25.5 C
Mataram
Wednesday, September 23, 2026
spot_img
Home Blog Page 36

Demo Hari Tani Nasional, Sejumlah Petani Orasi di Depan Gedung Gubernur NTB

0

Mataram, MEDIA – Aksi dalam rangka menyambut Hari Tani Nasional 2023 di depan Gedung Gubernur NTB dihadiri sejumlah Petani di berbagai wilayah Lombok, (25/9).

Aksi ini diwarnai dengan lantunan-lantunan orasi para petani yang berasal dari beberapa wilayah, seperti Sambelia dan Mandalika.

“Kami hadir disini merupakan hasil dari kesepakatan bersama melihat dari permasalahan-permasalahan yang ada,” ungkap Lalu Prayadi salah seorang petani dari Kuta Mandalika.

Para petani yang hadir dalam aksi ini membuktikan bahwa mereka juga paham akan permasalahan-permasalahan pertanian yang ada di NTB, dibuktikan dengan tuntutan-tuntutan yang mereka layangkan saat berorasi.

“Kami meminta segera diselsaikan permasalahan penyelsaian kasus tanah, pelaksanaan aturan serta pembangunan, perbaikan taraf hidup masyarakat yang terkena dampak program relokasi di luar kawasan,” tegas Lalu Prayadi.

Aksi gabungan antara Front Mahasiswa Nasional (FMN) dengan petani ini secara umum menuntut agar pemerintah Nusa Tenggara Barat dalam momentum hari tani 2023 untuk segera menyelsaikan beberapa masalah yang dalam hal ini bukan hanya permasalahan agraria saja.

Adapun beberapa tuntutan yang mereka lontarkan diantaranya :

1. Segera mengungkapkan audit tanah dan penilaian ulang data pemukiman kembali ITDC bersama dengan dokumentasi yang merinci pembayaran tunai dan bank untuk kompensasi!

2. Menyediakan perumahan yang layak bagi warga sekaligus memberdayakan mereka dengan hak untuk menentukan lokasi yang tidak terputus dari akses penghidupan mereka!

3. Memberikan ganti rugi yang memadai untuk rumah penggusuran setara dengan biaya pembangunan rumah semi permanen yang dibutuhkan didasarkan pada harga bahan bangunan di kawasan Mandalika!

4. Memberikan pemulihan kehidupan bagi yang terkena dampak penduduk berdasarkan jumlah masyarakat, bukan hanya kepala keluarga, berdasarkan nilai mata pencaharian yang hilang !

5. Hentikan penggusuran sampai pemukiman kembali secara adil, kompensasi dan pemulihan mata pencaharian ketentuan telah disepakati dalam acara konsultatif dengan semua proyek masyarakat yang terkena dampak!

6. Kaji Ulang Penerbitan Izin Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Sadhana Arifnusa Di Kecamatan Sambelia.

7. Mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk mengaudit keuangan Beasiswa KIP di Wilayah Mataram.

8. Mendesak Pemerintah Provinsi NTB untuk mengkaji ulang biaya kuliah mahasiswa sesuai dengan kemampuan pembayaran orang tua mahasiswa.

9. Cabut Implementasi MBKM & PTNBH Seluruh Universitas di wilayah NTB.

10. Mendesak Pemerintah Pusat untuk Mencabut UU No. 6 Tahun 2023 Tentang Cipta Kerja.

11. Pecat Penjabat yang jadi pengusaha di cabinet pemerintahan pusat dan provinsi.

12. Hentikan perampasan Tanah Rakyat

13. Hentikan Kriminalisasi Kaum Tani yang Memperjuangkan Tanahnya

14. Hentikan Liberalisasi , Komersialisasi dan Privatisasi Pendidikan

15. Wujudkan Pendidkan yang ilmiah, Demokratis dan Mengabdi Pada Rakyat.

16. Laksanakan Refroma Agraria Sejati sebagai Landasan Pembangunan Industri Nasional.

Aksi ini dimulai sekitar pukul 11.00 Wita dengan titik keberangkatan dari Masjid Raya Hubbul Wathan (Islamic Center).

 

Sekitar pukul 11.35 Wita Asisten II, H. Fathul Ghani keluar menemui massa aksi. Ia mengatakan bahwa permasalahan-permasalahan pertanian yang ada di Mandalika terutama sudah difasilitasi oleh pemerintah.

“Sudah difasilitasi oleh pemerintah, mana hak yang harus diperjuangkan oleh rakyat dan mana juga hak dari pihak swasta, jadi saya rasa clear,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, para petani tidak terima permasalahannya dianggap clear atau selesai. Mereka meminta agar pemerintah NTB untuk melakukan kunjungan ke tempat mereka.

