22.5 C
Mataram
Thursday, May 28, 2026
spot_img
Home Blog Page 57

Susuri Daerah Terpencil, Tingkatkan Kapasitas Perempuan Pesisir

0

Lombok Barat, Laporan Michael Waroy

Mahasiswa KKN Adakan Penyuluhan Pencegahan Stunting Desa Pohgading Timur

0

Lotim, MEDIA- Mahasiswa KKN Tematik Unram mengadakan penyuluhan dengan tema “Stunting”, kegiatan dilaksanakan di posyandu Bagek Gaet 1, pada Senin (2/7).

Pemilihan tempat penyuluhan ini disesuaikan dengan jadwal dari setiap posyandu yang sudah ditentukan di Desa Pohgading Timur. Kegiatan penyuluhan ini akan dilaksanakan selama enam kali pada setiap dusun yang ada.

Sebelum melaksanakan kegiatan penyuluhan stunting, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi program program kerja KKN kepada perangkat desa dan pihak-pihak kesehatan mengenai tujuan kegiatan diadakan, kegiatan ini mendapat apresiasi dan dukungan untuk melaksanakan kegiatan.

Stunting merupakan permasalahan gagal tumbuh yang diakibatkan oleh kekurangan gizi yang parah kepada anak, baik pada saat masih dalam kandungan maupun setelah lahir, hal ini mendapat perhatian khusus dari banyak pihak.

Oleh karena itulah, mahasiswa KKN-T mengundang narasumber dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Dilaksanakan selama enam hari agar dapat memberikan informasi secara menyeluruh kepada masyarakat terutama pada ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan.

Jumaidi S.AP. M.AP selaku narasumber, membahas mengenai penyebab stunting yang sering terjadi akibat pernikahan dini.

“Pernikahan dini dapat mengakibatkan stunting karena minimnya pengetahuan mengenai kehamilan dan pola asuh anak yang baik dan benar,” Ucap Jumaidi.

“Para remaja masih membutuhkan gizi maksimal hingga usia 21 tahun, jika menikah di usia remaja, maka ibu akan merebut gizi dengan bayi yang dikandung,” tambahnya.

Made Dodi selaku ketua KKN-T, berharap dengan diadakan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai penyebab dan bahayanya stunting, agar kedepannya masyarakat daoat mencegah hal tersebut. (spt/adv)

Tim KKN Desa Pengengat Menanam Lamtoro Bersama Kelompok Tani Ternak Tandur Desi di Desa Pengengat, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah

0
Foto: ist.

Lombok Tengah, MEDIA – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram di Desa Pengengat, yang berada dibawah bimbingan Prof. Yusuf Akhyar Sutaryono, Ph.D, menanam lamtoro bersama dengan Kelompok Tani Ternak Tandur Desi yang diketuai oleh Ade Kirman.

Penanaman lamtoro oleh tim KKN Desa Pengengat dengan Kelompok Ternak Tandur Desi tersebut dilaksanakan di Dusun Tempit pada hari Jumat (7/15) lalu.

Penanaman lamtoro merupakan salah satu program Desa 1000 Sapi yang selaras dengan program kerja KKN Desa Pengengat yaitu menanam pakan ternak.

Penanaman lamtoro ini juga mendapat perhatian dari Universitas Mataram sebagai bentuk kontribusi bagi masyarakat Desa Pengengat yang dicanangkan sebagai Desa 1000 Sapi. Adapun kontribusi mahasiswa KKN Universitas Mataram dalam program penanaman lamtoro sangat diapresiasi oleh Ketua Kelompok Tani Ternak, Ade Kirman.

“Penanaman lamtoro ini merupakan salah satu program Desa 1000 Sapi yang mana salah satunya yakni Desa Pengengat,” kata Ade Kirman.

“Kedatangan adik-adik KKN di sini sangat membantu dalam proses pengerjaannya, apalagi salah satu program kerja adik-adik selaras dengan kegiatan kami di sini,” lanjutnya.

Penanaman lamtoro dilakukan dengan harapan para peternak di Desa Pengengat dapat dengan mudah mencari sumber pakan ternak dengan budidaya mandiri. Lamtoro dipilih sebab merupakan tanaman yang mudah beradaptasi dengan media pertumbuhannya.

Adapun pemanfaatan lamtoro pun beragam, mulai dari pencegah erosi hingga sebagai pakan ternak.

