22.5 C
Mataram
Wednesday, May 27, 2026
spot_img
Home Blog Page 31

Kelompok MKWK Unram Buat Proyek untuk Menanggulangi Maraknya Perundungan di Lingkungan Sekolah

0

Loteng, MEDIA – Kelompok mahasiswa kuliah wajib kurikulum (MKWK) Unram buat proyek untuk menanggulangi perundungan di lingkungan sekolah, Sabtu (18/11).

Proyek tersebut dilaksanakan dalam bentuk kegiatan sosialisasi terkait “stop perundungan” di SDN 1 Tapon, Kec. Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah.

Menurut Indra selaku ketua kelompok proyek MKWK, bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya awal untuk membentuk karakter anak guna menanggulangi perundungan.

“Sangat penting membentuk perilaku anak-anak dalam beradaptasi di Lingkungannya tanpa melakukan suatu kekerasan verbal atau non verbal,” tegas Indra.

Lanjut Indra, terlebih mengenai beberapa tempat yang jarang dijangkau kegiatan seperti ini perlu sekali menjadi perhatian.


“SDN 1 Tapon masih sangat sulit untuk jangkauan sosialiasi mengenai isu isu terkini,” ungkapnya.

Materi yang disampaikan diantaranya mengenai jenis-jenis perundungan hingga cara pencegahannya, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berhadiahkan tumbler dan jajanan sebagai bentuk apresiasi partisipasi anak-anak.

“Kami melakukan seruan stop perundungan tak lupa pendekatan dengan bermain, karena kami rasa materi ini disampikan dengan anak-anak SD, jadi harus dengan Tindakan bermain agar lebih mudah diterima,” ucap salah satu anggota kelompok MKWK Unram.

Proyek ini melibatkan 11 mahasiswa dari berbagai prodi di Unram, diantaranya Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Pendidikan biologi dan Teknik informatika.

Kegiatan ini disambut baik oleh pihak sekolah di SDN 1 Tapon, sebab menurutnya sangat jarang adanya sosialisasi terhadap anak-anak disana. (Albn)

Demi Judi Online dan Narkoba, Pria di Mataram Rela Gadai Motor Ibunya

0

Mataram, MEDIA – Seorang pria inisal MH alias yayan di Kota Mataram diduga menggadai sepeda motor ibunya untuk berjudi dan mengonsumsi narkoba.  

 

Menurut Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Yayan diduga menggadai sepeda motor milik korban sekaligus ibu kandungnya, Tuni Tasrini. 

 

Mulanya Yayan bermodus meminjam sepeda motor korban dengan mengatakan “mama pinjam sepeda motornya sebentar.” Karena yang meminjam adalah anaknya sendiri, korban langsung memberikan kunci sepeda motornya.

 

Namun setelah dipinjamkan, pelaku juga kendaaran korban tidak pernah pulang, korban selanjutnya menghubungi Yayan dan memintanya mengembalikan sepeda motor.

 

 “Tapi pelaku menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut sudah digadai seharga Rp 1 juta,” kata Kasat Reskrim. 

 

Perempuan kelahiran 1973 tersebut kemudian melaporkan anaknya ke Polresta Mataram. Setelah mendengar laporan, Tim Puma Polresta Mataram selanjutnya menangkap Yayan di Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

 

Penangkapan pria asal Kelurahan Dasan Agung, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram itu berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/B/327/XI/2023/SPKT/Polresta mataram / Polda NTB. Tanggal 17 November 2023.

 

Akibat kejadian tersebut, perempuan yang berprofesi sebagau Ibu Rumah Tangga (IRT) diduga mengalami kerugian sebesar Rp15.175.000.

 

Di hadapan kepolisian, kata Kasat Reskrim, Yayan sebelumnya pernah menjual perabotan rumah milik ibunya. “Yang bersangkutan pecandu narkoba dan judi online,” sebutnya.

 

Polisi selanjutnya membawa pelaku serta barang bukti berupa satu unit sepeda motor merek honda beat berwarna putih ke Mapolresta Mataram.

 

 “Yang bersangkutan ditahan selama 1 tahun 6 bulan,” tutup Kasat Reskrim. (Zhr)

Aksi Power Up, Sahabat Hijau Tuntut Pemerintah Lakukan Transisi Energi Berkeadilan untuk Menekan Krisis Iklim

0
Massa aksi saat melakukan demonstrasi di Simpang Taman Budaya, Kota Mataram. Foto: Albani

Mataram, MEDIA – Sahabat Hijau NTB tuntut pemerintah lakukan transisi energi berkeadilan guna menekan krisis iklim, Sabtu (4/11).

