Media Unram – Mahasiswa Unram akan mengadakan aksi peduli kampus pada Senin, (24/02/20).
Aksi yang akan dilakukan pada pukul 08.00 ini dalam rangka menuntut birokrasi agar menghentikan represifitas dan mewujudkan demokrasi dalam kampus.
Tidak hanya seruan aksi, dalam surat Unram Emergency yang tersebar juga menyinggung tentang penampilan gedung auditorium yang sebelumnya penuh dengan sarang laba-laba dan penuh dengan sampah, lalu terlihat indah dan megah saat kedatangan Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin.
“Unram masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibangun dan diselesaikan. Jangan hanya gedung auditorium saja yang dijadikan bahan pencitraannya, namun semua gedung harus diperbaiki agar kami (para mahasiswa) mendukung program yang dilakukan Unram,” bunyi surat edaran itu.
Selain itu, dalam surat itu juga membahas dan mempertanyakan tentang Badan Layanan Umum (BLU) yang diterapkan oleh Unram. Kemudian, membahas tentang kartu elektronik yang diterapkan.
Seperti yang diketahui, Unram memasang pintu elektronik tersebut dengan tujuan meningkatkan keamanan yang ada. Namun, belum berfungsi dengan baik. Terbukti dengan masih adanya kasus kehilangan sepeda motor di Masjid Babul Hikmah Unram.
Tidak hanya mengedarkan surat, menjelang aksi besok, juga teredar video singkat mengenai pembangunan asrama putra – putri yang dibiarkan menganggur. Padahal, sejak Agustus 2019, mahasiswa/i yang tinggal di sana dikeluarkan dengan alasan renovasi.
Sedikit informasi, untuk aksi besok (24/02/20), mahasiswa/i menggunakan almamater Unram, dan berkumpul di fakultas hukum pada pukul 08.00 WITA. (khn)
Media Unram – Koperasi Mahasiswa (Kopma) Unram mengeluh atas sikap birokrasi yang kurang memperhatikan mereka. Terlebih lagi mereka tidak diberikan izin untuk berjualan di area Unram.
Sekretariat Kopma Unram. (Foto: khn)
“Kami tidak mempermasalahkan ada atau tidaknya Indomaret yang ada di Unram, yang penting kami diberi izin untuk jualan,” ungkap Muhammad Hilman Warasi selaku ketua Kopma kepada Media Unram di sekretariat Kopma pada Jum’at, (21/02/20).
Hilman juga menjelaskan, susahnya Kopma berjualan di area Unram. “Setiap kami berjualan, kami selalu dilarang dengan nanti ada orang luar yang ikut jualan,” katanya. Lebih jauh Hilman menjelaskan, setelah Kopma tidak diberikan izin berdagang, tiba-tiba ada beberapa gerobak jualan yang ada di area Unram.
“Kami kaget, padahal alasan birokrasi melarang kami berjualan karena takut orang berjualan, kok malah ada orang luar yang jualan,” lanjut Hilman.
Menurut info yang didapat Media Unram, pedagang dengan rombong hijau tersebut telah diberikan izin oleh Badan Pengelola Usaha (BPU) Unram.
Sebelumnya, Kopma pernah berjualan di Gedung Kuliah Bersama (GKB). Karena alasan sampah, mereka tidak berikan izin. “Padahal setiap kami berjualan, selalu membawa tempat sampah sendiri,” kata Hairil Eko Wahyudi yang juga anggota Kopma.
Hairil menjelaskan, dulu Kopma pernah ditawarkan bantuan dana dari pemerintahan sebanyak 200 juta. Tapi uang tersebut ingin dipegang oleh pihak birokrasi dengan alasan agar uang tersebut dikelola dengan baik.
Mengetahui hal itu, Kopma menolak untuk menerimanya. “Birokrasi yang pegang uang, kami yang bekerja. Berarti kami dijadikan kacung,” ucap Hairil. Dia juga mengatakan, bahwa anggota Kopma banyak dari mahasiswa ekonomi, pertanian. Sehingga, untuk masalah keuangan, Kopma tidak perlu diragukan.
Hilman dan kawan-kawan berharap Unram memberikan izin untuk berjualan di area Unram, agar Kopma bisa berkembang. “Kami iri dengan Kopma yang ada di kampus lain. Mereka memiliki Kopma yang setara dengan mini market,” tutur Hilman.
