32.5 C
Mataram
Thursday, September 24, 2026
spot_img
Home Blog Page 67

HUT ke 42, UKM Grahapala Rinjani Tanam Ratusan Bibit Pohon

0

Unram, MEDIA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 42, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Grahapala Rinjani Unram menanam ratusan bibit pohon di lingkungan kampus.

Ratusan bibit pohon tersebut; rajumas, ketapang, kencana, duren dan nangka. Seluruh bibit itu ditanam seluruh ketua UKM Unram, Mapala dan siswa pecinta alam se Kota Mataram.

Bersama tamu undangan. mereka menanam bibit di sejumlah titik.

Awalnya, ratusan bibit dibagikan kepada seluruh tamu undangan, kemudian berjalan sesuai arahan korlap untuk ditanam di sejumlah titik. Mulai dari depan Gedung Rektorat, Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) hingga Fakultas Teknik.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 22 Februari 2022 itu, turut dihadiri Kasubag Kemahasiswaan, Abdul Faruk. Kemudian, salah satu pendiri UKM Grahapala Rinjani, Taslim Hijaz.

Pose salah satu pendiri UKM Grahapala Rinjani Unram, Taslim Hijaz saat menanam bibit pohon.
Kasubag Kemahasiswaan, Abdul Faruk saat menanam bibit pohon (md/ist).

Kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara HUT UKM yang berdiri sejak tahun 1980.

situasi kegiatan talk show usai menanam ratusan bibit pohon. (md/ist)

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan menggelar talk show bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi, Yusron Saadi. (kjr)

Berikut serba serbi kegiatan

 

Suasana CFD Ditengah Omicron

0

Suasana Car Free Day (CFD) di Udayana, Kota Mataram, Minggu, 20 Februari 2022. Meski varian Omicron di Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup tinggi, masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker dan menaati prokes lainnya.

Cegah Abrasi, Mahasiswa Unram Tanam 200 Bibit Pohon Mangrove

0

Sebagai upaya untuk mengurangi terjadinya abrasi di wilayah pesisir pantai, sejumlah  Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu Universitas Mataram (Unram) menanam 200 bibit pohon mangrove.

Penanaman itu dilakukan di Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), tepatnya di pesisir Pantai Jelok Kete.

Kelompok KKN dengan DESTANA (Desa Tangguh Bencana) tersebut, mengangkat judul “Sinergitas Mahasiswa dan Masyarakat dalam Upaya Mencegah Terjadinya Abrasi Pesisir Pantai Jelok Kete di Desa Batu Nampar”.

“Pohon mangrove di pesisir Pantai Jelok Kete sebenarnya sudah ada. Namun, banyak pohon mangrove yang rusak bahkan mati,” kata ketua Bumdes saat mengunjungi posko kelompok KKN Unram di Desa Batu Nampar.

Selain reboisasi, lanjutnya, pohon mangrove di wilayah pesisir pantai Jelok Kete juga membutuhkan penataan yang lebih baik.

Bersama masyarakat sekitar kelompok KKN Desa Batu Nampar untuk menanam kembali 200 bibit pohon mangrove di daerah pesisir pantai Jelok Kete.

Pose mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Batu Nampar. (MD/ist)

Sebelum kegiatan tersebut dilaksankan, mahasiswa berdiskusi dengan masyarakat sekitar. “Setelah selesai, dan saran yang telah diterima,” kata ketua KKN.

Lokasi penanaman mangrove berada di kawasan wisata Pantai Jelok Kete dibentuk dan dikelola oleh Bumdes. Sebagai salah satu objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal, tempat ini menyajikan keindahan pantai, perbukitan dan pohon mangrove.

“Selain sebagai upaya pencegahan abrasi, program ini juga sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Dia berharap, masyarakat sekitar terus menjaga dan melindungi lingkungan.

Sosialiasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Hortikultura di Desa Suntalangu

0
Foto bersama usai pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan. (Foto: ist.)

 

Lombok Timur, MEDIA – Dalam upaya pemanfaatan lahan kosong serta pekarangan rumah, tim KKN Universitas Mataram (Unram) Desa Suntalangu, menggelar sosialisasi dan pelatihan budidaya tanaman hortikultura, Minggu (30/01).

Sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan karena di Desa Suntalangu banyak didominasi oleh area persawahan yang luas disertai berbagai tanaman seperti padi, tembakau dan jagung.

Sejalan dengan tema KKN yakni Rumah Pangan Lestari, kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini diinisiasikan sebagai salah satu edukasi bagi masyarakat agar memahami lebih jauh tata cara budidaya tanaman, khususnya beberapa tanaman buah-buahan dan apotek hidup.

Sebelum kegiatan sosialisasi dilaksanakan, terlebih dahulu tim KKN bersama dengan Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Dodokan Moyosari di Pringgabaya dan Mataram melakukan pendistribusian bibit kepada masyarakat.

Muhari Kepala Wilayah Dasan Modok menjelaskan bagaimana antusiasme yang dimiliki masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang ada.

“Baru kali ini dari mahasiswa KKN ada kegiatan sosialisasi dan pelatihan setelah dilakukan pembagian bibit. Dari beberapa kegiatan KKN sebelumnya, hanya pembagian dan tidak ada pengarahan lanjutan bagaimana cara penanaman maupun jenis pupuk yang digunakan. Saya sangat apresiasi program dari adik-adik KKN tahun ini,” ungkapnya.

Adapun cara budidaya tanaman yang baik sebagai berikut;

Pertama, mulai dari persiapan media tanam yang harus mengandung nutrisi yang diperlukan tanaman.

Kedua, sebelum penanaman lubang tanam harus disiapkan sesuai dengan umur tanaman, paling tidak dengan ukuran 40x40cm.

Ketiga, lubang yang sudah dibuat tadi kemudian diisi dengan media tanam seperti tanah, pupuk dan sekam dengan perbandingan 50:30:20.

Keempat, Penanaman kemudian dilakukan dengan memperhatikan ketinggian tanah agar nantinya tidak terjadi pembusukan di bagian batang.

Untuk tanaman buah-buahan harus diperhatikan jarak penanaman antara pohon yang satu dengan pohon yang lain, hal ini untuk menghindari terjadinya perebutan nutrisi antara pohon yang satu dengan yang lain. Tujuan lainnya adalah agar akar buah-buahan ini dapat berkembang dengan baik.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang diselenggarakan di aula kantor desa Suntalangu ini turut dihadiri oleh perangkat desa, kepala wilayah, serta masyarakat sekitar Desa Suntalangu.

 

 

Upaya Meminimalisir Dampak Bencana Melalui Sosialisasi Mitigasi Bencana

0

Lombok Timur, MEDIA – Gempa yang terjadi pada 2018 lalu menyebabkan banyak kerugian bagi masyarakat. Hal itu yang kemudian mendorong mahasiswa KKN Tematik Unram melakukan sosialisasi mitigasi bencana gempa di Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Kantor Desa Pene ini merupakan upaya dari Mahasiswa KKN Tematik Unram untuk mengurangi risiko yang harus dihadapi masyarakat, sehingga, menjadi desa yang tangguh dalam penghidupan yang berkelanjutan.

Bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, mahasiswa KKN mampu menghimpun puluhan masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan sosialisasi. Hal ini dapat dilihat dari antusias masyarakat melontarkan pertanyaan selama kegiatan sosialisasi berlangsung.

BPBD Lombok Timur Lalu Mohamad Nasip Kasim menjelaskan masyarakat Desa Pene tetap harus waspada meskipun letak desa berada di bagian selatan Pulau Lombok.

“Meskipun terletak di bagian selatan, seluruh masyarakat tetap waspada jika terjadi gempa bumi,” ungkapnya.