 

Hal tersebut disampaikan ketika mereka melakukan ‘Aksi Power Up’ di Simpang empat Taman Budaya NTB. 

 

“Sebenernya sahabat hijau sendiri tergabung dalam aliansi yang namanya power up, jadi gerakan ini sifatnya nasional bahkan secara global,” Ujar M. Abihul Fajar selaku Founder Sahabat Hijau NTB. 

 

Menurutnya, hal utama yang mendorong terjadinya Aksi Power Up ini adalah krisis iklim yang terjadi. 

 

“Krisis iklim yang terjadi sangat betul-betul dirasakan masyarakat hari ini, bagaimana dampaknya terhadap perubahan suhu kemudian kekeringan,” ungkap Fajar atau lebih akrab disapa Beko tersebut. 

 

“Sekarang juga kita di NTB ini kan udah mulai banyak daerah yang kekeringan hingga kekurangan air bersih,” sambungnya. 

 

Menurut Fajar, di NTB sendiri terjadinya krisis iklim juga disebabkan oleh keberadaan pembangkit listrik PLN tenaga Batu Bara. 

 

“Itu yang menjadi faktor utama, makanya kita menuntut pemerintah untuk berkomitmen lakukan teransisi energi yang berkeadilan,” terangnya. 

 

Bahkan Fajar juga mengungkapkan bahwa keberadaan pembangkit listrik PLN tenaga batu bara yang terletak di Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, menyebabkan air laut tercemar.

 

“Kawan-kawan kita di sambelia itu kan mereka udah tidak bisa lagi mencari ikan di wilayah pesisir nya karena efek dari tumpahan dari batu bara itu,” bebernya. 

 

Berangkat dari kondisi tersebut, Fajar menyatakan Sahabat Hijau akan terus menyuarakan dan menuntut pemerintah supaya lebih memperhatikan kondisi lingkungan. 

 

“Solusi kami adalah pensiunkan PLTU batu bara karena itu yang menjadi faktor utama penyebab krisis iklim,” pungkasnya. 

 

Diketahui Aksi Power Up ini dimulai pada pukul 16.30 Wita hingga pukul 18.10 Wita, aksi ini merupakan langkah untuk mengkampanyekan transisi energi berkadilan. (Zhr/Albn)

Tekan Krisis Iklim, Sahabat Hijau Desak Dana Kampanye Capres Bukan dari Perusahaan Tambang

0

Mataram, MEDIA – Sahabat Hijau NTB Mendesak Capres dan Cawapres 2024 untuk tidak menggunakan dana kampanye dari hasil tambang, guna menekan laju krisis iklim, Jum’at (3/11).

 

M. Abihul Fajar selaku Founder Sahabat Hijau NTB, mengatakan bahwa Sahabat Hijau secara tegas ingin meminta komitmen Capres dan Cawapres 2024 dalam memberikan perlindungan maupun perbaikan terhadap lingkungan, Mengingat kondisi pemanasan global yang kian parah. 

 

“Sebenarnya beberapa kali pemilu itu kan kita ndak pernah ngeliat yg namanya komitmen terhadap perlindungan dan perbaikan lingkungan,” tegas Al Fajar atau lebih akrab disapa Beko tersebut. 

 

Menurutnya, langkah awal untuk meminta komitmen Capres dan Cawapres 2024 terhadap visi perbaikan lingkungan ialah dengan tidak menggunakan dana kampanye dari hasil tambang.

 

“Kita mendesak supaya mereka tidak menggunakan dana kampanyenya dari uang perusahaan batu bara, tambang emas, intinya perusahaan yang merusak lingkungan hidup hari ini,” ucap Beko. 

 

Lanjut Beko, tuntutan ini memang tidak menutup kemungkinan adanya potensi untuk menggunakan dana kampanye dari perusahaan yang merusak lingkungan, oleh sebab itu Sahabat Hijau sendiri menuntut komitmen supaya dikemudian hari bisa dituntut balik.  

 

“Kami mendorong tuntutan seperti itu supaya kedepan nya ketika mereka terpilih dan mereka tidak menunjukkan komitmen nya kami akan menagih dengan tuntutan kami ini,” ungkapnya.

