22.5 C
Mataram
Thursday, May 28, 2026
spot_img
Home Blog Page 58

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Unram Desa Padak Guar Berdayakan Pekarangan Rumah Warga

0

Lombok Timur, MEDIA- Mahasiswa KKN Tematik Unram di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur melakukan kegiatan pemberdayaan pekarangan rumah warga dalam rangka mencegah stunting serta menciptakan makanan bergizi dan seimbang, Kamis(6/30).

Kelompok KKN bertema “Stunting” ini melakukan pemberdayaan Pekarangan Rumah melalui penanaman ratusan bibit pohon seperti nangka, cabai, ceruring, mimba, dan srikaya.

Penanaman bibit ini terbagi ke dalam delapan Dusun yang ada di Desa Padak Guar, diantaranya Dusun Tibu Borok, Dusun Padak Utara, Dusun Purwakarya, Dusun Transad, Dusun Padak Guar I, Dusun Padak Guar, Dusun Dasan Baru, dan Penanaman terakhir di Dusun Padak Selatan.

“Penanaman bibit ini bertujuan untuk menciptakan sumber pangan yang bergizi di pekarangan rumah warga dalam rangka mencegah terjadinya stunting pada anak. Selain itu, penanaman bibit ini juga sekaligus untuk penghijauan lahan pekarangan rumah warga yang kosong agar terlihat asri,” Ungkap Dion Fadilla, selaku Ketua KKN.

“Beberapa bibit tersebut diperoleh dari Balai BPDASHL Dodokan, Moyosari, Pringgabaya, kecuali bibit cabai diperoleh dari tempat persemaian bibit di Rempung, Kabupaten Lombok Timur,” lanjut mahasiswa Teknik Mesin tersebut.

Kegiatan penanaman ratusan bibit tersebut disambut baik oleh warga.

Sulhan Hadi, warga dari Dusun Padak Guar I menegaskan bahwa dari tahun ke tahun yang KKN di Desa Padak Guar, baru kali ini ada yang melakukan pemanfaatan pekarangan rumah seperti ini.

“Saya dan masyarakat lainnya sangat senang dilibatkan,” Ujarnya.

Selain disambut baik, Pemanfaatan pekarangan rumah melalui penanaman bibit tersebut dinilai sangat bagus oleh warga.

“Sangat bagus, melihat pekarangan rumah warga di Desa Padak Guar ini banyak yg kosong, jadi bisa dimanfaatkan untuk tanaman yang bermanfaat seperti cabai, nangka dan srikaya yg penuh akan gizi,” tutur Herman, Warga dari Dusun Dasan Baru.

“Dan semoga stunting dapat berkurang dengan kesadaran warga dalam memanfaatkan tanaman tersebut,” Lanjutnya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan setiap hari Kamis di setiap minggunya secara bergiliran dan dimulai pada pukul 09:00 – 12:00 Wita.(Zhr/adv)

Dani, Pemuda Asal Belawa Terbitkan Lima Buku Setahun

0

Mataram, MEDIA- Seorang pemuda asal Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Berhasil menerbitkan lima buku dalam setahun. Hal ini sangat menginspirasi bagi pemuda lainnya dimana mampu membuktikan sebuah karya positif melalui buku-buku yang ditulisnya dengan berbagai macam judul.

Merupakan prestasi luar biasa, Khususnya Desa Balawa patut bangga memiliki pemuda yang bisa menerbitkan lima buku dalam setahun, hal tersebut dilakukan Kusuma Yanuwar Dani atau yang akrab disapa Dani.

Dani memiliki kegemaran menulis sejak duduk di bangku kelas 10 SMK hingga kelas 12 dan dirinya menuangkan kegemaran itu dalam bentuk buku.

Buku pertama yang berhasil diterbitkan pemuda kelahiran Cirebon ini pada tanggal 31 Oktober 2002, berjudul “Bocah Pejuang Kanker” merupakan kumpulan cerpen yang terbit pada 5 Februari 2020.