“Coba bapak sekali-sekali menjenguk disana, jangan hanya dikit-dikit memakai moncong senjata ketika menghadapi rakyat,” ujar salah seorang petani. 

Tidak hanya orasi-orasi yang dilantunkan oleh para petani, aksi ini juga diwarnai dengan aksi teaterikal oleh beberapa massa aksi.

Aksi ini berakhir sekitar pukul 12.20 Wita, diakhiri dengan pernyataan sikap dari massa aksi. (Zhr)

Neo Kolonialisme Agraria di Indonesia

0

Oleh : Muh. Nasirudin Albani

Sejarah bangsa kita memiliki cerita panjangan tetang agraria atau pertanahan. Mulai dari zaman Sebelum kemerdekaan sampai dengan era Setelah kemerdekaan. Kita di jajah oleh Belanda dikarenakan tanah Nusantara ini sangatlah subur dan kaya Dengan Sumber daya Alam.

Sedikit kita tilik era awal VOC masuk ke Indonesia, dia awal VOC datang ke raja-raja di pulau jawa dengan menawarkan perjanjian kerja sama dalam hal perdagangan. Lama kelamaan VOC mulai menikung raja-raja tersebut dari belakang dan menguasai tanah, hutan, bahkan mengusir para raja tersebut dari Kerajaan mereka.

Lanjut ke masa penjajahan oleh Belanda dimana salah satu aturan yang dibuat adalah pencatatan pertanahan, ini merupakan cara untuk mengambil alih tanah-tanah milik rakyat. Disini penjajah dulu mereka akan memeriksa tanah-tanah milik Pribumi apakah memiliki sertifikat atau tidak, sedangkan pada masa itu Pribumi masih menggunakan hukum adat dalam pembagian tanah dan seperti yg kita ketahui bahwa hukum adat tidak tertulis. Jadi ketika Pribumi pada masa itu yangtidak bisa membuktikan bawah tanah itu adalah milik akan di ambil alih oleh kolonial dan di anggap sebagai tanah negara.

Ketika awal kemerdekaan pemerintah berusaha untuk membuat peraturan perundangan-undang guna mengatur tentang agraria. Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 menjadi dasar peraturan perundang-undangan tersebut. Bahwasanya “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Hal tersebut menjadi cikal bakal lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) nomor 5 tahun 1960 yang akhirnya bisa terbentuk setelah 15 tahun lamanya Indonesia merdeka.

Pada Era Reformasi hingga sekarang, banyak sekali yang kita temukan masalah-masalah Agraria yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

“Dalam lima tahun terakhir paling tidak sebanyak 2.288 konflik agraria terjadi. Sebanyak 1.437 orang dikriminalisasi atas konflik agraria ini. Lalu, 776 orang dianiaya, 75 orang tertembak, dan 66 orang tewas di wilayah konflik agraria,” Saan Mustofa wakil komisi II DPR RI ( web. DPR RI)

Dari ungkapan diatas kita tahu bahwa banyak sekali konflik Agraria yang terjadi. Kebanyakan konflik ini terjadi karena ambisi dari pemerintah itu sendiri dengan Proyek-proyek strategis Nasional yang mereka canangkan.

Dalam pertempuran dengan IMF pada 2018 di Nusa Dua bali, Staf Khusus I Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sahala Lumban Gaol. Dalam acara tersebut Sahala menyampaikan bawah Indonesia akan membuat 10 bali baru antara lain Danau Toba, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Candi Borobudur, Mandalika, Gunung Bromo, Wakatobi, Labuan Bajo, hingga Morotai akan menjadi 10 bali baru. (CNN Indonesia)

Masalah di Pulau Rempang 16.583 Hektar tanah yang menajadi tempat proyek strategis Nasional dan 7. 500 orang yang di paksa keluar dari tanah nenek moyang mereka. Tindakan represif dari para aparat negara yang melakukan penangkapan dan pemukulan yang lakukan oleh mereka.
Belum lagi dengan proyek 10 bali baru yang menimbulkan banyak Konflik Agraria, seperti Mandalika banyak konflik yang terjadi disana. Pulau komodo yang masyarakat disana dipaksa keluar dari tanah kelahiran mereka. Labuan Bajo proyek jalan yang di suatu desa yang di paksa untuk membongkar rumah dalam 3 hari, jika tidak segeradilaksanaka maka jalan itu tidak melewati kampung mereka. Dan disana mereka tidak mendapat kompensasi atas tanah mereka.