Proses penanaman lamtoro dilakukan dengan meratakan media tanamnya. Selanjutnya tanah yang telah dicampur dengan kotoran sapi diletakkan di atas tanah yang dijadikan media tanam. Kemudian bibit lamtoro disemai di atas media tanam yang sudah siap tersebut.

Bibit lamtoro yang siap disemai. (Foto:ist)

Setelah dilakukan penyemaian bibit lamtoro secara merata di atas media tanam, pupuk yang berasal dari campuran kotoran sapi kembali diletakkan di atas bibit yang telah disemai. Terakhir adalah penyiraman bibit.

Pengalaman menanam lamtoro bersama dengan Kelompok Ternak Tandur Desi menjadi salah satu pengalaman berharga bagi tim KKN Desa Pengengat.

“Menanam lamtoro bersama dengan Kelompok Ternak Tandur Desi merupakan pengalaman berharga yang mengajarkan pentingnya kerjasama dan komitmen. Kerjasama memberikan kemudahan bagi kami untuk menyelesaikan penanaman lebih cepat. Sementara komitmen untuk menyelesaikannya bersama demi memudahkan para peternak, membuat kami tidak merasakan lelah,” ungkap Yogi Prayudi selaku ketua tim KKN Desa Pengengat.

Selanjutnya, lamtoro yang telah ditanam dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, yang mana memiliki kandungan protein yang baik untuk hewan ruminansia. Sehingga pakan ternak dengan campuran lamtoro menjadi pilihan utama para peternaksapi di Desa Pengengat.

Adapun bagian lamtoro yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak adalah daunnya. Sementara campuran untuk hijauan pakannya adalah campuran rumput dengan lamtoro yang biasanya diberikan pada ternak dalam keadaan segar.

“Kami member makan ternak sapi di sini dengan lamtoro dan juga rumput odot yang diberikan secara langsung dalam keadaan segar,” ungkap salah seorang peternak yang ditemui oleh mahasiswa KKN di Kandang Tandur Desi pada Jum’at (7/15) lalu.

Berbincang tentang pakan ternak bersama anggota Kelompok Tani Ternak Tandur Desi (Foto:ist)

Bantu Tingkatkan Taraf Perekonomian Warga, KKN-T UNRAM di Desa Kalijaga Selatan Berikan Pelatihan Anyaman Bambu

0

Lombok Timur, MEDIA – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok KKN Tematik Universitas Mataram (Unram) di Desa Kalijaga, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur Memberikan pelatihan Anyaman Bambu kepada warga, Kamis – Sabtu (6/31 – 7/2).

Pandemi Covid-19 yang telah terjadi 2 Tahun belakangan ini telah memberikan banyak dampak kepada masyarakat baik itu dampak positif maupun negatif. Salah satu desa yang merasakan dampaknya ialah Desa Kalijaga Selatan. Masyarakat merasakan bahwasanya mereka merasa susah untuk mendapatkan pekerjaan bahkan uang untuk makan sehari-sehari pada saat pandemi terjadi.

Berangkat dari hal tersebut, Kelompok KKN Unram di Desa Kalijaga Selatan merasa peka akan keadaan yang terjadi, dengan melihat potensi bahan baku yang bisa digunakan di Kalijaga Selatan, untuk membuka peluang usaha dan pekerjaan bagi masyarakat Desa Kalijaga Selatan.

Pelatihan yang mereka berikan dibedakan menjadi 3 hari, yakni hari pertama untuk sosialiasi mengenai anyaman bambu, hari kedua sosialiasi mengenai tips dan trik penjualan dengan sistem digital marketing, sedangkan di hari ketiga pelatihan praktek secara langsung pembuatan anyaman bambunya.

Aryanda Permana selaku Ketua KKN-T UNRAM 2022 Desa Kalijaga Selatan, mengatakan bahwa “Kami mahasiswa Unram disini berusaha untuk membantu masyarakat di desa ini dengan memberikan pelatihan, juga memberikan ide-ide kami pada beberapa program kerja yang lain seperti bank sampah yang akan di laksanakan pada minggu kelima KKN.”

“Semoga kami dapat memberikan kesan hangat kepada desa kalijaga selatan dan dapat di kenang nantinya,” tambahnya.

Menanggapai hal tersebut, Warga merespon dengan sangat baik dan senang akan kehadiran mereka.

“Kami serasa dibantu dengan ilmu yang adik-adik berikan, karena sekarang kita jadi tau kalo buat kaya gini itu ternyata tidak mudah ya, kami tunggu ilmu yang lainnya,” ujar Sakinah, salah satu peserta pelatihan.

