22.5 C
Mataram
Wednesday, May 27, 2026
spot_img
Home Blog Page 30

KKN Unram Desa Montong Gamang adakan Penyuluhan Pemasaran Produk di Marketplace & Sosial Media

0

Loteng, MEDIA—Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa Universitas Mataram ( KKN PMD Unram) mengadakan Penyuluhan Pemasaran produk di Marketplace dan Sosial Media di Desa Montong Gamang, kecamatan Kopang, Lombok Tengah, NTB. Sabtu, (20/01).

KKN desa Motong Gamang menghadirkan Setyaning Pamestri, S.Pi. M, Si sebagai pemateri yang merupakan dosen dari Fakultas Teknologi Pangandan Agroindustri Universitas Mataram dan menyampaikan materi Penyuluhan Pemasaran Produk di Marketplace dan sosial media.

Tujuan kegiatan untuk membatu masyarakat suapaya bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk pemasaran produk-produk mereka, yang di sampaikan oleh Rafidi Nasyuro selaku ketua KKN Unram Desa Montong Gamang.

“Untuk membantu masyarakat dalam membangun kehadiran jaringan online yang kuat melalui pembuatan situs web atau toko online, mengajarkan penggunakan media sosial untuk mempromosikan hasil kerajinan industri merekamereka”. Jelasnya

Kegiatan Penyuluhan ini juga sangat di suport oleh H.M. Amin Abdullah S.Ag selaku Kepala desa dan staff desa yang sangat mengapresiasi kegiatan yang yang di adakan.

“Karena sekarang perkembangan teknologi sangat pesat dan pelaku usaha yang di desa harus memanfaatkan perkembangan teknologi/digital marketing dan saya mengapresiasi kegaitan ini”. Ungkapnya

Kegiatan Penyuluhan ini diadakan pada hari Kamis 18 Januari 2024 di Kantor Desa Motong Gamang. Dihadiri oleh Kepala Desa, staff Desa, kepala-kepala dusun, dan Pelaku UMKM yang ada yang di Desa Motong Gamang.(albn/advertorial)

KKN Unram Desa Suntalangu Adakan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Briket dari Limbah Bonggol Jagung

0

Lotim,MEDIA—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa Universitas Mataram (KKN PMD UNRAM) mengadakan sosialisasi pembuatan briket berbahan dasar limbah jangung di Desa Suntalangu, Kecamatan Suele, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Kamis (18/01).

Kegiatan ini diadakan di Aula Kantor Desa Suntalangu pada hari Rabu, 17 Januari 2024. KKN desa Suntalangu menghadirkan 2 pemateri yaitu : Syafii S. Si dan Yusril Ashfahani S.M.

Pemateri Pertama Syafii S.Si mejelakan tentang Proses Pembuatan Briket dari Bonggol Jangung. Pemateri Kedua Yusril Ashfahani S.M. Menjelaskan menejemen Pemasaran.

Sopian Ari Wahyudi Selaku ketua Kelompok KKN Unram Desa Suntalangu melihat bahwa jagung sebagai komoditas pertanian disanadisana dan pemanfaatan bonggol Jangung ini sebagai program Utama dari KKN Mereka.

“Ketika panen jagung kerap tidak dimanfaatkan seluruh bagiannya salah satunya adalah tongkol jagung, sehingga menjadi limbah. Kami berinisiasi untuk mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara menfaatkan limbah tersebut menjadi arang briket yang memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat”.

selain itu Kepala Dusun Lelonggek H. Awal mengapresiasi Program Kerja dari KKN Unram.

“Penjelasan dan Praktik yang didibekan semoga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Secara Berkelanjutan”.

Setelah kegiatan sosialisasi di kantor desa dilanjutkan dengan Praktik Pembuatan Briket. Kegiatan ini dihadiri oleh Pemuda-pemuda desa, kepala-kepala susan, Kepala Desa dan jajaranya. (Albn/advertorial)

KKN Desa Jango Adakan Sosialisasi Zero Waste Sekaligus Nobar dan Diskusi Film

0

Loteng, MEDIA – KKN Unram Desa Jango Kecamatan Janapria, adakan nobar dan diskusi film dokumenter ‘Hidup Tanpa Plastik’ guna mendorong diterapkannya gaya hidup Zero Waste, Senin (08/01).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi ‘Pemanfaatan dan pengolahan sampah berkelanjutan di Desa Jango.’