Jika kita runutkan dari kejadian diatas, ini merupakan sebuah gejala Dari Neo Kolonialisme Agraria dari pandangan saya. Bagaimana pemerintah sendiri yang melakukan pengusiran terhadap masyarakat yang seharusnya mereka jaga dan lindungi.

Neokolonialisme adalah masa penjajahan yang baru dan lebih halus. Perlu diketahui bahwa masyarakat dahulu merasakan zaman kolonialisme dan sekarang masyarakat merasakan neokolonialisme dalam kehidupan. Neokolonialisme mempunyai cakupan yang lebih kompleks daripada kolonialisme.

Neokolonialisme Agraria sendiri merupakan suatu kegiatan yang dimana hak atas tanah rakyat dirampas dengan cara yang legal dimata hukum.
Gejala Neokolonialisme ketika negara-negara berkembang menjadi butuh industri dari perusahaan asing dengan upah yang sangat kecil. Sekarang kita lihat bagaimana negara kita terus membuka peluang asing bagi para investor. Bahakan tanah-tanah masyarakat sediri ada yang di ganti rugi dan ada juga yang tidak sama sekali.

Semua itu dengan dalih bawa akan membuka lapangan kerja, akan tetapi dengan Sumber Daya Manusia kita yang masih belum siap dengan semua itu ini mengakibatkan banyak tenaga dari luar yang terserap.

Ini merupakan Neo kolonialisme Agraria/ Penjajahan baru di bidang pertanahan dan yang sangat disayangkan yang melakukan penjajah itu adalah pemerintah kita sendiri. Para pemangku Kekuasaan seakan tutup mata melihat penderitaan masyarakat kecil yang mempertahankan tanah mereka.

Mahasiswa Faterna Adakan Pelatihan Pemeliharaan Trigona Guna Mendorong Kemajuan Sektor Tani dan Hutan

0

Lotara, MEDIA— Dalam rangka mendorong kemajuan disektor hasil pengolahan tani dan hutan di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Mahasiswa Peternakan Unram yang tergabung dalam tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Maternapala Unram mengadakan pelatihan manajemen pemeliharaan trigona pada Kamis, (21/9). 

 

Ketua tim pelaksana,Dwi Ayu Lestari menerangkan bahwa pelatihan ini bertujuan guna meningkatkan SDM kelompok dalam manajemen budidya lebah trigona, Sasarannya adalah para pemuda desa sesait yang tergabung menjadi kelompok tani. Pelatihan ini diadakan dikarenakan masih sedikit kelompok yang tertarik didesa sesait dalam membudidayakan lebah trigona.

 

“Adanya pelatihan ini sebagai pemantik kelompok tani atau masyarakat dalam manajemen membudidayakan lebah trigona dan berharap bisa lebih berkembang kedepannya,” Ujarnya. 

 

Para Pemuda yang hadir dalam pelatihan tersebut merasa bersyukur telah dilibatkan, seperti yang disampaikan oleh pemuda bernama Ecang.

 

“bersyukur sekali teman-teman memilih pemuda sebagai langkah awal untuk mengikuti program ini,semoga kedepannya bisa terus berkembang, ” tutur Ecang

 

Tidak hanya sekedar mengadakan pelatihan, PPK ORMAWA Maternapala Unram juga memberikan langsung koloni lebah trigona. Sebanyak 40 kotak koloni lebah trigona diberikan kepada Kelompok Tani Hutan Lotus Agro sebagai bukti dukungan langsung serta diharapkan dapat mempraktekkan ilmu yang didapat dari pelatihan ini kedepannya. 

 

Penyerahan koloni lebah diterima langsung oleh Wiriantara Haris Supan, S. Akun. MM. selaku ketua Kelompok Tani Hutan Lotus Agro.

 

”Kami mengucapkan terimakasih kepada adik-adik dari Tim PPK ORMAWA Maternapala Unram yang telah mengadakan pelatihan ini dan pengadaan koloni lebah trigona ini untuk kelompok tani hutan agro Lotus disini,” ujar Wiriantana. 

