28.5 C
Mataram
Thursday, September 24, 2026
spot_img
Home Blog Page 57

KKN Desa Darek Adakqn Pelatihan Pembuatan Paving Block Berbahan Sampah Plastik

0

Lombok Tengah, MEDIA- Mahasiswa KKN Tematik (KKN-T) Universitas Mataram (UNRAM) mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan paving block dari bahan sampah plastik di Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, pada Rabu (26/7).

Kegiatan ini diadakan dalam upaya peningkatan skill dalam pengolahan sampah plastik tersebut kepada masyarakat Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Dengan pemateri langsung dari mahasiswa yang KKN pada desa tersebut.

Bertempat di salah satu pekarangan rumah warga, kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Kepala Desa, Bapak Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Dusun, Ikatan Pemuda Desa Darek (IPDD), dan masyarakat yang ada di Desa Darek.

Pada sambutannya Ketua KKN Tematik Unram di Desa Darek, I Wayan Januartha menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja utama yang direncanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan utama desa, yaitu terkait dengan sampah ini.

Dosen Pembimbing Lapangan, H. Sinarep, ST., MT dalam sambutannya juga mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa KKN ini. Mengingat, Desa Darek masih berusaha menangani masalah sampah ini sehingga diharapkan melalui kegiatan ini masalah sampah yang ada di Desa Darek dapat diatasi.

“Khususnya para pemuda dan masyarakat desa pada umunya, diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan paving block dari sampah plastik ini mampu melanjutkan program kerja ini. Sehingga, permasalahan yang ada di desa yang berkaitan dengan sampah sedikit demi sedikit dapat teratasi, harapnya.

“ini merupakan sebuah inovasi baru di desa ini yang mungkin tidak hanya nantinya mampu menangani masalah sampah tetapi juga mampu meningatkan perekonomian masyarakat Desa Darek mengingat hasil dari pengolahan yang tidak hanya berupa paving block juga bisa menjadi pot tanaman,” ucap Irawan Panji Semirang selaku Kepala Dusun Tanggong Desa Darek. (spt/adv)

Mahasiswa KKN Tematik UNRAM Adakan Sosialisasi Pertanian untuk Manfaatkan Pekarangan dan Lahan Kosong

0

Lombok Barat, MEDIA- Kegiatan sosialisasi pertanian terkait budidaya tanaman anggur dan tanaman hortikultura telah diadakan oleh Mahasiswa KKN Tematik UNRAM di desa Nyurlembang Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Sosialisasi pertanian yang berlangsung pada Kamis (07/07) lalu, bertempat di Aula Kantor Desa Nyurlembang.

Kegiatan tersebut terfokus pada pemanfaatan pekarangan atau lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal di lokasi setempat. Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN Tematik UNRAM berharap dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan pekarangan rumah dan pengolahan pangan bergizi, beragam, seimbang dan aman (B2SA).

Sosialisasi ini dihadiri oleh 30 peserta dengan dua narasumber yaitu Fauzan selaku pembudidaya anggur dan I Gede Darma Putra pembudidaya tanaman hortikultura.  Menurut Fauzan, hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya anggur yakni penggunaan media tanam yang tepat dan proses perawatan meliputi pemupukan, pemangkasan dan pembungkusan buah.

Fauzan menuturkan, salah satu kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman anggur terletak pada media tanam yang digunakan. “Tanah yang dipakai harus memiliki daya serap yang baik atau tidak poros sehingga air yang diberikan dapat tersimpan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, I Gede Darma Putra mengatakan, “Selama saya melakukan budidaya tanaman hortikultura, saya selalu memanfaatkan bahan yang tersedia secara alami di sekitar sehingga tidak terlalu bergantung pada penggunaan bahan kimia”.

Diketahui dalam budidaya yang telah beliau jalankan selama ini, beliau memanfaatkan tanah bekas cacing atau yang dikenal dengan istilah “Kascing” sebagai campuran media tanam. Kascing ini berfungsi sebagai pupuk organik yang berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Kegiatan ini tentu saja disambut baik oleh masyarakat Nyurlembang, terutama bagi para petani. “Sosialisasi Pertanian ini merupakan kegiatan yang sangat positif, apalagi sebelumnya masyarakat sudah memiliki ketertarikan dalam budidaya tanaman anggur akan tetapi di satu sisi masyarakat masih bingung harus memulai darimana.“ imbuh H.Warti Asmunadi selaku Kepala Desa Nyurlembang. (spt/adv)

Gandeng BNN NTB, KKN-T Unram Adakan Sosialisasi Pernyalahgunaan Narkotika

0

Lombok Timur, MEDIA- KKN-T Unram Desa Sikur Barat, adakan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dengan tema optimalisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui pengenalan bahaya pengunaannya, pada Selasa (12/7).