Adapun tuntutan tersebut dikampanyekan dalam kegiatan Workshop Interaktif, yang bertemakan “Penanganan Krisis Iklim dan Transisi Energi yang Berkeadilan dalam Janji Pemilu 2024.”

 

Menurut Beko, kegiatan Workshop ini merupakan langkah awal menuju aksi ‘Power Up’ di Simpang 4 Taman Budaya NTB pada 4 November, Sabtu besok. 

 

“Kita ingin di tahu oleh masyarakat luas dan pemerintah bahwa hari ini secara nasional ataupun secara global itu kita sudah mulai untuk menyuarakan permasalahan krisis iklim,” pungkasnya. 

 

“Kemudian kita ingin menuntut pemerintah ataupun secara global negara negara ini untuk teransisi energi yang berkeadilan,” sambungnya. (Zhr)

BEM Faterna Unram Siap Jadi Tuan Rumah Bakti Amal Mahasiswa Peternakan se-Indonesia 2023

0

Unram, Media— Acara Bakti Amal Mahasiswa Peternakan Indonesia (BAMPI) 2023, BEM Faterna Unram Siap jadi Tuan rumah, Kamis (2/11).

 

Kesiapan tersebut diungkapkan langsung oleh Awalia Dhita Kareni selaku Ketua Panitia BAMPI 2023.

 

“Persiapan kepanitiaan ini sudah dimulai dari bulan Agustus. Saat ini 80% persiapan secara keseluruhan sudah aman, termasuk tempat desa binaan, transportasi hingga kerja sama dengan pemerintah,” bebernya.

 

Adapun tema dari kegiatan ini pun juga sudah ditentukan, yakni “Peningkatan Kualitas Ternak Lokal Untuk Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional.”

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 12-16 November 2023, terdiri dari 3 lokasi. 

1. Opening Ceremony dan Gala Dinner-nya di Pendopo Wali Kota Mataram,

2. Seminar Nasional sekaligus LKTI-MD di Gedung Dome Unram,

3. dan lokasi ketiga untuk kegiatan Pengabdian di Desa Boyemare, Kecamatan Sakra Barat, Kabupaten lombok Timur,

 

Di lain waktu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan (Faterna) Universitas Mataram (Unram) Yudiatna Dwi Sahreza menuturkan sekitar 50-100 mahasiswa peternakan se-Indonesia akan hadir pada kegiatan tersebut. 

“Dari data perguruan tinggi yang terdaftar dikeanggotaan Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) ada sekitar 106 perguruan tinggi se-Indonesia,” ungkapnya

 

Tujuan dari kegiatan ini untuk menjalin silaturahmi dan kebersamaan keanggotaan dalam meningkatkan peran ISMAPETI sebagai generasi muda untuk mengembangkan jiwa sosial kepada masyarakat utamanya pada sektor peternakan.

 

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya pengembangan peternakan berkelanjutan agar terciptanya kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.

 

“Sasaran kegiatan ini melibatkan kelompok tani dan kelompok ternak hingga anak-anak. Dimana kami akan membagikan produk peternakan seperti telur dan susu kepada anak anak untuk membantu pemerintah mereduksi stunting,” lanjutnya

 

Yudi berharap, dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat dan salah satu wujud pengabdian mahasiswa peternakan Indonesia sebagai sahabat peternak, mitra kritis dan strategis pemerintah agar terwujudnya kedaulatan pangan nasional.

 

Adapun rangkaian kegiatan BAMPI 2023 ini terdiri dari :

1. Opening Ceremony dirangkaikan dengan Gala Dinner,

2. Seminar Nasional Potensi Peternakan, 

3. Lomba Karya Tulis Ilmiah – Membangun Desa, 

4. Aksi Gizi, 

5. Penyuntikan dan Posyandu Ternak, 

6. Pelatihan Pembuatan Pengolahan Yogurt dan Permen Susu, 

7. Workshop Digital Marketing dan Pelatihan Pembentukan Koperasi,

8. Sosialisasi QRIS dan Pencegahan Penawaran 

9. Pinjam Online (Pinjol) dan Investasi Bodong hingga Field Trip. (Albn/Advetorial)

Ketua BEM FH Unram Ungkap Alasan Demo Tolak FHISIP

0

Unram, MEDIA – Ketua BEM FH Unram Rikiandi sopian Maulana mengungkapkan alasan utama demo menolak penggabungan tiga prodi dibawah rektor dengan Fakultas Hukum Unram, Selasa (31/10) . 

