33.5 C
Mataram
Saturday, September 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 97

Hebat. Mahasiswa Unram Raih Juara III Lomba PUBG

0
Pose Muhammad Rizky Aliffandri, Rizaldy Aprhodita, Doni Ramdhani Subagdja, Ricky Kurniaji Purnomo. (Foto: ig aphrdta)

Media Unram – 4 mahasiswa Unram berhasil meraih juara ke-III di Jakarta Barat dalam ajang E-Sport, PUBG pada Minggu, (23/02/2020).

Ajang yang berlangsung pada 22-23 Maret ini berhasil dilalui dengan baik oleh Muhammad Rizky Aliffandi, Rizaldy Aprhodita, Doni Ramdhani Subagdja, Ricky Kurniaji Purnomo dengan mendapat juara III dan membawa pulang uang sejumalah 10.000.000.

Seperti yang diungkapkan oleh Rizaldy Aprhodita kepada Media Unram melalui Whatsapp, bahwa mereka berhasil meraih juara dengan mengalahkan kurang lebih 860 universitas yang ada di Indonesia.

Rizal menjelaskan, sebelumnya, tim mereka tidak pernah latihan bersama. “Kami tidak pernah main. Ketika ada event, kami menyesuaikan aja saat main,” kata mahasiswa jurusan hubungan internasional ini.

Lebih jauh Rizal menjelaskan, bahwa permainan yang tengah trend dikalangan rakyat Indonesia ini tidak pernah mengganggu aktivitas perkuliahan mereka.

Dia juga berharap, agar kedepannya mereka bisa kembali ke Jakarta untuk mewakili Unram dalam ajang Pubg Mobile Campus Competision (PMCC) 2020.

“Mohon doanya agar kami bisa kembali mengikuti event PUBG lagi di Jakarta,” katanya kepada Media Unram pada Senin, (02/03/2020). (khn)

LTM VII, ASPPI Kenalkan Wisata yang Ada di Sumbawa

0
Pose DPD ASPPI Ntb usai conferensi pers di Hotel Golden Palace. (Foto: khn)

Media Unram – Melihat kunjungan wisatawan dunia semakin meningkat, juga berkembangnya pariwisata di NTB, DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Ntb menggelar event Lombok Travel Mart di pulau Moyo, Sumbawa.

Event yang digelar dengan konsep table top B2B (Bussiness to Bussines) ini dalam rangka menjalin kerja sama menjual paket-paket wisata yang di Lombok dengan mempertemukan seller dan buyer.

“Nanti, para seller yang berasal dari stakeholder kepariwisataan Ntb akan menawarkan para pengelola hotel, restaurant, pokdarwis, dan desa wisata kepada kelompok buyer yang disiapkan oleh pengelola Travel Agent terbaik Indonesia maupun mancanegara,” ungkap ketua panitia LTM VII, Ade Devi Handayani saat conferensi pers di hotel Golden Palace, (01/03/2020).

Oleh para panitia, LTM yang akan dilaksanakan pada 1-4 Maret ini dikonsep dengan spesial. Dengan mengusung tema Magical Moyo, serta mengangkat daya pikat Pulau Moyo dan air terjun Mata Jitu yang merupakan tempat favorit Kerajaan Inggris dan artis-artis ternama dunia untuk berlibur.

“Air terjun Mata Jitu sudah jadi ikon wisata Sumbawa, bahkan sudah mendunia. Kami yakin, di LTM VII ini nanti, paket-paket wisata yang disiapkan para seller akan sangat menarik,” ucap Devi.

Devi menjelaskan, sudah waktunya destinasi-destinasi terbaik di pulau Sumbawa dipromosikan lebih optimal.

Pada waktu yang sama, DPD ASPPI Ntb menilai forum bisnis berskala internasional ini sangat penting bagi pemerintah Provinsi Ntb untuk memperkenalkan destinasi-destinasi yang ada di pulau Sumbawa. Juga sebagai bentuk kerja nyata mereka untuk mengembalikan pesona pariwisata Lombok-Sumbawa pasca gempa tahun 2018 yang lalu.

