22.5 C
Mataram
Thursday, May 28, 2026
spot_img
Home Blog Page 59

Aliansi Mahasiswa Geruduk Polda NTB; Desak Usut Kasus Kekerasan Seksual Hingga Teriak Kapolda Tuli

0

Mataram, MEDIA – “Kapolda tuli. Kapolda tuli. Kapolda tuli! Kasus pelecehan seksual terjadi di mana-mana. Di tempat ibadah hingga perguruan tinggi. Pelecehan seksual mengancam siapa saja, termasuk kita semua. Polda NTB harus segera menyelesaikan kasus ini.”

Itu antara lain petikan orasi mahasiswa Unram yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bergerak, saat melakukan demonstrasi di Polda NTB, Senin (4/7).

Unjuk rasa tersebut merupakan bukti keresahan beredarnya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Mereka menuntut Kapolda mengusut tuntas kasus pelecehan seksual 10 mahasiswi diberbagai kampus negeri dan swasta.

Diketahui, beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen gadungan. Sebagian besar korban tersebut adalah mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.

Massa aksi juga menuntut Polda NTB berkomitmen dan menyatakan sikap menolak tindakan pelecehan (kekerasan) seksual di lingkungan kampus.

“Memberikan sanksi hukum dan tindakan tegas kepada pelaku pelecehan dan kekerasan seksual sesuai aturan yang berlaku,” kata salah satu orator.

Kemudian, Polda NTB juga dituntut memberikan perlindungan hukum serta pendampingan bagi korban secara berkelanjutan. Untuk melaksanakan komitmen tersebut, Polda NTB mesti memberi edukasi kepada masyarakat tentang penanganan kasus dan metode pelaporan pelecehan seksual.

Salah satu poster yang dibawa massa aksi bertulis “Stop Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus” (MD/armn)

Aliansi Mahasiswa Bergerak juga mengecam keras segala bentuk tindakan pelecehan seksual, seperti fisik, lisan, tulisan, foto maupun video. Baik dalam dunia nyata maupun virtual, karena tidak sesuai norma dalam kehidupan masyarakat.

Saling Dorong dan Jawaban Normatif

Pantauan mediaunram.com, massa aksi melakukan orasi sejak pukul 11.00 Wita hingga menjelang solat zuhur. Namun Kapolda Irjen Pol Djoko Poerwanto tidak bisa menemui massa akasi. “Sedang rapat,” kata salah seorang perwakilan Polda.

Geram tak kunjungi ditemui Kapolda Irjen Pol Djoko Poerwanto, massa aksi memaksa masuk dengan mendorong gerbang. Alhasil, saling dorong antara massa aksi dengan polisi terjadi. Tidak puas, massa akasi juga membakar sampah di depan gerbang Polda.

Situasi saat massa aksi memaksa masuk menemui Kapolda (MD/armn)
Pose sampah yang dibakar massa aksi (MD/armn)

Sekitar pukul 13.00 Wita, beberapa perwakilan Aliansi Mahasiswa Bergerak menemui Wadir Reskrimum Polda NTB di ruangan. “Kasus ini akan dan sedang diselidiki,” katanya.

Setelah melakukan dialog, Wadir Reskrimum diminta menandatangi tujuh tuntutan yang dibawa massa aksi. Namun, dia tidak melakukannya.

“Kita diberikan jawaban normatif. Dan tuntutan kita tidak berani ditandatangani,” tegas Ketua BEM Unram, Yudistira. (armn, adk)

Taman Sangkareang Masih Eksis, Tetap Jadi Pilihan Utama Masyarakat Berakhir Pekan

0

Mataram, MEDIA – Semenjak diperbarui, Taman Sangkareang semakin eksis dikalangan masyarakat. Hal ini terbukti dengan ramainya masyarakat dari berbagai kalangan untuk bersantai, khususnya malam minggu.

Taman yang terletak di Jalan Pejanggik, Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram menyediakan berbagai hiburan untuk berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Hiburan tersebut yakni, tempat bermain motor-motoran, wahana istana balon. Selain itu juga terdapat odong-odong, kolam pancing dan tempat mewarnai.

Tidak hanya untuk anak-anak, Taman Sangkareang menyediakan berbagai hiburan untuk orang dewasa seperti, tempat sewa skuter listrik, lapangan basket, dan lainnya.