Buku kedua berjudul “Kasih Sayang Ibu” merupakan kumpulan puisi, terbit 10 Februari 2020.

Sementara Buku ketiga “Impian yang Tak Terwujud Cinta Seorang Barista dengan Toksin Rindunya” merupakan buku ketiganya yang berisi kumpulan cerpen dan diterbitkan tanggal 26 Mei 2020.

Untuk Buku keempat yang diberi judul “Ulang Tahun Terakhir Bocah Pejuang Kanker” merupakan novel yang diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh penulis, terbit pada 28 Mei 2020.

Buku-buku yang Dani terbitkan tersebut dipersembahkan untuk para pejuang kanker yang tidak pernah menyerah, yang selalu punya harapan dan semangat dalam merajut mimpi.

Kilas Cerita, Dani mengangkat dari seorang bocah yang bernama Candra, berjuang dalam melawan kanker hingga akhir hayatnya, tokoh tersebut merupakan adik penulis itu sendiri.

Untuk buku terakhir yang Dani terbitkan berjudul “Menunggu Senja di Palestina” merupakan buku kumpulan puisi yang terbit pada Juni 2020.

Untuk semua buku hasil karyanya, kita bisa mendapatkannya dengan mudah di berbagai marketplace yang ada di Indonesia. (spt)

KNTI Laporkan Sulit Akses BBM Bersubsidi ke Ombudsman

0

Mataram, MEDIA- Perwakilan Komunitas Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara, serta perwakilan Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Lombok Timur didampingi oleh Fitra NTB mengunjungi Ombudsman dengan membawa permasalahan terkait sulitnya mengakses BBM bersubsidi untuk nelayan, Selasa (12/7).

Bebera permasalahan yang dihadapi oleh nelayan di kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara tidak lain mengenai sulitnya mengakses SPBN untuk para nelayan, apalagi kartu e-Kusuka yang digunakan untuk mendapatkan BBM bersubsidi oleh nelayan belum juga diterbitkan sampai saat ini.

KNTI menduga adanya tindakan maladministrasi terkait lambannya percetakan dan distribusi kartu e-Kusuka oleh pihak Bank. Selain dugaan maladministrasi lambannya percetakan dan distribusi kartu e-Kusuka, KNTI juga menduga adanya maladministrasi terhadap pembuatan surat rekomendasi di dinas DKP kabupaten.

Menurut data yang dikumpulkan oleh KNTI bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam hal proses percepatan pendataan nelayan, terdapat 900 nelayan di Lombok Timur dan 1100 Nelayan di Lombok Utara yang sudah didata tetapi sampai saat ini belum dikeluarkannya kartu e-Kusuka.

“Adanya maladmistrasi inilah yang membuat kami berkunjung ke Ombudsman, agar persoalan ini dapat terjawab, karena kartu e-Kusuka ini dibutuhkan nelayan,” ucap Dedy Sopian, Ketua KNTI Lombok Timur.

KNTI menjelaskan bahwa banyak kebutuhan nelayan dalam kartu e-Kusuka, terutama dalam hal mengakses BBM bersubsidi, karena untuk mendapatkan rekomendasi nelayan harus memiliki kartu e-Kusuka tersebut.

“Untuk mengganti hal tersebut kami mencetak kartu e-Kusuka yang sifatnya sementara,” lanjut Dedy.

Di waktu yang bersamaan, Hamdi selaku sekretaris Fitra NTB menduga di Lombok Utara dan Lombok timur adanya diskriminatif layanan yang diberikan pemerintah, di mana nelayan dipersulit dalam mengakses BBM bersubsidi, yakni pada beberapa persyaratan. Selain itu, BBM bersubsidi diduga tidak tepat sasaran, terutama di Lombok Timur.

“Dari agenda investigasi kami menemukan ada dugaan  dimanfaatkan oleh para pengusaha, itulah yang kami sampaikan di sini, bahwa adanya maladministrasi pada syarat-syarat pengajuan akses BBM bersubsidi ini,” ucap Hamdi saat melakukan jumpa pers di kantor Ombudsman.