Mereka melaksanakan program kerja ini dengan niat untuk membantu masyarakat dan desa untuk perlahan-lahan bangkit di sektor perekonomiannya.

“Harapannya dengan pelatihan ini, masyarakat bisa membuat kerajinan sendiri kedepannya,” ungkap Mereka.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08:30 Wita sampai selesai. Dihadiri oleh warga dari berbagai Dusun di Desa Kalijaga Selatan dan Bertempat di Aula Kantor Desa Kalijaga Selatan.(Zhr/adv)

Mahasiswa KKN-T UNRAM di Desa Kuripan Timur, Adakan Sosialisasi Digital Marketing Untuk Perluas Jangkauan Pasar Bagi Produk Usaha Warga

0

Lombok Barat, MEDIA – Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram (Unram) di Desa Kuripan Timur, Kabupaten Lombok Barat, mengadakan kegiatan sosialisasi digital marketing untuk perluas jangkauan pasar bagi produk usaha warga, Jum’at (6/15).

Kegiatan sosialisasi tersebut diusung dengan tema “Pemanfaatan Media Sosial Untuk Berwirausaha”.

Kegaiatan ini ditujukan sebagai perwujudan generasi muda mandiri dan kreatif yang mampu mengelola dan memanfaatkan teknologi dan informasi sesuai dengan kemajuan zaman.

Oleh karena itu kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang usaha yang mandiri. karena dirasa media sosial merupakan platform digital bagi setiap orang untuk saling terhubung dan mendapat informasi apapun yang dibutuhkan.

“Kami berharap dapat memberikan sumbangsih pikiran bagi para audiens untuk memciptakan para wirausaha di kalangan masyarakat,” ucap Abdurrahman Syarif, selaku ketua kelompok.

“Dengan memanfaatkan platform media sosial sebagai tempat untuk kreatifitas membangun usaha, sehingga tidak hanya berdampak pada diri mereka melainkan dapat mempengaruhi orang di sekitar mereka, terutama untik memajukan Desa,” lanjutnya.

Pemanfaatan media sosial sebagai wadah dalam memulai dan mengembangkan  sebuah usaha merupakan pilihan yang tepat, kalau dihitung dari segi kebermanfaatannya.

“bahwasanya media sosial memiliki beberapa manfaat dalam pemasaran produk, diantaranya dapat menjangkau semua kalangan, serta sebagai wadah untuk membangun relasi, bahkan membangun Kepercayaan Konsumen,” Jelas Mahasiswa Fakultas Hukum Tersebut.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pelatihan pembuatan pamflet menggunakan beberapa aplikasi yang telah di sediakan. Dan dimulai pada pukul 16:00 Wita – selesai dan bertempat di Aula kantor desa Kuripan Timur.(zhr/adv)

Manfaatkan Serbuk Kayu, Mahasiswa KKN Unram Olah Menjadi Boneka Horta

0

Loteng, MEDIA- Mahasiswa KKN Tematik Unram, tepatnya di Desa Tampak Siring Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah telah mengajarkan anak-anak di sekolah membuat boneka horta. Tujuan dari diadakannya Program Kerja ini ialah untuk meningkatkan kreatifitas dan pemahaman anak mengenai pemanfaatan limbah kayu agar bisa diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna. Kegiatan dari mahasiswa KKN Tematik Unram ini dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Juli 2022 tepatnya di SD Beneng Desa Tampak Siring pada pukul 09.00 WITA.

Lokasi dari pelaksanaan Program Kerja ini sangat dipertimbangkan sesuai dengan survey yang telah dilakukan oleh para Mahasiswa KKN Tematik Unram di Desa Tampak Siring. Dimana dalam pelaksanaan Pembuatan Boneka Horta ini yang menjadi sasaran utamanya ialah Kelas V yang beranggotakan 36 siswa/siswi. Sasaran yang dituju oleh Mahasiswa KKN Tematik Unram ini ditujukan kepada siswa/siswi yang cukup paham akan berkreatifitas dan lebih mudah diatur. Pelaksanaan dari boneka horta tersebut sudah ditetapkan sesuai dengan arahan dari PPL dan Kepala Desa Tampak Siring itu sendiri. Ide dari Mahasiswa KKN Tematik Unram ini diterima oleh PPL dan cocok untuk di realisasikan di Dusun Gubuk Belimbing.

