24.5 C
Mataram
Saturday, September 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 83

Faruk: Jika Tak Punya Masker, Silakan Ambil di Rektorat

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Mengingatkan mahasiswa tentang penyebaran wabah Covid-19 dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya yang menetap di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unram, Kepala Bagian (Kabag) bidang kemahasiswaan Abdul Faruk didampingi Kasubag Azra’i Gazali mengadakan pertemuan dengan ketua ormawa.

“Saya mendapat informasi, bahwa adik-adik mahasiswa tidak ada satu pun di sini yang menggunakan masker,” kata Faruk di Aula Gedung PKM, Kamis (14/1/2021).

Kemudian, lanjut Faruk, bagi mahasiswa yang tidak memiliki masker, bisa mendatangi dan mengambil di bagian kemahasiswaan. “Kami siapkan di sana. Yang penting setiap hari harus menggunakan masker, termasuk ketika datang ke masjid untuk salat,” ungkapnya.

Pihak birokrasi melakukan pengarahan pada mahasiswa tentang penyebaran Covid-19 (foto: MEDIAUnram/khn)

Faruk mengakui, rata-rata mahasiswa memiliki imunitas yang tinggi, namun Ia mengingatkan agar tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya, yang dikhawatirkan, orang-orang di rumah memiliki umur kisaran 50-an ke atas. “Mereka itu harus kita jaga,” jelasnya. Ia mengimbau, mahasiswa mulai menjaga kesehatan.

Lebih jauh Faruk menjelaskan, kini ada beberapa dosen Unram yang sedang dirawat. “Jadi kalau orang-orang tua ini kan sangat rentan sekali dengan situasi seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) BEM Unram terpilih, Anggun Firmansyah mengatakan, kehadiran Kabag baru tersebut tidak hanya sekali ini saja.

“Kami juga berharap kepada bapak untuk menjadi jembatan kita dalam menyampaikan  aspirasi,” katanya.

Pada akhir pembicaraannya, Anggun juga menyampaikan salah satu permasalahan Gedung PKM, yakni tersumbatnya pembuangan di kamar mandi.

Terkait hal itu, Faruk mengatakan akan segera menyelesaikan. “Baik, nanti kami akan coba perbaiki,” pungkasnya. (khn)

Lombok Wildlife Park, Wisata Edukasi yang Menarik untuk Dikunjungi

0

Lombok Utara, MEDIAUnram.com – Berbicara tentang pariwisata, Lombok memang tidak ada habis-habisnya, seperti Lombok Wildlife Park. Destinasi yang terletak di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) ini memiliki destinasi wisata berbasis edukasi.

Lokasi yang bertempat di Jl. Raya Tanjung Sire, Sigar Penjalin, KLU ini merupakan sebuah kawasan wisata edukasi yang menyuguhkan berbagai satwa, seperti gajah, burung, ular, buaya, monyet siamang, rusa, beruang dan satwa lainnya.

Rabu (13/1) kemarin, anggota Media Unram berkesempatan mengunjungi Lombok Wildlife. Untuk sampai ke sana, kira- kira memakan waktu satu jam perjalanan dari Mataram.

Untuk tiket masuk, Lombok Wildlife Park menyediakan promo Nurut Tatanan Baru (NTB) khusus WNI. Harga tiket masuknya Rp50.000, sementara untuk anak-anak usia di bawah dua tahun tidak dipungut biaya.

Sesampai di lokasi, kita disambut nuansa alam yang masih asri dari rimbun pepohonan. Tempat yang jauh dari perkotaan, mampu menyejukkan dan menenangkan pikiran, sehingga memberikan sensasi tersendiri bagi pengunjung yang berlibur.

Salah satu pengunjung (Foto: San)

Menariknya, tempat ini dilengkapi fasilitas, seperti Wi-Fi, ruang ganti, ruang salat, berugak, toilet, area parkir dan restoran serta fasilitas protokol kesehatan Covid-19. Tak hanya itu, Lombok Wildlife Park juga menyediakan wadah bagi pengguna kursi roda dan stroller.

Lombok Wildlife Park juga memiliki tim yang sudah terlatih secara profesional untuk melayani semua kebutuhan dan kegiatan hewan.

Jadi, untuk para pengunjung jangan takut untuk mengajak satwa-satwa berfoto, memberi makan dan bermain bersama.

Berlibur sekaligus mempelajari berbagai macam jenis satwa merupakan pilihan yang sangat menarik. Khususnya, mahasiswa yang merasa jenuh dengan aktivitas perkuliahan.