“Terdapat orang-orang yang seharusnya tidak dapat, tetapi menggunakan kartu orang lain untuk mendapatkan akses BBM bersubsidi tersebut,” lanjutnya.

KNTI berharap permasalahan ini bisa ditindak lajut agar dapat menemukan solusinya dan persoalan ini segera terselesaikan, karena sudah dua tahun diproses tetapi belum juga terselesaikan. Selain itu, KNTI juga berharap agar nelayan tidak sulit dalam mengakses BBM bersubsidi, cukup dengan kartu e-Kusuka nelayan sudah bisa mengaksesnya, baik di Lombok Timur maupun Lombok Utara.

Ombudsman merespon dengan baik temuan dari KNTI terkait dengan program perlindugan bagi nelayan, Ombudsman juga sepakan akan mengawal permasalahan ini bersama-sama sesuai dengan mekanisme internalnya secara objektif sehingga dapat fokus mencari solusi-solusi terbaik.

Dari pertemuan ini, diharpakan adanya kebijakan Pememrintah Daerah (Pemda) untuk program pengadaan infrastruktur SPBN bagi nelayan di wilayah yang mayoritas penduduknya nelayan, yakni Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur dan Kecamatan Kayatangan, Kabupaten Lombok Utara. (spt)

Wajah Hukum di Era Demokrasi. Hukum Lemah, Rakyat Kalah, Indonesia Pasrah

0

Oleh: Aris Munandar (Mahasiswa Fakultas Hukum Unram)

Pasal 1 ayat (3) UUDNRI Tahun 1945 mengatur bahwa “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Pasal ini berimplikasi bahwa segala aspek penyelenggaraan negara harus berdasarkan hukum (rechtsstaat) dan bukan berdasarkan kekuasaan (machtstaat) dengan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara dan UUD NRI Tahun 1945 sebagai hukum dasar dan hierarki tertinggi dalam peraturan perundang-undangan.
Untuk mewujudkan konsep negara hukum (rechtsstaat/the rule of law), diperlukan adanya pemahaman hukum sebagai satu kesatuan sistem. Setiap sistem umumnya terdiri dari elemen-elemen pendukung. Dengan mengacu pada teori Friedmann maka substansi (substance), struktur (structure), dan budaya/kultur (culture) merupakan 3 (tiga) elemen pendukung yang sangat penting sebagai penyangga (pilar) dari sistem hukum.

Secara ideal, ketiga pilar pembangunan hukum nasional itu harus berjalan serasi, selaras, dan seimbang karena ketiga hal tersebut sangat berkaitan erat satu sama lain.

Di samping itu, dari sisi tujuan hukum, Gustav Radbruch menyatakan bahwa tujuan hukum yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan. Keadilan harus mempunyai posisi yang pertama dan yang paling utama dari pada kepastian hukum dan kemanfaatan. Secara historis, pada awalnya menurut Gustav Radburch tujuan kepastian hukum menempati peringkat yang paling atas diantara tujuan yang lain. Namun, setelah melihat kenyataan bahwa dengan teorinya tersebut di Jerman di bawah kekuasaan Nazi melegalisasi praktek-praktek yang tidak berperikemanusiaan selama masa Perang Dunia II dengan jalan membuat hukum yang mensahkan praktek-praktek kekejaman perang pada masa itu. Gustav Radbruch pun akhirnya meralat teorinya tersebut diatas dengan menempatkan tujuan keadilan menempati posisi diatas tujuan hukum yang lain. Sebagaimana diketahui bahwa didalam kenyataannya sering kali antara kepastian hukum terjadi benturan dengan kemanfaatan, atau antara keadilan dengan kepastian hukum, antara keadilan terjadi benturan dengan kemanfaatan.