Sedikit informasi, sekarang Kopma sedang membangun kedai kopi di halamannya. “Untuk membangun kedai ini, kami menggunakan dana sendiri,” sambungnya.
Tempat yang akan dijadikan kedai kopi, sebelah utara sekret Kopma. (Foto: khn)
Tidak hanya membangun kedai kopi, dengan hasil penjualan selama ospek 2019, Kopma juga membuat kamar mandi sendiri. (khn)
Media Unram – Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Prof. Dr. (HC), KH. Ma’ruf Amin kritisi angka kemiskinan dan stunting yang masih tinggi di NTB.
Pose Wapres RI, Ma’ruf Amin didampingi Gubernur NTB, Zulkieflimansyah usai melaksanakan kuliah umum di Unram.
“Angka kemiskinan di NTB itu masih tinggi dibandingkan dengan nasional, kalau ditingkat nasional mencapai 9 persen sedangkan di NTB mencapai 14 persen,” ungkap wapres saat mengisi kuliah umum di Gedung Auditorium Unram pada Rabu, (19/02/20).
Ma’ruf menegaskan, bahwa angka kemiskinan di NTB harus segera diatasi. “Angka kemiskinan di NTB harus turun dibawah angka nasional,” ujarnya.
Lebih jauh lagi wapres menjelaskan, bahwa angka kemiskinan harus turun sampai 6 persen, dengan demikian ada upaya serius untuk menurunkan angka kemiskinan.
Selain itu, Wapres juga menyampaikan bahwa angka stunting di NTB juga masih tinggi dibandingkan dengan nasional dimana pada tingkat nasional angka stunting hanya mencapai 27 persen sedangkan di NTB mencapai 33 persen. (cnk)
Media Unram – Guna mencegah radikalisme, Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC), KH. Ma’ruf Amin jadi pembicara dalam kuliah umum di Universitas Mataram dengan tema “Penangkalan Paham Radikalisme di Kalangan Mahasiswa” pada Rabu, (19/02/2020).
Pose Wapres, Ma’ruf Amin saat memberikan kuliah umum di Unram
Kegitan kuliah umum ini merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja Wapres RI di NTB. Dimana kegiatan ini dilaksanakan di gedung Auditorium M. Yusuf Abu Bakar Universitas Mataram.
Dalam pemaparannya, Wapres menekankan selain sebagai tempat belajar, kampus juga berperan sebagai tempat untuk membina karakter yang diperlukan untuk membangun bangsa. “Kita perlu memahami istilah radikalisme, yang perlu diberantas adalah yang dalam pengertian negatif,” ungkap Wapres.
Saat ini ada beberapa gerakan kelompok yang memanfaatkan kekerasan untuk mencapai tujuan, yang secara resmi dan disepakati oleh para ahli disebut sebagai kelompok radikal terorisme.
Radikal terorisme sendiri ditransfer melalui paham-paham yang menyetujui tindakan kekerasan sebagai salah satu cara mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk itu dalam menangkal radikalisme harus dimulai dari menangkal seluruh pemahaman yang membenarkan kekerasan sebagai jalannya, kemudian memotong rantai orang atau kelompok yang menyebarkan paham radikalisme terorisme.
Ma’ruf menjelaskan, Sosial media saat ini menjadi salah satu media utama bagi kelompok-kelompok tertentu menyebarkan paham radikalisme. Hal tersebut cukup rentan mempengaruhi keamanan dan kesatuan negara.
Pemerintah sendiri melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah membagi penanganan radikalisme dengan framework pada lima kelompok. Diantaranya kelompok indiffernt, laten, ekspresif, involvement group, dan action group.
“Dengan memahami framework ini, pihak kampus diharapkan dapat membantu penangkalan radikalisme dan terorisme ini,” lanjutnya.
Terlebih pencegahan radikalisme terorisme ini perlu melibatkan berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan baik dari hulu maupun ke hilir. “Ini harus dimulai dari pendidikan. Saya harapkan kampus dapat menyampaikan lebih banyak narasi soal toleransi, kerukunan, nasionalisme, patriotisme dan bela negara,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE. M.Sc, menerangkan tema yang disampaikan sangat tepat untuk merespon kondisi saat ini, terlebih untuk menangkal radikalisme. “Mudah-mudahan ini menjadi ucapan selamat datang, apa yang disampaikan Pak Wapres membuat kita lebih kokoh dan kuat dalam berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah
Diterangkan Gubernur yang akrab disapa Dr. zul tersebut, penangkalan radikalisme tidak terlepas dari upaya mengubah cara pandang. Hal tersebut telah diupayakan di NTB, salah satunya melalui program beasiswa luar negeri untuk menghadirkan 1000 cendikia di NTB.