Saat mulainya kegiatan dari Pembuatan Boneka Horta tersebut, terlihat banyaknya siswa/siswi yang sangat antusias dalam mengikuti Program dari Mahasiswa KKN Tematik Unram. “anak-anaknya tertib, disiplin, dan mudah diatur sehingga Program Kerja dari kami terlaksana dengan sangat baik dan teratur” ujar salah satu mahasiswa KKN Tematik Unram di Desa Tampak Siring bernama Muhammad Rozi. Pelaksanaan dari Boneka Horta ini  sangatlah menjadi sorotan bagi para siswa/siswi disana. Terutama pada saat pembagian alat dan bahan yang dibutuhkan dalam melakukan pembuatan boneka horta ini. Pelaksanaan Program Kerja KKN Tematik Unram ini dilakukan di dalam ruangan kelas dikarenakan untuk mempermudah dalam pembuatan boneka horta.

Mahasiswa KKN Tematik Unram yang beranggotakan 10 orang tersebut telah melaksanakan salah satu Program Kerja nya sesuai dengan apa yang telah mereka targetkan. Dimana goals atau target yang telah dibuat tersebut terlaksana. Sehingga apa yang telah terlaksana pada hari Kamis, 14 Juli 2022 tersebut menjadi headline utama dari artikel ini. Dikarenakan Program Kerja ini sangatlah membantu dalam mengasah kreatifitas dari siswa/i SD Beneng itu sendiri. Selain itu juga dengan judulnya yang cukup menarik yaitu dengan menggunakan serbuk kayu ini menjadi salah satu daya tarik dari Program Kerja yang dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN Tematik Unram.

Setelah diadakannya Program Kerja ini Mahasiswa KKN Tematik Unram mengharapkan agar apa yang menjadi target utama nya tercapai, yaitu mengenalkan bagaimana pemanfaatkan limbah serbuk kayu menjadi media tanam yang bisa tumbuh berupa rumput kepada anak-anak di SD Beneng. Selain itu, dengan adanya kedatangan KKN Tematik Unram di SD Beneng ini membuat mahasiswa, guru serta murid saling bersinergi dalam bermasyarakat. (spt/adv)

KKN Desa Padamara Adakan Sosialisasi Stunting

0

Lotim, MEDIA- Mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (Unram) mengadakan kegiatan sosialisasi stunting guna penyadarkan masyarakat pentingnya perilaku  sadar gizi sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, pada Sabtu (2/7).

Kegiatan ini mengusung tema Pentingnya perilaku sadar gizi seimbang dalam Meningkatkan Kesadaran Pencegahan Stunting Di Desa Padamara Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur. Dengan Pemateri Nikmatul Laili, M.K.G  dari Puskesmas Dasan Lekong.

Bertempat di Aula kantor desa Padamara, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Lalu Mukti Ali S.Pd., Kepala Dusun, Ibu-ibu  Kader, dan mayarakat  yang ada di Desa Padamara.

Pada sambutannya, Ketua Kelompok KKN Tematik Unram di Desa Padamara, M. SAHRIL HAMDU menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu program utama yang direncanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan utama, yaitu terkait pencegahan stunting di Desa Padamara.

Kepala Desa Padamara, Lalu Mukti Ali S.Pd., mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN ini. Mengingat, Desa Padamara memiliki banyak sekali Penderita stunting di setiap dusunnya. Kendati tinggal di desa. Mukti Ali menegaskan, ke depannya para ibu kader harus lebih tanggap terhadap masyarakat yang terkena stunting sehingga semaksimal mungkin dapat meminimalisir adanya penderita stunting ini.

“Masyarakat desa,  khususnya ibu-ibu kader tidak boleh lalai dalam hal membantu masyarakat  yang terjangkit Stunting. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap masyarakat Desa Padamara khususnya ibu-ibu kader memiliki wawasan lebih dalam pencegahan stunting ini sehingga angka penderita stunting berkurang,” harapnya.

Nikmatul Laili, M. K. G juga mengharapkan kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan stunting pada saat  awal kehamilan sampai bayi umur 2  tahun.

“Ibu hamil harus mendapatkan makanan yang cukup gizi, suplemen zat gizi (Tablet Fe)  dan terpantau kesehatannya dengan minimal konsumsi tablet Fe 90 tablet selama kehamilan. Kemudian saat bayi lahir persalinan ditolong oleh bidan atau dokter terlatih dan begitu bayi lahir dilakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini) dg Asi Eksklusif sampai 6 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian MPP-ASI setelah umur 6 bulan-24 bulan,” ucapnya.

