jeruk Manis, MI Baiturrahman Pemepek Ketiri.(albn/adventorial)

Kolaborasi Mahasiswa KKN PMD Unram dan Kelompok Tani Desa Mareje Menanam Bibit Pohon Kelapa Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

0

Artikel oleh : Mahasiswa KKN PMD 2024-2025 Universitas Mataram Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat

Pada Kamis, 2 Januari 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram berkolaborasi dengan kelompok tani Desa Mareje dalam kegiatan penanaman 500 bibit pohon kelapa. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga mendukung beberapa tujuan dalam agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs). Kegiatan ini menunjukkan komitmen mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Melalui aksi nyata ini, mahasiswa KKN PMD Unram dan kelompok tani Desa Mareje tidak hanya berkontribusi pada lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pemilihan pohon kelapa sebagai objek program penanaman disebabkan oleh kelapa merupakan tanaman serbaguna yang hasilnya dapat dimanfaatkan secara langsung sebagai sumber makanan dan bahan baku untuk berbagai produk pangan. Pohon kelapa sering disebut sebagai “pohon kehidupan” karena memiliki banyak manfaat hampir seluruh bagiannya. Dalam pada itu, secara tegas, penanaman pohon kelapa sangat selaras dan relevan dengan beberapa poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai berikut.

SDG-1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty)

Program Penanaman bibit pohon kelapa dapat meningkatkan ekonomi masyarakat melalui hasil panen yang dapat dijual, seperti buah kelapa, minyak kelapa, dan produk turunannya. Hal ini membantu menambah pendapatan petani dan mendukung keberlanjutan ekonomi di Desa Mareje.

SDG-2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)

Kelapa sebagai sumber pangan dan bahan olahan mendukung ketahanan pangan masyarakat. Hasil dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari atau dipasarkan sebagai bahan makanan.

SDG-8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth)

Program penanaman bibit pohon kelapa memberikan kontribusi dengan menciptakan peluang kerja yang layak, meningkatkan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan mendukung keberlanjutan usaha. Kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.

SDG-13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action)

Program penanaman bibit pohon kelapa membantu menyerap karbon dioksida dan mengurangi dampak perubahan iklim. Reboisasi juga berkontribusi pada konservasi ekosistem dan mitigasi risiko bencana lingkungan.

SDG-15: Kehidupan di Darat (Life on Land)

Program penanaman bibit pohon kelapa membantu melestarikan ekosistem darat dan mengurangi erosi tanah karena pohon kelapa memiliki karakteristik alami yang mendukung kestabilan tanah dan lingkungan yang berfungsi memperkuat struktur tanah dengan menahan butiran tanah agar tidak mudah terlepas akibat aliran air atau angin serta menyerap air sehingga mengurangi aliran permukaan yang dapat membawa tanah tererosi.

Heru Firmansyah, Ketua KKN PMD Universitas Mataram Desa Mareje, dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. KKN PMD Unram berharap kegiatan ini dapat membantu kelompok tani dalam meningkatkan produktivitas lahan, menciptakan peluang usaha baru, serta memberikan manfaat ekonomi jangka panjang melalui hasil panen kelapa yang berkelanjutan. Selain itu, penanaman bibit pohon kelapa ini juga akan memperindah lingkungan desa ke depannya. Hal ini akan sangat mendukung potensi wisata Desa Mareje yang sedang difokuskan oleh pihak desa sebagai daya tarik Desa Mareje.

Secara teknis, bibit pohon kelapa yang ditanam adalah bibit dengan buah kelapa besar, berbentuk bulat, dan matang sempurna (berumur 11 s.d. 12 bulan).  Tanda bibit yang siap tanam adalah bibit dengan kecambah berukuran 20 s.d. 30 cm yang tumbuh dari buah kelapa.