“Di dua tahun terkahir, pelaksanaan LTM selalu berhasil mendatangkan ratusan pelaku pariwasata aktif. Tahun lalu, LTM VI mengumpulkan 175 buyer dan 35 seller. Walaupun lebih sedikit dari tahun 2017, kita memang masih harus menyesuaikan dengan masa pemulihan efek musibah gempa Agustus 2018,” urai Ahmad Ziadi yang juga ketua DPD ASPPI Ntb.

Ziadi juga beroptimis, bahwa event yang akan dihadiri Gubernur Ntb Zulkieflimansyah ini akan mencapai target terbaik.

“Setiap tahun, gawe rutin ASPPI melalui travel mart ini telah menghubungkan para buyer dan seller terbaik di bidangnya masing-masing. Apalagi tahun ini post tournya merupakan destinasi kelas dunia,” ucapnya.

Tidak hanya air terjun, aktivitas yang disiapkan untuk peserta LTM ke-7 ini adalah Visit Marente yang menonjolkan momen coffe time. Dimana mereka bisa menikmati kopi bercitarasa mewah. (khn)

Baru Dibangun, Fasilitas dan Bangunan UIN II Mataram Dirusak

0
Gedung baru poliknik UIN Mataram mengalamin kerusakan kaca (Foto: khn)

Media Unram – Kampus Universitas Islam Negeri (uin) II Mataram diserang sekelompok yang tidak dikenal pada Minggu, dini hari (01/03/2020).

Menurut info yang didapat Media Unram, serangan ini dilakukan pada pukul 01.22 WITA. Akibatnya, beberapa kaca gedung, fasilitas, pos satpam mengalami kerusakan. Tidak hanya bangunan, diketahui, salah satu dosen Pendidikan Agama Islam (pai) yang juga merupakan putra dari Wakil Rektor (wr) III mengalami luka pada insiden ini.

Posko satpam UIN yang dirusak kelompok yang tidak dikenal. (Foto: khn)

Sampai sekarang, belum diketahui motiv penyerangan kampus yang berada di Jempong Baru ini. Mengetahui hal ini, polisi akan melakukan penyelidikan. Seperti yang diketahui, kampus II UIN Mataram ini baru saja merehap dan membangun beberapa bangunan.

Mengenai hal ini, tersebar pesan himbauan kepada seluruh masyarakat, terutama kepada mahasiswa UIN. “Selalu waspada dan berhati-hati jika melewati jalan atau daerah sekitar kampus” isi pesan tersebut. (khn)

Top 5 most overrated players in the Premier League 2019-20

0


A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.

When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!

O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and

The heart of Nintendo’s new console isn’t the Switch

0


A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart.

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents.

I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now.

When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and flies, then I feel the presence of the Almighty, who formed us in his own image, and the breath of that universal love which bears and sustains us, as it floats around us in an eternity of bliss; and then, my friend, when darkness overspreads my eyes, and heaven and earth seem to dwell in my soul and absorb its power, like the form of a beloved mistress, then I often think with longing, Oh, would I could describe these conceptions, could impress upon paper all that is living so full and warm within me, that it might be the mirror of my soul, as my soul is the mirror of the infinite God!

O my friend — but it is too much for my strength — I sink under the weight of the splendour of these visions! A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine.Paragraph

I am so happy, my dear friend, so absorbed in the exquisite sense of mere tranquil existence, that I neglect my talents. I should be incapable of drawing a single stroke at the present moment; and yet I feel that I never was a greater artist than now. When, while the lovely valley teems with vapour around me, and the meridian sun strikes the upper surface of the impenetrable foliage of my trees, and but a few stray gleams steal into the inner sanctuary, I throw myself down among the tall grass by the trickling stream; and, as I lie close to the earth, a thousand unknown plants are noticed by me: when I hear the buzz of the little world among the stalks, and grow familiar with the countless indescribable forms of the insects and

Negara Maju yang Belum Maju

0

 

Zulhaq Armansyah (Khan Al Won)

Oleh: Zulhaq Armansyah (Khan) 

Mahasiswa Sosiologi Unram

Sejenak, mari kita menjadi netizen yang baik. Melupakan tugas perkuliahan, percintaan. Bagi teman-teman pecinta K-POP, film Korea,   sebentar saja, tunda dulu beberapa episode yang akan kalian tonton.