Dalam melakukan perumusan konsep penyelenggaraan negara Indonesia berdasarkan konsep negara hukum, sebelumnya perlu diketahui apakah tujuan penyelenggaraan negara Indonesia, atau apakah tujuan negara Indonesia. Hal ini penting karena konsep penyelenggaraan negara hukum harus selalu tertuju pada terwujudnya tujuan negara Indonesia. Tujuan negara Indonesia secara definitif tertuang dalam alenia keempat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yaitu:

1. Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia;

2. Memajukan kesejahteraan umum;

3. Mencerdaskan kehidupan bangsa;

4. Ikut melaksanakan perdamaian dunia, berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Terwujudnya tujuan negara ini menjadi kewajiban negara Indonesia sebagai organisasi tertinggi bangsa Indonesia yang penyelenggaraannya harus didasarkan pada lima dasar negara (Pancasila). Dari sini dapat dipahami bahwa Pancasila merupakan pedoman utama kegiatan penyelenggaraan negara yang didasarkan atas prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun pada kenyataanya persoaalan itu tidak berjalan sesuai amanat.
Rakyat indonesia menjerit dan berharap mampu dijalankan sesuai amanat UUD 1945 akan tetapi pada kenyataanya tidak mampu di jalankan sebagai mana mestinya.

Indonesia memilih negara hukum demokratis. Negara yang dibangun oleh Indonesia adalah negara hukum demokratis, negara yang berdasar konstitusi yang demokratis atau negara demokrasi konstitusional.

“Negara hukum yang demokratis tidak diletakkan dalam negara hukum yang sekuler tetapi negara hukum yang demokratis berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,

Transformasi Cita Hukum Mewujudkan Indonesia Maju” adalah sebuah tema yang sangat menarik karena ketika berbicara persoalan hukum maka selalu berbicara pada isu-isu yang nyaris menjadi isu abadi. “Cita hukum yang berkeadilan tentu saja cita-cita semua orang.

Persoalan hukum di Indonesia mengalami dinamika yang setiap hari tidak pernah sepi dari pemberitaan baik di media massa ataupun di media online. Semua peristiwa hukum dan praktik hukum menjadi ujung pangkal berbagai persoalan yang terjadi di dunia kita. “Kita sudah merdeka 76 tahun dan sudah jelas konstitusi kita adalah negara hokum. Artinya hukum menjadi panglima, idealnya.

Indonesia merupakan Negara kesatuan yang terkenal dengan ragam budaya ,ragam bahasa, sopan santunnya, keramah tamahan dalam berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Disini Indonesia juga memiliki hukum-hukum yang berfungsi untuk memberi sangsi yang tegas kepada siapapun yang melanggar ketentuan hukum yang tercantum dalam Undang Undang. Dari era orde lama ke orde baru bahkan ke era reformasi seharusnya hukum di Indonesia lebih tegas dan tepat dalam menangani berbagai kasus yang terjadi di Indonesia saat ini, tetapi semua ini hanya tinggal cerita yang dulunya indonesia terkenal dengan kuatnya hukum yang dianut untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa, bersihnya para pejabat tinggi negara dalam memeperjuangkan dirinya, rakyatnya dan bangsanya untuk menjadi Negara yang baik, kokoh yang memiliki citra dimata dunia yang dipandang dengan luar biasanya, sekarang hanyalah tersisa pejabat-pejabat yang mementingkan dirinya sendiri tanpa melihat nasib rakyatnya yang menderita karena kelaparan,kurangnya pendidikan, kesehatan serta kesejahteraan itu sendiri.
Penyakit yang melanda negara ini bukan disebabkan karena meletusnya gunung kelud atau kebakaran hutan. Tetapi penyakit yang sedang dialami oleh bangsa ini disebabkan karena pudarnya nilai-nilai dan moral pancasila. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan, karena pudarnya nilai-nilai dan moral pancasila telah terjadi diseluruh elemen masyarakat. Dari mulai para profesional, tokoh masyarakat, para terpelajar, para pendidik, elit politik, bahkan hingga para pemimpin bangsa dan negara.
Faktanya adalah pornografi dan pornoaksi yang makin meluas ditunjukan oleh kalangan muda hingga elit politik, tindakan KKN dimana-mana, kasus mafia hukum dan peradilan yang tak kunjung selesai, gerakan terorisme oleh salah satu kelompok masyarakat indonesia sendiri dan yang baru-baru ini sedang terjadi adalah kasus mafia hukum dan peradilan yang tidak jelas statusnya, bahkan para tindak pidana dapat melarikan diri sampai ke luar negeri.