Suasana anak-anak sedang melukis ditemani orang tua (MD/adk)

“Cocok untuk family time, karena banyak wahana bermainnya, apalagi saat malam minggu, bagus jadi tempat kencan,” ucap Nia, salah satu pengunjung saat ditemui mediaunram.com, Sabtu (2/7) malam.

Tidak hanya itu, hampir di setiap malam minggu berbagai konser musik bisa ditemukan di Taman Sangkareang. Hal tersebut menjadi salah satu alasan taman ini masih eksis dikalangan pemuda pemudi.

Suasana ramai masyarakat berdatangan di Taman Sangkareang (MD/adk)

Sayangnya, tidak sedikit pengamen berlalu lalang membuat para pengunjung kadang merasa tidak nyaman. Hal tersebut diungkapkan Nia. Menurutnya, Taman Sangkareang tidak hanya ramai dikunjungi pengunjung, tetapi juga pengamen.

“Agak terganggu karena banyak pengamen. Kalau satu saja bisa dimaklumi, tetapi pengamen yang lewat bisa lebih dari dua,” pungkas Nia. (adk)

Gelagat Senja di Pelupuk Mata

0

Oleh: El

senja kala itu terasa dingin membeku
dawai-dawai jingga sampaikan sembilu
sedang kamu, terus mengais luka masa lalu

kala malam mulai menelan merahnya langit
kita bercumbu seperti esok tak akan ada lagi
kaupun meminta hatiku untuk kau genggam

namun mulutku kelu
seperti terkunci, membisu
remuk redam hatiku
pilu jiwaku

kau genggam hatiku
sedang disebalik hatimu
kau tolak diriku yang lalu-lalu
kau kais memori bertahun-tahun silam
lalu amarahmu berapi tak mau diredam

hancur berkeping-keping diriku
kau cintai sebagian aku
namun sebagian lagi,
gelagatmu seperti senja yang kini pelan-pelan berlalu pergi

Wisata Studi MEDIA: Mengorek Produksi NTB Satu

0

Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPKM) MEDIA Universitas Mataram (Unram) melaksanakan kunjungan ke salah satu instansi media konvensional NTB, NTB Satu, Rabu Sore (29/6).

Kunjungan dilaksanakan dalam rangka program kerja Jalan-Jalan Jurnalistik (3J) Divisi Humas.
Dimulai dengan perkenalan masing-masing anggota antara UKPKM MEDIA Unram dan Pemimpin Redaksi NTB Satu, dilanjutkan dengan sesi diskusi.

Qorry Ratu, Pemimpin Divisi Humas menjelaskan mengenai maksud dan tujuan kedatangan UKPKM MEDIA Unram. Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengenal lebih lanjut mengenai NTB Satu dan sarana untuk belajar hal-hal terkait dengan jurnalistik secara langsung.

Pemimpin Redaksi UKPKM MEDIA Unram, Adeka, turut menjelaskan, pemilihan NTB Satu sebagai tempat kunjungan kali ini adalah karena UKPKM MEDIA Unram perlu belajar banyak dari NTB Satu. Di mana, walaupun media ini merupakan perusahaan yang baru saja dirintis, tetapi sudah dianggap memiliki sepak terjang yang baik di dunia jurnalistik provinsi NTB.

Anggota UKPKM MEDIA Unram juga berkesempatan untuk melihat secara langsung dan mempraktekan bagaimana proses produksi konten video NTB Satu.

Kunjungan ditutup dengan foto bersama anggota UKPKM MEDIA Unram dan Jurnalis dari NTB Satu. (Mnd)

Mahasiswa Kecewa Pelaksanaan Wisuda Ditunda

0

Unram, MEDIA– Pelaksanaan wisuda periode Juni 2022 Unram ditunda. Hal tersebut sesuai Surat Keputusan edaran rektor pada 22 Juni lalu.

Diundurnya pelaksanaan wisuda mendapat banyak respon dari kalangan mahasiswa, salah satunya Rani Lestari. Wanita yang duduk di bangku Fakultas Hukum (FH) ini mengaku kecewa dengan kebijakan yang dikeluarkan birokrasi.

“Selama urus persiapan wisuda ini, saya nyaris tiap hari bolak balik Lombok Tengah ke Mataram. Susah payah saya sama teman-teman urus untuk syarat yudisium. Belum urus ini itu. Sekarang kok diundur begini,” kata Rani kepada mediaunram.com.