Mari kita lihat keadaan negara kita tercinta ini. Sebagai mahasiswa sekaligus rakyat yang baik, jujur, saya merasa sedih dengan kondisi ini.

Bagaimana tidak, permasalahan silih berganti. Belum selesai dengan RKUHP, Papua, dan kasus-kasus lumrah yang sering terjadi di Indonesia. Kini muncul lagi kasus baru seperti Indonesia menjadi bagian dari negara maju.

Mendengar hal itu, saya bingung, bangga atau tidak, senang atau tidak, bahagia atau tidak. Ku bakar sebatang rokok sembari menyerut kopi yang kubuat sejam yang lalu. Kemudian kubaca berita detikcom, dalam berita itu, Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengatakan kurang lebih begini, “Indonesia masuk negara maju, tapi angka kemiskinan dan stunting masih tinggi”.

Tak terasa, sebatang rokok tadi yang ku bakar sudah habis. “Ah sial,” ungkap ku dalam hati. Usai itu, ku buka google, untuk mencari kriteria negara maju. Dan betul, sesuai dengan dugaan ku, Indonesia memang belum pantas mendapatkan label “Negara Maju”.

Sekarang mari sesuaikan kriteria negara maju dengan kondisi Indonesia saat ini.

Menurut yang kubaca, untuk menjadi negara maju, masyarakat di negara tersebut mudah mendapatkan pekerjaan. Dengan kata lain, pengangguran yang ada di negara itu berskala kecil. Selain itu, kriteria untuk menjadi negara maju adalah terjaminnya kesehatan masyarakat yang ada. Ternyata tidak hanya itu, keamanan yang terjamin juga merupakan bagian dari kriteria negara maju. Ku kira sampai di situ, kesehatan yang terjamin dan ekspor lebih tinggi daripada impor juga kriterianya.

Sekarang, mari kita sesuaikan dengan keadaan yang ada di negara yang katanya demokrasi ini. Menurut data yang disebut pak Ma’ruf Amin dalam berita detikcom, jika diliat dari tahun 2018 hingga tahun 2019, kemiskinan yang ada di Indonesia menurun 9,22 persen. Memang secara statistik, itu bagus. Tapi apakah sesuai dengan plementasian dalam rangka kesejahteraan rakyat?

Seruput, ah… Ku nikmati lagi kopi ini.

Mari lanjutkan pembahasan. Coba perhatikan, kesehatan yang ada di negara ini. BPJS mahal, biaya rumah sakit mahal, obat-obatan mahal. Rakyat susah, menderita. Asumsi mu, mungkin, pemerintah sedang mengumpulkan banyak dana untuk pemindahan ibu kota?

Ah, tapi tidak mungkin. Pemerintah kan cadas, eh cerdas. Dengan rencana yang begitu memakan banyak dana, tentu saja pemerintah memiliki tabungan (barangkali) atau meminjam uang dari bank dunia. Dan pastinya, tidak ada dalam pikiran pemerintah untuk menaikkan; biaya kesehatan, bahan pokok, subsidi, minyak bumi dan sebagainya. Iya kan?
Kemudian mengenai impor, yang kubaca, Indonesia akan impor gula sebanyak 200.000 ton pada bulan Mei 2020. Bayangkan, jika uang yang digunakan untuk mengimpor itu dialihkan untuk membantu pertanian atau membantu produksi gula di Indonesia. Pasti gula yang dihasilkan jauh lebih banyak, bahkan Indonesia bisa mengekspor.

Kawan-kawan, permasalahan Indonesia bukan hanya itu. Ada banyak lagi permasalahan yang belum bisa terselesaikan.

Kedepannya, semoga Indonesia semakin baik, permasalahannya semakin berkurang. Itu harapan ku.

