21.5 C
Mataram
Thursday, May 28, 2026
spot_img
Home Blog Page 66

Mahasiswa KKN Tematik Unram Gelar Sosialisasi Guna Meningkatkan Kesadaran Akan Potensi Wisata dan Pentingnya Pengelolaan Sampah

0

Lombok Timur, MEDIA – Mahasiswa KKN Tematik Unram menggelar sosialisasi, dengan Tema “Sadar Potensi Wisata dan Pengelolaan Sampah di Desa Jurit Baru”. Sosialisasi tersebut menghadirkan Dinas Pariwisata Lombok Timur, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dinas Lingkungan Hidup dan Kelestarian (LHK), serta dihadiri Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pemuda Desa Jurit Baru (20/01).

Masyarakat Desa Jurit Baru masih awam mengenai desa wisata, bahkan beberapa generasi tua menolak untuk dibukanya destinasi wisata di Desa Jurit Baru karena takut timbul dampak negatif pariwisata seperti budaya asing. Kesadaran generasi muda dengan potensi wisata dan pengelolaan sampah juga masih rendah, hanya sedikit dari mereka yang antusias terhadap pengembangan desa wisata.

Hal tersebut menjadi alasan mahasiswa KKN Tematik Unram menyelenggarakan sosialisasi sadar potensi wisata dan pengelolaan sampah. Target utama dari sosialisasi ini adalah kesadaran masyarakat serta pemuda terhadap potensi-potensi wisata di desa dan perlunya pengelolaan sampah.

Dalam penyampaiannya, Dinas Pariwisata menyatakan bahwa sebagai salah satu dari 91 desa wisata di Lombok Timur, Desa wisata Jurit Baru memiliki banyak potensi wisata yang dapat dikembangkan.

“Desa Jurit Baru tidak hanya memiliki potensi wisata visual, melainkan juga banyak potensi wisata audio-visual seperti gemerisik air terjun, hembusan angin, pertunjukkan gendang belek, dan lain-lain,” lanjut Widayat, Sekertaris Dinas Pariwisata Lombok Timur.

Hal yang sama diungkapkan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Faisal selaku pembicara, mengungkapkan ada banyak potensi-potensi wisata yang ada di desa Jurit Baru yaitu, gunung Kukus, air terjun, terasering persawahan, dan lain-lain.

“Desa Jurit Baru juga memiliki potensi wisata budaya seperti rumah adat, gendang belek, dan gasing tradisional. Serta potensi agrowisata perkebunan nanas dan pengolahan aren (air manis). Bila dikelola dan dikembangkan Desa Jurit Baru dapat menjadi desa wisata yang sukses,” tambahnya.

Dalam sosialisasi ini juga membahas mengenai pengelolaan sampah. Salah satu permasalahan Desa Jurit Baru adalah pengelolaan sampah, tidak ada tempat pembuangan akhir dan mengakibatkan sampah numpuk di beberapa titik.

Hal inilah yang menginisiasi mahasiswa KKN Tematik Unram untuk mengundang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kelestarian (LHK) untuk mengedukasi masyarakat cara pengelolaan sampah organik dan non organik. Pihak LHK menyampaikan bahwa sampah-sampah organik seperti sampah dapur atau kotoran ternak, dapat diubah menjadi pupuk dan gas. Sedangkan sampah non organik seperti plastik dapat diolah sebagai bahan campuran paving blok. (EYS/ADV)

Kembangkan Potensi Desa, Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram Lakukan Sosialisasi dan Pelatihan Inovasi Produk Olahan Ikan Tuna

0

Lombok Timur, MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram (Unram) Desa Batu Nampar Selatan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan inovasi produk olahan ikan tuna.

Desa Batu Nampar Selatan merupakan salah satu Desa di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur yang terletak di pesisir pantai, dengan sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai Nelayan dan Pembudidaya. Sehingga penghasilan masyarakat hanya mengandalkan hasil laut yang didominasi ikan jenis tuna sebagai pendapatan utama.

Namun para nelayan lebih banyak menjual langsung ke penadah atau pengepul, dan harus mengikuti harga yang berlaku di pasaran yang tidak sebanding dengan harga yang ditetapkan nelayan, sehingga ikan-ikan yang didapatkan ada yang tidak laku dan hanya bisa dikonsumsi mentahan tanpa olahan.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN Unram menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan inovasi produk olahan ikan tuna pada Rabu (12/1), bertempat di balai pelatihan dan dihadiri oleh para kader desa dan anggota masyarakat umum, yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pelaku UMKM.