Rasa kecewa juga diungkapkan Fitrianingsih, mahasiswi Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian. “Kami telah melaksanakan syarat-syarat dengan tepat waktu. Tapi, pihak birokrasi kok malah begini. Mana orang tua saya juga sudah pesan tiket. Saya kecewa,” jelasnya.

Sementara itu, Fadlika Ahmadi mengatakan dirinya tidak keberatan diundurnya pelaksanaan wisuda, asalkan disertai alasan yang jelas.

“Seharusnya di SK itu dijelaskan alasannya, supaya kita (wisudawan) bisa komunikasikan dengan keluarga,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Dika ini juga mengaku terkejut saat informasi penundaan wisuda dikeluarkan.

“Kita tahu rektor sibuk. Tapi seenggaknya ada info dari awal,” katanya.

Dika juga mengatakan, hal ini tidak hanya berdampak bagi mahasiswa, tetapi juga pada orang tua. “Banyak rencana yang direncanakan, pasti sudah disiapkan  dari jauh jauh hari,” ungkapnya.

Mengacu pada kalender akademik, pelaksanaan wisuda Unram periode kedua, seharusnya dilakukan pada 30 Juni. Namun SK Rektor berkata lain, acara yang ditunggu tunggu itu diundur pada 20 hingga 21 Juli.

Sebagai informasi, gladi bersih akan dilaksanakan pada Senin, 18 Juni dengan dua sesi; Pertama pukul 09.00 hingga 11.00 Wita. Kedua, pukul 14.00 hingga 16.00 Wita.

Kemudian, pengembalian toga dilaksanakan pada 25 hingga 29 Juli bertempat di ruang toga gedung Rektorat Unram lantai satu. (armn)

BEM Unram Pincang, DPM Unram Hilang dan Birokrasi Culas 

0

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), merupakan instansi tertinggi didalam dunia pendidikan, diamanahkan oleh negara melalui UUD 1945 untuk mengelola pendidikan universitas negeri dan swasta menjamin seluruh beban mahasiswa dan mencerdaskan anak bangsa.

Koalisi BEM dan DPM

Kondisi Universitas Mataram berlaju seperti kapal tua, tidak ada yang menahkodai, tidak ada mekanik yang memperbaiki segala aspek problem penyimpangan didalamnya, seperti, pelayanan kesehatan, tidak terlaksananya program kerja BEM dan DPM.

Ketidakmampuan birokrasi, memenuhi aspek administrasi akan merusak citra kampus, dan lebih dari itu akibat ketidakmampuan birokrasi, kepercayaan publik akan mulai menurun terhadap kampus Universitas Mataram.

Tahun 2021 lalu, Mahasiswa melakukan aliansi didepan gedung rektorat “Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus” dengan tuntutan lakukan pemulihan pelayanan kesehatan yang efektif dll, alhasil birokrasi menemui masa aksi (WR lll).  Respon WR lll cukup autentik dan akan segera melakukan pelayanan kesehatan yang efektif. Tapi itu semua adalah kebohongan semata, sedangkan Universitas Mataram dikelilingi oleh jubah pembangunan yang megah, aestethic. Perbaikan jubah pembangunan adalah uang SPP mahasiswa, mestinya kampus harus pandai bersyukur dan berhutang terhadap mahasiswa.

Bulan lalu BEM dan DPM telah dilantik (pengesahan) oleh Rektor Unram, disumpah diatas Kitab Suci, menjalankan program kerja dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Tapi setelah dilantik dan sudah berjalan beberapa bulan kedepan tidak ada hasil yang baik yang dapat diterima oleh mahasiswa, sedangkan uang (dana) yang digunakan oleh DPM dan BEM adalah uang SPP dari mahasiswa. Mestinya BEM dan DPM menjalankan amanah mahasiswa dengan baik, menjawab seluruh keluh kesan mahasiswa, alhasil BEM dan DPM telah hilang setelah dilantik, berfoya riya, berbahagia diatas penderitaan mahasiswa.

Saya atas nama mahasiswa, menuntut birokrasi lakukan evaluasi besama BEM dan DPM, karena dengan cara itu kampus akan pulih dari kebodohan dan juga kepercayaan publik terhadap kampus.

Wisata Alam Tersembunyi Desa Bayan

0
Sumber foto: Adeka

 

Lombok Utara, MEDIA– Destinasi wisata di hutan adat Mandala ini dikenal dengan nama Pemandian Mandala, walau mayoritas pengunjungnya dari masyarakat setempat, pemandian ini tetap ramai dikunjungi, terutama saat hari libur.

