24.5 C
Mataram
Saturday, September 26, 2026
spot_img
Home Blog Page 82

Keunikan Agrowisata Jerowaru yang Tak Banyak Orang Tahu

0

Lombok Timur, MEDIAUnram – Jerowaru memang memiliki kawasan yang terkenal akan keindahan pesona pantainya. Namun, tak banyak dibicarakan, daerah ini juga menyuguhkan agrowisata dengan fasilitas berugak terbesar di Indonesia.

Berada di Dusun Kwang Adil, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru. Agrowisata yang memiliki luas lahan 1,30 hektar ini berdiri sejak 2004 lalu.

Safruddin Akbar selaku pemilik agrowisata ini, menceritakan  mulai mengelola lahan miliknya dengan menanam pohon jati dan sengon.

“Kemudian mulai menanam buah-buahan sejak Januari 2016. Seperti jeruk, kelengkeng, anggur dan kelapa yang ditanam pada lahan sekitar 1,30 hektar,” katanya kepada Media Unram, Sabtu (30/01/2021).

 

Menariknya, lahan kering di Desa Ekas ini bisa menghasilkan berbagai jenis buah-buahan. Hal ini menjadi daya tarik pengunjung.

“Melihat tanaman tumbuh subur dan bagus di lahan yang banyak air adalah hal yg lumrah dan biasa-biasa saja,” ujar Safruddin.

Kemudian, lanjutnya, melihat tanaman bisa tumbuh sehat dan subur di lahan yang kering seperti di teluk Ekas “Ini baru luar biasa yang membuat orang tertarik,” sambungnya.

Selain itu, wisata ini memiliki fasilitas yang sangat unik, yakni sebuah berugak dengan tinggi dan diameter terbesar di Indonesia.

“Saat ini juga telah berdiri berugak tertinggi dan terbesar di Indonesia, tingginya 13 meter dengan diameter 2.400 meter persegi dan sedang dalam proses pengajuan rekor,” ungkap pria yang kerap disapa Amaq Wangi itu.

Berugak yang diberi nama berugak orange tersebut menjadi spot favorit pengunjung, sebab keindahan semua tanaman dan bukit-bukit jagung di Teluk Ekas, pantai Gili Lunjer  nampak jelas terlihat.

Di ujung pembicaraannya, Amaq Wangi berharap agar petani-petani yang lain mau menanam buah-buahan minimal di halaman rumah.

“Harapan saya agar petani-petani yang lain mau menanam buah-buahan minimal di halaman rumahnya, guna memenuhi kebutuhan,” tuturnya. (san)

Lockdown Unram Berakhir Hari Ini

0
Press Release Satgas Covid-19 Unram (foto: ist).

Mataram, MEDIAUnram.com – Lockdown di lingkungan kampus Universitas Mataram (Unram) berakhir 31 Januari 2021. Hal ini berdasarkan hasil diskusi dan evaluasi antara Pimpinan Unram dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unram yang telah digelar Jumat, (29/01) kemarin.

Namun, pembelajaran secara dalam jaringan masih tetap berlaku, kecuali penelitian dan praktikum yang dilaksanakan di laboratorium dengan membatasi waktu dan jumlah peserta, serta mendapat pengawasan dari Satgas Covid-19 Unram, Minggu (31/01/2021).

Nampaknya, kegiatan offline hanya ditujukan bagi tenaga kependidikan dengan melakukan sistem rotasi dan memerhatikan arahan pimpinan masing-masing unit.

Tak hanya itu, dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, Unram menetapkan beberapa kebijakan berikut:

  1. Memonitoring penegakan protokol kesehatan dengan melakukan skrining pemakaian masker di semua pintu masuk Unram.
  2. Berkoordinasi dengan dengan tenaga keamanan/security yang tetap melakukan pengawasan melalui kegiatan patroli keliling di lingkungan Unram dan diberikan kewenangan untuk melakukan tindakan penertiban jika terdapat kerumunan dan kegiatan pengumpulan orang yang tanpa perizinan dari tim Satgas Covid-19 Unram.
  3. Skrining pendaftaran kegiatan offline dengan peserta lebih dari 15 orang melalu form online yang elah disediakan oleh Tim Satgas Covid-19 Unram.
  4. Bekerjasama dengan Tim Satgas Covid-19 Unram untuk melakukan edukasi rutin terhadap Fakultas, Program Studi (Prodi) dan Unit Kerja mengenai pencegahan penularan wabah Covid-19 di lingkungan Unram, serta menyediakan kebutuhan akan kelengkapan protokol kesehatan di lingkungan Unram.