 

Menurutnya, merger Prodi dibawah Rektor dengan Fakultas Hukum menjadi Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) tersebut akan berdampak pada goyahnya posisi-posisi strategis yang ada di Fakultas Hukum Unram. 

 

“Jangka panjangnya si, karena tiga prodi tersebut sudah mendapatkan hak yang sama dengan ilmu hukum, maka tidak menutup kemungkinan dari tiga prodi itu akan menduduki kursi-kursi atau jabatan strategis di FH, itu yang kita khawatirkan,” Ungkapnya. 

 

Kian juga berpendapat bahwa kebijakan penggabungan ini tidak melibatkan mahasiswa yang terkena dampaknya langsung. 

 

“Tidak ada meaningfull partisipasi dalam hal ini,” Bebernya. 

 

Berangkat dari hal tersebut, ia dan ‘Solidaritas Mahasiswa Hukum Melawan’ melakukan demi penolakan terhadap kebijakan ini di Fakultas Hukum. 

 

“Kita menginginkan responsif dari dekanat FH dulu yang bersifat bottom up, agar ada solusi yang mampu dihadirkan, dan hasil tuntutan yang kita dorong disampikan oleh dekanat Fh ke Rektorat,” tuturnya. 

 

Seperti diketahui sejak tanggal 26 hingga 30 Oktober beberapa mahasiswa hukum menamakan diri mereka ‘Solidaritas Mahasiswa Hukum Menolak’ melakukan aksi penolakan terkait penggabungan tiga prodi dengan fakultas hukum sendiri. 

 

Aliansi ini sendiri terdiri dari Anggota BEM FH dan mahasiswa Fh lainnya. Adapun tuntutan yang mereka layangkan, diantaranya :

1. Menolak penyatuan 3 Prodi dibawah rektor ke Fakultas Hukum

2. Menolak penetapan perubahan nama Fakultas Hukum

3. Mempertegas kemapanan ilmu hukum sebagai Sui Generis

4. Menyelamatkan hak-hak mahasiswa hukum yang terampas akibat perubahan nama fakultas

5. Evaluasi terhadap pihak dekanat dan rektorat yang menyumbat meaningful participation.(Albn)

 

 

 

Demo Tolak FHISIP, GEMPUR : Harusnya Demo di Rektorat

0

Unram, MEDIA – Mantan Koordinator Umum Gerakan Mahasiswa Peduli Unram (GEMPUR), Muhammad Abihul Fajar, sangat menyayangkan beberapa mahasiswa demo tolak FHISIP di Fakultas sendiri, Selasa (31/10).

 

Menurutnya, ketika melihat gerakan mahasiswa Hukum menolak mergernya tiga prodi ini sudah tidak sesuai dengan rule mosel gerakan mahasiswa Unram yang seharusnya.

 

“Harusnya kita berikan edukasi ke kawan kawan kita yang lain dulu mengenai permasalahan ini,” ucapnya.

 

Mahasiswa yang kerap disapa Beko ini juga menyayangkan mengapa permasalahan merger tiga prodi dengan FH Unram ini hanya digaungkan di tatanan Fakultas bukannya Rektorat. 

 

“Katakan bahwa ada kecacatan kebijakan ataupun ada kecacatan dalam administrasi di kampus ini hingga terjadi masalah seperti penggabungan tiga prodi ini, harusnya kawan-kawan berbicara seperti itu, jangan aksi nya di kandang sendiri harusnya aksi nya di rektorat,” tukas mahasiswa Hubungan Internasional tersebut. 

 

“Kan itu poin yang harus kita pikirkan, jangan hanya koar-koar di fakultas lah atau ndak buat debat terbuka aja terkait masalah penggabungan ini,” sambungnya. 

 

Beko mengungkap bahwa aksi penolakan merger tiga prodi dengan FH Unram ini juga setidaknya menawarkan solusi. Sebab menurut Beko, mahasiswa tiga prodi dibawah rektor juga pasti merasakan hal yang sama, tetapi karena ada dampak besar jika tidak digabung makanya mereka memilih untuk diam. 

 

“Saya ngomong seperti ini bukan saya pro terhadap birokrasi, tapi jika kalian menolak penggabungan ini, kami mau dikemanakan?,” Ungkapnya. 

 

“Saya rasa kawan-kawan kita juga di prodi ilmu komunikasi, prodi sosiologi, prodi hubungan internasional, juga mengalami keresahan itu, dari dalam lubuk hati mereka pasti menolak penggabungan itu, tapi iya karena ada dampak yang tidak bisa terelakkan,” sambung Beko. 