 

 

Program ini mendapatkan respon positif dari instansi pemerintah setempat. Pelatihan ini dihadiri oleh Burhanudin S.P selaku PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Desa Sesait dan Sukri S.Pt (Bang Slesh) sebagai pemateri dalam manajemen pemeliharaan lebah trigona, sementara itu ada 2 kelompok yang mengikuti pelatihan ini yaitu Kelompok Tani Hutan Agro Lotus dan Kelompok Bunga Mekar. (Albn / adventorial )

 

Si Kulit Putih dan Hitam

0

Oleh : Siti Indrawati (Sekkum UKPKM MEDIAUnram)

Sebuah hutan, hiduplah dua orang yang bertetangga. Kedua orang itu tampak berbeda meskipun sama-sama tinggal dihutan. Yang satunya berwarna putih bak salju yang baru turun dari langit, yang satunya lagi berwarna hitam kecoklatan dengan tahi lalat yang memenuhi hampir seluruh bagian mukanya. mereka tinggal bersebelahan satu sama lain di sebuah rumah dengan danau membentang luas di sekitarnya.

 

Si kulit hitam bernama Gavina, ia selalu tampak ceria dan aktif menjelajahi hutan kesana kemari. Sedangkan si kulit putih bernama Gauri yang selalu menyendiri dan tidak suka bergaul dengan orang lain disekitarnya.

 

Suatu hari, cuaca tampak cerah. hutan yang semula tampak suram kini lebih bercahaya akibat pancaran matahari yang cerah. Ada seorang Wanita yang berkulit hitam duduk di tepi danau sembari menikmati air yang bergerak akibat terpaan angin. Wanita tersebut tampak tersenyum dengan sangat manis dan berjalan menuju rumah dekat pohon besar tempat Gavina dan Gauri itu tinggal. Gavina berencana untuk mengajak Gauri bermain di padang rumput di dekat danau. Disana udaranya sangatlah sejuk dan cocok untuk bermain.

 

“Gauri keluarlah! Mari kita bermain bersama,” ucap Gavina sembari menekan bell kecil yang ada dirumahnya Gauri. 

 

Tidak ingin menyerah, Gavina terus menekan bell itu hingga menimbulkan suara yang cukup berisik. Karena Gavina jelas tau jika Gauri tengah berada di dalam, oleh karena itu ia terus saja menekan bell rumahnya sampai Gauri keluar. 

 

Kedua mata bulatnya berbinar saat berhasil membuat Gauri keluar sampai melompat lompat kesenangan dan penuh semangat. 

 

“Gauri, mari bermain bersamaku,” ucapnya kembali dengan nada riang. 

 

Bukannya membalas, Gauri malah hanya terdiam sembari menatap Gavina yang masih melompat-lompat tinggi. wajahnya tampak tak terlihat senang, jutek dan mengepalkan kedua tangan didepan dadanya.

 

“Kenapa kamu berisik sekali, aku ingin tertidur dengan tenang! Pergi dari sini! ” ucapnya dengan wajah marah. 

 

Gavina yang tadinya tengah melompat kini terdiam langsung saat mendengar ucapan Gauri, wajah yang tadinya ceria mulai menghilang. Ia tertunduk malu dihadapan Gauri. 

 

“Apakah kamu tidak ingin bermain denganku?” tanya Gavina membuat Gauri semakin kesal. 

 

Si kulit putih itu Manaikkan volume suara yang begitu keras. “aku tidak sudi bermain dengan orang yang berkulit hitam sepertimu! aku ini orang yang cantik, sedangkan kau berwana hitam, jelek lagi”, sarkasnya sontak membuat Gavina terkejut dengan ucapan Gavina si kulit putih yang sudah ia anggap sebagai teman itu. 

 

“Kenapa ucapanmu sangat kasar, aku hanya megajakmu bermain ke padang rumput di depan danau. Disana banyak sekali buah dan hewan-hewan kecil yang juga sedang bermain,” jelas Gavina masih mencoba untuk tidak kesal. 

 

“Pergi saja sendiri, kenapa mesti mengajakku, aku tidak ingin bergabung dengan orang-orang yang jelek seperti kalian!” balas Gauri dengan keras membuat Gavina tidak menyangka dengan kata-kata kasar yang dikeluarkan Gauri. 

 

Sebelum benar-benar masuk kembali ke dalam rumahnya, si kulit putih itu berkata, “Jangan pernah mengajakku bermain lagi, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau bermain denganmu yang jelek.” 

 

Gavina terdiam dengan wajah yang berkaca-kaca, hatinya merasa sakit dihina seperti itu. Apalagi oleh orang yang sudah ia anggap sebagai temannya itu. Semenjak kejadian tersebut ia berjanji tak akan perah mengajak Gauri bermain lagi, hatinya terlalu sakit saat mengingat perkataan si kulit putih tersebut. 

 

Kedua hubungan mereka semakin merenggang, Gauri si kulit putih itu bahkan tak merasa bersalah dengan kelakuannya itu. ia benar-benar terlihat membenci Gavina yang berklit hitam itu. Namun, suatu hari ada sebuah kejadian yang membuat si kulit putih itu tersadar dengan perbuatan yang telah ia lakukan.