Publik menilai kinerja pemerintahan dalam pemberantasan korupsi sangat buruk. Penanggung jawab penurunan kepercayaan publik ini bukan hanya pemerintah, tetapi semua pihak yang secara langsung berkaitan dengan penegakan hukum, seperti Polisi, Kejaksaan Agung, pengadilan termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena apa yang dinilai buruk dalam demokrasi Indonesia berkaitan dengan tata kelola pemerintahan, terutama dalam penegakan hukum (rule of law), dan pengawasan terhadap korupsi.

Adanya permainan politik juga menjadi faktor penyebab munculnya berbagai kasus suap untuk melindungi para tindak pidana kelas kakap untuk lepas dari jerat hukumnya. Kasus-kasus yang terjadi di Indonesia sebenarnya hanya sebagian kecilnya dapat terungkap, untuk kasus-kasus yang lebih besar belum dapat terungkap karena masih dilindungi oleh para tangan kanannya yang terlebih dahulu terjerat kasus.

Dunia hukum di Indonesia terus saja mendpatkan tantangan. Penegakan hukum hanya tajam kebawah atau masyarakat miskin, tapi tumpul jika menghadapi elit politik penjabat negara.

Kepercayaan public pada penegakan hukum di Indonesia semakin memudar. Salah satu penyebabnya adalah perilaku penegak hukum. Beberapa kasus telah memperlihatkan hakim, jaksa, hingga polisi yang masuk bui akibat menerima suap dan korupsi. Kongkalikong antara penegak hukum dengan pihak yang berperkara membuat keadilan tak lagi dapat ditegakkan.

Hukum yang berdemokratis akhir-akhir ini persoaalan rancangan KUHP, yang sedang viral di tengah kehidupan masyarakat. Ini bagian bagaimana penguasa bisa di katakan pemerintah anti kritik terhadap suara aspirasi rakyat. Terkait Pasal Penghinaan Presiden dan Lembaga Negara Berpotensi Merusak Demokrasi
Selain pasal penghinaan presiden dan wakil presiden, RKUHP juga memuat pasal penghinaan pemerintah dan lembaga negara. Pasal-pasal itu dinilai berpotensi mengekang hak warga negara dan mengancam demokrasi.

Sungguh miris Wajah Hukum Di Era Demokrasi.

Hijaukan Desa, Mahasiswa KKN Unram Desa Lepak Tanam Ratusan Bibit Pohon

0
Pose saat menanam bibit pohon. (MD/ist)

Lombok Timur, MEDIA – Sejumlah mahasiswa KKN Tematik Unram melakukan penghijauan di sejumlah titik di Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sabtu (9/7).

Kelompok KKN bertema Rumah Pangan Lestari ini menanam ratusan bibit pohon seperti nangka, duku dan durian.

Ketua KKN Abdul Aziz Hibatullah Ramadhan menjelaskan, penghijauan dilakukan di beberapa lokasi, seperti Dusun Batu Lisung, Wahyu  Pelopok. Penanaman terakhir dilakukan di Dusun Kekere.

“Penghijauan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memelihara lingkungannya. Kegiatan ini bermanfaat, karena menjaga kelestarian lingkungan merupakan faktor utama agar tercipta pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pose mahasiswa KKN Unram Desa Lepak dengan beberapa pihak (MD/ist)

“Bibit ini diperoleh dari Balai BPDASHL Dodokan Moyosari Pringgabaya,” lanjut mahasiswa Hubungan Internasional.

Abdul juga mengatakan, program kerja (proker) penghijauan tersebut merupakan salah satu kolaborasi kelompoknya bersama karang taruna setempat.

Pose saat menanam bibit pohon. (MD/ist)

“Kami bekerja sama dengan masyarakat Desa Lapak, lebih spesifiknya karang taruna, Kawil Batu Lisung, Wahyu, Pelepok, dan Kekere,” sebutny

Kegiatan tersebut dimulai pukul 09.00 Wita hingga 15.00 Wita. Turut dihadiri karang taruna, kepala wilayah (Kawil) dan masyarakat sekitar.

Selain penghijauan, kelompok KKN Tematik Unram Desa Lepak juga rencananya akan membuat pupuk dan pestisida nabati. Kemudian, budikdamber dan belajar dengan anak-anak. (tim)

Lestarikan Ekosistem Laut, Mahasiswa KKN Tematik Unram Rehabilitasi Terumbu Karang di Gili Petrando

0

Lombok Timur, MEDIA – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram (Unram) di Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur melakukan rehabilitasi terumbu karang di Gili Petrando, Rabu(6/29) lalu.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan kerja sama dengan PLN NTB melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (LTSL), dan sejalan dengan Program kerja dari Tim kkn Unram di Desa Padak Guar yakni penanaman mangrove dan transplantasi terumbu karang.

Kegiatan transplantasi terumbu karang difokuskan di Gili Petagan, Gili Bidara, dan Gili Kondo, atau yang dikenal dengan sebutan Gili Petrando, yakni gugusan gili di Lombok Timur yang masih masuk dalam kawasan konservasi Taman Wisata Perairan Gili Sulat – Lawang.

“kawasan Gili Petrando ini memiliki potensi sumber daya alam dan biota laut yang dapat dikembangkan untuk pemanfaatan perikanan dan wisata bahari,” ungkap Tarmizi, selaku Kepala Desa Padak Guar.

Tarmizi juga menjelaskan bahwa, di Desa yang dihuni oleh 3.500 jiwa ini dulunya dikenal dengan endemi bom ikan. Aktivitas ini menyebabkan kerusakan pada sebagian habitat terumbu karang yang berdampak pada kerusakan ekosistem laut.

Pengunaan media spider adalah salah satu cara pemerintah setempat dalam melakukan transplantasi terumbu karang.

“Perairan laut di Gili PETRANDO memiliki banyak sekali keindahan terumbu karang didalamnya, hanya saja belum terlalu ter-ekspose oleh media massa,” ujar Samsul, selaku ketua Pokmaswas desa Padak Guar.

Berangkat dari sana Tim KKN Unram Desa Padak Guar memprogramkan kegiatan transplantasi terumbu karang, guna menjaga serta membentuk kembali ekosistem terumbu karang yang baik bagi laut.

“Mari jaga laut kita!” seru mereka.

Ketua KKN Dion Fadilla menjelaskan bahwa, program ini sangat baik untuk dilaksanakan, mengingat banyak sekali perairan laut di Indonesia yang salah satunya perairan di NTB ini terkena bom ikan yang menyebabkan ekosistem terumbu karang rusak.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan dihadiri oleh berbagai stakeholder yang ada di Desa Padak Guar. (ZHR)

Unram Gelar Salat Idul Adha pada Minggu 10 Juli

0

Unram, MEDIA – Universitas Mataram (Unram) akan menggelar ibadah salat Idul Adha pada hari Minggu, 10 Juli 2022 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1443 H, di Lapangan Rektorat.

Ketua panitia penyelenggaraan Sholat Idul Adha, H Aman, S.Pd, MM menyampaikan, pelaksanaan salat Idul Adha di Unram mengikuti arahan pemerintah setelah dilaksanakannya sidat isbat pada rabu lalu.

“Unram akan menggelar shalat Idul Adha di Lapangan Rektorat Unram, pada hari Minggu, 10 Juli 2022, sesuai hasil sidang isbat pemerintahm,” kata pria yang merupakan Kepala Biro Umum dan Keuangan.