 

Berangkat dari hal tersebut, permasalahan penggabungan ini harusnya disuarakan di tatanan Rektorat, bukan hanya di Fakultas. 

“Harusnya permasalahan seperti ini tidak hanya direspon dengan aksi reaksioner, lebih-lebih hanya di fakultas. Aksi lah di Rektorat serta bawa isu ini serta isu kemari yang belum selesai, masih banyak isu lebih besar yang belum disuarakan, dan jangan hanya terpaku pada isu ini saja,” terang Beko. (Zhr)

Kebijakan Tak Wajib Skripsi Siap Diberlakukan Tahun Depan di Unram, Begini Kejelasannya

0

Unram, MEDIA- Kebijakan mengenai sistem kelulusan tak wajib skripsi di universitas mataram (Unram) sudah dicanangkan dan siap diberlakukan pada tahun depan, Minggu (29/10).

 

Hal demikian diungkapkan langsung oleh Wakil Rektor 1 bidang Akademik, Dr. sitti Hilyana.

 

Menurutnya, sekarang Unram sedang mempersiapakan supaya kelulusan tak lagi berpatokan pada wajib skripsi, dengan meningkatkan kurikulum unram supaya sudah berbasis Outcome Based Education (OBE) yang merupakan kurikulum dengan pendekatan yang berfokus pada hasil.

 

“Kalau kita, bisa berlaku secepatnya karena terlebih dahulu juga sudah ada dipedoman akademik yang baru dan Ketika sudah ada program studi yang sudah siap dan dengan angka 75% sudah berbasih OBE kurikulumnya maka ini siap dijalankan,” bebernya.

 

Lanjut WR 1, bahwa sekarang mahasiswa menjadi akan lebih mudah dalam menempuh kelulusan karena bukan hanya skripsi saja yang menjadi syarat kelulusan.

 

“Kita tidak menghilangkan skripsi, tapi bukan satu-satunya untuk menjadi syarat kelulusan, dan bobot kualitasnya harus setara dengan skripsi,” ucap Wr 1.

 

Tidak hanya itu, WR 1 juga menjelaskan kebijakan ini ada dalam buku pedoman akademik, yang dimana mengatur skripsi bukan jalur satu-satunya menjadi tugas akhir.

 

“Dalam pedoman akademik kita juga sudah di atur kelulusan jalur Skripsi dan Non-Skripsi, ditambah lagi ini diperkuat dengan Permenristek,” Ungkapnya.

 

Berangkat dari hal tersebut, menurut WR 1, Unram tahun depan siap memberlakukan kebijakan kelulusan tak wajib skripsi. Namun, ia mengungkapkan terkait berlakunya kebijakan tak wajib skripsi ini tidak harus menunggu tahun depan, jika ada Prodi yang sudah menggunakan kurikulum OBE maka itu bisa di jalankan.

 

Seperti diketahui beberapa waktu saat yang lalu telah dikeluarkan Peraturan Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi (Permendikbud Ristek) nomor 53 tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, yang menjadi landasan skripsi bukanlah syarat kelulusan lagi untuk mahasiswa perguruan tinggi jenjang D3 dan D4/S1. (Khs/Albn)

WR 2 Ungkap Pembelian Seragam KKN di LPPM Tidak Wajib

0

Unram, MEDIA – Wakil Rektor 2 Unram bidang Umum dan Keuangan, Dr. Sukardi, M.Pd. mengungkapkan pembelian seragam dan atribut KKN di LPPM Unram tidak wajib.

Hal itu ia sampaikan melalui pesan singkat beberapa waktu lalu.

“Tidak ada kalau itu, kalau kalian mau beli dan tidak repot, silahkan. Tidak beli juga tidak masalah,” ungkapnya.

“Yang jelas belum ada(kebijakan) dari rektorat,” sambungnya.

Wr 2 juga meluruskan mengenai kebijakan pembelian seragam dan atribut KKN di LLPM tersebut, menurutnya LPPM menerapkan kebijakan tersebut agar mahasiswa yang akan KKN nantinya lebih seragam.

“Menurut saya, biar seragam saja pikiran LPPM, mungkin ya,” ucapnya.

Mengenai keluhan mahasiswa terhadap harga seragam yang dianggap lebih mahal di LPPM, Wr 2 meminta dan menghimbau mahasiswa agar untuk mengecek kembali.