Di sisi lain, pengiriman mahasiswa ke luar negeri disebut sebagai langkah efektif untuk mnumbuhkan rasa nasionalisme. “Mudah-mudahan ini upaya kami untuk sedikit menggoda pemerintah pusat. Dulu ada pengiriman putra-putri terbaik ke Jerman saat masa pemerintahan Pak Habibie,” ujar Dr. Zul. Program serupa diharapkan muncul pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin saat ini. Mengingat salah satu fokus pemerintah pusat adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Dalam kegiatan yang sama, Prof. Dr. Lalu Husni SH., M,Hum. selaku rektor universitas mataram meyampaikan selamat datang serta rasa terimakasih terhadap kunjungan Wakil Presiden serta rombongan.
Selanjutnya, Lalu Husni menjelaskan bahwa adanya tiga prodi yaitu Prodi Hubungan Internasional, Prodi Ilmu Komunikasi dan Prodi Sosiologi yang belum bisa berdiri menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik karena terbentur oleh kebijakan moratorium, dimana proses pengajuan dilakukan sebelum adanya kebijakan moratorium sehigga agar diberi jalan keluar atas pendirian Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Sebelum menutup sambutannya, Lalu Husni juga menyampaikan bahwa isu radikalisme akhir-akhir ini sudah mulai menyebar ke kampus, tentunya membutuhkan upaya perpentif untuk mengatasinya dikarenakan hal ini sangat berbahaya dimana dapat merusak sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara.
Kuliah umum ini turut dihadiri oleh Gubernur NTB, Ketua DPRD Provinsi NTB, Danrem 9 Udayana, Rektor PTN dan PTS se-kota Mataram, ketua Senat, Ketua Dekan serta 1.500 mahasiswa dari berbagai fakultas. (cnk).
Media Unram – Empat Mahasiswa Unram dengan inisial AL,AF, AN,SK diseret dan dipukul oleh satpam saat melakukan aksi mimbar usai kedatangan Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin pada Rabu, (19/02/20).
Suasana saat perdebatan dan pemukulan oknum satpam kepada mahasiswa. (Foto: Tim)
“Kami bukan penjahat, bukan teroris, tapi kenapa kami diperlaukan seperti ini,” jelas AL kepada birokrasi kampus. Dalam aksi ini, AL dan kawan-kawan menyinggung tentang adanya Indomaret di Rumah Sakit (RS) Unram. Menurut mereka, Unram lebih baik mengembangkan Koperasi Mahasiswa (Kopma).
“Kami mau tau tujuannya apa didirikan Indomaret RS Unram,” kata AL. Selain itu, mereka juga meminta transparansi tentang pembangunan Indomart tersebut.
Bagaimana kejadian sehingga adanya pemukulan yang dilakukan oleh satpam?
Menurut pengamatan Media Unram saat berada di lokasi, awalnya, para mahasiswa ini ingin melakukan aksi di Gedung Auditorium, tapi ditahan dan tidak diberikan izin oleh pihak keamanan yang terdiri dari polisi dan tentara yang sedang berjaga.
Setelah itu, mereka kembali ke samping Gedung Soebiyanto, jalur keluar Unram sebelah timur. Tidak lama, mereka berjalan menuju Gedung Rektorat Unram. Baru setengah jalan, para satpam sudah menghadangi dan berdebat dengan mahasiswa ditambah dengan gesekan-gesekan nakal. Mahasiswa akhirnya keluar meninggalkan halaman rektorat.
Pose AF saat diseret ke halaman rektorat (Foto: Tim)
Tidak berakhir di situ, perdebatan di luar halaman rektorat Unram masih berlanjut bahkan semakin panas. Terdengar umpatan yang dilontarkan satpam kepada mahasiswa. Hal ini yang menyebabkan mahasiswa berinisal AF mengeluarkan perkataan dengan nada besar. “Kenapa harus ngomong kotor segala macam,” ungkapnya.