Kegiatan ini dilaksanakan guna menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai betapa pentingnya lingkungan bersih dari Sampah.

“Kita ingin membangun kebiasaan masyarakat mengenai pengolahan dan pemanfaatan sampah yang tepat guna, minimal masyarakat tahu bagaimana cara memilah sampahnya sendiri,” ujar Alwan Kamil selaku Ketua KKN.

Zahiruddin selaku pemantik dalam sosialisasi ini mengatakan bahwa menerapkan gaya hidup zero waste tidak cukup hanya berfokus pada isu daur ulang dan penggunaan kembali plastik, sebab plastik tetap plastik yang nantinya bisa menjadi mikro plastik dan membahayakan.

“Sebetulnya fokus besar kita ada pada isu mengurangi penggunaan sampah plastik yang berlebihan atau reduce,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa menerapkan gaya hidup Zero Waste bisa menjadi salah satu solusi mengatasi sampah di Desa Jango yang dimana belum memiliki tempat pembuangan akhir (TPA).

“Jika ingin mengetahui betapa pentingnya menerapkan gaya hidup zero waste, sebelumnya kita harus mulai berpikir secara parsial, bahwa sebenarnya masalah sampah bisa berkaitan dengan naiknya suhu bumi, menimbulkan wabah penyakit, dan lainnya,” ungkap Zahir.

Tidak sampai disana, I Putu Bayu Kastawan selaku pemantik kedua juga menjelaskan bahwa sebenarnya sampah jika diolah dengan baik bisa bernilai ekonomis.

“Karena sudah kebanyakan sampah, jadi kita juga mau ndak mau harus mendaur ulang untuk menguranginya,” ucap Bayu.

“Sampah gelas plastik yang kita temukan sebenarnya bisa kita buat kerajinan tas belanjaan, bayangkan saja 1 tas membutuhkan 120 sampah gelas plastik, artinya dengan membuat satu tas daur ulang kita sudah berusaha mengurangi 120 sampah gelas plastik,” sambung mahasiswa Biologi tersebut.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 40 peserta diantaranya Kepala Desa beserta pegawai, semua Kepala Dusun di Desa Jango, Kader PKK, Mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Terlaksana di Aula Kantor Desa Jango sekitar pukul 9.30 hingga 12.00 Wita. (Albn)

Pemilu 2024: Antara Pesta Demokrasi atau Pestapora Korupsi

0

Oleh : M. Andi Anugrah (Mahasiswa Fakultas Hukum)

Pesta demokrasi di Indonesi menjadi sebuah agenda rutin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Sebagai negara demokrasi kedaulatan sepenuhnya kembali pada rakyat. Sehingga menciptakan istilah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Pesta Demokrasi telah menanti di depan mata. Tinggal beberapa bulan lagi, tepatnya 14 Februari 2024, segenap warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih akan melakukan pemungutan suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 guna memilih presiden dan wakil presiden, serta para anggota legislatif (DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota) untuk periode 2024-2029.

Sebagai salah satu negara paling demokratis di dunia, Indonesia memiliki keunikan tersendiri sekaligus tantangan dalam menyelenggarakan pesta demokrasi secara langsung dan serentak dibanyak wilayah sekaligus. Karena itu, masyarakat diharapkan aktif berpartisipasi menggunakan hak politiknya agar pelaksanaan pesta demokrasi ini tidak sia-sia. Keterlibatan ini bukan hanya dari segi ikut memilih, namun juga terlibat dalam pengawasan dan pemantauan agar pemimpin-pemimpin terbaik bisa dipilih murni dengan dukungan dari mayoritas rakyat di wilayahnya tanpa adanya hal hal yang dapat merusak pesta demokrasi. Sehingga ke depan program pembangunan di daerah akan sesuai dengan aspirasi rakyat yang telah memilih pemimpin tersebut.