Sosialisasi mitigasi gempa bumi ini dilaksanakan secara bertahap dan tidak hanya ditargetkan kepada masyarakat setempat, namun juga dilakukan di satuan pendidikan yaitu TK, SD, dan SMP yang ada di Desa Pene.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Tematik Unram yang sudah mengadakan program sosialisasi kebencanaan, sehingga ketika desa ini membutuhkan bantuan saat ada bencana kami sudah mengetahui tempat ini terlebih dahulu,” lanjut Kasim.

Program sosialisasi ini dinilai kurang efektif, yang kemudian mendorong mahasiswa  mengadakan sosialisasi di tujuh dusun lainnya yang ada di Desa Pene. Hal ini bertujuan agar masyarakat secara merata mendapatkan informasi untuk mengurangi dampak yang diakibatkan oleh bencana gempa bumi.

Tidak hanya itu, langkah selanjutnya yang dilakukan untuk meminimalisir adanya korban jiwa ketika bencana alam terjadi adalah melakukan pemasangan rambu-rambu evakuasi pada Desa Pene.

Rambu-rambu tersebut dipasang di tempat strategis dan di wilayah yang membutuhkan, dengan tujuan agar memudahkan masyarakat menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Pemasangan rambu-rambu evakuasi ini diresmikan oleh Ayub Kepala Desa Pene.

Ayub berharap dengan adanya inisiatif dari mahasiswa KKN dapat memberikan dampak positif secara langsung bagi masyarakat.

“Saya berharap apa yang telah adik-adik lakukan dapat mengurangi dampak dari bencana yang dirasakan oleh masyarakat entah berupa dampak fisik maupun psikis,” ucapnya.

Dorong Kemajuan Desa, Mahasiswa KKN Unram Ciptakan Rumah Pangan Lestari

0
Pose Mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Pendua. (MD/IST)

Madu trigona memiliki banyak keunggulan, diantaranya, memiliki asam organik, zat fitokimia dan asam glukonat. Kandungan pada madu yang dihasilkan lebah trigona tersebut lebih banyak dibandingkan madu lebah apis pada umumnya. Sehingga dipercaya lebih berkhasiat.

Selain itu, lebah jenis ini menghasilkan propolis dan pollen dengan jumlah jauh lebih besar. Lebah trigona adalah sejenis lebah yang tidak memiliki sengat, sehingga aman jika dibudidayakan di pekarangan.

Budidaya madu trigona tidak memerlukan lahan luas, bisa juga memanfaatkan lahan pekarangan. Budidaya trigona bisa dilakukan dengan menggantung stup (kotak sarang lebah buatan) trigona di sekitar atap rumah.

Salah satu daerah yang menghasilkan dan budidaya madu trigona adalah Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Namun, sebagian besar masyarakat belum memahami manfaat madu trigona untuk menambah nutrisi tubuh.

Berangkat dari itu, mahasiswa KKN Tematik Unram Desa Pendua bersama karang taruna dan himpunan mahasiswa Desa Pendua, mengadakan sosialisasi manfaat madu trigona kepada masyarakat sekitar.

“Tujuan dilakukannya KKN Rumah Pangan Lestari ini adalah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi rumah pangan lestari,” ungkap Ketua KKN Tematik Desa Pendua, Lalu Muh Handri Kusmara.

Kemudian, lanjut Handri, dengan melakukan budidaya trigona, masyarakat sekitar mampu membuka peluang usaha. “Dapat menjadi penambahan pendapatan bagi masyarakat,” katanya.

Produk madu pendua ini merupakan kerjasama antara petani lebah trigona desa pendua dengan mahasiswa KKN desa pendua. “Kemasan yang dibuat berukuran 100 ml dengan harga jual 50.000 per botol,” ungkapnya.

Madu Pendua (Foto: ist.)

Pemasaran produk madu pendua ini dilakukan dengan menyebarkan brosur.

Handri menjelaskan, Kegiatan Rumah Pangan Lestari (RPL) merupakan pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan. Selain trigona, RPL bisa memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat melalui penyediaan bermacam sayuran dan buah dengan membuat rumah bibit.

Lebih jauh Handri mengatakan, sebelum mengadakan sosialisasi, dia dan kelompoknya mengamati Desa Pendua, ternyata daerah ini memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah. Mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, serta terdapat pula usaha budidaya trigona. (ans)

Kuliah Online

0

Adra Nabilah

bertatapan dengan mesin
belajar depan telepon genggam
inikah yang disebut sebuah kemajuan
atau masa kelam?
 
acap kali rintihan terdengar
sinyal dan jaringan kurang bersahabat
pikiran membosan
apakah kondisi belajar ini tepat?
 
begitu banyak pertanyaan
terlintas di pikiran
melihat kondisi pendidikan
bagaikan negeri tanpa persiapan
 
sapaan ramah dan canda tawa
interaksi dosen dengan mahasiswa
sang waktu berkata itu nyata
padahal di dunia maya

Mahasiswa KKN Tematik Unram Launching Aplikasi Mobile Pendataan Kependudukan di Desa Selelos Lombok Utara

0

Lombok Utara, MEDIA – Mahasiswa yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Desa Selelos melaksanakan kegiatan pengenalan aplikasi mobile untuk pendataan kependudukan, Kamis (3/2).

Aplikasi ini dirancang oleh mahasiswa KKN Tematik Unram dengan tujuan untuk mempermudah staf desa dalam pengelolaan administrasi terutama kepala wilayah yang memliki tugas untuk melakukan pendataan ke setiap warga di wilayahnya masing-masing.

Menurut Didi Retno Sekretaris Desa Selelos dalam diskusinya bersama Mahasiswa KKN Tematik Unram mereka membutuhkan terobosan baru untuk masalah pendataan penduduk di Desa Selelos.

“Agar masalah pendataan bisa kita lakukan lebih cepat dan praktis. Kalau menggunakan aplikasi bisa lebih simple,” katanya.

Aplikasi ini selanjutnya dinamakan SILAK ONLINE yang merupakan singkatan dari Sisitem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Online.

Fredericho Alexander Madi selaku perancang aplikasi menjelaskan aplikasi tersebut buat dengan sistem android agar lebih mudah untuk digunakan oleh kepala wilayah. Selain itu, aplikasi ini juga memilki kelebihan bisa mencetak data penduduk dalam jangka waktu perbulan.

“Keamanan aplikasi ini juga benar-benar kita perhatikan Karena nanti hanya digunakan oleh kepala dusun serta operator desa yang terhubung dengan system di aplikasi,” lanjutnya.

Aplikasi ini merupakan terobosan baru, bahkan desa-desa lain di kecamatan Gangga sendiri belum ada kepala dusun dan staf desanya yang menggunakan aplikasi berbasis android untuk menginput dan memperbaharui data penduduknya.

Lalu Wahyu Alam Ketua KKN Tematik Unram di Desa Selelos berharap dengan adanya aplikasi Silak Online ini kepala dusun di Desa Selelos mampu menginput data lebih praktis tanpa harus meminta kartu keluarga ke setiap kepala keluarga.

“Selain itu dengan adanya aplikasi ini sistem koordinasi kepala wilayah dengan staf di desa bisa dilakukan secara lebih praktif dan efektif,” kata Mahasiswa Fakultas Teknik itu.

Pemanfaatan Batang Pisang Jadi Keripik Kapati Kalo di Desa Nusa Jaya

0

Dompu, MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram (Unram) di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu memanfaatkan batang pisang menjadi produk Keripik Kapati Kalo.

Salah satu upaya untuk merealisasikan pemanfaatan batang pisang menjadi keripik ini, kelompok KKN dengan tema Desa Preneur menyelenggarakan seminar kewirausahaan sekaligus pelatihan pengolahan batang pisang menjadi Keripik Kapati Kalo, Selasa (25/01).

Sumber daya alam berupa batang pisang yang melimpah, menjadi latar belakang pelaksanaan seminar sekaligus pelatihan tersebut.