 

Suatu hari, hujan lebat melanda hutan. Sungai-sungai kecil meluap, menciptakan arus yang deras dan berbahaya. Gauri keluar dari rumah dan berusaha mencari tempat perlindungan. Dengan sigap, Gauri segera melompat ke atas sebuah batu besar yang terletak di tepi sungai. Namun tak berselang lama, panik dan bingung. Ia tidak tahu harus pergi ke mana lagi. Tanpa berpikir panjang, Gauri berlari ke tepi sungai dan terhanyut oleh arus air yang deras. Ia berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang bisa membantunya.

 

Bertepatan dengan itu Gavina yang tengah berlindung dari hujan di bawah pohon melihat kejadian itu, ia segera berpikir bagaimana cara untuk menyelamatkan Gauri. Dengan kepandaian dan kecepatannya, Gavina melompat ke sungai dan berenang melawan arus yang kuat. Ia berhasil mencapai Gauri itu yang hampir tenggelam dan menariknya ke tepi sungai dengan susah payah.

 

Setelah menyelamatkan Gauri, Gavina menarik Gauri untuk duduk di tepi sungai, basah kuyup dan lelah. Gauri pun langsung merasa bersalah dan berkata, “Terima kasih, Gavina. Aku bodoh karena tidak berpikir dengan baik. Kau sangat cerdik, baik hati dan pemberani”.

 

Gavina tersenyum dan menjawab, “Tidak apa-apa, Gauri. Setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan. Kita saling melengkapi satu sama lain. Kita adalah teman, dan kita harus selalu saling membantu.”

 

Mendengar itu lantas membuat Gauri teringat akan perkataanya yang telah menyakiti Gavina. Ia sudah berbuat jahat namun Gavina mau membantunya dalam kesusahan seperti tadi. Sungguh ia sangat merasa bersalah dan menyesal. 

 

“Gavina, sekali lagi maafkan aku ya. Hari itu aku sudah berkata kasar padamu. Maaf karena sudah membencimu dulu”, ucapnya dengan penuh penyesalan.

 

Gavina yang mendengar itu lantas tersenyum dengan tulus. “Tidak apa-apa, dari awal aku sudah memaafkanmu. Sekarang kita harus mulai berteman ya”. 

 

Tanpa ragu Gauri mengangguk dengan cepat, ia tidak ingin menyia-nyiakan teman yang baik seperti Gavina lagi. Ia juga berjanji tidak akan berkata-kata kasar dan menjelekkan orang lain lagi. karena kita tidak tau di masa depan bisa saja orang yang kita benci menolong kita diwaktu sulit.

 

Dari kejadian itu, Gauri dan Gavina menjadi teman yang tak terpisahkan. Mereka saling menghargai dan belajar dari satu sama lain. Gavina dan Gauri belajar menjadi orang yang lebih baik lagi. Dan Bersama-sama, mereka menjelajahi hutan dengan penuh kebahagiaan dan persahabatan yang abadi

4 Negara Ikuti Kegiatan Internasional Prodi HI Unram

0

Mataram, MEDIA— Prodi Hubungan Internasional (HI) Unram, mengadakan kegiatan Southeast Asian Conference Event 2023, Selasa (19/9). Kegiatan  ini mengangkat tema Migrasi dan Pembangunan di Asia Tenggara. 

Southeast Asian Conference Event ini yang pertama kali diadakan di Nusa Tenggara Barat.

“Ini adalah Kegiatan konfresnsi petama yang diadakan oleh Prodi Hubungan Internasional, fakultas Hukum Universitas Mataram,” ucap Kinanti ketua Panitia SeaCMD di Hotel Lombok Astoria.

Keynote speaker dalam acara ini adalah Prof. Dr. Jun Honna Ritsumeikan dari University Jepang. Kemudian Prof. Dr. Johan lindquits Stockholm University dari Swedia, dan Dr. Luci Jordan University Of Hongkong dari Cina.

 

Fokus acara ini tentang Wilayah regional Asia Tenggara yang menitikberatkan pada sisi imigrasi dan pembangunan Bekelanjutan. Sebelum kegiatan ini HI sudah melakukan beberapa kerja sama.

 

Kaprodi HI Unram, Prof. Muhammad Sood SH., menjelaskan, sebelumnya prodi HI sering melakukan kerjasama dengan negara-negara ASEAN. Bahkan tidak sedikit mahasiswanya  yang magang ke luar negeri. Antara lain, Malaysia dan Thailand.