“Dengan diadakannya sosialisasi stunting ini, kami sy lebih paham dan tahu bagaimana cara dalam mencegah serta bagaimana penanganan dari stunting itu sendiri,” tambah Evi, salah satu warga Padamara

“Dari penjelasan yang diberikan pihak puskesmas, sy menjadi paham cara memberi anak balita jenis makanan yang sesuai dg umurnya serta takaran gizinya,” lanjutnya. (zhr/adv)

Mahasiswa KKN Adakan Sosialisasi Pariwisata dan Kewirausahaan Desa Wisata Lenek Ramban Biak

0

Lotim, MEDIA- Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram (Unram) yang bertemakan “Desa Tertinggal” mengadakan Sosialisasi Pariwisata dan Kewirausahaan yang ditujukan bagi seluruh masyarakat yang ada pada desa Lenek Ramban Biak, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur, (13/7) lalu.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Ruang Kelas Yayasan Ikhwanul Muslimin itu menghadirkan dua pemateri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Mataram .

Ketua kelompok KKN Amir Manggala Putra mengatakan  tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya pengelola Pokdarwis dan BUMDES agar lebih memahami mengenai ecowisata dan pentingnya berwirausaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat lokal Desa Lenek Ramban Biak.

“Melalui Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat kembali membangun wisata kolam maupun wisata alam yang ada di Desa Lenek  Ramban Biak dengan menambahkan beberapa fasilitas yang memadai seperti tempat sampah, taman edukasi sampah, dan beberapa fasilitas lainnya yang dapat menarik minat pengunjung. Karena ketika banyaknya wisatawan yang datang berkunjung maka dapat menjadi peluang bagi masyarakat lokal untuk membuka usaha seperti berjualan di sekitar wisata alam. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat  Desa Lenek Ramban Biak.” Katanya.

Kegiatan Sosialisasi Pariwisata dan Kewirausahaan ini dilaksanakan selama satu hari yakni, pada hari Rabu, 13 Juli dengan agenda penyampaian materi ecowisata dan wirausaha, dan diakhiri dengan diskusi bersama masyarakat.

Terlihat kegiatan sosialisasi ini disambut antusias oleh masyarakat di setiap dusun yang ada di Desa Lenek  Ramban Biak.

”Sosialisasi Pariwisata dan Kewirausahaan ini merupakan kegiatan yang sangat bersifat positif bagi masyarakat, dimana dengan diadakannya sosialisasi ini dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai kreativitas wisata yang akan dibangun untuk desa wisata  Lenek  Ramban Biak, hal ini dapat membangun  jiwa wirausaha masyarakat local sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.” ujar salah satu pengurus Pokdarwis yang ada di Desa Lenek Ramban Biak. (spt/adv)

Pemberdayaan Desa Tertinggal, Mahasiswa KKN Tematik Unram Lakukan Penanganan Pasca Panen Kopi Desa Sambik Bangkol

0

KLU, MEDIA- Penanganan pasca panen yang baik dan benar akan memberikan dampak yang baik bagi kualitas hasil produksi kopi. Tanaman komoditas kopi juga harus dibudidaya dengan tepat. Dalam proses pengolahan pasca panen yang tepat dan benar akan menghasilkan kualitas kopi yang baik. Kopi dikenal luas sebagai minuman dengan cita rasanya yang khas dan dipercaya mempunyai manfaat besar bagi para peminumnya.

Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi diantara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber pendapatan masyarakat di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Teknologi budidaya dan pengolahan kopi meliputi pemilihan bahan tanam kopi unggul, pemeliharaan, pemangkasan tanaman dan pemberian naungan, pengendalian hama dan gulma, pemupukan yang seimbang, pemanenan, serta penanganan pasca panen kopi.

Desa Sambik Bangkol sendiri merupakan suatu wilayah yang sangat kaya hasil alamnya, khususnya kopi. Sangat disayangkan apabila hasil kopi ini tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sekitar. Berangkat dari hal tersebut, kelompok KKN Tematik Unram memprogramkan kegiatan penanganan pasca panen kopi guna menjadikan Kopi Samba sebagai ikon desa serta memberdayakan desa yang masuk ke dalam kategori desa tertinggal ini agar dapat menjadi desa maju dan mandiri.