Pantas kita pertanyakan apakah pesta demokrasi 2024 merupakan pembelajaran demokrasi atau justru sebaliknya merupakan pembelajaran money politik ?

Tentunya yang kita harapkan pada pesta demokrasi di tahun 2024 merupakan proses pembelajaran kita bersama untuk menjalangakan pesta demokrasi sebagai mana mestinya tanpa adanya hal hal yang dapat merusak pesta demokrasi di tahun 2024.

Berbicara tentang demokrasi, yang dimana demokrasi sekarang mengalami dekadensi, sebab kebanyakan Masyarakat sekarang memiliki asumsi, Ketika mereka mendengarkan kabar tentang pesta demokrasi mereka beranggapan identik dengan money politik, sebab pesta demokrasi dari tahun-tahun sebelumnya itu di tandai dengan demokrasi yang begitu buruk karena sering terjadinya money politik.

Mengapa di negara kita rentan terjadinya money politik misalnya, karna tidak ada bentuk upaya yang efektif dari badan-badan yang di bentuk oleh pemerintah, misalnya di bentuknya Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) yang di mana tugas dan wewenang di atur dalam Undang-Undang No 7 Tahun 2017, dan juga lembaga-lembaga lainya, belum efektif dalam mengawasi dan menjaga pesta demokrasi agar berjalan sebagai mana mestinya tanpa adanya money politik yang dapat merusak pesta demokrasi di tahun 2024.

Apabila pesta demokrasi 2024 merupakan pembelajaran money politik. Maka dapat di katakan sebagai pesta demokrasi yang begitu buruk. Sebab money politik dapat menimbulkan korupsi yang dapat merugikan keuangan negara yang begitu banyak. Saya memiliki perspektif, bahwa lahirnya korupsi itu tidak terlepas dari yang namanya money politik, sebab saya berAsumsi bahwa money politik bisa dikatakan sebagai Deposito awal bagi mereka yang berkompetisi di pemilihan umum, ketika mereka telah mendapatkan jabatan yang mereka usahakan entah jabatan dipemerintahan daerah bahkan dipemerintahan pusat, mereka tidak lagi memikirkan tentang aspirasi yang mereka Janjikan kepada masyarakat pada saat mereka melakukan kampanye, justru yang mereka pikirkan adalah bagaimana cara mereka mengembalikan uang yang mereka keluarkan pada saat mereka melakukan kampanye. Money politik sama dengan sumber masalah sektor politik. Money politik lebih populer dengan istilah ‘Serangan Fajar’ adalah tindak pidana yang memicu terjadinya korupsi.

Mempengaruhi pilihan dengan money politik pada akhirnya akan berdampak buruk bagi masyarakat sendiri. Praktik ini akan menghasilkan pemimpin yang tidak tepat untuk memimpin. Kebijakan dan keputusan yang mereka ambil kurang representatif dan akuntabel. Kepentingan rakyat berada di urutan sekian, setelah kepentingan dirinya, donatur, atau partai politik. Telah dipahami, bahwa berbagai jenis korupsi adalah turunan dari money politik. Maka dari itu, memberantas korupsi di Indonesia tidak akan tuntas jika money politik sebagai induknya korupsi tidak dapat diatasi.

Maka yang kita harapkan kepada KPK, KPU dan juga Bawaslu harus memiliki strategis pencegahan, dan tentunya dalam diri kita masing masing untuk sama sama menjaga demokrasi agar berjalan sebagai mana mestinya tanpa adanya money politik yang dapat merusak pesta demokrasi di tahun 2024. Kita sadar demokrasi adalah kedaulatan rakyat. Karena itu, suara rakyat adalah Suara Tuhan. Saya mengajak jangan pernah memperjual belikan suara rakyat pada Pemilu 2024. Saya mengharapakan kepada kita semua, untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat dari figur-figur yang berintegritas. Kita harus cerdas untuk memilih, jangan terbuai dengan uang dan menggadaikan suara mereka.

Suara Perempuan Layak Di Dengar Dalam Memperjuangkan Keadilan Terhadap Kasus Pelecehan Seksual.

0

Oleh : Baiq Ziadha Naufal Firdaus (Sekjen BEM FH Unram 2024)

Suara perempuan adalah bagian penting dari perjuangan untuk keadilan, terutama dalam kasus pelecehan seksual. Mendengarkan dan menghormati pengalaman mereka merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil.

Mendukung perempuan dalam memperjuangkan keadilan bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga merupakan langkah proaktif dalam menciptakan masyarakat yang lebih setara dan aman bagi semua. Dengan memberdayakan suara perempuan, kita dapat bersama-sama melawan pelecehan seksual dan membangun fondasi yang kuat untuk mengubah norma sosial yang tidak sehat.

Selain mendukung secara individu, penting bagi lembaga-lembaga dan sistem hukum untuk memastikan bahwa suara perempuan didengar dan kasus pelecehan seksual ditangani dengan serius. Pendidikan tentang kesetaraan gender dan penghormatan terhadap hak asasi manusia juga merupakan kunci dalam mengubah budaya yang memungkinkan pelecehan seksual terjadi. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama menciptakan masyarakat yang lebih adil dan aman bagi semua individu.

Melibatkan semua pihak, termasuk pria, dalam dialog tentang kesetaraan gender juga sangat penting. Ini bukan hanya isu perempuan, tetapi isu kemanusiaan. Dengan menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa didengar dan dihormati, kita dapat membangun fondasi yang kuat untuk mengatasi pelecehan seksual dan memajukan keadilan gender secara keseluruhan.

Mendukung suara perempuan dalam memperjuangkan keadilan dalam kasus pelecehan seksual adalah langkah krusial menuju masyarakat yang lebih adil dan inklusif. Pertama-tama, penting untuk menciptakan ruang aman di mana perempuan merasa nyaman berbicara tentang pengalaman mereka. Inisiatif pendidikan dan kesadaran dapat membantu menghilangkan stigma dan mengubah norma sosial yang mengabaikan seriusnya pelecehan seksual.

Selain itu, lembaga-lembaga dan sistem hukum memiliki peran besar dalam menanggapi kasus-kasus ini secara tegas dan adil. Proses hukum yang transparan dan efisien sangat penting untuk memastikan bahwa para pelaku diadili dan keadilan ditegakkan. Penguatan hukum yang mengakui seriusnya pelecehan seksual juga harus menjadi prioritas untuk mencegah impunitas.

Pendidikan kesetaraan gender perlu diperkuat di semua tingkatan, dari pendidikan dasar hingga tingkat tinggi. Ini tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman tentang isu-isu yang dihadapi perempuan, tetapi juga untuk mengajarkan nilai-nilai kesetaraan dan penghormatan sejak dini. Melibatkan semua pihak, termasuk pria, dalam upaya ini adalah kunci untuk menciptakan perubahan budaya yang positif.

Secara keseluruhan, integrasi suara perempuan dalam setiap aspek masyarakat, didukung oleh tindakan konkret dari lembaga-lembaga dan individu, akan membawa kita menuju masyarakat yang lebih adil, aman, dan menghormati hak asasi manusia untuk semua.

Dalam perjuangan melawan pelecehan seksual, penting untuk memahami bahwa ini bukan hanya tugas perempuan untuk menyelesaikan masalah ini. Semua individu, tanpa memandang jenis kelamin, memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari pelecehan dan diskriminasi. Pendidikan yang mendorong empati, rasa tanggung jawab kolektif, dan pemahaman bahwa setiap orang memiliki hak untuk hidup tanpa takut menjadi kunci dalam mengubah budaya yang mendukung pelecehan seksual.

Selain itu, dukungan dari komunitas dan media sangat berpengaruh dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap isu ini. Memastikan bahwa cerita dan pengalaman perempuan yang memperjuangkan keadilan diangkat dan diberikan perhatian yang layak dapat membantu menggugah kesadaran publik.

Penting juga untuk terus mendorong dialog terbuka tentang isu-isu gender dan mempromosikan norma sosial yang memandang setiap individu sebagai mitra sejajar dalam membangun masyarakat yang inklusif. Dengan demikian, kita dapat bergerak menuju perubahan budaya yang lebih mendukung keadilan gender dan menolak segala bentuk pelecehan seksual.

Dalam upaya menciptakan perubahan yang berkelanjutan, perlu ada kolaborasi antara pemerintah, lembaga swasta, dan organisasi non-pemerintah. Implementasi kebijakan yang mendukung hak perempuan, pengawasan yang ketat terhadap pelanggaran, serta alokasi sumber daya yang memadai untuk mendukung korban pelecehan seksual adalah langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan secara serius.

Penting untuk memperluas pendidikan kesetaraan gender ke semua sektor masyarakat, termasuk dunia kerja. Lingkungan kerja yang mendukung kesetaraan dan menentang pelecehan seksual dapat memberikan kontribusi besar dalam menciptakan budaya yang lebih inklusifinklusif

Selain itu, teknologi dan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk menyuarakan isu-isu gender dan menggalang dukungan. Platform-platform ini dapat menjadi sarana untuk membangun komunitas yang peduli dan berkomitmen terhadap perubahan positif.

Akhirnya, penting untuk mengakui bahwa perjuangan ini adalah perjalanan panjang yang memerlukan keterlibatan semua pihak. Dengan menjaga momentum kesadaran dan tindakan konkret, kita dapat bersama-sama membentuk masyarakat yang tidak hanya menolak pelecehan seksual, tetapi juga menghormati hak-hak setiap individu tanpa memandang jenis kelamin.

Mengembangkan mekanisme perlindungan yang tangguh juga merupakan bagian penting dari solusi ini. Ini mencakup pendirian pusat bantuan dan dukungan untuk korban pelecehan seksual, serta memastikan bahwa proses hukum memberikan perlindungan maksimal dan mendukung pemulihan korban.

Penting juga untuk memberdayakan perempuan melalui pemberian keterampilan dan pendidikan ekonomi, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk mandiri dan tidak tergantung pada situasi yang mungkin memperburuk risiko pelecehan seksual.

Selain itu, pembentukan aliansi antara organisasi advokasi gender, LSM, dan sektor swasta dapat memperkuat suara perempuan dalam menuntut keadilan. Dengan bersatu, mereka dapat mengadvokasi perubahan kebijakan yang lebih mendukung hak-hak perempuan dan menghapuskan segala bentuk ketidaksetaraan.

Mengakhiri pelecehan seksual bukan hanya tentang menanggapi kasus-kasus individual, tetapi juga tentang menciptakan perubahan struktural dalam masyarakat. Inilah saatnya bagi kita semua, sebagai anggota masyarakat global, untuk berkomitmen pada nilai-nilai kesetaraan dan keadilan, dan bersama-sama menciptakan lingkungan di mana setiap orang dapat hidup tanpa takut menjadi korban pelecehan seksual.

Perubahan budaya juga dapat dimulai dari pendekatan pendidikan yang inklusif di sekolah-sekolah. Mengintegrasikan kurikulum yang mempromosikan kesetaraan gender, mengajarkan penghargaan terhadap perbedaan, dan menciptakan ruang diskusi terbuka dapat membentuk pola pikir positif sejak usia dini. Pendidikan ini tidak hanya untuk mengubah persepsi masa kini tetapi juga untuk membentuk generasi mendatang yang tumbuh dalam lingkungan yang menghargai semua individu.

Sementara itu, media memainkan peran kunci dalam membentuk persepsi masyarakat. Oleh karena itu, memastikan representasi yang seimbang dan cerita yang mendukung nilai-nilai kesetaraan dalam media dapat membantu merombak stereotip yang dapat menguatkan budaya pelecehan.

Terakhir, perlu adanya monitoring dan evaluasi terus-menerus terhadap kebijakan-kebijakan yang diterapkan. Ini membantu menilai efektivitas langkah-langkah yang diambil, serta menyesuaikan pendekatan jika diperlukan. Dengan mempertahankan tekad dan keterlibatan semua pemangku kepentingan, kita dapat merancang masa depan di mana pelecehan seksual bukan lagi menjadi kenyataan yang diterima.

Upaya Melestarikan Lingkungan BEM Unram Lakukan Green Project Penanaman Pohon

0

Lobar, MEDIA— Sebagai bentuk upaya peduli pada lingkungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram (Unram), menggelar kegiatan Green Project Penanaman pohon di lingkungan sekitar irigasi sungai Gua Lawah, Desa Lembah sempage, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. pada Selasa (26/12).

Ketua panitia Green Project Penanaman pohon, Dedi Saputra, Mengatakan bahwa penanam ini rangakaian terakhir dari Grean Project.

” Penanaman pohon ini merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan green project,” ucap Dedi.

Penanaman ini dilakukan juga merupakan permintaan dari masyarakat sekitar.

“Berdasarkan permintaan masyarakat setempat, penanaman pohon di ditujukan untuk penghijauan area sekitar irigasi Sungai di Gua Lawah ” papar Dedi.

Gunawan, Masyarakat Desa setempat, merasa antusias dan mendukung atas upaya penanaman pohon yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Mataram ini.

“Pemanasan global sekarang sudah kita rasakan, dengan adanya penanam pohon kita berharap bisa mengurangi dampak pemanasan global.” ucap nya.

Menurut keterangan warga, penebangan liar sering terjadi pada kawasan wilayah ini, sehingga perlu menjadi atensi serius bagi pihak yang berwenang.

“Banyak penebangan liar pada 2020 lalu sehingga menyebabkan kerusakan pada sistem irigasi, wilayah hutan lindung sekitar sungai ini termasuk wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) harusnya ikut andil. Ini harapan saya untuk BPDAS, semoga penanaman pohon dilaksakan kembali,” Lanjutnya

Kegiatan Green Project penanaman pohon ini diikuti oleh kurang lebih 50 orang Anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unram, beberapa paguyuban lingkungan dan Mahasiswa dari Universitas lain se-Pulau Lombok. (Srh, rdy, krs)

Mama

0

Oleh : EL

Wanita hebat
Hidup dalam tangis dan hinaan
Merayakan kesendirian
Dengan kasih yang hanya tersisa di hati

Wanita anggun
Rebah dalam sepi
Menikmati waktu
Hingga nanti
Bersatu dengan kekasih

Wanita tangguh
Menghalau susah ‘tuk buah hatinya
Memikul beban dengan sendirinya
Berdiri sendiri di atas kakinya

Wanita sabar
Membuai sunyi
Di dalam rumah yang ditinggali
Tiada bahu yang ia sandari

Ma,
Terimakasih
Segala kasih yang kau beri
Mendewasakan anakmu ini

Ma,
Kau rangkul kami
Kala ragamu sudah tak muda lagi
Kau usahakan segalanya untuk kami

Ma,
Terimakasih
Atas segala cinta kasih
Juga buaian katamu
Yang luluhkan kacaunya dunia

16 Mahasiswa Unram Lulus Beasiswa Alumni Cakrawala Intelegensia

0

Unram, MEDIA – 16 mahasiswa Unram lulus program ‘Beasiswa Alumni’ BEM Unram kabinet Cakrawala Intelegensia, Kamis (7/12).

Beasiswa alumni ini diketahui perdana tahun ini diprogramkan. Pemberian beasiswanya kemudian dirangkaikan dengan talkshow bersama alumni, dihadiri oleh Muhammad Ihwan yang merupakan mantan Ketua Senat Mahasiswa FH Unram 93-94.

Adapun penerima besiswa di gelombang pertama diantaranya Juliana Putri Bastra, Lalu Arya Gumesta, Audina, Mitia Afriani, Rizky Ayu Febytiana, Dwi Joko Nugroho, Anisa juniar saputri dan Nafika Fatanaga

.

Menurut Ketua BEM Unram, Martoni Ira Malik, adanya Beasiswa Alumni ini merupakan salah satu solusi nyata untuk mendistribusikan apa yang semestinya menjadi hak mahasiswa, yang dalam hal ini dapat meringankan beban mahasiswa dalam keberlangsungan perkuliahan di Unram.


“Melihat posisi lembaga eksekutif yang selama ini dikategorikan sebagai lembaga event, kita berusaha memposisikan diri sesuai dengan visi misi awal, sebagai wadah untuk memberikan solusi kepada mahasiswa,” Ungkap Martoni.

Martoni juga berharap bahwa kepengurusan BEM selanjutnya dapat meneruskan kegiatan seperti ini, karena dilihat dari antusias mahasiswa.


“Partisipasi mahasiswa sangat tinggi bahkan, Sehingga kita harus membuat dua gelombong untuk diumumkan,” bebernya.

“Walaupun kegiatan ini masih kurang ada perhatian dari para alumni yang sudah memiliki jabatan ataupun dari birokrasi, namun ini merupakan langkah awal untuk memberikan suntikan,” sambung Ketua BEM Unram.

Kegiatan pemberian beasiswa ini diberikan secara dua gelombang dengan jumlah delapan orang penerima beasiswa di gelombang pertama.Penyelenggara menegaskan penerima beasiswa merupakan orang-orang yang terpilih dilihat dari berkas persyaratan yang dikumpulkan serta hasil penilaian wawancara.

Seminar ini dihadiri oleh sekitar 50 orang mahasiswa dan dua orang alumni dengan salah satu diantaranya sebagai donatur dalam kegiatan pemberian beasiswa ini.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 14.00 Wita hingga 15.30 WITA, dan berlokasi di Arena Budaya (Arbud) Unram. (Hsn)

Mahasiswa Korban Bogem Satpam Ungkap Diminta Cabut Laporan

0

Unram, MEDIA – Kasus pemukulan satpam saat demonstrasi tolak kenaikan biaya daftar mandiri 20 Juni lalu, kembali mengalami babak baru.

Lantaran satu diantara korban pemukulan bernama M. Fauzan diminta mencabut laporannya oleh pihak birokrasi.
“Iya benar, via chat saya dihubungi,” ungkap Fauzan.

Hasil tangkapan layar yang disodorkan Fauzan ke pihak mediaunram.com  mengungkapkan bahwa memang benar adanya hal tersebut.

Fauzan diminta oleh pegawai kemahasiswaan Rektorat Unram bernama Ahyar untuk segera mencabut laporannya.
“Assalamualaikum Maaf saya dari kemahasiswaan rektorat, kapan balik ke mataram untuk pecabutan berkas di Polresta mataram,” kata Ahyar berdasarkan tangkapan layar pesan What’s App mereka.

“Saya yang urus berkasnya, Ini dari kepolisian yang berikan ke saya tinggal di tanda tangani,” lanjut Ahyar.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kemahasiswaan Rektorat Unram, H. Faruq mengiyakan adanya hal tersebut.
“Biar selesai sudah urusannya, BEM kan sudah mau selesai, biar tidak menyimpan apa-apa,” ungkap Faruq saat ditemui diruangannya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan supaya proses penyelsaian masalahnya dilaksanakan secara damai.
“Ya selesaikan secara damai, ndak usah saling menyimpan apa-apa karena BEM sudah mau selesai bertugas, biar tidak menyimpan dendam antara BEM antara Satpam, walaupun sekecil kuku,” ucap Faruq.

Isu pencabutan laporan yang dilakukan oleh pihak birokrasi Unram terhadap Korban pemukulan satpam ini bukan kali pertama. Sebelumnya, isu serupa juga didapati oleh korban satunya yakni M. Nanang Sofyan Maulana.

Bahkan Nanang pada saat itu merasa terintimidasi hingga diancam harus mengakhiri studinya lebih cepat.

Meskipun demikian, pada saat itu Kabag Kemahasiswaan berdalih bahwa Nanang diminta cabut laporan supaya lebih fokus kuliah.

Ditanyai mengenai apakah ada intimidasi dari pihak birokrasi, Fauzan menyangkal hal tersebut.
Ndak ada, Diminta tanda tangan aja,” bebernya.

Namun Fauzan mengungkapkan bahwa ia tidak akan mau menandatangani surat pencabutan laporan tersebut. Menurutnya ia akan terus mengikuti proses hukum yang semestinya.
“Saya minta bantu ke teman-teman aliansi yg masih tersisa,” ujarnya.

Lanjut Fauzan, ia akan menerima apapun yang terjadi kedepannya selama proses hukum dilanjutkan.
“Saya ingin menyelesaikan ini agar ada rasa jera dari para pihak keamanan yang ada di Unram, dalam arti saya tidak ingin hal-hal ini terjadi lagi kedepannya untuk para penerus pergerakan disetiap juru untuk mengekspresikan pendapatnya,” pungkasnya. (Zhr)

BEM Unram Adakan Seminar Nasional Green Project, Sorot Isu Lingkungan di NTB

0

Mataram, MEDIA- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram adakan seminar nasional green project sorot isu Lingkungan di NTB, Sabtu (2/12).

Seminar nasional ini diketahui bertemakan “Realita, Tantangan, dan Solusi Terhadap Kondisi Lingkungan di NTB.”

“Latar belakangnya adalah melihat perubahan iklim atau iklim change kemudian emisi gas karbon, berapa masalah-masalah lingkungan yang ada di wilayah NTB akhir-akhir ini,” Ungkap Ketua BEM Unram, Martoni Ira Malik.

BEM Unram dalam hal ini menghadirkan dua Pemateri diantaranya H. Didik Mahmud Gunawan Hadi, ST. M.Si., selaku Kepala bidang penanganan dan pengawasan DLHK NTB, dan ada juga Aisyah Odist selaku ketua dan sekaligus Fonder dari Bank Sampah NTB mandiri.

Didik selaku pemateri pertama mengungkapkan bahwa NTB memproleh kenaikan indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) tahun 2023, yang dimana Indeks kualitas udara memenuhi target, Indeks kualitas lahan kurang memenuhi target, Indeks kualitas air laut memenuhi target, dan Indeks kualitas air di NTB kurang memenuhi target yang menurutnya dikarenakan faktor salah satunya itu pembuangan sampah domestik langsung ke sungai.

“DLHK membuka pos pengaduan masyarakat, dan tahun ini sudah ada 7 aduan ijin lingkungan dan 2 aduan pencemaran lingkungan,” ucap Kabid penanganan dan pengawasan DLHK NTB tersebut.

Sementara itu, Aysiah odist, sebagai pemateri kedua menyampaikan bahwa mendirikan bank sampah bisa menjadi salah satu solusi pendukung pemerintah untuk mengajak masyarakat mengolah sampah, dan mengedukasi mahasiswa atau masyarakat untuk sadar tanggung jawab atas sampah.

“Hal yang besar itu dimulai dari hal yang kecil jadi kita harus memulai dari hal yang kecil dulu baru seterusnya hal besar,” terangnya.

Martoni juga menegaskan bahwa ini bukan sekedar melaksanakan seminar nasional lingkungan, nantinya bakalan ada aksi kampanye lingkungan yang akan dilaksanakan di perempatan BI, dan selanjutnya di laksanakan penanaman pohon.

“Seminar ini kita harap bisa untuk memberikan kesadaran kolektif, kesadaran kepada mahasiswa umum, masyarakat dan peserta-peserta yang mengikuti seminar,” ungkap Ketua BEM Unram, Martoni Ira Malik.

Seminar ini dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta, diantaranya 150 yang hadir di lokasi, dan 50 orang diluar pulau Lombok yang hadir melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini berlokasi di Arena Budaya Unram dan dimulai pada pukul 09.10 WITA hingga 12:10 WITA. (Ryd)