Diketahui, hasil sidang isbat penetapan Idul Adha 2022 oleh Kementerian Agama (Kemenag) pada Rabu, 29 Juni lalu, pemerintah memutuskan tanggal 1 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022. Sementara Hari Raya Idul Adha jatuh dua hari setelahnya, Minggu, 10 Juli.
Sebagai informasi, salat Idul Adha akan diimami Ustadz Abdul Wahab, S.PdI. Kemudian, khatib yakni Prof. Dr. Ir. Lalu Wiresapta Karyadi, M,Si.

Pelaksanaan Sholat Idul Adha di Lapangan Rektorat Unram akan dimulai pukul 07.00 Wita terbuka untuk seluruh civitas akademika Unram dan masyarakat. (spt)

Unram Sambut Baik Dosen Tamu dalam Kuliah Umum

0
Sumber: Humas Unram

Universitas Mataram, MEDIA– Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (FEB Unram) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Managing Sustainable Tourism: From University to the Destinations” di Ruang Teater, Gedung C FEB Unram pada Kamis (7/7).

Kuliah umum ini menghadirkan dosen tamu, yaitu Ali Ahmad Algassim, Ph.D. dari Umm Al-Quro University, Makkah. Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. beserta seluruh dosen FEB Unram yang menyambut baik kedatangan Ali Ahmad Algassim, Ph.D. dalam rangka memberikan perkuliahan terkait kepariwisataan kepada mahasiswa.

Tema kuliah umum ini secara khusus membahas daerah Makkah, dengan kondisi gurun saat ini akan dijadikan dan dikembangkan menjadi destinasi wisata modern dan berkelanjutan. Selain itu, terdapat ratusan ribu peluang kerja untuk masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Arab Saudi dengan syarat memiliki skill dalam bidang kepariwisataan.

Rektor Unram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar ke depan Unram dengan Universitas Umm Al-Quro, Makkah dapat menjalin kerjasama secara institusional. Karena Unram sangat mendukung kegiatan berskala internasional, kuliah umum yang bersifat internasional, dan konferensi yang berkelanjutan.

“Kita mulai dengan level yang kecil, misalnya subjek unggulan dari Unram yang bisa kita kerjakan bersama dengan pertukaran pelajar dan pertukaran dosen baik sifatnya online maupun offline antara Universitas Mataram dan Universitas Umm Al-Quro kerjasama,” ungkap Prof. Bambang.

Ali Ahmad Algassim, Ph.D. turut menyampaikan maksud kunjungannya ke Indonesia yakni untuk meninjau dan mempelajari praktek-praktek pariwisata berkelanjutan yang ada di Indonesia, mulai dari Bali, Jogjakarta, dan Lombok.

“Kami berharap adanya kerjasama kedepannya antara Umm Al-Quro University dengan Universitas Mataram baik di bidang riset maupun pengembangan SDM maupun pertukaran pelajar,” ujar Ali. (spt)

Keajaiban

0

Bagaimana jika suatu saat, tak ada bintang di langit?
Bagaimana jika bintang tak seperti yang kita kira?
Bagaimana jika cahaya bintang bukan berasal dari matahari,
Melainkan dari sayap kita yang berubah jadi malaikat?
Takdir memanggil kita semua

Ada dua dunia selain dunia ini,
yang mana kita semua terhubung
Semua adalah bagian dari rencana besar
Keajaiban ada di sekitar kita
Kau harus melihat
Lihat
Lihatlah dengan seksama
Dan keajaiban itu ditunjukkan untuk satu orang, hanya satu

Kita adalah pelayar, yang berlayar menuju takdir
Untuk menemukan seseorang yang membutuhkan keajaiban kita
Tapi ingat:
Seperti halnya mencari cahaya,
Kegelapan juga pasti menyelimuti
Dan perang antara kebaikan dan kejahatan bukan dengan pasukan besar,
Tapi terkadang dengan satu kehidupan

Saat kita sudah selesai disini
Saat satu atau ribuan kehidupan
Kita akan naik ke langit dan menjadi bintang