Secara etimologis, narkotika atau narkotika berasal dari bahasa Inggris narcose atau narcosis yang berarti tidur dan obat-obatan. Narkotika berasal dari bahasa Yunani narke atau narkam, yang berarti mati rasa karena tidak merasakan apa-apa. Narkotika berasal dari kata narkotika, yang berarti segala sesuatu yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan efek stupor (pembiusan), zat anestesi, anestesi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan narkotika atau narkotik sebagai obat yang menenangkan syaraf, menghilangkan rasa sakit, menyebabkan kantuk atau merangsang. Dalam istilah medis, narkotika adalah obat penghilang rasa sakit, terutama dari organ dalam, alat dada dan perut, menyebabkan kantuk atau kantuk yang berkepanjangan bahkan ketika sadar, dan dapat menyebabkan ketergantungan dan kecanduan.

Narkotika dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 adalah tumbuhan dari Tanaman Papever, candu mentah, candu matang, misalnya No. 1 April 2011 Kokain mentah, ekgonina, tanaman ganja, damar ganja, garam , atau turunan morfin dan kokain. Dengan kata lain, narkotika adalah obat atau zat yang menenangkan saraf, menyebabkan pingsan atau mati rasa, meredakan kesemutan atau nyeri, menyebabkan atau menyebabkan kantuk, menyebabkan kantuk, menyebabkan kecanduan atau ketergantungan, dan digunakan sebagai narkotika.

Karena hal tersebut KKN Tematik Unram di Desa Sikur Barat membuat Acara Sosialisasi Narkoba pada tanggal 12 Juni 2022 pada Hari Selasa pukul 09.00 Wita. Acara Sosialisasi mengusung Tema Optimalisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pengenalan Bahaya Pengunaannya. Acara tersebut turut mengundang Pemateri langsung dari BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat(nama narsum) selaku narasumber acara tersebut, juga mengundang perangkat Desa Sikur barat, Pemuda Karang Taruna, dan warga Desa Sikur Barat. Di dalam materi Narasumber pada acara tersebut juga mengenalkan jenis jenis narkotika dan pengenalan bahaya penggunaan narkoba.

Acara Sosialisasi yang diadakan oleh KKN Tematik Unram 2022 pada hari Selasa Tanggal 12 Juli 2022 pada pukul 09.00 Wita Acara yang mengusung Tema Optimalisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pengenalan Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pengenalan bahaya penyalahgunaannya mengundang Narasumber dari BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Acara Sosialisasi Narkoba tersebut diinisiasikan karena mengingat bahwa Indonesia sedang melakukan perang melawan narkoba oleh sebab itu KKN Tematik Unram 2022 Membuat Acara Sosialisasi Narkoba dengan bekerja sama BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Acara Sosialisasi tersebut disambut dengan baik oleh perangkat Desa Sikur Barat, para pemuda, dan warga desa lainnya. Acara ini dimulai pada pukul 09.00 Wita yang dibuka oleh kepala desa Sikur Barat. Selanjutnya dilanjutkan oleh narasumber dari BNN provinsi Nusa Tenggara Barat yang memberikan pemaparan tentang bahaya penggunaan narkoba dikalangan remaja dan orang tua, tidak hanya itu narasumber juga memberikan pemahaman tentang jenis jenis narkoba dan bahayanya.

Acara tersebut tidak hanya berhenti sampai disitu saja BNN provinsi juga mengungkapkan bahwa BBN provinsi NTB ingin bekerja sama untuk membuat program Desa Bersinar (bersih narkoba) di Desa Sikur Barat. (spt/adv)

Kades Sesait Apresiasi Tim PPK Ormawa Unram, Kelompok Tani “Pade Angen” Siapkan Lahan 20 Are

0

Lombok Utara, MEDIA–Kepala Desa (Kades) Sesait, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, secara resmi membuka dan menerima tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Universitas Mataram (Unram), di Dusun Bat Pawang pada Rabu, (10/8).