Lagi, saat mahasiswa kembali disertai dengan gesekan–gesekan nakal dan jambakan. “Bawa ke dalam, kita lelah dengan acara tadi,” terdengar suara dari satpam. Saat itu juga, AL, AF, AN, SK diseret serta merasakan pukulan para satpam dan dibawa ke dalam Rekorat Unram.
Menanggapi hal ini, pihak birokrasi mengatakan, akan menemui mahasiswa. “Bicara baik-baik, saya akan menemui kalian kapan saja. Kalo mau, besok kita berbicara,” katanya. Dia juga menjelaskan, bahwa jika ingin mengetahui sesuatu tentang Indomart tersebut, alangkah baiknya dicari tahu terlebih dahulu.
Pernyataan tersebut dibantah oleh para mahasiswa. Menurut AL, apa yang dilakukan oleh mereka adalah bagian dari demokrasi. Selain itu, mereka juga berpendat, seharunya mahasiswa diberikan sosialisasi terlebih dahulu.
“Seharusnya, pihak kampus memberikan sosialisasi dulu, dan jangan lupa transparansi mengenai dana pembangunan Indomaret itu,” ucap AL. (khn)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Atqui eorum nihil est eius generis, ut sit in fine atque extrerno bonorum. Non autem hoc: igitur ne illud quidem. Atque haec coniunctio confusioque virtutum tamen a philosophis ratione quadam distinguitur. Utilitatis causa amicitia est quaesita. Sed emolumenta communia esse dicuntur, recte autem facta et peccata non habentur communia. Itaque his sapiens semper vacabit. Duo Reges: constructio interrete. At enim hic etiam dolore.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Atqui eorum nihil est eius generis, ut sit in fine atque extrerno bonorum. Non autem hoc: igitur ne illud quidem. Atque haec coniunctio confusioque virtutum tamen a philosophis ratione quadam distinguitur. Utilitatis causa amicitia est quaesita. Sed emolumenta communia esse dicuntur, recte autem facta et peccata non habentur communia. Itaque his sapiens semper vacabit. Duo Reges: constructio interrete. At enim hic etiam dolore. Familiares nostros, credo, Sironem dicis et Philodemum, cum optimos viros, tum homines doctissimos. Philosophi autem in suis lectulis plerumque moriuntur. Universa enim illorum ratione cum tota vestra confligendum puto. Nonne igitur tibi videntur, inquit, mala? Pisone in eo gymnasio, quod Ptolomaeum vocatur, unaque nobiscum Q. Quia dolori non voluptas contraria est, sed doloris privatio. Sed tempus est, si videtur, et recta quidem ad me. An eiusdem modi?
Curabitur cursus et ligula ut rhoncus. Phasellus consequat sapien eget consequat condimentum. Nullam tristique non neque vulputate commodo. Nulla eget dui fermentum, porta dolor sed, placerat lacus. Nunc at risus molestie, iaculis sapien in, dapibus ante.
Praesent tellus ipsum, luctus vel orci eget, facilisis placerat enim. Suspendisse laoreet erat vel metus molestie luctus. Donec molestie risus ac velit ornare elementum. Suspendisse malesuada bibendum est, at tempor purus fringilla ac. Ut ut nulla vitae felis viverra efficitur.
Curabitur maximus elementum mi non laoreet. Vivamus iaculis ex vitae nulla dictum, ac tempus risus varius. Nunc in rutrum nisl, sodales malesuada tortor. In lectus dui, venenatis non urna ac, pulvinar imperdiet augue. Donec dapibus ipsum congue eros rhoncus, ut rutrum nulla varius. Proin in euismod purus, ac ullamcorper eros.
Donec quis diam nec purus maximus interdum quis id metus.
Pellentesque pretium dui nisl, sed bibendum tortor varius sit amet. Fusce placerat nulla non risus pulvinar pulvinar. Integer ut blandit turpis. Nulla pellentesque lectus a sem dignissim laoreet at eu elit. Sed mattis magna vehicula dictum cursus. Nulla ac imperdiet justo. Donec sollicitudin ultricies molestie.
Nulla pellentesque lectus a sem dignissim laoreet at eu elit.
Sed mattis magna vehicula dictum cursus.
Nulla ac imperdiet justo.
Donec sollicitudin ultricies molestie.