Desas Desus Pembangunan di Desa

0

Oleh : Hasan Ikhtiar Akbar
Mahasiswa Peminat Sosiologi Pedesaan Universitas Mataram

Foto: Hasan Ikhtiar Akbar

“Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tapi akan bercahaya karena lilin-lilin di Desa”(Mohammad Hatta).

Begitu adanya. Karena setiap lilin-lilin kecil yang ada di pedesaan akan menerangi semua sudut gelap kehidupan di pedesaan, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan dan sebagainya. Oleh karena itu, biarkan lilin-lilin itu menyala dan berkembang. Jangan biarkan lilin-lilin itu redup dan mati atas keserakahan semata.

Menurut Peraturan Menteri Desa No. 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun. Desa mandiri atau yang disebut desa sembada adalah desa maju yang memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan desa untuk peningkatan kualitas hidup dan kehidupan sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa dengan ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan ekologi secara berkesinambungan. “Desa mandiri adalah desa yang memiliki Indeks Desa Membangun lebih besar (>) dari 0,8155”(KemendesPDTT).

Keberadaan desa begitu penting bagi sebuah Negara besar seperti Indonesia yang dirajut dalam bingkai nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki jumlah desa terbanyak di dunia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018, jumlah desa di Indonesia sebanyak 83.931, dari banyaknya keberadaan desa tersebut tentu desa memiliki potensi yang sangat besar untuk pembangunan di Indonesia. Apalagi pemekaran desa tahun ini di buka selebar-lebarnya.

Mewujudkan pembangunan dari desa merupakan sebuah visi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Program Dana Desa. Program yang bergulir sejak 2015 ini telah memberikan pembangunan yang massif untuk desa. Akan tetapi masih banyak desa yang tidak mampu memanfaatkan kucuran dana yang ada. Dengan adanya kucuran dana dari pemerintah pusat maupun daerah seharusnya desa sudah mampu memberikan dampak signipikan kepada masyarakat atau bahkan sudah mampu mejadi desa mandiri dan mengoptimalkan potensi-potensi yang ada.

Ada banyak permasalahan yang terjadi di desa saat ini, mulai dari manusianya, lahan sengketa dan Dana Desa sampai pengalokasiannya yang entah kemana. Desa yang mestinya sebagai awal pembangunan bangsa malah diekploitasi oleh sebagian pejabat desa demi mempenuhi hasrat semata tanpa memandang masyarakat yang ada.

Resiprositas tercipta antara masyarakat dan pemerintah desa karena adanya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan dan menguatkan. Masyarakat tidak bisa dipisahkan dari pemerintah dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu pemerintah harus menciptakan ruang-ruang untuk masyarakat guna meningkatkan, merealisasikan dan mendukung program yang ditetapkan. Sehingga tidak ada program-program yang salah sasaran dan tetap berpedoman kepada kesejahteraan masyarakat, meskipun ada Badan Permusyawaratan Desa yang mempunyai wewenang. Apalagi tahun ini inspektorat provinsi diberikan kewenangan untuk melakukan audit khusus ke desa.

Desa saat ini harus mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Bangsa yang maju dilihat dari bagaimana desanya. Prioritas yang utama saat ini adalah menggunakan Anggaran Dana Desa demi kesejahteraan masyarakat bukan hanya soal pembangunan fisik semata bahkan kemakmuran pejabat desa dengan mengandalkan sistem tiki-taka. Pemimpin terpilih diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, dengan ide-ide yang dapat merealisasikan rencana. Meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan kualitas pendidikan desa, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan desa bahkan membasmi tikus-tikus yang ada.

Apalagi kini muncul program baru yakni Padat Karya Tunas Desa. “Padat Karya Tunas Desa adalah kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal, yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal”(KemendesPDTT). Kemudian program Desa Wisata Super Prioritas menjadi program andalan pemerintah pusat yang ada untuk desa. Tentu dari program-program istimewa ini diharapkan desa mampu berbenah menjadi lebih baik.