Dalam sambutannya, Kades Sesait memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas keterlibatan mahasiswa dalam membangun Desa Sesait.

“Mewakili segenap pemerintah desa, saya mengapresiasi dan banyak banyak terima kasih kepada pihak Unram yang berdedikasi tinggi dalam membangun desa,” Ucap Susianto M. Pd.

“Satu minggu sebelumnya kami telah menghadiri penutupan mahasiswa KKN Tematik Unram di Desa Sesait dan di sambut oleh kedatangan tim mahasiswa PPK ORMAWA, sangat luar biasa,” Tambahnya.

Kegiatan yang mengusung tema “Pengembangan Produk Unggulan Daerah Lebah Madu Trigona Sp. Dalam Upaya Peningkatan Kewirausahaan Masyarakat Pedesaan” ini, dihadiri oleh Camat Kayangan, Kepala Desa, Perangkat Desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Praktisi Perlebahan NTB, Kelompok Tani “Pade Angen”, Karang Taruna, dan segenap pemuda lainnya.

“PPK ORMAWA ini berlangsung sekitar 5 bulan kedepan dan 14 mahasiswa Fakultas Peternakan (Faterna) dengan program diantaranya, Pelatihan budidaya lebah trigona, pembuatan bedengan lebah, hingga proses panen madu dan pengemasan produk,” Ungkap Nila selaku ketua tim, dalam sambutannya.

Lanjutnya, Nila menekankan komitmen bersama antara tim dan masyarakat khususnya kelompok tani “Pade Angen” untuk maju membangun desa melalui sentuhan teknologi baru tepat guna dengan memanfaatkan potensi alam dan sumber daya manusia yang ada.

Di saat yang bersamaan, Dr. Ir. Erwan M.Si, selaku DPL menjelaskan pentingnya peran mahasiswa untuk ikut terlibat dalam merumuskan prakarsa-prakarsa yang berkembang di masyarakat, sebab mahasiswa mempunyai potensi yang mampu melakukan kajian-kajian ilmiah dalam penerapan ipteks salah satunya berupa budidaya lebah lokal Trigona sp.

“Harapannya, mahasiswa yang mengikuti PPK Ormawa Unram 2022 dapat meningkatkan kepedulian dan empatinya dalam mendampingi masyarakat Desa Sesait untuk bersama-sama dalam mengembangkan potensi alam di pedesaan,” tutur pria yang merupakan Wakil Dekan 1 Fakultas Peternakan Unram ini.

Ketua kelompok tani “Pade Angen” menerangkan penempatan luas lahan yang akan digunakan tim PPK Ormawa dalam pilot project ini sekitar 20 are. Sumantri menjelaskan lahan tersebut terdapat beberapa jenis tumbuhan berupa cengkeh, rumput gajah, pohon kelapa hingga terdapat kuburan keluarga di lahan tersebut.

“Kondisi kelompok tani “Pade Angen” sebelumnya bersifat individu, maka dari itu kami berkomitmen untuk memberikan lahan seluas 20 Are ini agar dikelola sebagaimana yang sudah diprogramkan,” ucapnya. (dik/spt) 

KKN-T Unram Adakan Latihan Evakuasi Korban Bencana Gempa Bumi dan Tsunami

0

Lombok Tengah, MEDIA- Menggandeng Asia Pasific Aliance For Disaster (APAD) Bali Nusra dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kelompok KKN-T Unram mengadakan latihan Evakuasi Korban Bencana, khususnya bencana gempa dan bumi dan tsunami, pada Kamis (28/7).

Terlaksana di Kawasan Ekonomi Khusus Kuta Mandalika yang bertepat di Masjid Nurul Bilad Kuta, Lombok Tengah, kegiatan ini dilaksanakan karena mengingat Indonesia merupakan negeri yang memiliki potensi bencana alam sangat tinggi, khususnya di Lombok, Dusun Awang dan Dusun Kuta, Lombok Tengah yang pernah dihantam gelombang tsunami yang memakan korban sekitar 22 orang meninggal dunia akibat hantaman Tsunami tersebut. Maka dilaksanakan kembali simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi dan tsunami tahun 2022, akhir bulan Juli ini.

“Harapannya minimal bisa menerapkan apabila terjadi bencana gempa bumi dan tsunami sehingga kita yang berada di wilayah masing-masing tidak panik,” ujar Dandim 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangas Wiratawan, Kamis (28/7/2022).