Kolam yang aliran airnya berasal dari sumber mata air asli ini terletak di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Pemandian Mandala ini memiliki dua kolam, yakni kolam renang untuk anak-anak dan kolam renang untuk orang dewasa.

Pemandian Mandala memiliki air dengan suhu yang dingin, dikelilingin oleh pepohonan yang rindang, sehingga permandian ini sangat sejuk. Dilengkapi berbagai fasilitas yang terbilang cukup memadai, fasilitas yang dimiliki antara lain; toilet, musala, gazebo, kantin, serta tempat sewa ban dengan harga sewa untuk 1 ban Rp.10.000.

Menariknya, jajanan atau makanan yang tersedia di kantin dijual dengan harga yang terhitung lebih murah dibanding dengan pemandian pada umumnya, di pemandian ini kita bisa mendapatkan gorengan dengan harga satuannya hanya Rp.1.000, kopi dijual dengan harga Rp. 4.000, dan masih banyak jajanan lainnya lagi.

Sayangnya, di pemandian ini tidak ada penjaga yang mengawasi, sehingga pengunjung perlu meningkatkan kewaspadaannya, karena ada banyak satwa liar yang akan mengganggu pengunjung, terutama bagi pengunjung yang membawa makanan.

Pemandian Mandala dibuka mulai pukul 08.00-17.00 Wita, dengan tarif masuk Rp. 3.000 untuk anak-anak dan Rp. 5.000 untuk orang dewasa, serta biaya parkir Rp. 2.000 per motor. (adk)

Mati, Namun Tidak Putus Nyawanya: BEM FAPERTA Unram 2022

0

Mati suri atau tertelan bumi, beginilah nilai minus yang layak saya berikan kepada BEM Fakultas Pertanian (FAPERTA) Univeristas Mataram (Unram)!

Tepat pada tanggal 23 Februari lalu seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tidak terkecuali Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Pertanian tahun 2022 dilantik untuk mengemban tugas di Fakultas Pertanian selama satu tahun kedepan.

Pada tanggal 20 Maret lalu juga DPM Faperta mengadakan Loka karya dengan seluruh pimpinan pengurus organisasi kemahasiswaan se-fakultas Pertanian. Loka karya ini merupakan langkah awal pembahasan angaran seluruh Ormawa dan rasionalisasi program kerja dari BEM Faperta.

Selama kurang lebih lima bulan terakhir ini atau hampir setengah tahun kepengurusan ini belum ada satu pun program dari BEM Faperta yang terealisasi, mengingat angararan BEM sekarang sebesar 7.000.000 dari sini saya sebagai mahasiswa Faperta menanyakan keberadaan BEM saat ini.

Tanggal 8 Juni 2022 birokrasi telah mengeluarkan informasi terkait banding grade UKT. Tapi sampai tanggal 9 Juni masih belum terlihat kebijakan BEM sehingga banyak mahasiswa mengkritik permasalahan ini.

Tidak lama kemudian, di hari yang sama akun BEM Faperta menyebar pamflet informasi banding grade UKT, hal ini berart BEM Faperta sengaja menutupi informasi ini dari mahasiswa umum, yang di mana seharusnya BEM  yang menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak atas yaitu birokrasi, terlebih Ini masalah banding UKT yang menyangkut kepentingan mahasiswa secara umum.

Sudah semestinya BEM Faperta memperluas informasi secara umum dan sabar-lebarnya agar mahasiswa secara umum juga mengetahui informasi-informasi apa yang ada di fakultasnya.

Rasanya BEM Faperta tahun ini tidak menjalankan amanah semestinya yang telah dimandatkan oleh mahasiswa Fakultas Pertanian.

Dampak dan Pengaruh Game Free Fire Terhadap Akhlak dan Akidah Seorang Anak

0

Sebenarnya Game Free Fire itu apa sih?

Garena Free Fire atau biasa disebut Free Fire adalah permainan battle royale yang dikembangkan oleh 111 Dots Studio dan diterbitkan oleh Garena untuk Android dan iOS.

Game ini terdaftar sebagai permainan seluler yang paling banyak diunduh secara global pada tahun 2019.

Game Free Fire sendiri bergenre survival dengan third-person shooter.

Dalam permainan ini, akan ada 50 pemain terjun payung yang akan bertarung dalam sebuah map. Setiap pemain, harus bertahan hidup dengan cara membunuh lawan satu sama lain agar bisa memenangkan permainan.