“Kan tinggal kalian awasi kalau tidak sesuai harga misalnya,” tukasnya.

Beberapa waktu lalu, admin grup online  KKN PMD Unram yang berisikan kurang lebih 2007 anggota didalamnya, menginformasikan terkait pemesanan atribut dan seragam KKN diantaranya adalah Pakaian Dinas Harian (PDH), Baju Kaos, dan Topi dengan harga Rp230.000,.

Hal tersebut kemudian dirasa terlalu mahal oleh mahasiswa, tidak hanya mengeluh mengenai harga yang mahal, beberapa mahasiswa juga mempertanyakan mengenai regulasi atau aturan dari rektorat mengenai kebijakan yang ditetapkan oleh LPPM Unram.

Membalas hal tersebut, Zulfikar Akbar selaku Penanggung Jawab KKN periode Desember, mengungkapkan bahwa kebijakan ini didasari dari banyaknya keluhan mahasiswa KKN selama 10 periode terakhir mengenai Atribut atau seragam.

“Kami sudah sering mendengar dan banyak kelompok yang setelah selesai kkn baru melaporkan, cerita, curhat, kalau PDH mereka ada yg jadi menjelang penarikan kkn balik ke kampus, ada yang uang PDH-nya dibawa lari oknum kakak tingkatnya atau alumni, dan sederet cerita yang bikin kita geram,” katanya.

Berangkat dari hal tersebut, menurut Zulfikar pihal LPPM menerapkan kebijakan pembelian atribut KKN di LPPM Unram.

Hingga berita ini diterbitkan, segala upaya sudah dilakukan oleh tim mediaunram.com untuk mencoba menghubungi dan menemui Ketua LPPM Unram.

Menurut staff di LPPM, Ketua LPPM sedang padat jadwal dan tidak ada waktu luang sama sekali. (Zhr)

Mahasiswa Peternakan Unram Peringati Hari Sumpah Pemuda dengan Memberikan Pelayanan Kesehatan Ternak Gratis

0

Lotim, MEDIA – Mahasiswa Fakultas Peternakan Unram adakan pelayanan dan penyuntikan ternak gratis di Desa Boyemare Kecamatan Sakra Barat Kab. Lombok Timur, untuk memperingati hari sumpah pemuda, Sabtu (28/10).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-95 ini, mengusung tema ‘Bersama Majukan Indonesia.’

Imam Muliadi selaku Ketua Panitia mengungkapkan Pelayanan dan penyuntikan ternak gratis ini bertujuan untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada masyarakat maupun peternak agar memperhatikan kesehatan, gizi dan vitamin yang di butuhkan ternak.

“Pelayanan ini dilakukan pada pagi dan sore hari. Terdapat 3 kelompok pembagian lokasi pelayanan dan penyuntikan di Dusun Boyemare Timur. Pada saat penyuntikan berlangsung, sebagian ternak yang mengalami penyakit Abses, Scabies, Mastitis dan Demam,” ungkap Imam.

 


Lanjut Imam, bahwa pengetahuan peternak terkait kesehatan, gizi dan vitamin dirasa sangat minim.

“Pengetahuan peternak sangat minim mengenai kondisi yg kita temukan di lapangan, jdi peternak cuma memberi tahu kondisi di lapangan tanpa mengetahui penyakitnya, seandainya kita ga datang buat pelayanan mungkin peternak tidak akan menindak lanjuti”, tutur Imam Muliadi.

Sementara itu, Ketua BEM FATERNA UNRAM mengutarakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret mahasiswa peternakan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda. Ia juga mengungkapkan sejumlah peternak di Dusun Boyemare Timur sangat antusias saat didatangi oleh mahasiswa.

“Sekitar 40 peternak yang berada di Dusun Boyemare Timur, Desa Boyemare telah kami lakukan pelayanan dan penyuntikan ternak secara gratis”, ungkapnya.

 


Kawil Boyemare berharap dari kegiatan ini masyarakat dapat memahami budidaya ternak yang baik dan benar agar lebih maju.

“Seperti ini keadaan ternak kami, rata-rata peternak disini membudidaya ternak kambing etawa”, ucapnya.

Dalam kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Diploma III Faterna Unram (HIMADIPMA) dan Pemerintah Desa (Pemdes) turut berpartisipasi dan mendampingi hingga akhir kegiatan. (Albn)