Riskin Maulana Ketua KKN Unram di Desa Nusa Jaya menjelaskan pentingnya untuk memanfaatkan sumber daya alam berupa batang pisang menjadi sesuatu yang bernilai bagi masyarakat.

“Untuk meningkatkan nilai dari batang pisang itu sendiri perlu dilakukan pengolahan, jadi Keripik Kapati Kalo contohnya,” katanya.

Riskin juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan Keripik Kapati Kalo yang diawali dengan proses fermentasi. Lebih jauh berikut proses pembuatan Keripik Kapati Kalo;

  • Pilih batang pisang yang baik atau tidak busuk,
  • Kupas batang pisang serta bersihkan lendir pada permukaan batang pisang,
  • Potong tipis-tipis dengan pisau atau alat pencacah sehingga berbentuk seperti keripik atau chips,
  • Rendam dalam air bersih yang sudah diberi air garam lalu diangkat dan ditiriskan, selanjutnya digoreng, setelah digoreng, olahan diangkat dan ditiriskan kembali, ditaburi bumbu balado,
  • Simpan keripik dalam wadah tertutup rapat pada kemasan plastik berlabel. Keripik Kapati Kalo kemudian siap dinikmati atau dijual.

Kegiatan seminar kewirausahaan dan pembuatan keripik kapati kalo ini disambut dengan baik dan antusias oleh masyarakat Desa Nusa Jaya. Keripik Kapati Kalo ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai usaha dan juga menjadi ide bisnis untuk meningkatkan perekonomian di Desa Nusa Jaya.

Seminar sekaligus pelatihan yang diselenggarakan di aula kantor Desa Nusa Jaya, turut serta dihadiri oleh perangkat desa dan beberapa tokoh masyarakat Desa Nusa Jaya.

Mahasiswa KKN Tematik Unram Adakan Pelatihan Penanaman Bibit Tanaman Lokal Dengan Pupuk Kompos dan Sekam

0

Lombok Timur, MEDIA – Dusun Pemban Aji merupakan salah satu dusun yang terdapat di Desa Pijot, dimana dusun ini masih belum memanfaatkan pekarangan rumahnya secara intensif guna menjamin kesinambungan penyediaan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.

Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram (Unram) kemudian melaksanakan program kerja penanaman bibit pada media polybag. di Dusun Pemban Aji Desa Pijot, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur (1/2).

Mahasiswa KKN Tematik Unram bekerjasama dengan Yayasan TPA Darul Quratul Aini untuk melakukan pelatihan penanaman bibit tanaman lokal menggunakan media tanam polybag dengan pupuk kompos dan sekam kepada masyarakat. Ada dua jenis sekam yang digunakan dalam pelatihan penanaman bibit tanaman lokal ini, yaitu sekam yang dibakar dan tidak.

Selain sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, program ini juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan serta menekan pengeluaran Desa Pijot khususnya Dusun Pemban Aji.

Fery selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengatakan masih banyak masyarakat yang rela mengantri pedagang sayur keliling di depan gang rumah meski hanya membeli cabai atau tomat dengan harga Rp 3.000, yang dimana jika setiap hari masyarakat mengeluarkan uang untuk beli cabai atau tomat setiap harinya tidak akan terhitung berapa sudah biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk hanya sekedar membeli cabai dan tomat.

“Oleh karena itu, tujuan penanaman tanaman lokal melalui media polybag ini salah satunya untuk menekan pengeluaran masyarakat dan juga memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” katanya.

Penanaman bibit tanaman lokal menggunakan media tanam polybag dengan campuran pupuk kompos dan sekam memiliki pertumbuhan yang cukup baik. Metode penanaman dengan media ini cukup sederhana dan mudah dipraktekan oleh masyarakat dan penanaman bibit ini cukup mudah serta tidak memerlukan perawatan khusus.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh kepala dusun Pemban Aji.