Dalam kegiatan tersebut, disosialisasikan dan dilakukan pelatihan pembuatan nugget ikan tuna secara langsung oleh Mahasiswa KKN Unram di Desa Batu Nampar Selatan.

Nugget ikan tuna merupakan produk yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama dengan dibekukan, sehingga tidak mudah rusak. Selain itu nugget ikan tuna juga berigizi tinggi dan tidak mengandung zat pengawet serta zat kimia berbahaya lainnya.

Seletah melihat potensi kekayaan laut yang dihasilkan nelayan, mahasiswa KKN Unram berharap paling tidak, dapat menyelesaikan satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi masyarakat Desa Batu Nampar Selatan yaitu melalui produk olahan ikan tuna yang berupa nugget ikan tuna.

“Kegiatan sosialisasi dan pelatihan inovasi produk olahan ikan tuna dilaksanakan setelah melihat potensi Desa Batunampar yang sangat tinggi hasil lautnya,” terang Basyisar Arga, mahasiswa KKN Unram sekaligus ketua panitia dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi Desa Batu Nampar Selatan, yang hasil lautnya sangat melimpah agar dapat dijadikan suatu produk yang bernilai tinggi, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sebagai pelaku usaha,” jelasnya lebih lanjut.

Antusiasme para peserta semakin terlihat ketika mahasiswa KKN Unram mempraktikkan secara langsung pembuatan nugget ikan tuna. Bahkan, beberapa peserta langsung mencoba mempraktikkan sendiri ketika pelatihan sedang berlangsung.

Mahasiswa KKN unram juga mencontohkan bagaimana pengemasan dan pelabelan produk ikan tuna yang sudah dibuat.

Peserta yang hadir mengungkapkan ketertarikannya untuk mencoba membuat nugget ikan tuna secara mandiri.

“Bahan-bahannya mudah ditemukan dan cara membuatnya juga tidak sulit”, ujar Nurhasanah, salah satu peserta pelatihan.

Sekretaris Desa Batu Nampar Selatan, Suhardi berharap melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini, masyarakat dapat mengolah hasil laut sebagai sumber ekonomi.

“Besar harapan melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan inovasi produk olahan ikan tuna, produk nugget ikan tuna dapat dikembangkan oleh para pelaku UMKM ataupun menjadi usaha baru bagi masyarakat yang ingin membuka usaha, khususnya di Batunampar Selatan,” Jelasnya.

Menjelang akhir kegiatan, para peserta dibagikan produk nugget ikan tuna yang dibuat bersama selama kegiatan berlangsung. (ZHR/ADV)

Sengkarut Pelayan Kesehatan Mahasiswa Unram

0

Oleh: Abdul Fattah

Pengurusan klaim asuransi kesehatan di Klinik Unram terlalu ruwet dan birokratis. Hanya untuk sekedar mengklaim penebusan biaya perawatan mahasiswa, klinik Unram menyampaikan alur yang absurd dan menyiratkan keengganan untuk melayani penebusan klaim asuransi perawatan di RS Unram.

Seperti AS, mahasiswa Fakultas Hukum UNRAM yang dirawat di UGD RS UNRAM, Minggu (30/1) malam. Pada saat perawatan, AS mengatakan dirinya merupakan bahwa ia adalah mahasiswa FH UNRAM. Dia juga menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

Petugas di RS menyampaikan bahwa seluruh biaya obat dan perawatan di RS UNRAM dapat di klaim penebusan atas biaya perawatan di Klinik Unram. Namun, fakta di lapangan berbeda dengan yang disampaikan.

Senin (31/1) sore, dilakukan klaim oleh penulis atas biaya perawatan di Klinik Unram. Saat diklaim, petugas yang melayani di klinik Unram menyampaikan bahwa pelayanan hanya dilangsungkan dari pukul 09.00 hingga 12.00 siang.

Setelah itu, pihak Unram menyarankan kembali pada Rabu (2/2) untuk memperoleh pelayanan. Penulis membaca gelagak birokratis dan ruwet dalam pengurusan klaim ini. Dan itu benar-benar terkonfirmasi.