Selain poin di atas, Unram dan Satgas Covid-19 juga melakukan edukasi kepada masyarakat kampus serta mensosialisasikan peran Ruang Diskusi dan Call Center, yakni fasilitas untuk sivitas akademik seputar Covid-19. (lnf)

Memakai Knalpot Racing, Dua Remaja Hancurkan Knalpotnya di Hadapan Polisi

0

Sumbawa Besar, MEDIAUnram.com – Dua orang remaja kedapatan memakai knalpot racing oleh Unit Patroli Sat Sabhara Polres Sumbawa hingga terpaksa menghancurkan sendiri knalpot miliknya dengan batu besar.

Akp Sumardi menjelaskan saat itu Unit Patroli Sabhara tengah melakukan patroli dan mendapati dua orang remaja memakai knalpot racing di jalan Unter Iwes Desa Kerato, Kamis (28/01/2021).

Seketika, dua pemuda tersebut mendapat teguran hingga hukuman yakni menghancurkan knalpot miliknya dengan batu besar.

Nampaknya hukuman tersebut diberikan agar mereka jera dan tidak ada lagi yang menggunakan knalpot racing.

“Ketika di lapangan, personel meminta agar pengendara itu sendiri untuk merusak knalpot racing miliknya, agar ada efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” ujar Sumardi.

Ia juga mengatakan, suara bising dari knalpot racing sangat meresahkan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Apalagi saat masyarakat sedang istirahat terlebih ketika malam hari,” tambahnya.

Selain meminta menghancurkan knalpot, petugas juga meminta agar pengendara mengganti knalpot dengan knalpot standar.

“Knalpot racing sudah jelas dilarang oleh aturan dan juga mengganggu kenyamanan, jika ditemukan pasti akan kami tindak tegas” terang perwira tiga balok itu.

Sumardi mengimbau dan mengajak masyarakat khususnya kaum remaja agar jangan memodifikasi kendaraan yang tidak sesuai dengan aturan lalu lintas.

“Salah satunya dengan mengganti knalpot standar menjadi knalpot bising,” tutupnya. (san)

Reposisi Rindu

0

Bulan termaram bersama daun-daun
Sepi menyepi dalam aksara lama

Belum hilang rasa itu bersama purnama
Mencoba berdoa di sepertiga malam
Menemani hati gamang dalam kerancuan

Jangan tanya mengapa
Hati masih berduka dalam rasa sendiri

Bersembunyi apik bersama puisi
Puisi lama datang kembali

Bersama rancu-rancu pelik
Dalam penantian diri
untuk kisah misteri
Dari sang illahi

Bima, 18 Januari 2021

Dua Mahasiswa FK Unram Terkonfimasi Positif Covid-19, Arfi: Iya, Benar

0
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FK Unram, Arfi Syamsun (foto: ist).

Mataram, MEDIAUnram.com – Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Mataram (Unram) positif Covid-19. Hal ini dibenarkan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FK, Arfi Syamsun.

“Iya, benar. Itu dua mahasiswa kami yang akan yudisium sedang pulang kampung di Bali saat kena Covid-19. Jadi, bukan diperoleh di kampus,” terangnya saat dihubungi melalui WhatsApp, Kamis (21/01/2021).

Diketahui kedua mahasiswa itu seorang Perempuan dan Laki-laki. “Dua-duanya berusia 22 tahun,” ujar Arfi.

Ia menceritakan kondisi kedua mahasiswa tersebut saat ini sudah membaik  dan sedang menjalani isolasi mandiri.

“Yang laki-laki sedang isolasi mandiri di kosnya dan yang perempuan sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Sanglah Bali, sekarang sedang isolasi di rumahnya di Bali,” jelasnya.

Di akhir penuturannya, Arfi mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk tetap mengikuti aturan tatap muka yang sudah ditentukan Prodi dan Fakultas, serta disiplin protokol kesehatan 3M, yakni; Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak.

“Tetap disiplin protokol kesehatan 3M dan bersiap di-screening jika kontak erat dengan pasien Covid-19,” tutup Dokter Spesialis Forensik tersebut. (ans/fal)

13 Orang Civitas Academica Unram Positif Covid-19

0
Ilustrasi Covid-19, (foto: ist)

Mataram, MEDIAUnram.com – Sejumlah tiga belas orang civitas academica yang berasal dari berbagai fakultas Universitas Mataram (Unram) terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu diungkapkan Wakil Rektor (WR) II Bidang Umum dan Keuangan, Kurniawan.

Ia menyatakan tiga belas orang tersebut terdiri dari tujuh dosen, empat pegawai dan dua mahasiswa.

“Tujuh dosen berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Pertanian (Faperta). Kemudian, empat pegawai berasal dari Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kedokteran (FK) dan FKIP, serta dua mahasiswa yang berasal dari FK,” bebernya saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (21/01/2021).

WR II Bidang Umum dan Keuangan, Kurniawan (foto: ist)

Nampaknya, tiga belas korban tersebut telah mendapatkan penanganan  pihak kampus dan satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Unram.

“Dari tiga belas yang positif, ada yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dan di Wisma Kampus 2 Unram Seganteng, serta ada yang isolasi mandiri di rumah,”  kata Kurniawan.

Ia juga mengungkapkan semua korban merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). Mengutip edaran Kementerian Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, OTG merupakan orang yang terinfeksi Covid-19 tetapi tidak memiliki gejala, sehingga beresiko lebih besar untuk menularkannya ke orang lain.

Di akhir pembicaraannya, Kurniawan menyampaikan menyikapi hal ini, Rektor Unram mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penyesuaian sistem kerja dosen dan tenaga kependidikan yang diharuskan melaksanakan pekerjaan dari rumah selama batas waktu sesuai SE.

“Ini sebagai upaya kita untuk menekan lonjakan angka positif Covid-19 di lingkungan kampus,” pungkas Guru Besar termuda Unram itu. (lnf)

Aku, Kita

0

Aku tidak pandai mengungkap rasa

Hanya bisa menahan diri

Bukan karena takut menjadi asa
Hanya takut berharap terlalu tinggi

Ternyata ketidakpandaian ini malah menjadi petaka
Menjadi jarak antara kita

Menjadi rasa yang tidak tersampaikan
Hingga rasa itu menjadi terabaikan

Kita ialah sebutan kau dan aku yang dulu
Yang kini menjadi sakit ketika didengar
Menjadi luka
Menjadi kecewa.

Dompu, 10 Januari 2021

Surat Cinta 2

0

Teruntuk kamu dengan kasih lembutmu di sana
Aku di sini, di langit semester pertama

Tak hebat memandangimu atau menuliskannya, untuk kedua kalinya atau terakhir kalinya
Doamu menjadi bukti di angkasa raya

Malam tak lagi menampakkan dirinya
Bintang pun terjatuh, tetapi kamu tak memilih untuk menyerah

Tatapan indah di wajahmu buatku jatuh dalam namamu
Terlihat hinggap di mahkota bungaku

Bahwa, cinta hidup selama-lamanya
Seperti bulan dan bintang yang selalu bersinar.

 

Labuapi, 9 Januari 2021

SE Rektor Unram, Kuliah Tetap Online

0
Surat Edaran Rektor Nomor 477/UN18.1/TU/2021

Mataram, MEDIAUnram.com – Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus, Rektor Universitas Mataram mengeluarkan kebijakan penyesuaian sistem kerja dosen dan tenaga kependidikan.

Hal ini disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 477/UN18.1/TU/2021. Menurutnya, perlu dilakukan penyesuaian sistem kerja dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 terhadap dosen, tenaga kependidikan (tendik) dan mahasiswa Unram, Senin (18/01/2021).

Salah satu poin menyatakan bahwa, pihak rektorat menutup semua sarana kampus seperti Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM)/Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik yang ada di Universitas maupun di Fakultas, Asrama Mahasiswa, Sarana Olahraga, Kantin, serta sarana publik lainnya yang memungkinkan orang berkumpul di area kampus Unram.