Wisata edukasi ini memiliki banyak manfaat, yakni dapat memberikan pengalaman langsung, merangsang dan memotivasi pembelajaran hubungan timbal balik, memperkuat pengamatan dan persepsi. Serta meningkatkan pengembangan pribadi dalam kehidupan sosial bagi pengunjung, apalagi anak-anak.

Diketahui, tempat ini memiliki periode promo berlaku mulai tanggal 1 Desember 2020 s/d 31 Januari 2021. (San/Eva)

Tanpa Terencana

0

Kamu mungkin tak akan percaya
Jika ku utarakan semua rasa
Tapi ini benar-benar nyata
Senyata jingga kala senja

Kamu mungkin tak akan mengerti
Sebab ini semua kata hati
Tak akan kamu temui dalam KBBI
Karena rasa ini tak terdefinisi

Kamu cukup mendengarkan
Biar aku yang menceritakan
Maaf jika bahasaku tak karuan
Karena aku tak pandai menjelaskan

Kamu tahu, bahwa aku juga tak tahu
kapan tepatnya rasa ini menghampiriku
Tanpa kabar ia tiba-tiba datang bertamu
Katanya dia akan menetap untukmu

AMPN Datangi Polda NTB, Kabid Humas Minta Percayakan Penanganan Kepada Polri

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Aliansi Masyarakat Peduli Pahlawan Nasional (AMPN) Lombok Tengah mendatangi Polda NTB untuk melaporkan oknum-oknum yang melakukan pengerusakan fasilitas umum beberapa waktu lalu di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Senin (4/1/2021).

Laporan itu dilakukan bertujuan untuk membersihkan nama masyarakat Lombok Tengah yang masyarakatnya pada dasarnya memiliki adab yang baik, agar tidak ada anggapan bahwa Lombok Tengah daerah yang tidak kondusif.

“Kami datang atas nama penegakan hukum. Kami tidak ingin memalukan Lombok Tengah, Lombok Tengah itu masyarakatnya beradab, beretika, dan memiliki sopan santun,” kata Koordinator AMPN, Himni Amin.

Ia mengatakan, aliansi datang ke Polda ini juga untuk mendukung pihak kepolisian dalam menegakkan hukum terhadap tindak pidana pengerusakan fasilitas umum yang ada di BIZAM.

Laporan ini kata dia, bukan atas konteks penamaan atau pergantian nama bandara melainkan tindakan pidana pengerusakan fasilitas umum, “Kalau ada persoalan hukum sah atau tidak sah pergantian nama bandara itu dipersilakan melakukan gugatan terhadap keputusan (red: nama bandara) pemerintah itu,” terangnya.

Himni juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat karena telah mempercayai Lombok Tengah sebagai lokasi pembangunan Bandara Internasional yang sangat bermanfaat bagi masyarakat NTB khususnya Lombok Tengah.

“Masyarakat Lombok Tengah sangat berterima kasih atas Bandara yang ada, atas pemberian nama Bandara, karena nama tersebut (BIZAM) bentuk penghargaan negara untuk masyarakat NTB, dan memiliki dampak ekonomi yang sangat bagus,” tuturnya.

Polda NTB melalui SPKT lanjutnya, menerima laporan masyarakat tersebut dan berjanji akan menyelesaikan kasus ini.

Di akhir penyampaiannya, Himni meminta kepada masyarakat untuk tidak bertindak melawan hukum seperti pengerusakan yang terjadi beberapa waktu lalu dan mempercayakan masalah ini kepada pihak yang berwajib untuk melakukan penegakan hukum.

Seiring dengan hal itu, Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus pengerusakan plang nama bandara beberapa waktu lalu.

“Tim kami saat ini sudah bergerak melakukan investigasi terkait kasus tersebut,” jelas Artanto kepada media usai menghadiri acara serah terima jabatan di Lapangan Tenis, Polda NTB, Kota Mataram, Senin (4/1/2020).

Pesannya masyarakat tetap tenang biarkan polisi yang bekerja, “Saya harap masyarakat tenang dan serahkan urusan ini ke pihak kami,” pungkasnya. (Khn)

Musala Fakultas MIPA Minim Fasilitas

0

Media Unram – Musala yang ada di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram (Unram) dinilai hanya sebagai alternatif saja, karena fasilitasnya masih minim bahkan belum bisa dikatakan sebagai musala.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Sentra Kerohanian Islam (SKI) At-Tafakkur FMIPA Unram, Muhammad Hatami,.