Keesokan harinya, pagi menjelang siang, sekitar pukul 11.00 Wita, penulis kembali menuju klinik untuk melakukan klaim atas biaya perawatan di RS UNRAM dengan membawa persyaratan berupa kuitansi dan KTM. Sesampai di lokasi, pertanyaan pertama yang dilayangkan adalah “Kapan pasien dirawat?”.

Selain itu, pertanyaan lain yang diajukan, “Kenapa baru melakukan klaim?,” dengan nada sinis. Kedua pertanyaan itu menandakan seolah ada konsekuensi bahwa klaim dapat ditolak apabila mahasiswa telat melakukan pengajuan. Jelas, pertanyaan itu dapat dibaca sebagai gelagak untuk tidak mengakomodir kepentingan mahasiswa.

 

Alih-alih memberikan pelayanan, petugas klinik malah mengharuskan mahasiswa untuk menyertakan fotocopy KTM, bukti pembayaran UKT atau kartu KIPK. Akhirnya penulis tunduk pada alur birokratis yang ruwet itu. Padahal informasi ini seharusnya disampaikan sebelumnya, atau setidaknya ditempel sebagai informasi mutlak pengurusan klaim biaya kesehatan.

Seusai mengurus segala persyaratan tersebut, penulis kembali menuju ke Klinik Unram. Sesampainya di sana, penulis diperintahkan untuk menghadap petugas yang bertanggung jawab atas klaim biaya kesehatan.

 

Disinilah alur birokratis dan keengganan untuk melayani dan mengakomodir kepentingan mahasiswa itu benar-benar terkonfirmasi. Petugas yang melayani klaim biaya kesehatan menyampaikan pertanyaan tentang penyakit yang diderita, padahal itu bisa saja langsung dibaca dari kuitansi perawatan kesehatan di RS UNRAM yang diserahkan.

Rupanya itu juga gelagak lain untuk menolak klaim atas biaya kesehatan. Setelah disampaikan tentang penyakit yang diderita, petugas menyampaikan bahwa penyakit itu tidak termasuk penyakit yang emergency, sehingga tidak bisa dilakukan klaim biaya kesehatan. Pernyataan ini mengherankan penulis, sebab selama ini, tidak ada informasi mengenai kualifikasi tentang klaim kesehatan sebagaimana yang disampaikan petugas tersebut.

 

Saat penulis mempertanyakan tentang alasan pernyataan dan peraturan itu, petugas hanya menyampaikan bahwa itu memang sudah peraturan di sini. Penulis menyampaikan bahwa sebagai sebuah institusi, harusnya ada dasar hukum (peraturan) yang mengatur tentang ketentuan yang disampaikan oleh petugas itu, sebab jika tidak, maka itu ilegal.

Petugas itu berdalih bahwa dia tidak mengetahui dasar hukum yang mengatur tentang ketentuan kualifikasi penyakit yang dapat diklaim. Dengan lisannya, hanya disampaikan bahwa “Di sini memang sudah begitu”. Bagaimana mungkin petugas sebuah institusi tidak mengetahui peraturan intitusinnya sendiri.

Peraturan yang membatasi hak mahasiswa atas pelayanan kesehatan itu bahkan tidak diketahui oleh petugas yang membatasi klaim kesehatan tersebut. Padahal, petugas yang melayani perawatan dan pembayaran di RS Unram menyampaikan bahwa seluruh biaya perawatan dapat diklaim di klinik.

Alih-alih memperoleh klaim biaya kesehatan, penulis malah memperoleh dalih-dalih yang menolak pengurusan klaim tersebut, disampaikan bahwa petugas di RS UNRAM memang tidak tahu apa-apa tentang ketentuan tersebut. Hal ini secara telanjang menyiratkan absurditas alur komunikasi antar lembaga di UNRAM.

Bagaimana mungkin menghendaki mahasiswa menerima dan mengetahui ketentuan tersebut bila antar lembaga kesehatan di lingkungan Unram saja tidak mengetahui tentang ketentuan. Pada akhirnya, saat dipertanyakan tentang solusi dan jalan keluar, petugas itu tidak memberikan solusi apapun. Penulis hanya diperintahkan untuk menunggu dan bicara langsung dengan kepala Klinik. Daripada harus menunggu dalam ketidakpastian, penulis memilih kembali, mengurungkan niat untuk mengurus hal tersebut. Toh paling-paling penulis akan kembali diperhadapkan dengan alur birokratis yang absurd dan ruwet.