Pelaksanaan kegiatan ini disertai dengan latihan evakuasi korban bencana Gempa Bumi dan Tsunami. Kegiatan ini diinisiasi oleh Asia Pacific Aliance for Disaster (APAD) Bali Nusra dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang melibatkan Lembaga–Lembaga yang bersangkutan dengan kebencanaan seperti TNI, Polisi, PMI, Basarnas, PolPP dan TSBD yang di bentuk oleh BPBD Lombok Tengah serta masyarakat sekitaran wilayah Kuta, wisatawan serta mahasiswa KKN–T UNRAM yang tersebar di beberapa desa antara lain Desa Prabu, Desa Selong Belanak, Desa Kuta, dan Desa Mertak. (spt) 

Kurikulum Baru Fakultas Teknik, Siasat Menjerat Mahasiswa 

0

Oleh: Helena M. J.

Penetapan kurikulum baru (2022) di Fakultas Teknik Prodi Elektro (FTE) dilakukan secara sepihak, tertutup, tidak demokratis dan instan. Pihak birokrasi bahkan baru mensosialisasikan kebijakan tersebut menjelang masa liburan usai, dimana mahasiswa sedang sibuk-sibuknya merancang dan mengisi KRS.

Penetapan kebijakan kurikulum baru ini jelas bermasalah sebab tidak melibatkan mahasiswa sebagai pihak yang paling terdampak oleh kebijakan kurikulum tersebut.

Mahasiswa Teknik Elektro harusnya tidak hanya menerima sosialisasi tentang kebijakan kurikulum tersebut, melainkan juga harus dilibatkan dalam penyusunan dan pemberlakuan kebijakan kurikulum baru ini.

Tulisan ini akan memaparkan dampak yang merugikan mahasiswa akibat pemberlakuan kurikulum baru tersebut.

Pertama, grade penilaian yang dinaikan. Kurikulum baru menetapkan standar penilaian yang lebih tinggi dibanding sebelumnya. Kebijakan ini jelas bermasalah sebab dengan standar penilaian yang sebelumnya saja mahasiswa Teknik Elektro sudah kesulitan untuk memperoleh nilai B apalagi A. Nilai tertinggi yang diperoleh kebanyakan mahasiswa Teknik Elektro adalah C. Bahkan ada selorohan mahasiswa Teknik Elektro, “Nilai C aja kita udah bersyukur.”

Sekarang dengan penerapan standar penilaian yang lebih tinggi, mahasiswa akan makin kesulitan memperoleh nilai C, B apalagi A.

Pihak birokrasi mengabaikan fakta bahwa Fakultas Teknik Elektro (FTE) berbeda dengan Fakuktas Keguguran dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Ini adalah masalah dasarnya, tidak seharusnya FTE yang keseluruhan pembelajarannya ada di ranah ilmu alam yang pasti, disamakan dengan FKIP yang ranahnya membentang dari ilmu alam hingga ilmu sosial. Dalam ilmu alam 1+1=2 itu adalah kepastian, namun dalam ilmu sosial kebenaran ditentukan oleh pardigma dominan.

Maka dengan ini, pihak birokrasi FTE harusnya membatalkan kebijakan peningkatan grade penilaian dengan tetap mempertahankan grade penilaian yang sebelumnya.

Kedua, pengurangan dan penambahan mata kuliah yang serampangan. Kebijakan kurikulum 2022 mengurangi sejumlah mata kuliah yang sebelumnya telah diambil oleh mahasiswa. Akibatnya, perhitungan SKS atas mata kuliah tersebut dihilangkan, mahasiswa dianggap tidak pernah mengambil mata kuliah tersebut. Selain itu, pihak birokrasi juga menambahkan sejumlah mata kuliah baru. Dengan penambahan itu, mahasiswa yang sebelumnya mengambil mata kuliah paketan semester harus mengulang sejumlah mata kuliah di semester sebelumnya.

Hal ini jelas merugikan mahasiswa, keseluruhan mata kuliah di semester sebelumnya yang sebenarnya sudah habis, malah harus diambil kembali akibat penambahan mata kuliah baru.

Terakhir, praktikum di semester akhir. Di kurikulum sebelumnya, mahasiswa semester akhir hanya fokus menyelesaikan tugas akhir dan masa studi, namun di kurikulum terbaru, pihak birokrasi mengharuskan mahasiswa semester akhir untuk memgambil sejumlah praktikum. Dengan demikian, kecil kemungkinan mahasiswa dapat menyelesaikan studi kuliah tepat waktu 3,5 tahun.

Akibat ketentuan tersebut, akan ada banyak mahasiswa yang berpotensi kuliah diluar waktu wajar, bahkan potensi terburuknya akan Mahasiwa FTE banyak yang di DO.

Melalui kurikulum terbaru, ada tendensi dari pihak birokrasi untuk sengaja memperlambat masa studi mahasiswa FTE.

Jangan salahkan mahasiswa bila mahasiswa berpikir kebijakan kurikulum baru yang diberlakukan oleh birokrasi FTE ini diniatkan untuk memeras keuntungan sebesar-besarnya dari pembayaran UKT mahasiswa yang kuliahnya dihambat oleh kebijakan itu.

Karena makin panjang masa studi mahasiswa berarti akan ada lebih banyak biaya kuliah yang akan dibayarkan.

Terakhir, kebijakan pemberlakuan kurikulum adalah produk hukum dari pihak birokrasi FTE. Sebagai sebuah produk hukum, berlaku asas non retroaktif, yang bermakna bahwa suatu peraturan tidak boleh diberlakukan surut ke belakang. Seharusnya ketentuan kurikulum 2022 ini hanya mengikat mahasiswa 2022 dan seterusnya, bukannya malah mengikat mahasiswa 2021 kebawah.

Solidaritas harus digalang, demi menentang kebijakan ini, terlarang menerima begitu saja keputusan pihak birokrasi yang merugikan segenap mahasiswa teknik elektro.

Menyadari Kebodohan

0
Ilustrasi manusia mesin sumber ilustrasi: kompasiana.com

Saya adalah mesin; Alat yang digunakan untuk mencapai kepentingan segelintir orang (kelompok). Saya adalah manusia yang menjadi (dijadikan) kendaraan oleh sekelompok manusia lainnya. Manusia yang kemanusiaannya telah dimanfaatkan.

Saya adalah manusia; Makhluk yang diberi akal dan pikiran. Akan tetapi, akal dan pikiran digunakan untuk memikirkan dan mewujudkan pemikiran (ideologi) orang lain.

Parahnya, saya tidak menyadari hal itu. Saya sadar, namun tidak memiliki keberanian. Saya memiliki keberanian, namun tak berdaya. Saya memiliki daya, namun tak berani mengambil risiko. Saya berani mengambil risiko, tapi tidak siap dengan konsekuensinya.

***

Saya. Permasalahan dalam diri saya alami tidak hanya itu. lebih condong pada “Aku lebih daripada kalian. Kalian lebih kurang daripada aku.”

Selera manusia berbeda-beda. Perbedaan selera tak bisa dihindari. Manusia memiliki keinginan yang berbeda pula. Perbedaan tersebut tak bisa dihilangkan.

Selera dan keinginan tergantung kepuasan yang ingin dicapai. Meski kita paham, kepuasan manusia tak memiliki ujung. Tak akan pernah ada yang namanya kepuasan yang hakiki.

Tapi, perbedaan selera dan keinginan tersebut tidak boleh menjadi alasan hilangnya harmonis antar sesama. Apalagi sampai menganggap pilihan, selera dan keinginan lebih baik daripada pilihan, selera dan keinginan orang lain.

Khan, 2022

Meriahkan Hari Anak Nasional, KKN-T Unram Gandeng Dinsos

0

Lombok Timur, MEDIA- Dalam menyambut dan memeriahkan acara Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2022, Kelompok KKN-T Unram berkolaborasi dengan karang taruna serta Pemdes, merayakan acara tersebut dengan menggandeng Dinas Sosial.

Perayaan ini berlangsung selama sepekan, yakni 23 Juli s.d 31 Juli 2022, bertempat di Desa Jurit dengan di warnai oleh beberapa lomba untuk siswa/i TK/RA, SD, MI, MTs, serta anak-anak yang belajar di TPQ setempat.

Adapun mata lomba yang dihadirkan antara lain; Lomba Tahfidz, Lomba Pidato, Cerdas Cermat, Mewarnai, Son Bakaq, dan Tarik Tambang. Acara ini disambut dengan penuh antusias oleh inisiator, begitu juga dengan anak-anak di desa Jurit dalam berkreatifitas dan berkolaborasi dalam mengikuti perlombaan yang telah diadakan.

Mengusung tema “Membangun dan Membentuk Karakter Anak Yang Tangguh dan Beradab di Era Milenial”, acara ini dirangkaikan dengan kegiatan jalan sehat sebagai acara puncak yang terselenggara pada tanggal 31 Juli 2022 bertempat di SDN 3 Jurit. Dengan diadakannya perayaan ini, berharap agar kesejahteraan anak tetap menjadi prioritas dan perhatian pemerintah dan masyarakat untuk kedepannya.

Acara puncak yang bertempat di SDN 3 Jurit ini disambut meriah oleh pemerintah Desa Jurit hingga menghadirkan sejumlah tokoh penting seperti camat Pringgesela, dan pihak Dinas Sosial yang turut serta berpartisipasi untuk hadir dan memberikan bantuan sebagai bentuk sumbangsih mereka untuk mendukung keberlangsungan acara secara meriah.

Adapun bentuk bantuan yang di salurkan adalah seperti bantuan sembako,alat tulis, pakaian dan perlengkapan sekolah untuk anak-anak yang memang sekiranya membutuhkan dan anak-anak berprestasi di desa Jurit. Hal ini diharapkan mampu membangkitkan semangat mereka dalam mendongkrak kreativitas dan prestasi anak-anak di desa Jurit. (spt/adv) 

Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN-T Unram Adakan Kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah Rumah Tangga Sekaligus Clean Up Sampah di Desa Lembah Sari

0

Lombok Barat, MEDIA- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Mataram mengadakan acara sosialisasi mengenai pemilahan sampah rumah tangga di desa Lembah Sari, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat. Acara sosialisasi ini diadakan di lapangan bulu tangkis kantor desa Lembah Sari pada Kamis, (7/08/).

Sosialisasi pemilahan sampah ini disampaikan langsung oleh perwakilan dari Balai Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Bapak. Antusiasme warga cukup tinggi dalam mengikuti acara sosialisasi ini mengingat permasalahan sampah yang tak kunjung usai.

“Saya mewakili masyarakat disini sangat berharap adanya penyelesaian mengenai permasalahan sampah di desa ini, soalnya kesadaran masyarakat yang sangat kurang dalam membuang sampah pada tempatnya, sampah-sampah yang dibuang tidak karuan dan akhirnya menyebabkan menumpuknya sampah di selokan, ” ujar Adi, salah satu pemuda desa.

Adapun materi yang disampaikan oleh pihak dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan yaitu penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip dari 3R yaitu model pengelolaan sampah yang memperlakukan sampah sebagai sumber daya atau dengan kata lain zero waste. Masyarakat sendiri diharapkan mampu mengolah sampah plastik menjadi barang kerajinan yang dapat digunakan lebih lanjut seperti pembuatan tas, wadah barang, hingga kursi dari ecobrick.

Kurangnya tempat pembuangan sampah dan alat-alat kebersihan menjadi salah satu rintangan yang dihadapi dalam mengatasi permasalahan sampah di desa Lembah Sari. Dari total enam dusun yang ada, rata-rata setiap dusun terdapat banyak sampah yang berserakan di tepi jalan, selokan, sungai, maupun di lingkungan sekitar rumah warga. Melihat kondisi ini, mahasiswa KKN-T UNRAM membagikan alat-alat kebersihan berupa karung, sarung tangan, dan alat penyangga sampah yang dapat menunjang bersihnya lingkungan di desa Lembah Sari.

Agar acara sosialisasi Pemilahan sampah rumah tangga ini dapat bekelanjutan, maka dirangkaikan juga dengan acara clean up sampah bersama dengan KKP UIN Mataram di tiga dusun yaitu Tibu Ambung, Sidemen Daye, dan Eat Gereneng. Sampah yang dibersihkan ternyata cukup banyak dan di dominasi oleh sampah rumah tangga. Sampah yang telah dikumpulkan langsung dipilah berdasarkan jenisnya lalu dimasukkan kedalam karung. Sampah yang dirasa tidak dapat terpakai lagi diangkut lalu dibuang ke TPS (Tempat pembuangan sampah) di Kekait.