Hatami menjelaskan, selama ini dosen dan mahasiswa FMIPA selalu melaksanakan salat di Fakultas tetangga yakni Hukum dan Pertanian. Karena ketidaknyamanan tersebut, mahasiswa mengusulkan untuk dibangunnya musala di FMIPA.

“Musala yang dibangun di lantai tiga FMIPA ini sebetulnya bukan musola, karena fasilitas masih seadanya. Bisa dikatakan ini hanya alternatif saja,” ungkap Hatami kepada Media Unram, Jumat (18/12).

Sebelumnya, tim Media Unram juga menemui Kholik Hidayatullah Sekretaris Umum II Himpunan Mahasiswa Fisika (Himafis). Ia mengungkapkan, selain fasilitas yang masih sangat kurang, lokasi musola yang berada di lantai tiga juga dinilai kurang efektif.

“Saya pribadi ketika masuk waktu solat, lebih sering ke musala fakultas hukum atau pertanian, karena lokasi musala di sini terlalu jauh di lantai tiga dan sepi juga,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Dedy Suhendra Dekan Fakultas MIPA mengungkapkan bahwa musala tersebut sebenarnya masih berfungsi sampai sekarang.

“Karena masih terdampak gempa, jadi seluruh ruangan di lantai tiga itu belum bisa berfungsi dengan maksimal,” kata Dedy.

Lebih jauh ia menjelaskan, tahun depan akan ada pembangunan untuk lantai tigatersebut. “InshaAllah 2021 dananya akan cair. Pembanguna itu juga termasuk tangga darurat dan fasilitas-fasilitas pendukung lain,” pungkasnya. (win)

Ibu

0
ilustrasi ibu. (Sumber: Ist)

Oleh: Nurul Hidayatul Hikmah

 

Perwujudan semesta dalam bentuk seorang wanita

Jelmaan malaikat terindah dari surga

Dunia yang mengayomi manusia

Dan beribu ungkapan lainnya yang tak terkata

 

Kau hadirkan seluruh itu dalam sebuah cinta

Sebuah rasa tulus yang tidak akan ada ujungnya

Kepada beberapa jiwa yang kau sebut keluarga

Tiada apa yang mampu meruntuhkannya

 

Kau, pemilik jiwa bak permata dan sutra

Berikan genggaman kepada sebuah jiwa

Yang masih tertatih dalam meniti jalannya

Hingga siap untuk menjadi seorang manusia

 

Semuanya tak menutup fakta

Bahwa kau pun manusia jua

Miliki hati yang berubah secepat masa

Hingga tak jarang kau palingkan muka

 

Walau demikian adanya

Kau disebut bidadari bukan tanpa makna

Keteguhan jiwamu dalam memberi cinta

Buat doamu tak terbatas hingga ke Langit sana

FK Unram Mulai Terapkan Kuliah Tatap Muka

0
Fakultas Kedokteran (FK) Unram. (MD/tim)

Media Unram – Sejak Agustus lalu, Fakultas Kedokteran (FK) sudah mulai melakukan perkuliahan secara tatap muka.

Hal ini sesuai Surat Edaran (SE) Rektor Nomor 5353/UN18/HK/2020 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Akademik dan Kemahasiswaan Pada Tahun Akademik (TA) 2020/2021 di Universitas Mataram (Unram) dalam tatanan new normal (kenormalan baru).

Perkuliahan tatap muka ini meliputi praktik di rumah sakit Unram untuk para dokter muda dan praktikum di kampus untuk mahasiswa Program Studi (Prodi) Kedokteran dan Farmasi. Praktikum yang dilakukan secara tatap muka ini merupakan kegiatan perkuliahan yang tidak bisa dilakukan secara dalam jaringan (daring).

“Kalau misalnya perkuliahan atau model praktikum itu tidak bisa dilakukan secara online, maka untuk mencapai kompetensi perkuliahan atau praktikumnya bisa dilakukan secara offline,” beber Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Kedokteran, Arfi Syamsun saat dihubungi tim Media Unram, Jumat (18/12).

Arfi Syamsun. (MD/ist)

Kemudian lanjut Arfi, meski begitu, sejauh ini tidak semua perkuliahan dan praktikum dilakukan secara tatap muka.

“Mau online atau offline, itu tetap berdasarkan kesepakatan para mahasiswa dengan dosen pengampu masing-masing mata kuliah,” ungkapnya.

Arfi menjelaskan, dalam pelaksaannya, mahasiswa dan dosen diwajibkan melakukan screening virus terlebih dahulu untuk memastikan semuanya dalam keadaan sehat. Setelah itu, diharuskan menerapkan prokotol kesehatan, seperti menggunakan masker dan mencuci tangan. Kemudian, mahasiswa juga dipastikan sudah mengantongi surat persetujuan atau surat izin orang tua terlebih dahulu.