 

“Juga ada mahasiswa yang ke Siangapura,” sebut orang nomor satu Prodi HI tersebut.

 

Menurutnya, konfrensi seperti ini masih difokuskan untuk wilayah Asia. Sementara untuk masuk ke wilayah  Eropa, belum bisa dilakukan. Meski begitu, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan para alumni di sana.

 

“Acara ini masih untuk wilayah Asia saja, dan untuk bisa sampai juga wilayah Eropa kita masih kekurangan dana, akan tetapi sudah mulai menjalin komunikasi dengan alumni-alumni yang ada di Eropa,” lanjutnya.

 

Dalam acara ini diikuti oleh 150 lebih peserta dan 60 paper yang mengunakan sistem kelompok. Peserta yang mengikuti acara ini dari berbagai negara. Seperti Indonesia, Jepang, Thailand, Malaysia, dan Belanda.

 

Acara ini berlangsung Selama 3 hari dengan pembahasan ada 13 topik antara lain :
1. Diaspora dan transasionalisme di asia tenggara
2. Tata kelola migrasi di asia tenggara
3. Migrasi tenaga kerja di asia tenggara
4. Pengungsi dan migrasi yang tidak teratur
5. Komunitas Subaltern dan Marginal di Asia Tenggara
6. Masyarakat Sipil dan Pembangunan Multiskalar
7.Tantangan pembangunan yang menurun
8. Agama dan Pembangunan Berkelanjutan
9. Hubungan Pariwisata dan Pembangunan
10. Keamanan Maritim, Pertahanan dan Perekonomian
11. Kerjasama Multilateral di Asia Tenggara
12. Kawasan Ekonomi Khusus dan Kapitalisme di Abad 21
13. Topik-topik lain yang relevan dengan migrasi dan pembangunan. (albn, nki/Advetorial)

Dua Mahasiswa dan Satu Alumni Unram Berhasil Lolos Seleksi PKPMN 2023

0

Unram, MEDIA – Dua mahasiswa dan satu alumni Universitas Mataram lolos seleksi Pendidikan Kader Pemimpin Muda Nasional (PKPMN) yang dilaksanakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Sabtu (16/9).

 

Ketiga mahasiswa tersebut diantaranya Muhamad Afif dari fakultas Hukum, dr.Syarifa Soraya dari fakultas Kedokteran,dan Ichlasul Amal dari fakultas matematika dan pengetahuan alam. Proses untuk dapat dinyatakan lolos seleksi membutuhkan waktu yang cukup panjang dari bulan agustus hingga september.

 

“Kita mengikuti beberapa tahapan seleksi. Seleksi pertama seleksi administrasi, meliputi berkas identitas diri dan kita disuruh bikin paper tentang proyeksi kepemimpinan millenial,” Ungkap M. Afif Amanullah

“Seleksi kedua tes CAT, yaitu tes Wawasan Kebangsaan. Dan tes terakhir tes Wawancara,” Ujar mahasiswa yang sekaligus menjabat sebagai Sekjend BEM Unram tersebut.

 

Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung bulan depan pada tanggal 2 hingga 16 Oktober di Jakarta, dengan beberapa serangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.

 

“Berkaca pada tahun kemarin, kegiatannya meliputi pembekalan materi tentang kepemimpinan, kepemudaan dan materi lainnya yang akan disampaikan oleh para stakeholder seperti KPK, DPR RI, MK dan juga pemuda inspiratif lainnya, disertai kunjungan ke lembaga negara yang terkait,” Jelas Afif.

 

 

Afif berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan pemuda lainnya. 

 

“Semoga dengan adanya program ini bisa membuat pemuda semakin sadar terhadap perannya dalam berkontribusi untuk bangsa”, ucapnya. (Mra)

Tower Air Food Court Unram Kebakaran, Diduga Pemicunya Korsleting Listrik

0

Unram, MEDIA – Tower Air di Food Court Unram kebakaran sekitar pukul 17.35 Wita, diduga hal tersebut terjadi karena adanya korsleting arus listrik, Rabu (13/9).

 

Menurut Lalu Surya Dharma selaku Koordinatir Teknisi Listrik Unram, korsleting tersebut penyebabnya karena kapasitas dari kabel tidak sesuai dengan beban pemakaiannya.

 

“Terjadi Over Capacity atau Kapasitas instalasi tidak sesuai dengan beban pemakaian yang mengakibatkan kabelnya panas,terus meleleh lalu terjadilah konsleting listrik dan ditambah banyak material yang mudah terbakar didalam,” Jelasnya.