Tahapan dalam penanaman bibit kelapa adalah dengan (1) menggali tanah sedalam 15 s.d. 20 cm sebagai tempat penanaman, (2) mengisi lubang yang sudah dibuat dengan campuran tanah dan pupuk organik atau kompos, (3) meletakkan bibit kelapa di tengah lubang dengan posisi kecambah menghadap ke atas, (4) menutup kembali dengan tanah hingga pangkal bibit dengan tidak menutup seluruh bagian kecambah, dan (5) menyiram tanah untuk menjaga kelembapan agar bibit dapat tumbuh dengan baik. Bibit kelapa yang ditanam diberikan jarak sejauh 5 meter antar pohon untuk memastikan setiap pohon memiliki ruang yang cukup bagi akarnya berkembang dan tajuknya tumbuh lebat tanpa saling bersinggungan sehingga tidak mengganggu pertumbuhan satu sama lain.

Para anggota kelompok tani dengan penuh semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada kelompok KKN PMD Unram. Mereka menjelaskan secara rinci tentang manfaat jangka panjang dari penanaman pohon kelapa, baik untuk keberlanjutan lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa depan. Di samping itu, penanaman bibit pohon kelapa ini dilakukan karena terinspirasi dari salah satu tokoh masyarakat yang berhasil menjadi produsen kelapa yang setiap panennya mencapai hingga 5000 buah. Oleh karena itu, hasil tersebut dapat menguntungkan para masyarakat untuk dijadikan tunjangan masa tua karena dalam pertumbuhannya pohon kelapa tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus.

Program kerja ini diharapkan menjadi inspirasi untuk masyarakat setempat ataupun semua orang sebagai peluang ekonomi dan sebagai mata pencaharian tambahan. Selain itu, kesadaran akan kondisi lingkungan sekitar untuk memanfaatkan lahan yang ada supaya lebih bernilai dan investasi masa tua juga terwujud.(adventorial)

KKN PMD Unram Kolaborasi dengan Karang Taruna dan P2M Mentokok Tanam Ratusan Bibit Pohon di Telaga Ijo Desa Jelantik

0

Loteng, MEDIA– Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) Kolaborasi dengan Karang Taruna Mentotok dan Pemuda Pemudi Mentokok (P2M) tanam ratusan bibit pohon di Telaga Ijo, Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, NTB.

Dengan adanya kegiatan Kolaborasi semacam ini diharapkan mampu menjadi simbol kuatnya gotong royong dan diharapkan tidak hanya mendapatkan dampak ekologis, tetapi juga mempererat hubungan antara generasi muda maupun dengan masyarakat dalam menjalankan peran mereka sebagai penjaga alam.

Program pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN PMD UNRAM sebagai bentuk dalam kepedulian terhadap alam dan ekosistem di Desa Jelantik. Telaga Ijo yang menjadi salah satu sumber mata air sekaligus memiliki potensi wisata, sehingga kegiatan penghijauan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik alamnya sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Ketua KKN-PMD Desa Jelantik Arya Suni menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini bisa menjadi ekosistem dan nilai ekonomis.

“Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Telaga Ijo serta meningkatkan daya tarik alamnya, sehingga mampu menarik minat masyarakat luar dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat lokal, baik dari segi lingkungan maupun ekonomi.”

Arya juga mengungkapkan harapan Kelompok KKN PMD Desa Jelantik dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan dampak positif untuk masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, saya sangat mengharapkan Desa Jelantik dapat merasakan dampak positif dalam jangka panjang” Ungkapnya

Qirom selaku ketua P2M Mentokok mengucapkan bahwa program sangat bagus dan bermanfaat bagi desa.


“Program penanaman bibit yang dilakukan oleh KKN Unram di Desa Jelantik sangat bagus sekali untuk mengedukasi generasi pemuda khususnya di Desa Jelantik dalam hal peduli terhadap lingkungan” ungkapnya

Kegiatan dilakukan pada 6 Januari 2025, dengan adanya kegiatan penanaman ratusan bibit pohon, masyarakat Berharap Telaga Ijo semakin asri dan kelestarian alamnya dapat terjaga dengan baik. (Albn/adventorial)