Penulis berpendapat, bahwa ada banyak mahasiswa yang bernasib sama, yang haknya atas pelayanan kesehatan terbatasi oleh kualifikasi ketentuan absurd yang bahkan tidak bisa disampaikan landasan hukumnya (peraturan). Hak-hak dan tanggungan atas kesehatan yang seharusnya diperoleh oleh mahasiswa unram terbatasi oleh ketentuan tersebut.

Unram hendaknya segera mengevaluasi dasar hukum (peraturan) tentang pelayanan kesehatan mahasiswa Unram. Lebih dari itu, petugas-petugas yang melayani akses atas kesehatan di Klinik Unram harus lebih humanis, mampu dengan profesional dan penuh perhatian memenuhi tugas kemanusian sebagai penjaga kesehatan dan keselamatan mahasiswa Unram.

Petugas-petugas yang dehumanis, birokratis dan menampakan keengganan untuk melayani mahasiswa harusnya dicopot saja, bersama dengan kepala Klinik Unram yang bertanggung jawab atas segala hal tersebut.

Keindahan Pantai LG, Lombok Utara

0
Keindahan Pantai LG: Pasir putih, pemandangan indah. (MD/Indah)
Tenang, pemandangan ekstosis Pantai LG. (MD/Indah)

Pantai Life is Good (LG) atau yang akrab disebut pantai surfing ini merupakan salah satu destinasi wisata di Indonesia. Tepatnya di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara.

Pantai ini sering digunakan peselancar untuk surfing. Tidak hanya masyarakat sekitar saja, masyarakat luar seperti Mataram, daerah lain hingga turis mancanegara mengunjungi pantai ini.

Menurut masyarakat sekitar, sebelum wabah Covid-19 masuk ke Indonesia, wisatawan ramai berdatangan mengunjungi pantai LG. Namun, kini pantai LG vakum. Tidak hanya itu, kehadiran pantai ini juga berpengaruh bagi perkenomian masyarakat.

Duh, sayang banget. Semoga wabah segera berlalu, ya.

Persebi Berhasil Meraih Juara Piala Soeratin U-17

0

Mataram, MEDIA – Klub sepakbola Persatuan Sepak Bola Bima (Persebi) berhasil menjuarai Piala Soeratin U-17 usai mengalahkan Persatuan Sepak bola Indonesia Sumbawa (Persisum) di babak final, Sabtu (29/1).

Berdasarkan hasil pertandingan tersebut, klub yang berasal dari daerah semboyan Maja Labo Dahu ini berhasil membawa pulang medali emas. Sedangkan Persisum berhasil meraih perak.

Pertandingan yang diadakan di stadion GOR 17 Desember, Mataram itu berjalan seru. Gemuruh teriak penonton kedua klub terdengar dari tribune.

Pada 45 menit awal, tidak ada gol yang diciptakan kedua tim. Peluang emas sempat dimiliki Persebi pada menit ke-36, usai Pemain Persisum Kepin Mulyansyah melakukan pelanggaran di luar kotak penalti. Namun tembakan yang dilakukan tidak berbuah gol.

Setelah beristirahat dan melakukan jual beli serangan, gol terjadi pada babak kedua, tepatnya menit ke-54 usai pemain Persisum A’an Saputra melakukan sundulan ke gawang sendiri. Gol bunuh diri ini berawal dari tendangan sudut Pemain Persebi Aryanto Bima Putra.

Tim dengan julukan Pahlawan Hijau atau Rusa Sumbawa ini berhasil dikalahkan oleh PERSEBI sehingga mendapat mendali perak pada pertandingan final ini.

Dalam pertandingan final itu, turut hadir Ketua Umum PSSI NTB, Mori Hanafi, S.E., M. Com. “Sebagian dari para pemain U-17 ini, baik PERSISUM maupun PERSEBI dan mungkin ada juga beberapa dari kesebelasan lainnya. InsyaAllah akan kita ambil menjadi cikal bakal dari kesebelasan Pra-PON NTB, ” ungkapnya.

Menurut pengamatan mediaunram.com, para pendukung kedua kesebelasan masing-masing  sangat antusias menyaksikan pertandingan final tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan ramainya penonton di stadion. (adr)

 

 

Dies Natalies Fakultas Hukum ke-55, Mahasiswa dan Civitas Akademika Adakan Kegiatan Bersih-Bersih Pantai

0

Mataram, MEDIA – Mahasiswa dan Civitas Akademika Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) melakukan kegiatan bersih-bersih pantai di Loang Baloq, dalam rangka Dies Natalies FH yang ke-55, Jum’at (28/1).

Kegiatan itu dilaksanakan sesuai dengan tema Dies Natalies Fakultas Hukum yang ke-55, yaitu “Law For Earth Jurisprudence”.

“Kenapa kita mengangkat tema seperti ini, jadi kita ingin bahwasanya hukum atau manusia sebagai pemeran dalam hal ini memberi kebermanfaatan bagi bumi atau alam,” ujar M. Afif Amanullah Ketua Bem Fakultas Hukum, ketika ditanyai oleh tim MEDIA Unram.

Oleh karena itu, lanjut Afif, salah satu kegiatan Dies Natalies ini yaitu tentang kegiatan bersih-bersih pantai.

Afif mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan bersih-bersih pantai ini, yaitu agar wisatawan bisa menikmati suasana pantai saat berkunjung.

“Pantai Loang Baloq kebanyakan sampah, jadi sangat memprihatinkan,” katanya.

Berangkat dari situ, Afif dan partisipan lainnya memutuskan untuk melaksanakan kegiatan tersebut di pantai Loang Baloq.

“Latar belakang pemilihan lokasi di Loang Baloq bukan karena kedekatan atau yang mudah-mudah, tapi setelah kita melakukan survey di beberapa pantai dan ketemulah pantai Loang Baloq yang kebetulan pertimbangan pertama itu kebanyakan sampah,” ungkap Afif.

Lebih jauh Afif mengatakan, pantai tersebut sedang direnovasi untuk pembuatan taman, nanti kesannya akan terlihat buruk ketika itu baru dan masih banyak terdapat sampah.

Kegiatan bersih-bersih pantai ini menghasilkan 15 karung besar sampah, dan langsung dikumpulkan di satu titik kemudian diangkut ke tempat pembuangan sampah (tps) terdekat.

 

Bukan hanya itu saja, kegiatan Dies Natalies FH kali ini, juga dirangkaikan dengan kegiatan penghijauan pada hari Kamis (27/1).

Yaitu dengan melakukan penanaman bibit Durian, Nangka, dan Alpukat dengan jumlah sekitar 52, Dan ditanam di wilayah sekitar Fakultas Hukum.

“Tujuannya yaitu biar nanti kedepannya itu buah-buah itu bisa menebarkan kebermanfaatan minimal untuk diri kita sendiri dan juga orang-orang atau masyarakat sekitar,” jelas Afif.

Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 07:00 Wita dan berakhir pukul 10:00 Wita.(zhr)

Inovasi Pengolahan Sampah Jadi Kompos dan Kerajinan Tangan Bernilai Ekonomis Oleh Mahasiswa KKN Unram

0

Lombok Barat, MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram (Unram) membagikan inovasi pengolahan sampah menjadi kompos dan kerajinan tangan bernilai ekonomis di Desa Lembar selama periode KKN.

Masalah sampah tidak akan ada habisnya selama manusia masih hidup, karena selama manusia hidup sampah akan terus ada dan
akan selalu meningkatkan limbah.

Dampak yang dihasilkan oleh sampah sendiri kerap kali menyebabkan bencana alam seperti banjir, tidak dapat disangkal pula sampah sering dianggap sebagai sesuatu yang menjengkelkan, kotor, dan bau.

“Hal itu yang kemudian menjadi alasan kegiatan KKN di Desa Lembar memfokuskan pada kegiatan inovasi sampah menjadi kompos dan kerajinan yang bernilai ekonomis,” ungkap Lalu Andhika Ketua KKN tematik Unram Zero Waste.

Pengembangan ekowisata di Desa Lembar yang bagus namun masih minim pengelolaan sampah juga menarik perhatian mahasiswa KKN Tematik Unram untuk memfokuskan kegiatan pada upaya pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Metode yang di terapkan selama kegiatan KKN ini adalah sosialisasi dan praktik secara langsung dengan masyarakat Desa Lembar.

Sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengolahan sampah

“Dengan memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang pengolahan sampah dan penerapan hasil produk, saya berharap hasil dari dari kegiatan pengolahan sampah organik dan non-organik ini dapat memberikan nilai tambah ekonomis serta menambah keterampilan bagi masyarakat,” lanjut Andhika.