Maecenas congue ipsum tortor, ut fermentum dui blandit ac. Sed scelerisque nisi eget augue blandit volutpat. Etiam ornare urna at orci ultrices faucibus eget eu nunc. Sed nibh ante, mollis non eros sit amet, posuere blandit orci. In porta vulputate auctor. Etiam elit nunc, hendrerit vel convallis aliquet, iaculis a metus. Cras vitae quam elit. In quis elit et nibh condimentum ultrices at nec elit. Duis pellentesque lorem sed risus pulvinar fringilla. Nullam aliquet mattis interdum.
Sed mollis sapien nec auctor porttitor. Morbi vestibulum libero id neque commodo lobortis. Duis quis sollicitudin mi, cursus fermentum ipsum. Suspendisse mollis tortor non volutpat pharetra. Curabitur mi felis, scelerisque sed massa ac, ornare tristique leo. Aenean eget est velit. Morbi urna nibh, posuere vel sollicitudin et, vulputate non lectus. Curabitur eu turpis quis arcu consectetur tincidunt. Morbi ante metus, efficitur nec enim non, porttitor porttitor mi. Quisque ac luctus nulla, sed hendrerit nulla. Donec dapibus posuere ligula vel congue. Mauris sed mollis enim, quis cursus ipsum. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Fusce condimentum viverra orci nec faucibus. Vivamus malesuada, felis ut auctor tincidunt, dui purus pretium magna, ac hendrerit ex massa at augue.
Familiares nostros, credo, Sironem dicis et Philodemum, cum optimos viros, tum homines doctissimos. Philosophi autem in suis lectulis plerumque moriuntur. Universa enim illorum ratione cum tota vestra confligendum puto. Nonne igitur tibi videntur, inquit, mala? Pisone in eo gymnasio, quod Ptolomaeum vocatur, unaque nobiscum Q. Quia dolori non voluptas contraria est, sed doloris privatio. Sed tempus est, si videtur, et recta quidem ad me. An eiusdem modi?
Media Unram– Kawasan Gunung Rinjani memang banyak menyimpan keindahan yang alami, salah satunya adalah Bukit Savana Propok.
Pose pengunjung yang sedang menikmati keindahan Bukit Savana Propok. (Foto: Nur)
Bukit yang baru-baru ini dibuka sebagai destinasi wisata aberada pada ketinggian 1934 mdpl. Diatas Bukit terbentang padang savana propok ini, terbentang pemandangan yang luas menghijau.
Untuk yang ingin menikmati bukit ini sangatlah mudah dan tidak menguras isi dompet. Registrasi masuk 10 ribu, parkir 10 ribu. Setelah itu, berjalan selama 2-3 jam, lalu dapat menikmati keindahan Savana Propok.
Walaupun dengan medan melewati hujan, tebing curam dan tingkat kemiringan yang lumayan menajak. Tapi akan lunas terbayar dengan apa yang didapat. Hamparan padang savana yang luas dikelilingi oleh bukit-bukit yang menakjubkan. Di sebelah barat bukit ini view Gunung Rinjani seolah-seolah di depan mata.
Pemandangan Bukit Savana Propok. (Foto: Nur)
Bagi mahasiswa yang masih memiliki sisa libur, terutama mahasiswa Unram, tempat ini menjadi salah satu untuk liburan.
Seperti yang diungkapkan Nurhayati, mahasiswa Unram yang ditemui oleh wartawan Media Unram, yang sedang menikmati bukit ini.
“Walaupun mendaki gunung sudah bukan menjadi tren baru, tapi bagi kaum milenial, mengisi hari liburan tak lengkap rasanya jika tidak mendaki walaupun hanya satu atau dua hari,” ungkapnya.
Nurhayati juga menjelaskan, agar para pengunjung mengutamakan pentingnya menjaga kebersihan alam. “Bawa turun sampahmu seperti kamu membawa turun foto-foto indahmu,” sambungnya. (Nur)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Atqui eorum nihil est eius generis, ut sit in fine atque extrerno bonorum. Non autem hoc: igitur ne illud quidem. Atque haec coniunctio confusioque virtutum tamen a philosophis ratione quadam distinguitur. Utilitatis causa amicitia est quaesita. Sed emolumenta communia esse dicuntur, recte autem facta et peccata non habentur communia. Itaque his sapiens semper vacabit. Duo Reges: constructio interrete. At enim hic etiam dolore. Familiares nostros, credo, Sironem dicis et Philodemum, cum optimos viros, tum homines doctissimos. Philosophi autem in suis lectulis plerumque moriuntur. Universa enim illorum ratione cum tota vestra confligendum puto. Nonne igitur tibi videntur, inquit, mala? Pisone in eo gymnasio, quod Ptolomaeum vocatur, unaque nobiscum Q. Quia dolori non voluptas contraria est, sed doloris privatio. Sed tempus est, si videtur, et recta quidem ad me. An eiusdem modi?