Saat cinta sejati hilang, hidup bisa kehilangan makna
Kita menjadi sangat kosong
Tapi kemungkinan takdir tetap ada
Tujuan kita mungkin belum ditemukan
Dan sesekali…
Perjalanan untuk menemukan takdir kita bisa mengalahkan waktu

Tiap hidup sangatlah penting
Tak ada yang tak punya tujuan. Tak ada
Bagaimana jika kita semua bagian pola besar yang suatu hari nanti akan mengerti?
Dan suatu hari, saat kita selesai melakukan yang bisa kita lakukan
Kita bisa naik dan bersatu dengan orang yang paling kita sayangi
Maka berangkul lah selamanya

Ini adalah keajaiban

The time traveler’s wife (2009)

Menjadi Tua

0

Oleh: Orang yang Pemalu 

“Apa kamu juga menyukai warna langit saat matahari turun seperti mereka?”

Tidak, bukan itu poin pentingnya. Aku tahu, itu hanyalah semacam angin lalu, hanya karena suasananya hening. Sudahlah, kalimat basa basi itu sudah tidak mempan.

“Aku sedang memperhatikan pria tua yang sedang membaca buku di sana, bukan warna langit saat ini,” tetap aku jawab.

Aku membayangkan sosok pria itu adalah ayahku, bertanya dalam hati “apakah dia sedang melakukan hal yang sama?” membaca buku sambil menikmati kopi sore harinya.

Tidak semudah itu untuk lupa, andai dia tahu. Dulu, membaca koran di pagi hari sembari menikmati kue buatan ibu adalah hal yang paling dia sukai. Yaah… walaupun hal itu jarang dia nikmati seiring dengan kesibukannya yang semakin bertambah.

Sampai sekarang keinginan ibu kepadanya belum terwujudkan, apalagi selain piknik dengan bekal buatan sendiri. Andai dia tidak pergi, mungkin sekarang kami sedang berpiknik.

“Kamu sedang membayangkanku seperti bapak itu?” Tanya Milan, membuatku kaget.

Hufft… Pria ini sangat menyebalkan,” pikirku. Bisa-bisanya dia mengganggu kenyamananku. Walaupun begitu, aku tetap saja tidak bisa memperlihatkan wajah kesalku di depannya, ahhh sialan.

Aku hanya menjawab pertanyaannya itu dengan senyuman, bukan karena aku tidak mau menjawab, tetapi karena aku selalu membeku saat sedang bersama pria berkulit sawo matang ini.

Dia membalas senyumanku dengan manis, matanya berbinar-binar, pandangannya tidak berpaling sedikitpun dariku, dalam hati aku bergumam “ini orang kapan noleh ya, badanku semakin meriang rasanya jika dipandangi begini.”

“Berhenti melihatku begitu!” ucapku setelah mengumpulkan keberanian.

“Aku sedang memikirkan apa yang kamu pikirkan. Ketika tua nanti kita akan dihadapkan dengan berbagai jenis pilihan di dunia ini, dan kita harus memilih mana yang akan kita jalani hingga tua nanti. Menjadi tua itu tidak gampang, Thal.”

Pria yang sangat aku sukai ini memang selalu bisa membaca pikiranku, aku dan Milan seumuran tetapi pemikirannya jauh lebih dewasa dariku. Dia selalu paham jika aku hanya terdiam, itu karena kami sudah kenal sejak 4 tahun, tetapi tetap saja aku selalu membeku saat dipandanginya.

Benar kata Milan, menjadi tua memang tidaklah mudah, tetapi pernah tidak melihat sisi serunya? Seru sekali, merasakan permasalan dan diharuskan untuk menyelesaikannya sendiri. Sadar tidaknya, perlahan kita mampu menghadapi semuanya.

“Bonus menjadi tua itu bisa merasakan suka yang sesungguhnya, dan itu sangat menyenangkan,” ucap Milan sambil menarik tanganku beranjak pulang.

Ini adalah pertemuan pertama kami lagi setelah 6 bulan menunggu libur semester.

“Menjadi tua itu menarik, banyak bersyukur ya!”