Andhika juga menjelaskan bagaimana sampah masih menjadi salah satu permasalahan yang patut di perhatikan, mengingat produksi sampah di NTB mencapai 3.500 ton perhari.

“Mirisnya dari ribuan ton sampah tersebut hanya 18 persen saja yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan sisanya masih dibuang sembarangan oleh masyarakat,” kata Andhika. (Data Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi NTB).

Hal inilah yang menjadi alasan kuat bahwa masalah sampah yang dipecahkan baik dalam jangka pendek, menengah maupun panjang (Jannah, 2019).

Melihat besarnya dampak yang diakibatkan oleh sampah, pelaksanaan pengelolaan sampah harus terencana dengan baik dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Melalui sosialisasi terkait kegiatan pengolahan sampah organik dan non-organik kepada masyarakat Desa lembar khususnya masyarakat Dusun Dasan Daye, Bakong Dasan dan Buncit Kabupaten Lombok Barat NTB diharapkan agar masyarakat selalu hidup dalam lingkungan yang bersih dan sehat.

Andhika juga menjelaskan sasaran utama kegiatan KKN ini adalah adalah pengelolaan sampah organik menjadi ‘Biochar’ yang mampu dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman yang produktif maupun tanaman penghijauan sehingga dapat menghidupkan lingkungan yang sejuk, sehat dan lestari.

Praktik pengolahan sampah bersama masyarakat secara langsung

Untuk pengolahan sampah non-organik sendiri menjadi ‘Ecobrick’ yang akan dimanfaatkan untuk membuat fasilitas rumah tangga yang bernilai jual seperti meja, kursi, bak sampah maupun barang kesenian lainnya,” lanjutnya.

Muhayadi Kepala Disun Bakong Dasan yang ikut serta dalam kegiatan pengelolaan sampah baik itu sosialasi maupun secara langsung, mengucapkan terima kasih pada mahasiswa KKN Unram telah menginisiasi kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Terimakasih banyak untuk adik-adik KKN telah menginisiasi kegiatann yang sangat bermanfaat dan edukatif bagi masyarakat, terutama wilayah Dusun Bakong Dasan, Dasan Daye dan sekitarnya,” pungkas Muhayadi. (TIM)

Artikel Ilmiah KKN Tematik Unram di Desa Lembar

0

[embeddoc url=”https://mediaunram.com/wp-content/uploads/2022/01/Artikel-Ilmiah-KKN-Lembar-dikonversi-6.pdf”]

Penyuluhan dan Simulasi Tanggap Bencana di SD Negeri 3 Sokong Kabupaten Lombok Utara

0

Lombok Utara, MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram (Unram), mengadakan Penyuluhan dan Simulasi Tanggap Bencana Gempa Bumi di SD Negeri 3 Sokong Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara Rabu, 26/01 lalu.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan mulai tanggal 26 hingga 27 Januari dengan dua sesi berbeda yaitu sesi materi dan sesi praktek/simulasi. Tidak lupa kegiatan ini juga mengikutsertakan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), serta instansi pendidikan yang menjadi fasilitator dalam kegiatan.

Dalam penyampaian materinya Agus sebagai salah satu narasumber dari BPBD KLU mengatakan bahwa trauma gempa 2018 masih menghantui semua masyarakat.

“Oleh karena itu sekarang kita semua akan mempelajari bagagaimana menyiapkan diri saat menghadapi bencana,” kata Agus.

“Kegiatan penyuluhan dan simulasi tanggap bencana ini sudah diatur dalam Permendikbud No. 33 Tahun 2019, Program Satuan Pendidikan Aman Bencana yang selanjutnya disebut program SPAB adalah upaya pencegahan dan penanggulangan dampak Bencana di Satuan Pendidikan,” lanjutnya.

Agus juga menjelaskan bagaimana sekolah juga harus berperan aktif di kegiatan pengurangan resiko bencana.

“Kalau kita bicara dunia pendidikan, anak-anak ini merupakan aset bangsa, jadi ketika mereka tidak dilindungi maka dampak untuk generasi kedepan tentunya memprihatinkan,” kata Agus.

Lebih lanjut Agus juga menjelaskan bagaimana BPBD mencoba mengadopsi metode pendidikan bencana di Jepang dengan menanamkan kesadaran kebencanaan. Tidak hanya SD namun, semua level pendidikan perlu diberikan wawasan kebencanaan, dengan menyesuaikan konten apa yang diperlukan. Dengan konsep yang lebih sederhana.