“Kapasitas ruangan kita batasi menjadi 50 persen dari kapasitas biasanya dan digunakan secara bergantian oleh para mahasiswa,” lanjutnya.

Pada akhir penuturannya, Arfi mengungkapkan perkuliahan tatap muka di masa new normal ini memang tidak mudah.

“Selain harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kita juga harus memastikan kompetensi perkuliahan bisa tercapai,” pungkasnya. (el, ra)

Kepuh

0

Oleh: Dea Aswani (Anggota MEDIA UNRAM)

Serat-serat akar yang kian membumi
Meniup rimbun di atas awang-awang
Bersenandung ia di atas rumput-rumput liar
Yang di atasnya menancap kijing-kijing yang bersisihan

Senandung-senandung lirihnya kian mengambang
Berlatar awan hitam yang acapkali suram
Di atas tanah-tanah basah merah kecoklatan
Bekas galian yang baru saja tertutup

Gagah tak terbantahkan
Urat-urat yang menonjol kian matang
Pula serat-serat yang melintang
Coklat muda yang samar-samar kian menghitam

Merah darah berbiji tak sedap
Berselimut kulit tebal menyala
Melengkung tak sempurna seperti bumbung
Kala daun-daun rontok tanpa himbauan

Tak ada yang mengatakan betapa kepuh kesepian
Tak ada yang melihat bagaimana kepuh bertemu dengan tulang-tulang yang kian hilang
Pula tangis yang kian menjerit kala napas menghilang
Kesedihan yang menemaninya dalam keterdiaman

 

 

Pihak Birokrasi Terlalu Otoriter Mengurusi Pemira

0

Media Unram – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Raya (Bawasra), Fauzi Maha Adiyatma merasa kecewa dengan proses Pemira yang diadakan oleh Universitas Mataram (Unram). Pasalnya, keterlibatan pihak birokrasi dalam sistem para penyelenggara dianggap mencederai demokrasi mahasiswa.

“Kami sebagai panitia penyelenggara sudah tidak bisa melihat data statistik hasil pemilihan,” kata orang yang biasa disapa Fauzi ini saat dikonfirmasi Media Unram, Kamis (17/11) pagi.

Fauzi menjelaskan, sebelumnya, ketika sosialisasi sistem Pemira pertama dan ke dua, pihak Bawasra bisa menyaksikan hasil suara pemilihan. Namun saat ingin melihat jumlah suara yang telah masuk terkait pemilihan Ketua dan Sekjen Bem, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), sistem yang mereka masuki tidak bisa lagi memperlihatkan data statistik suara pemilih.

“Dengan sistem begitu, kami sudah seperti pemilih biasa, bukan lagi sebagai penyelenggara. Kami kecewa,” tegasnya.

Fauzi menganggap pihak birokrasi bersikap otoriter, karena mengambil keputusan secara sepihak dan tidak mengikuti peraturan yang berlaku.

Melalui surat terbuka yang dipublikasikan akun resmi media sosial Bawasra, pihak Bawasra dengan tegas menyampaikan bahwa tupoksi mereka telah diambil oleh pihak birokrasi Unram.

Pernyataan Ketua Bawasra 2020, Fauzi Maha Adiyatma dipublikasi dalam status akun resmi Instagram @bawasraunram.

Dengan begitu, pria kelahiran Donggo, Kabupaten Bima ini menyatakan akan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Bawasra 2020. “Pihak birokrasi tidak menghargai kami sebagai penyelenggara,” tegas Fauzi.

Sebelumnya, Media Unram sudah mencoba menghubungi pihak birokrasi. Namun hingga berita ini terbit, pihak terkait belum memberikan klarifikasi.

Sedikit informasi, hari ini pemilihan Ketua dan Sekjen BEM Unram periode 2021 sedang dilaksanakan secara online melalui https://e-vote.unram.ac.id/index.php/beranda. Waktu pemilihan akan berakhir pada pukul 17.00 Wita. (khn)

Besok, Pemira Akan Dilaksanakan, Berikut Informasi Para Calon Ketua dan Sekjen BEM 2021

0

Media Unram – Besok, 17 Desember 2020, Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) Universitas Mataram (Unram) dengan sistem elektronik vote (e-vote) akan dilaksanakan.

Nomor urut 1 diduduki oleh pasangan Roman-Erwin. Roman sebagai calon Ketua BEM saat ini sedang menempuh semester tujuh Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian. Sementara itu, Erwin sebagai calon sekjendnya merupakan mahasiswa semester tujuh Fakultas Hukum.