Kebakaran tersebut berlangsung sekitar 40 menit lamanya hingga berhasil dipadamkan. Meskipun apinya tidak terlalu besar, tapi asap kebakaran tersebut cukup menutupi seluruh kawasan Food Court Unram. 

 

Akibat dari kebakaran ini, terganggunya aliran listrik kantin hingga kurangnya pasokan air bersih ke setiap fakultas. 

 

“Yang terganggu paling utama salah pasokan air bersih kesetiap fakultas, terlebih ke Rektorat dan pasokan listrik ke kantin,” ungkap Lalu Surya Dharma.

Hingga saat ini langkah yang dilakukan oleh pihak rektorat supaya menangani dan menjaga terjadinya hal seperti ini terjadi adalah dengan cara instalasi ulang kabel-kabel yang dianggap over capacity.  

 

“Langkah pertama yg kita akan ambil melakukan penggantian kabel Induk yang lebih besar supaya bisa menampung kapasitas pemakaian,” ucapnya. (Albn)

e-KTM Angkatan 2022 Mandek, disebut karena Langkanya Bahan Baku

0

Unram, MEDIA – Mahasiswa Universitas Mataram angkatan tahun 2022 belum mendapatkan elektronik kartu tanda mahasiswa (e-KTM) hingga saat ini, padahal sudah berselang satu tahun sejak Mahasiswa angkatan 2022 berkuliah di Unram.

Lantas saja hal demikian menjadi pertanyaan bagi publik Unram, terutama bagi mahasiswa angkatan 2022. Kenapa hingga saat ini e-KTM tak kunjung jadi dan dibagikan?.

Menurut penulusuran mediaunram.com, memang beberapa e-KTM sudah dibagikan, namun hal tersebut hanya bagi Fakultas Hukum dan Pertanian.

Menurut Lalu Wahyu Alam selaku Menko Kemahasiswaan BEM Unram, penyebab mandeknya e-KTM angkatan 2022 karena langkanya bahan baku.

“Dari pihak BRI katanya ada kendala dari pusat terkait pengadaan kartu khusus untuk KTM ini, Kendala yang mereka sampaikan kemarin terkait kelangkaan bahan,” ungkapnya.

Menurut Alam, proyek pembuatan e-KTM ini merupakan kerja sama antara Unram dan BRI. Setelah konfirmasi ke pihak birokrasi, Alam menyampaikan bahwa dari pihak birokrasi sepenuhnya menyerahkan urusan ini kepada BRI.

“Dari pihak birokrasi menyerahkan semuanya ke BRI,” ucapnya.

Merespon mandeknya e-KTM angkatan 2022 ini, Alam mengatakan bahwa ia sudah mengadakan pertemuan dengan pihak BRI langsung. Menurutnya, pihak BRI menjanjikan e-KTM angkatan 2022 paling lambat akan jadi dan dibagikan pada akhir September ini.

“Konfirmasi terakhir dari pihak BRI itu sedang proses dan paling lambat semua fakultas itu akhir september dibagi semuanya,” katanya.

“Meskipun Sangat disayangkan sekali, karena sudah satu tahun kurang lebih mahasiswa angkatan 2022 tidak mempunyai KTM,” sambungnya.

Tim mediaunram.com sudah beberapa kali berusaha meminta konfirmasi ke pihak registrasi rektorat, namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada jawaban sama sekali. (Mra)

Unram Siap DO Oknum Mahasiswa Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

0

Unram, MEDIA – Unram siap Drop Out (DO) oknum mahasiswa berinisal RM yang menjadi tersangka dugaan kekerasan seksual terhadap rekannya, Rabu (30/8).

 

Sebelumnya RM telah resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Polda NTB.

 

Penetapan tersangka itu tertuang dalam surat Nomor: B/84/VII/RES.1.4/2023/Ditreskrimum dan turut ditandatangani Dir Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Teddy Ristiawan.

 

Kuasa Hukum A, Fathul Khairul Anam mengatakan, surat penetapan tersangka tersebut diterimanya dari penyidik pada Rabu, 23 Agustus 2023.

 

“Kami terima tiga hari yang lalu,” mengutif dari NTB Satu, Sabtu, 26 Agustus 2023 malam.

 

Mahasiswa jurusan hukum itu disangkakan pasal 6 huruf A Undang-undang RI Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

 

Berita sebelumnya, RM diduga melecehkan rekannya sendiri, A pada Maret 2023 lalu. Modusnya, korban mulanya diajak berjalan-jalan. Sebelum menuju lokasi, korban diajak terduga pelaku ke kosnya di wilayah Ampenan, Kota Mataram dengan alasan mengganti baju.