Permainan ini tidak hanya gemari oleh remaja dan orang dewasa saja, namun anak-anak usia 8 hingga 12 tahun pun banyak menggemarinya, bahkan permainan ini di dominasi oleh anak-anak.

Dalam permainan Game Free Fire terdapat banyak sekali tantangan-tantangan yang membuat seorang anak betah bermain berlama-lama di depan layar smartphonenya. Hal ini yang kemudian mengakibatkan banyak waktu terbuang sia-sia.

Tidak sedikit anak yang melalaikan dan melupakan pelajaran yang di sekolah maupun di rumah setelah memainkan permainan ini. Selain itu, anak-anak juga melupakan pelajaran penting tentang akhlak dan aqidah yang di berikan oleh guru maupun orang di sekitar.

Sangat sering di temukan anak-anak yang tidak mengetahui rukun iman, yang merupakan hal penting bagi seorang muslim.

Cukup diakui bahwa permainan ini cukup menghibur untuk di mainkan, namun jika di mainkan dalam waktu yang lama akan berdampak buruk bagi anak-anak.

Anak-anak masih banyak membutuhkan pengaturan tentang hal-hal yang lebih bermanfaat untuknya.

Melaksanakan sholat,mengaji adalah hal yang penting untuk seorang anak dalam pengembangan dirinya, dengan itu akhlak seorang anak akan terbentuk dengan baik, oleh karena itu pantauan orang tua terhadap penggunaan smartphone seorang anak dalam permainan game harus terus di perhatikan lagi.

Orang tua harus lebih tegas dan lebih sering memberikan perhatian dan bekal agama untuk anak-anaknya, untuk membentuk akhlak dan aqiidah yang baik untuk anak-anaknya.

Sebagaimama di sebutkan dalam hadis di bawah ini;

Artinya: Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur.

(Al-Qalam: 4). Ibnu Abbas mengatakan bahwa sesungguhnya engkau Muhammad, berada dalam agama yang hebat, yaitu agam Islam.  Menurut Atiyyah, disebutkan benar-benar berbudi pekerti yang agung. Salah satu alasan diutusnya Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT di Arab tidak lain untuk membenahi akhlak masyarakat pada masa itu. Hal ini disebutkan dalam hadits.

عَنْ أَبِي هُرَيرة قَالَ: قَالَ رسولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّمَا بُعِثتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ”.  Dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak-akhlak yang baik.

Dari beberapa pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa;

“Sesungguhnya yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya.” (HR.Ahmad).

Sangat penting bagi orang tua untuk terus bisa memberi pengarahan dan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama dalam permainan game online agar tidak berlebihan dan sampai melalaikan pengajaran dan pendidikannya, terlebih-lebih akhlak dan aqidah bagi seorang anak.

Daya Tahan UMKM di Tengah Pandemi Covid-19

0
Foto: Ist.

 

Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya pada sektor manufaktur, tetapi juga terhadap sektor UMKM. Salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah di masa pandemi Covid-19 adalah mendorong sektor UMKM, yang memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional karena banyaknya pekerja yang terlibat langsung.

Sebagian besar UMKM mengalami kesulitan baik dari segi keuangan maupun non-keuangan. Penurunan tingkat pemesanan, sulitnya distribusi, dan sulitnya memperoleh bahan baku mengakibatkan UMKM yang terdampak kesulitan untuk membayar biaya-biaya tetap dan sebagian harus menurunkan jumlah pekerja.

UMKM sebenarnya memiliki daya tahan terhadap gejolak perekonomian. Namun Covid-19 telah membawa kembali krisis perekonomian Indonesia dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi dibandingkan krisis 1997-1998.

Melemahnya daya beli masyarakat sebagai dampak pandemi Covid-19 menyebabkan daya tahan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin rentan. Untuk itu penting peran pemerintah untuk membangkitkan para pelaku UMKM dan pemerintah harus menjadikan permasalahan ini sebagai prioritas penanganan, dengan mendorong peningkatan konsumsi masyarakat terutama terhadap produk pangan yang saat ini menjadi sektor yang memiliki prospek baik untuk bertahan dan berkembang di tengah pandemi.

Terkait dengan dorongan dari pemerintah agar UMKM mulai beralih dengan memanfaatkan online platform. Digital marketing sendiri adalah strategi atau upaya untuk memasarkan atau mempromosikan produk melalui segala jenis media digital salah satu contohnya melalui media sosial.