Program-program ini akan berdampak besar dan positif bagi masyarakat jika pemerintah desa bisa menjalankan dengan serius dan bijaksana. Jika tidak maka program yang sangat istimewa ini akan menjadi sia-sia dan hanya membuang anggaran saja. Namun alangkah baiknya masyarakat harus oftimis dan terus mendukung program-program yang baik untuk masyarakat dan desa. Terlebih untuk bangsa Indonesia.

Masyarakat menginginkan pemimpin yang banyak inovasi namun bisa terbukti dengan aksi. Bukan hanya sekedar mengumbar janji-janji dan ambisi tetapi tidak bisa menepati. Masyarakat menginginkan pemimpin yang terbuka dan transparan atas kritik dan saran. Bukan masalah kepentingan, melainkan wujud mencapai cita-cita di masa depan. Ada beberapa desa yang sudah mampu mengalokasikan Dana Desa dengan baik. Mampu mensejahterakan rakyat dan membiayai keluarga yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan.

Jangan heran, Dana Desa yang begitu besar dan adanya sumber daya alam yang melimpah ditambah potensi wisata yang ada sebagian desa mampu mengubah nasib rakyatnya. Akan tetapi masih banyak desa yang belum mampu akan hal itu. Kenapa? Karena mungkin ulah pejabat desa yang tidak serius menjalankan tugas pemerintahan atau bahkan masyarakat yang kurang peka akan hal itu. Wallahualam bissawab.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah desa atau stakeholder untuk menciptakan Desa Mandiri.

Professional. Dalam mewujudkan desa mandiri tentu harus diawali dari perangkat desa itu sendiri. Salah satu langkahnya adalah mengangkat unsur perangkat desa dari orang-orang yang mengerti tentang administrasi pemerintahan. Meskipun tidak ada syarat tertentu dalam mengambil unsur perangkat desa. Namun tetap harus mempertimbangkan kelayakan dan kemampuan demi terciptanya desa yang berkeadilan dan mandiri.

Team Work. Bekerja secara team work akan meringankan beban kerja perangkat desa. Namun tetap dalam tupoksinya masing-masing. Team work tidak hanya untuk meringankan beban kerja desa. Jauh lebih penting adalah kebersamaan yang tercipta di dalam suasana roda pemerintahan. Sehingga satu sama lain tidak canggung untuk memberi usulan, masukan, ide, dan saran kepada desa demi terciptanya desa sejahtera dan rukun sentosa.

Membentuk BUMDes. BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa adalah salah satu langkah pemerintah desa untuk meningkatkan keuntungan serta kesejahteraan masyarakat desa. Usaha BUMDes bisa menggali potensi daerah yang ada. Baik dalam bentuk pariwisata, UMKM, penginapan atau potensi lain yang sesuai dengan keadaan strategis masing-masing desa.

Spirit Abdi Desa. Jadikanlah desa sebagai wadah untuk mengabdikan diri pada bangsa. Bukan masalah jabatan semata, melainkan untuk kesejahteraan bersama. Semangat mengabdi adalah hal utama dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Evaluasi. Selalu membuat draf evaluasi untuk meninjau apa saja kekurangan selama menjalankan proses kegiatan desa. Agar dari tahun ke tahun ada perbaikan untuk setiap kegiatan. Evaluasi ini bisa dilaksanakan dengan musyawarah yang melibatkan tokoh masyarakat dan pemuda.

Konseling. Salah satu kendala yang sering muncul adalah miss komunikasi antara aparatur desa dengan masyarakat. Hal ini terjadi karena tidak adanya pencerahan dari perangkat desa itu sendiri terhadap masyarakat tentang program desa. Karena sebenarnya jika masyarakat desa diberi bimbingan, masyarakat desa selalu bersemangat terutama para pemuda jika digiring untuk membangun desanya.

Rektor Didesak Segera Melakukan Pelantikan Ormawa

0

Media Unram– Organisasi Mahasiswa (Ormawa) desak pihak kampus agar segera melaksanakan proses pelantikan pengurus. Pada Jum’at (28/02/2020).