 

Sesampainya di kos, terduga pelaku kemudian melancarkan aksi bejatnya kepada A.

 

Awal mula kasus ini, pihak Unram telah memberikan sanksi berupa skorsing selama 30 hari kepada oknum mahasiswa tersebut.

 

Namun mengetahui terduga pelaku telah ditetapkan menjadi tersangka, Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, S.H.,M.H. mengaku bahwa akan memberikan sanksi berat terhadap tersangka.

 

“Sudah sebelum polda menetapkan jadi tersangka kami Sudah memutuskan memberikan sanksi berat yaitu pemberhentian,” bebernya.

 

Berdasarkan dari penelusuran tim Media Unram, beberapa saat yang lalu bahwa tersangka RM masih bebas berkeliaran di Kampus. 

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas PPKS Unram mengungkapkan bahwa pemberian sanksi membutuhkan proses.

 

“Putusan Sudah diambil namun surat pemberhentian sedang berproses, tidak bisa langsung Karena untuk pemberhentian lewat Rektor,” ungkapnya.

 

“Saat ini kami di satgas sedang menyiapkan administrasinya,” sambungnya. (Albn)

 

Mahasiswa Korban Bogem Satpam Mengaku Diintimidasi Birokrasi

0

Unram, Media – Kasus pemukulan yang dilakukan satpam Unram terhadap sejumlah mahasiswa pada saat melakukan demonstrasi 20 Juni lalu, kini memunculkan perkembangan yang mengejutkan.

Pasalnya satu diantara dua korban yang melapor diduga mendapat intimidasi dan diminta mencabut laporannya.

Menurut pengakuannya, korban atas nama Nanang Sofiyan Maulana pernah diminta untuk menandatangani surat perjanjian perdamaian dari pihak birokrasi Unram.

“Terhitung tiga kali,” bebernya singkat.

Nanang juga mengakui bahwa ia pernah beberapa kali diajak untuk bertemu membahas keberlanjutan dari proses perdamaian yang disodorkan birokrasi kepadanya.

“Diajak ketemu di luar gitu pertama kali, bahasanya buat bahas gimana kelanjutan itu, tapi kecurigaannya mengarah ke penandatanganan,” katanya.

Tidak hanya itu, bahkan menurut pengakuan Nanang, Intimidasi juga telah sampai di Orang tuanya.

“Bahasanya dari birokrasi, bahwa ada berupa ancaman untuk tidak bisa melanjutkan studi,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai siapa yang menghubungi orang tuanya tersebut, Nanang menyebutkan Ir. H. Abdul Faruq selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Rektorat Unram.

“H. Faruq nelpon orang tua terus orang tua ngasih tau saya,” ungkapnya.

Bahkan Nanang mengaku bahwa orang tuanya sempat sakit, yang diduga karena hal tersebut.

“Saya nggak berani jamin itu karena telepon, tapi memang sempat sakit,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Nanang yang sekaligus menjadi Menteri Koordinator Pergerakan dan Kelembagaan BEM Unram juga mengaku mendapat hambatan-hambatan dalam menjalankan program kerjanya.

Buntut dari banyaknya tekanan tersebut, Nanang mengaku bahwa ia hampir mau menandatangani surat perjanjian perdamaian yang dilayangkan birokrasi terhadapnya.

“Saya kan mau ke ruangan pak Faruq kemahasiswaan, tapi kayak ditekan dipaksalah istilahnya, sampai hampir saya tanda tangan, tapi untung ada teman juga disana,” tuturnya.

“Bahasanya kalau mau aman tempat kalian, tanda tangan dulu ini. Saya udah gak bisa ngomong apa-apa itu,” sambung Mahasiswa semester 9 tersebut.

Sementara itu, tim mediaunram.com sempat mengkonfirmasi hal tersebut ke H. Faruq selaku Kabag Kemahasiswaan Unram. Namun dalam konfirmasinya, Faruq membantah pernah melakukan intimidasi.

Ndak mungkin lah, kan Nanang semester 9, masa mau DO semester 9, kuliah kan sampai semester 14,” jelasnya.

“Siapa yang mau intimidasi orang anak sendiri,” lanjutnya.

Ia juga mengaku sempat pernah menelpon orang tua Nanang, namun menurut penuturannya, hal tersebut ia lakukan karena tanggung jawabnya sebagai ayah terhadap anak.

“Saya yang nelpon ibunya, suruh dia konsentrasi Nanang itu kuliah, kan saya anggap Nanang sebagai anak saya,” ujarnya.(Zhr)