Diakhir penyampaian materinya Agus memaparkan letak Lombok utara yang diapit oleh dua zona geterator gempa, di arah utara sesar aktif Flores, kemudian di bagian selatan itu juga ada zona sapdaksi yang juga berpotensi mengakibatkan gempa-gempa besar.

“Gempa harusnya menjadi ancaman prioritas yang harus kita perhatikan karna ini juga terbukti di tahun 2018. Harapan Pengenalan jenis ancaman bencana untuk anak-anak usia dini menjadi bekal buat mereka, supaya dikonsen ancaman bencana disekitar mereka,” pungkas Agus.
Alief selaku perwakilan mahasiswa KKN Unram berharap melalui penyuluhan dan simulasi tanggap bencana ini untuk mempersiapkan diri dan siap siaga dalam menghadapi bencana alam. Juga untuk diteruskan pada kerabat, saudara, dan keluarga.

Ujar I Gusti Ngurah Prayoga Cendana Putra Kepala Sekolah SD Negeri 3 Sokong dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Unram yang telah mengadakan kegiatan penyuluhan di SDN 3 Sokong serta berharap kegiatan serupa agar dilakukan secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada para mahasiswa KKN yang telah memilih sekolah kami untuk mengadakan kegiatan penyuluhan dan simulasi ini dan saya berharap kegiatan serupa seharusnya bersifat berkelanjutan diadakan, lebih khusus KLU yang pernah mengalami bencana gempa bumi,” kata Agus. (TIM)

Mahasiswa KKN Tematik Adakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf Dari Singkong

0

Lombok Timur, MEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, Universitas Mataram (Unram) di Kelurahan Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur NTB periode Desember 2021 – Februari 2022, terapkan desapreneur melalui pemanfaatan singkong menjadi tepung mocaf yang merupakan sumber daya alam di kelurahan Geres.

Dalam upaya pemanfaatan salah satu potensi alam Kelurahan Geres, Tim KKN Unram menyelenggarakan sosialisasi sekaligus pelatihan pengolahan Singkong menjadi tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) pada Jumat (21/01) di rumah kediaman Kepala Lingkungan Geres Daye.

Sosialisasi ini dilakukan karena di Kelurahan Geres terdapat sumber daya alam berupa singkong yang melimpah, sehingga dapat meningkatkan nilai dari singkong itu sendiri. Adapun salah satu produknya adalah tepung mocaf. Tim KKN menjelaskan bahwa tepung mocaf merupakan tepung singkong yang telah dimodifikasi dengan cara difermentasi.

Sesuai dengan tema KKN (Desaprenur), mahasiswa KKN yang diketuai oleh Wiryasri dkk ini melakukan salah satu inovasi untuk mengolah singkong yaitu sebagai tepung mocaf bagi warga di Kelurahan Geres yang juga diharapkan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat keluarahan Geres.

Sosialiasi dan pelatihan yang tengah diberikan oleh mahasiswa KKN Tematik Unram

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini sangat penting untuk dilakukan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat setempat. Adapun proses pembuatan mocaf dimulai dengan pemilihan singkong yang baik (tidak busuk), kupas kulit singkong serta bersihkan lendir pada permukaan singkong dengan air dan di gosok-gosok,  potong-potong tipis singkong dengan pisau atau alat pencacah sehingga berbentuk seperti kripik atau chips, selanjutnya rendam dalam air bersih selama 3 hari, ganti air selama 24 jam, kemudian angkat dan tiriskan, jemur chips sampai kering, kadar air 10-12%, lalu tumbuk atau giling chips kering, ayak dengan ayakan ukuran butiran mesh 60 atau 80, yang masih kasar bisa digiling kembali, simpan mocaf dalam wadah plastik yang tertutup rapat dalam plastik berlabel pada kemasan. Mocaf kemudian siap pakai atau dijual.

Kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan mocaf ini di sambut dengan baik dan antusias oleh masyarakat Kelurahan Geres.

Hasil atau luaran dari kegiatan mahasiswa KKN ( tepung Mocaf ) ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai pengganti tepung terigu. Dan bisa juga menjadi ide bisnis untuk meningkatkan perekonomian di Kelurahan Geres tersebut.

Dalam kegiatan sosialisasi serta pelatihan ini turut serta diikuti oleh perangkat kelurahan dan beberapa tokoh masyarakat di Kelurahan Geres. (Tim)