Kelompok KKN Tematik Unram melakukan kegiatan penanganan pasca panen kopi mulai dari tahap penyortiran biji kopi, sangrai biji kopi, penggilingan biji kopi yang telah matang menjadi kopi bubuk, pengemasan bubuk kopi, sampai ke tahap pemasaran produk Kopi Samba (Sambik Bangkol) ini ke beberapa wilayah, mulai dari dalam negeri hingga ke negara tetangga yakni Malaysia. (spt/adv)

Mahasiswa KKN Tematik UNRAM Memperkenalkan Eduwisata Pengolahan Kopi Siong Kete di Bale Coffee Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur

0

Lotim, MEDIA- Siapa sih yang tidak mengenal desa wisata kembang kuning, desa yang memiliki keistimewaan karena kondisi alam nya yang masih asri. Desa ini terletak di kec. Sikur, Kab. Lombok Timur , tepatnya di bawah kaki Gunung Rinjani sehingga udaranya pun masih terasa sangat sejuk. Bila datang ke desa ini para wisatawan akan dibuat takjub dengan pesona alam yang indah dan juga budaya tradisional yang masih melekat di masyarakat salah satunya yaitu pengolahan kopi siong kete.

Dalam kesempatan ini , mahasiswa KKN Tematik UNRAM di desa kembang kuning melakukan eduwisata tentang cara pengolahan kopi tradisional siong kete yang terletak di Bale Coffee.

Disini para mahasiswa KKN ini mempelajari bagaimana proses pengolahan kopi tradisional yang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang digemari para wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Proses pembuatan kopi siong kete yang ada di desa wisata ini yaitu diolah dengan cara di siong diatas wajan yang terbuat dari tanah liat atau yang disebut dengan kete. Proses pembuatan kopi ini cukup sederhana dengan mengedepankan unsur tradisional baik dari bahan maupun alat.

Ibu  Rusmiyati selaku pengelola Bale Coffee menuturkan bahwa usaha kopi siong kete cukup menjanjikan dan bisa menjadi  komoditi yang layak dijual kepada wisatawan dan tentunya berpengaruh besar terhadap kemajuan ekonomi masyarakat desa kembang kuning.

Masyarakat kembang kuning menjadikan bentuk kearifan local ini sebagai paket wisata kopi siong kete . proses penyiongan atau penggorengan kopi siong kete biasannya membutuhkan waktu sekitar satu jam proses pengolahan, setelah proses penyiongan selesai kemudian kopi tersebut ditumbuk atau ditujak. Alat penumbuk kopi tradisional yang biasa digunakan di desa ini terbuat dari batu sedangkan alat penumbuknya berbahan kayu. Wajar saja kalau beberapa wisatawan local maupun mancanegara sangat ingin mencoba memperagakan bagaimana sih rasanya bila ikut dalam proses pembuatan kopi siong kete ini. Proses ini turut memberikan kontribusi dalam hal karakter dan cita rasanya. Apalagi, proses yang digunakan bisa bermacam-macam dan masing-masing menghasilkan keunikan rasa tersendiri. wisata proses pembuatan kopi ini memberikan banyak keuntung dari segi material. Sebab, para wisatawan yang datang tak hanya membeli kopi, melainkan juga membeli prosesnya. Pengalaman inilah yang didapatkan dari mahasiswa KKN Tematik unram selama berada di desa kembang kuning.

Wisata proses pembuatan kopi di Desa Kembang Kuning merupakan salah satu unit kegiatan yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Modal usaha berupa alat-alat pendukung atraksi proses pembuatan kopi berasal dari dana desa yang dianggarkan untuk unit usaha BUMDes. Sebelum adanya dana desa, pada awalnya sangat kesulitan dalam pencarian modal, tapi setelah adanya dana desa, Pokdarwis memiliki satu modal yang dianggarkan melalui ADD, dari situ bisa menggunakannya untuk membeli alat-alat yang digunakan untuk atraksi pembuatan kopi  , tutur Ibu Rusmiyati saat ditemui di Bale Coffee ( Rabu, 13 Juli 2022).

Di Desa Kembang Kuning wisatawan bisa ikut mengolah kopi bersama warga setempat. Pengunjung akan diajari cara mengolah kopi, mulai dari memilih biji kopi, mencuci, melakukan sangrai, menumbuk hingga proses pengemasan. Saat datang ke Desa Kembang Kuning, wisatawan tak hanya sekadar membeli kopi, tapi juga merasakan pengalaman berbaur dengan warga hingga mendapatkan pengetahuan mengolah kopi.

Para wisatawan sangat senang melihat dan turun langsung untuk menyaksikan dan membuat kopi tersebut yang merupakan khas Kembang Kuning. Mereka bisa menikmati kopi sambil melihat pemandangan alam yang sejuk di desa kembang kuning. (spt/adv)