Suasana audiensi perwailan Bem dan Ormawa di Gedung Rektorat Unram. (Foto; cnk)

Audiensi yang didatangi oleh perwakilan tiap ormawa ini datangi rektorat guna meminta kejelasan terkait dengan proses pelantikan kepengurusan. “Kami ingin dengan segera, minggu depan jika bisa,” ujar Presma Unram Irwan.

Namun sayang, rektor dan wakil-wakilnya tidak ada di tempat. “Pak rektor sedang tidak ada di Unram, beliau lagi ada kegiatan di Jakarta,” ungkap protokol rektor Unram saat menemui mahasiswa.

Sebelumnya, pernyataan audiensi akan dilakasanakan pada Selasa lalu, namun rektor Unram Lalu Husni sedang melaksanakan tugas di Jakarta. Kemudian, mahasiswa Unram ingin beraudiensi pada Kamis lalu, tetapi Lalu Husni mengundurnya menjadi hari Jumat. “Kita bertemu hari Jumat saja,” ucapnya kepada mahasiswa pada Kamis (27/02/2020). 

Menanggapi hal itu, Irwan mengatakan akan melakukan aksi. “Jika masih ditunda-tunda begini, kami akan mengadakan aksi,” kata pria asli Bima tersebut.

Irwan menjelaskan, bahwa seluruh rekan-rekan ormawa satu suara untuk meminta kejelasan terkait kapan pelantikan pengurus ormawa akan dilaksanakan. “Jangan sampai ini menganggu kegiatan yang akan dilakukan oleh tiap-tiap ormawa,” ungkapnya. (cnk)

Mahasiswa Tuntut WR IV Dipecat

0

Media Unram – Mahasiswa Unram kembali melakukan aksi di Gedung Rektorat Unram. Kali ini, mereka menuntut pihak birokrasi agar Wakil Rektor (wr) IV Yusron Saadi agar diturunkan dari jabatannya disertai surat pernyataan permohonan maaf kepada mahasiswa atas ucapannya yang dinilai menjatuhkan mereka.

Suasana mahasiswa saat melakukan aksi di depan gedung rektorat Unram. (Foto: khn)

Aksi yang dilakukan pada Senin, (24/02/20) ini juga meminta agar oknum satpam yang melakukan tindakan represif diberikan sanksi yang berat. Seperti yang diketahui, oknum satpam melakukan pemukulan kepada mahasiswa yang melakukan aksi mimbar bebas pasca kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin, 19 Februari lalu.

“Kami ingin mengetahui motif apa sebenarnya di balik tindakan represif satpam. Jangan-jangan WR IV yang memerintahkan oknum satpam ini,” tutur Alan Ananami yang juga merupakan korban dari insiden tersebut.

Kemudian dalam aksi ini juga, mahasiswa menuntut kejelasan dari kasus ditilepnya uang bidikmisi yang terjadi di Unram. “Kasus ini harus jelas dan segera di selesaikan. Jangan hanya beberapa saja,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, WR II Kurniawan akan menindak lanjuti tuntutan mahasiswa. “Kami akan melanjutkan ini. Teman-teman kan sudah melaporkan kejadian ini ke Polda. Jadi kita tunggu kelanjutnya,” ungkapnya saat menemui mahasiswa.

Wakil Rektor (wr) II Kurniawan saat menemui mahasiswa. (Foto: khn)

Menurut pengakuan Kurniawan, jika benar terbukti ada oknum satpam yang melakukan tindakan represif itu, maka WR II akan memecatnya.

Kurniawan menjelaskan, untuk pemberhentian WR IV bukan bagian dari tugasnya. “Untuk penurunan jabatan pak WR IV itu hak pak rektor,” kata Kurniawan. Rektor Unram Lalu Husni sedang berada di Jakarta. Lebih jauh Kurniawan menjelaskan, dia tidak mempermasalahkan jika WR IV dilaporkan ke Polda.

Pada waktu yang sama, Kurniawan meminta maaf kepada mahasiswa atas insiden tindakan represif yang dilakukan oleh oknum satpam. “Saya mohon maaf sebesar-besarnya mengenai kekerasan yang dilakukan oleh para keamanan,” kata Profesor hukum ini.