Curabitur cursus et ligula ut rhoncus. Phasellus consequat sapien eget consequat condimentum. Nullam tristique non neque vulputate commodo. Nulla eget dui fermentum, porta dolor sed, placerat lacus. Nunc at risus molestie, iaculis sapien in, dapibus ante.
Praesent tellus ipsum, luctus vel orci eget, facilisis placerat enim. Suspendisse laoreet erat vel metus molestie luctus. Donec molestie risus ac velit ornare elementum. Suspendisse malesuada bibendum est, at tempor purus fringilla ac. Ut ut nulla vitae felis viverra efficitur.
Curabitur maximus elementum mi non laoreet. Vivamus iaculis ex vitae nulla dictum, ac tempus risus varius. Nunc in rutrum nisl, sodales malesuada tortor. In lectus dui, venenatis non urna ac, pulvinar imperdiet augue. Donec dapibus ipsum congue eros rhoncus, ut rutrum nulla varius. Proin in euismod purus, ac ullamcorper eros.
Donec quis diam nec purus maximus interdum quis id metus.
Pellentesque pretium dui nisl, sed bibendum tortor varius sit amet. Fusce placerat nulla non risus pulvinar pulvinar. Integer ut blandit turpis. Nulla pellentesque lectus a sem dignissim laoreet at eu elit. Sed mattis magna vehicula dictum cursus. Nulla ac imperdiet justo. Donec sollicitudin ultricies molestie.
Nulla pellentesque lectus a sem dignissim laoreet at eu elit.
Sed mattis magna vehicula dictum cursus.
Nulla ac imperdiet justo.
Donec sollicitudin ultricies molestie.
Maecenas congue ipsum tortor, ut fermentum dui blandit ac. Sed scelerisque nisi eget augue blandit volutpat. Etiam ornare urna at orci ultrices faucibus eget eu nunc. Sed nibh ante, mollis non eros sit amet, posuere blandit orci. In porta vulputate auctor. Etiam elit nunc, hendrerit vel convallis aliquet, iaculis a metus. Cras vitae quam elit. In quis elit et nibh condimentum ultrices at nec elit. Duis pellentesque lorem sed risus pulvinar fringilla. Nullam aliquet mattis interdum.
Media Unram – Wakil Rektor (wr) bidang Kemahasiswaan, Prof.M. Natsir SH.,M.Hum telah meninggal dunia akibat serangan jantung.
Prof.M. Natsir SH.,M.Hum (Foto: istimewa)
Menurut informasi yang di dapat Media Unram, Natsir meninggal sekitar pukul 18.30 di Rumah Sakit Kota Mataram. Menurut pengakuan keluarga, Natsir terkena serangan jantung saat bermain tenis meja. Saat menuju perjalanan ke rumah sakit, nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Selain itu, informasi yang di dapat Media Unram, keluarga belum bisa mengklarifikasi tentang riwayat jantung yang diderita guru besar Unram ini. (khn)
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Atqui eorum nihil est eius generis, ut sit in fine atque extrerno bonorum. Non autem hoc: igitur ne illud quidem. Atque haec coniunctio confusioque virtutum tamen a philosophis ratione quadam distinguitur. Utilitatis causa amicitia est quaesita. Sed emolumenta communia esse dicuntur, recte autem facta et peccata non habentur communia. Itaque his sapiens semper vacabit. Duo Reges: constructio interrete. At enim hic etiam dolore.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Atqui eorum nihil est eius generis, ut sit in fine atque extrerno bonorum. Non autem hoc: igitur ne illud quidem. Atque haec coniunctio confusioque virtutum tamen a philosophis ratione quadam distinguitur. Utilitatis causa amicitia est quaesita. Sed emolumenta communia esse dicuntur, recte autem facta et peccata non habentur communia. Itaque his sapiens semper vacabit. Duo Reges: constructio interrete. At enim hic etiam dolore. Familiares nostros, credo, Sironem dicis et Philodemum, cum optimos viros, tum homines doctissimos. Philosophi autem in suis lectulis plerumque moriuntur. Universa enim illorum ratione cum tota vestra confligendum puto. Nonne igitur tibi videntur, inquit, mala? Pisone in eo gymnasio, quod Ptolomaeum vocatur, unaque nobiscum Q. Quia dolori non voluptas contraria est, sed doloris privatio. Sed tempus est, si videtur, et recta quidem ad me. An eiusdem modi?