“Kegiatan clean up sampah ini bertujuan untuk membersihkan lingkungan warga setempat, manfaat yang dirasakan bukan hanya sekarang saja melainkan di masa yang akan datang. Disini kami berharap juga sih akan tumbuh rasa sadar dari masyarakat mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan dari sampah-sampah ini,” ujar Rangga, Ketua KKN-T Unram. (rng/adv) 

Pengelolaan Limbah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Ecobrik

0

Lombok Tengah, MEDIA- Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Bangda Kemendagri) Teguh Setyabudi mengatakan, berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2021, yang bersumber dari 233 kabupaten/kota di Indonesia, diketahui jumlah sampah secara nasional mencapai 26,35 juta ton per tahun.

Jumlah tersebut didominasi oleh sampah rumah tangga sebesar 41,01%, sektor perniagaan sebesar 19,48%, dan pasar sebesar 16,04%. Sedangkan untuk komposisi sampah berdasarkan jenis, terdiri atas sampah organik sebesar 41,92%, nonorganik 50,5%, dan lainnya sebesar 7,58%.

Pemprov NTB akan mempelajari penerapan program penanganan sampah yang telah dilakukan oleh pemprov Jawa Barat, sebagai model pengelolaan sampah di Kota Bandung. Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov NTB Najamuddin Amy menyatakan, jika sampah dikelola dengan baik, akan menjadi berkah. Sebaliknya, jika tak sanggup dikelola dengan baik akan menjadi bencana dan sumber penyakit.

“Di NTB total sampah yang dihasilkan dari 10 kabupaten/kota yang ada di NTB mencapai 3.388 ton per hari. Dari jumlah itu sebanyak 631 ton yang sampai ke 10 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan baru 51 ton yang didaur ulang. Sekitar 80 persen atau 2.695 ton sampah belum terkelola dengan baik,” kata Najamudin Amy, pada Jumat (26/4).

Dikatakan, saat studi banding ke Kantor Pemkot Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kabupaten Lombok Timur (Lotim) tercatat sebagai penghasil sampah terbesar dengan produksi 801 ton sampah per hari. Dari keseluruhan sampah itu, baru 15 ton saja yang masuk TPA, sementara 78 ton atau 98 persen lainnya tidak terkelola. Lombok Tengah berada di urutan kedua dengan produksi sampah 645 ton per hari dengan rincian sekitar 12 persen sampah masuk TPA dan 97 persen tidak terkelola.

Dalam hal ini, selaku Mahasiswa khususnya mahasiswa KKN-T Unram 2022 dengan tema KKN Zero Waste, Kelurahan Sasake Kec. Praya Tengah. Kab Lombok Tengah, mengambil peran dalam penangulangan sampah plastik yaitu dengan membuat kerajinan Kursi berbahan dasar plastik yang memiliki nilai jual dimana produk ini dinamakan Ecobrick.

Di mana zero waste adalah prinsip yang berfokus pada pencegahan sampah yang mendorong penggunaan kembali semua produk. Dalam sistem zero waste, semua material dipakai ulang sampai maksimal, dengan tujuan agar kita tidak mengirim sampah ke tempat pembuangan sampah, insinerator, atau laut. Zero waste tidak lepas dari istilah 5 R. Kalau sebelumnya kita mengenal Reduce, Reuse, Recycle, kini ada 2 tambahan R lagi yaitu Refuse dan Rot. Dalam posisi yang berurutan, 5R membantu kita untuk melakukan tahap-tahap mengurangi sampah.

Ecobrick adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media sangkar botol plastik yang diisi dengan limbah anorganik (limbah yang tidak dapat diurai atau diurai) hingga benar-benar keras dan padat. Pemusnahan plastik dengan cara dibakar hanya akan disebabkan oleh pembakaran hanya memperburuk kesehatan melalui zat dioksin yang dihasilkannya. Oleh karena itu, prinsip pengurangan, penggunaan kembali dan selayaknya kita terapkan dalam mengatasi sampah plastik dengan cara simpel namun efektif, yaitu Ecobrick.

Kerajinan ini tidak hanya dibuat semata-mata untuk tujuan proker KKNT UNRAM 2022 saja, melainkan sebagai edukasi kepada masyarakat setempat bagaimana pengolahan dan pemanfaat sampah plastik menjadi barang yang bernilai guna dan ekonomis. (spt/adv)