Sebelumnya, Yusron Saadi menjelaskan bahwa dia masih belum paham dengan apa yang diingkan oleh mahasiswa. “Saya harap mahasiswa pintar. Ikuti mekanisme-mekanisme yang ada,” ucapnya di depan pers saat diwawancarai.

Yusron Saadi juga menuturkan tentang ucapannya. Menurutnya, itu adalah ciri khasnya dalam menyampaikan sesuatu. “Saya memang begini. Berapi-api kalo berbicara,” lanjutnya.

Wakil Rektor (wr) IV Yusron Saadi. (Foto: khn)

Orang yang menjadi PLT WR III ini juga mengatakan, jika permasalahan ingin diselesaikan maka harus ada dialog. “Saya tidak diberikan izin untuk berbicara, ini kan sepihak jadinya. Bagaimana permasalahan bisa diselesaikan,” ungkapnya sambil mempraktikan gaya orasi mahasiswa.

WR II juga memberikan penjelasan mengenai adanya indomaret yang ada di Unram. “Indomaret itu sengaja dibuat, agar Unram tidak hanya  mendapatkan uang dari ukt mahasiswa saja,” katanya.

Dijelaskan lagi, Unram akan memanfaatkan tanah yang ada di Narmada untuk membuat tempat penelitian dan rekreasi.

Sedikit informasi, sekitar tanggal 13-14 Maret 2020, WR II akan berkunjung ke Surabaya dalam rangka membahas status Unram dari PTN BLU ke PTN BH. (khn)

Kopang Mural Ceria, Event Seni dan Amal

0

Media Unram – Event Kopang Mural Ceria sebagai salah satu cara untuk menyadarkan bakat-bakat seni yang bisa dijadikan pekerjaan sekaligus mensosialisasikan mural dikalangan masyarakat.

Suasana saat event mural ceria di Kopang. Minggu, (23/02/20). (Foto: ibe)

“Tujuan awalnya, kami mau memperkenalkan mural kepada masyarakat, kami pengen teman-teman yang punya bakat bisa mengembangkan bakatnya, bisa mengkomersilkan karyanya karena mural ini bisa dijadikan pekerjaan tetap. Kedua, ya untuk meramaikan Kopang,” ungkap ketua panitia Muhammad Diva Andreani.

Selain acara mural ceria ini,  terdapat beberapa stand bazar mulai dari pakaian, make-up, kopi hingga barber.

Menariknya, acara yang diselenggarakan oleh komunitas Akapsi ini juga mengadakan dan membuka beberapa bazar yang mengadakan ‘bayar seikhlasnya’. “Bukan sekedar mural doang, teman-teman yang jualan di sini kita patok satu stand Rp.150.000 saja,” lanjut Diva.

Diva menjelaskan, semua uang yang diperoleh dari acara ini akan di berikan kepada anak yatim.

Saat ditemui wartawan Media Unram, Diva menceritakan munculnya ide untuk mengadakan acara ini. “Awalnya, waktu kuliah, saya terinspirasi melihat mural begini di Jogja. Kemudian saya berpikir, kayaknya ini bisa dicoba di kampung,” ungkap pria kelahiran Kopang tersebut.

Berawal dari membuat mural di tembok kampung untuk sekadar memperindah kampung sehingga muncul inspirasi untuk membuat acara mural dengan diselingi hiburan. Dan kini, telah menjadi mural terbesar yang ada di NTB.

Acara yang digelar pada (23/02/20) ini dimulai dari  pukul 08.00 WITA dengan dimeriahkan gendang belek SMPN 1 Kopang sampai maghrib.

Peserta mural berasal dari komunitas dan perorangan yang berasal dari Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan beberapa perwakilan dari daerah lain. Mereka yang diundang dan mengikuti event ini merupakan orang-orang profesional  yang sudah biasa hidup di dunia mural.

Anggaran dana acara ini mencapai sekitar 25 juta yang didapat melalui berbagai sumber seperti sponsor, instansi dan dana pribadi. Diva mengharapkan, acara ini berdampak pada masyarakat sekitar. (ibe)