Pasangan ini cukup optimis dengan persiapan yang sudah mereka lakukan. “Untuk mendapat suara, kami melakukan komunikasi, koordinasi dan konsolidasi di beberapa Unit Kegiatan Fakultas (UKF) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ),” bebernya saat dihubungi Media Unram via WhatsApp, Minggu (13/12).

Roman berharap, dengan adanya Pemira ini mahasiswa banyak mempelajari tentang politik yang sebenarnya. “Mari kita berpolitik secara afirmatif, jangan berpolitik praktis di kampus, karena kita mahasiswa yang sedang belajar,” tegasnya.

Sementara, nomor urut 2 diduduki oleh pasangan Yusril-Anggun. Yusril sebagai calon Ketua BEM adalah mahasiswa semester tujuh Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sementara, Anggun, mahasiswa semester tujuh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik.

Mereka menjelaskan bahwa saat ini yang terpenting adalah mempersiapkan jiwa dan raga untuk tetap fit menjelang Pemira. “Karena padat silaturrahim ke tiap fakultas, diskusi, grand design dari BEM Unram ke depannya seperti apa, persiapannya lebih ke arah itu,” ungkapnya kepada Tim Media Unram Senin (14/12).

Anggun juga mengaku persiapannya untuk konsep BEM Unram tidak terlalu jauh, karena ia sudah tiga tahun bergelut di Lembaga Eksekutif kampus.

Terakhir, nomor urut 3 diduduki oleh pasangan Wahyu-Galuh. Wahyu merupakan mahasiswa semester tujuh Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pangan (Fatepa). Sementara, Galuh merupakan mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol).

Ketua Tim Sukses (Timses) pasangan ini, Faminullah Faujan menjelaskan, mereka telah melakukan silaturrahmi ke berbagai fakultas di Unram. “Dengan cara ini, aspirasi dan harapan teman-teman bisa kita tampung sebagai landasan program kerja,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa silaturrahmi ini akan tetap mereka lakukan demi terciptanya integrasi diantara seluruh mahasiswa Unram. “Terpilih atau tidaknya, kami akan tetap membangun relasi dengan seluruh mahasiswa. Sekalipun Pemira ini sudah selesai,” pungkasnya

Ketiga paslon nampaknya sudah mempersipakan diri dengan matang untuk menyambut pesta demokrasi ini. Diluar dari persiapan tersebut, tentunya masing-masing Paslon memiliki visi misi untuk kemajuan kampus. Berikut adalah visi-misi mereka:

Paslon nomor 1 (Roman-Erwin):
Reaktualisasi BEM Unram yang aktif, responsif, edukatif dan partisipatif dalam menampung dan menyalurkan aspirasi mahasiswa.
1. Membangun internal BEM Unram berlandaskan kekeluargaan.
2. Responsifitas BEM Unram terhadap kebutuhan kemahasiswaan dan masyarakat indonesia.
3. Meningkatkan koordinasi dan kerjsama organisasi internal maupun eksternal.
4. Bekerja keras, ikhlas tanpa batas.

Paslon nomor 2 (Yusril-Anggun):
Terwujudnya BEM Unram yang CERDAS (Cinta, Empati, Revolusioner, Dedikasi, Advokasi dan Solidaritas)
1. Meningkatkan rasa cinta perjuangan dan rasa empati mahasiswa dalam pengabdian.
2. Mengupayakan gerakan mahasiswa yang revolusioner dan berdedikasi.
3. Hadir kepada mahasiswa melalui pelayanan advokasi yang maksimal.
4. Membangun solidaritas antar civitas akademika berbasis kekeluargaan.

Paslon nomor 3 (Wahyu-Galuh):
Mewujudkan BEM Unram yang unggul berbasis gerak, inovatif, solutif, bersahabat dan kolaboratif.
1. Mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akomodatif, solid dan profesional.
2. Menumbuhkan sinergi antara mahasiswa dengan lembaga mahasiswa internal dan eksternal kampus.
3. Mewujudkan pelayanan advokasi yang aspiratif, responsif, kreatif dan solutif berbasis riset.
4. Meningkatkan minat dan daya literasi serta diskursus kemahasiswaan
5. Membangun tetanan kehidupan kampus dan masyarakat Indonesia yang humanis, demokratis dan berkeadilan terhadap perempuan.
6. Membangun kolaborasi antara mahasiswa, civitas akademica dan alumni, guna menyongsong Unram Go Internasional 2025. (Mda, Wni, B)