Curabitur cursus et ligula ut rhoncus. Phasellus consequat sapien eget consequat condimentum. Nullam tristique non neque vulputate commodo. Nulla eget dui fermentum, porta dolor sed, placerat lacus. Nunc at risus molestie, iaculis sapien in, dapibus ante.
Praesent tellus ipsum, luctus vel orci eget, facilisis placerat enim. Suspendisse laoreet erat vel metus molestie luctus. Donec molestie risus ac velit ornare elementum. Suspendisse malesuada bibendum est, at tempor purus fringilla ac. Ut ut nulla vitae felis viverra efficitur.
Curabitur maximus elementum mi non laoreet. Vivamus iaculis ex vitae nulla dictum, ac tempus risus varius. Nunc in rutrum nisl, sodales malesuada tortor. In lectus dui, venenatis non urna ac, pulvinar imperdiet augue. Donec dapibus ipsum congue eros rhoncus, ut rutrum nulla varius. Proin in euismod purus, ac ullamcorper eros.
Donec quis diam nec purus maximus interdum quis id metus.
Pellentesque pretium dui nisl, sed bibendum tortor varius sit amet. Fusce placerat nulla non risus pulvinar pulvinar. Integer ut blandit turpis. Nulla pellentesque lectus a sem dignissim laoreet at eu elit. Sed mattis magna vehicula dictum cursus. Nulla ac imperdiet justo. Donec sollicitudin ultricies molestie.
Nulla pellentesque lectus a sem dignissim laoreet at eu elit.
Sed mattis magna vehicula dictum cursus.
Nulla ac imperdiet justo.
Donec sollicitudin ultricies molestie.
Maecenas congue ipsum tortor, ut fermentum dui blandit ac. Sed scelerisque nisi eget augue blandit volutpat. Etiam ornare urna at orci ultrices faucibus eget eu nunc. Sed nibh ante, mollis non eros sit amet, posuere blandit orci. In porta vulputate auctor. Etiam elit nunc, hendrerit vel convallis aliquet, iaculis a metus. Cras vitae quam elit. In quis elit et nibh condimentum ultrices at nec elit. Duis pellentesque lorem sed risus pulvinar fringilla. Nullam aliquet mattis interdum.
Sed mollis sapien nec auctor porttitor. Morbi vestibulum libero id neque commodo lobortis. Duis quis sollicitudin mi, cursus fermentum ipsum. Suspendisse mollis tortor non volutpat pharetra. Curabitur mi felis, scelerisque sed massa ac, ornare tristique leo. Aenean eget est velit. Morbi urna nibh, posuere vel sollicitudin et, vulputate non lectus. Curabitur eu turpis quis arcu consectetur tincidunt. Morbi ante metus, efficitur nec enim non, porttitor porttitor mi. Quisque ac luctus nulla, sed hendrerit nulla. Donec dapibus posuere ligula vel congue. Mauris sed mollis enim, quis cursus ipsum. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Fusce condimentum viverra orci nec faucibus. Vivamus malesuada, felis ut auctor tincidunt, dui purus pretium magna, ac hendrerit ex massa at augue.
Familiares nostros, credo, Sironem dicis et Philodemum, cum optimos viros, tum homines doctissimos. Philosophi autem in suis lectulis plerumque moriuntur. Universa enim illorum ratione cum tota vestra confligendum puto. Nonne igitur tibi videntur, inquit, mala? Pisone in eo gymnasio, quod Ptolomaeum vocatur, unaque nobiscum Q. Quia dolori non voluptas contraria est, sed doloris privatio. Sed tempus est, si videtur, et recta quidem ad me. An eiusdem modi?