Selain poin di atas, berikut poin-poin yang disampaikan dalam SE Nomor 477/UN18.1/TU/2021:

  1. Dosen melakukan pekerjaan dari rumah (WFH), dengan tetap memperhatikan produktifitas dalam rangka pencapaian target kinerja Universitas Mataram.
  2. Bilamana pelaksanaan pekerjaan dosen tidak dapat dikerjakan secara WFH dan memerlukan penyelesaian di kampus/laboratorium, maka diharuskan untuk mendapat persetujuan Satga Covid-19 Universitas Mataram.
  3. Tendik melaksanakan pekerjaan dari rumah (WFH), dengan tetap memperhatikan produktifitas dalam rangka pencapaian target kinerja Universitas Mataram.
  4. Bilamana pelaksanaan pekerjaan tendik tidak dapat dikerjakan dari rumah (WFH) dan memerlukan penyelesaian di tempat kerja (kantor), maka jumlah tendik yang bertugas diupayakan seminimal mungkin dengan tetap mematuhi protokol Covid-19 secara ketat.
  5. Bilamana ada dosen, tendik dan mahasiswa yang mengalami gejala pandemi Covid-19 agar segera menghubungi Tim Satgas Covid-19 Universitas Mataram (HP/Call center: 087846954043) untuk mendapatkan penanganan.
  6. Dekan/Ketua, Lembaga/Koordinator, Prodi/Ketua UPT dan Pimpinan Unit lainnya diharapkan tetap melakukan monitoring produktifitas atau kinerja dosen dan tendik serta unit kerja masing-masing sesuaisistem kerja yang berlaku.
  7. Surat Edaran Rektor Nomor: 379/UN.18.1/TU/2021 tanggal 13 Januari 2021 tentang pelaksanaan Belajar Mengajar pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 di Lingkungan Universitas Mataram, dinyatakan tetap berlaku sepenjang tidak bertentangan dengan surat edaran ini.

Diketahui kebijakan ini berlaku mulai tanggal 19 Januari 2021 s/d 30 Januari 2021 dan akan disesuaikan dengan perkembangan penyebaran Covid-19, serta mengimbau seluruh Civitas Akademi Unram untuk tetap di rumah dan menghindari area publik selama WFH. (el)

Kompak, Ormawa se-Unram Gelar Aksi Kemanusiaan

0

Mataram, MEDIAUnram.com – Organisasi Mahasiswa (Ormawa) se-Unram mengadakan penggalangan dana untuk korban banjir di kalimantan Selatan (Kalsel) dan gempa di Sulawesi Barat (Sulbar).

Kegiatan yang dilaksanakan di sejumlah simpang jalan Kota Mataram ini berlangsung selama dua hari, yakni hari Sabtu (16/01) untuk korban gempa di Sulbar dan hari Minggu (17/01) untuk korban banjir di Kalsel.

Hal itu diungkapkan oleh Sekjen BEM Unram, Anggun Firmansyah. Ia menjelaskan bahwa aksi kemanusiaan ini digelar di berbagai titik simpang strategis di Kota Mataram.

“Kita sudah tetapkan di beberapa lokasi seperti di simpang Dasan Cermen, simpang Brawijaya, simpang Mall lama, simpang Sweta, ada juga di simpang Rembiga dan di simpang RSJ,” katanya saat dihubungi tim Media Unram melalui WhatsApp (17/01/2021).

Relawan saat melakukan penggalangan dana di simpang RSJ. (foto: Tim/cnk)

Kemudian, lanjutnya, terkait mekanisme penyaluran bantuan, pihak BEM Unram akan menghantarkan bantuan langsung ke lokasi bencana. “Kalau menghantarkan bantuan secara langsung, keyakinan kita seratus persen bantuan bisa tersalurkan dengan lancar, dapat hadir di tengah korban, dan memberikan support ke mereka, tentu feel-nya beda,” ungkapnya.

Lebih jauh Anggun menjelaskan apabila tidak memungkinkan, pihak BEM Unram menyiapkan rencana lain, yakni bantuan akan disalurkan melalui lembaga resmi Laz Dasi NTB.

Diketahui sebanyak 250 relawan yang berasal dari berbagai organisasi mahasiswa di Unram terlibat dalam aksi penggalangan dana dan bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (Laz) Dasi NTB, Sokren (Sosial & Kreatifitas Milenial) dan Kemas (Keluarga Mahasiswa Samawa).

Anggun berharap ormawa se-Unram tetap solid. “Dan memiliki jiwa empati dalam pengabdian yang tinggi seperti visi misi kami,” tandas pria kelahiran Alas tersebut. (mnd)