Adanya Coronavirus disease 2019 (Pandemi Covid 19) di akhir tahun 2019 menjadi masalah dunia internasional termasuk di Indonesia. Pandemi Covid 19 memberikan implikasi ekonomi, sosial, dan politik hampir di seluruh negara, termasuk di Indonesia. Dampak ekonomi akibat pandemi Covid 19 juga dirasakan sektor UMKM yang ada di Desa Pemenang Barat dan Malaka, Lombok Utara.

Dengan ini, KONSEPSI NTB mempunyai program kerja Siap Siaga yang bekerjasama langsung dengan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) lainya, yakni Mitra Samya. Program kerja yang diadakan ini merupakan bentuk kegiatan survei terhadap pelaku usaha berbasis potensi pedesaan di dua desa yaitu, Pemenang Barat dan Malaka, Kabupaten Lombok Utara. Dua desa ini menjadi target dari program ini karena dua desa ini menjadi desa wisata yang paling berdampak akibat Covid-19 ini. Sehingga dari adanya survei ini bisa dilihat bahwa apa saja dampak dan bagaimana daya tahan pelaku UMKM di tengah pandemi covid-19 ini.

Berdasarkan data survei baseline usaha rintisan berbasis potensi pedesaan yang dilakukan terhadap 50 pelaku UMKM di Desa Pemenang Barat dan 50 pelaku UMKM di Desa Malaka, yang dimana mayoritas UMKM sebesar 90 persen merasakan dampak negatif dari pandemi ini dan hanya 5 persen yang mengalami pertumbuhan positif. Dengan hasil survei ini menunjukkan bahwa tingkat perekonomian masyarakat yang disebabkan oleh pandemi covid-19 ini sangatlah lemah dan menurun.

Pelaku usaha harus memikirkan bagaimana cara mempertahankan usaha mereka di tengah pandemi ini. Beberapa pengusaha kecil terpaksa harus memberhentikan usaha mereka karena pendapatan mereka tidak ada untuk melanjutkan usaha yang dijalankan.

Menurut informasi dari hasil survei lapangan beberapa pengusaha harus meminjam uang pada kerabat, bank, koperasi, BUMdes, dll. Hal tersebut terpaksa dilakukan untuk mempertahankan usaha yang mereka jalankan. Penjualan secara online melalui media sosial juga dilakukan oleh beberapa usaha. Media sosial yang dipakai terdiri dari Facebook dan Instagram.

Berdasarkan hasil survei tersebut terlihat bahwa omzet UMKM yang ada di Desa Pemenang Barat dan Desa Malaka mengalami penurunan yang sangat drastis. Karena sejak awal adanya pandemi covid-19 ini, wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal mengalami penurunan karena adanya beberapa aturan pemerintah yang harus ditaati oleh masyarakat Indonesia. Sektor-sektor yang pendukung pariwisata yang terdapat pada wilayah dua desa tersebut yaitu seperti tempat wisata (tiga gili), hotel, tempat penginapan, hingga pengusaha kecil dan menengah juga ikut terdampak akibat pandemi covid-19.

Hal tersebut memang penting untuk dilakukan karena di masa sekarang teknologi juga sudah semakin berkembang. Digitalisasi merupakan hal yang harus dilakukan untuk menunjang keberlangsungan usaha. Karena dalam masa pembatasan ini para pelaku UMKM membutuhkan bantuan teknologi digital untuk tetap menunjang kegiatan operasional.

Menurut hasil wawancara lapangan yang dilakukan di dua desa yaitu Pemenang Barat dan Malaka, hal tersebut memberikan hal positif bagi kelangsungan usaha walaupun tidak seberapa. Karena digital marketing dapat menjangkau seluruh masyarakat dimanapun mereka berada tanpa ada batasan geografis ataupun waktu. Selain itu komunikasi dan transaksi juga dapat dilakukan setiap waktu dan pemasaran produk memanfaatkan media soaial yang ada saat ini karena dapat menjangkau konsumen secara luas.

Dalam program survei ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menyuarakan keluhan mereka agar dapat tersalurkan. Terdapat banyak sekali usaha rintisan yang bisa dikembangkan namun terhambat karena kurangnya modal dampak dari covid-19 ini. Semoga kedepannya lahir kebijakan – kebijakan dari pemerintah tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan mempertahankan UMKM yang ada di Desa Pemenang Barat dan Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara.